
Episode 10, Acara Peresmian Raja Baru Skyfer Diamond.
"Beri salam penghormatan pada calon raja kita!" Teriak salah satu lelaki, Jenderal Vung Tian Li.
Setelah perintah itu terdengar, mereka semua pun segera bersujud ke lantai, Kecuali Raja, Ratu, dan beberapa orang penting istana.
Kaki jenjang seorang pria masuk begitu saja kedalam ruangan yang luasnya tigakali lipat lebih besar dibanding ruangan prajurit.
Drap! Drap! Drap!
"Selamat datang, putraku." Sambut Raja Asmodeus dan Ratu Alleena.
"Hm" Jawab singkat pria itu, kemudian melangkah duduk di kursi yang telah disediakan.
Dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, hingga sembilan jam. Acara peresmian itu baru saja selesai.
Xia yang sudah kelelahan, ia ingin sekali merebahkan dirinya disitu juga.
Namun akan sadar konsekuensi nya, ia tak jadi melakukan itu.
Semuanya nampak santai, seolah tidak lelah. Maklum saja, itu baru pertama kalinya bagi seorang Michael.
Sekarang adalah acara pesta, perjamuan, berdansa, dan juga kedatangan beberapa kerabat kerabat lainnya, juga orang orang dari istana lain.
Kini, Asmodeus Prince Leviathan De Lucifer resmi dinobatkan sebagai Raja baru kerajaan Skyfer Diamond.
"Yang mulia raja Leviathan, maukah anda berdansa dengan saya?"
Ashleen mengulurkan tangannya seakan bersiap untuk berdansa.
Leviathan menepis tangan Ashleen dengan kasar, "Maaf, aku sedang tidak ingin berdansa dengan siapapun. Jadi tolong jaga kesopananmu." Mata tajam Leviathan menatap kearah depan tanpa menatap seorang yang berdiri dihadapannya.
Ashleen yang memang menyukai Leviathan, ia merasa kesal. "Mengapa? Bukankah dahulu kita sangat dekat sebelum kau naik tahta menjadi--"
"Prajurit! Seret wanita ini keluar! Aku tidak ingin melihatnya seujung kuku pun." Ucapan Ashleen terhenti kala lelaki didepannya berbicara dengan tegas dan sedikit menyentak.
Prajurit pun berbondong-bondong kearah Ashleen, mereka mengerubungi Ashleen dan menariknya paksa untuk keluar.
Ashleen tidak terima, ia menangis. "Kau tidak menghormati ku, Leviathan!" Teriak Ashleen bercucuran air mata, ia menangis sambil memanggil manggil ayah dan ibunya.
Ayahnya yang melihat kejadian itu langsung berlutut kearah dimana Leviathan berdiri, tatapan lelaki itu masih mengarah ke depan. Matanya sangat tajam setajam elang dan silet.
"Yang mulia raja! Tolong ampuni anak saya! Dia tak bersalah, hanya ingin berdansa dengan anda!" Teriaknya sembari berlutut.
"Yang mulia, Ampuni Ashleen!" Ucapnya sambil bersujud.
Leviathan tak sekalipun menoleh, ia tetap pada pendiriannya.
__ADS_1
"Yang mulia ra--"
"DIAM!" Bentaknya. Suaranya menggema diseluruh ruangan itu. Bahkan, Xia yang sedari tadi mengamati langsung tersentak kaget dan tak sengaja menabrak meja yang banyak sekali makanan dan minuman.
'Cdar! Grubak! Crang! Crang! Prang!
Suara itu bahkan tak kalah menggema diruangan itu.
Si pelaku bahkan juga ikut terkaget kaget setelah melihat meja nyungsep serta gelas dan piring yang sudah hancur lebur, membuat semua orang tak terkecuali Leviathan menoleh padanya. Bahkan, ayah Ashleen yang tadi bersujud langsung menoleh kearah sumber suara.
Xia memejamkan matanya, ia benar benar sial hari ini. Bagaimana bisa ia dijadikan tontonan orang seperti itu? Hanya karena kecerobohannya.
Ia benar benar merutuki dirinya sendiri kali ini, dengan perasaan yang gugup, takut, ia hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
Leviathan berjalan kearahnya, Xia semakin takut saja.
Semua orang menatap Xia dengan kasihan, mereka berfikiran ia akan di penggal ataupun dihukum cambuk 1000 kali.
Lu Che yang berada diarah berlawanan dengan Xia, menatap Xia dengan takut takut, Astaga, El! Bagaimana bisa kau seceroboh itu.
Bahkan, Lu Che ingin sekali mengatakan hal tersebut.
Beralih kepada Xia, ia gugup dan ketakutan setengah mati.
Leviathan semakin mendekat saja kepadanya, saat Raja iblis itu berdiri tepat dihadapannya, Xia semakin tak berani menatapnya.
Xia yang mencuri pandang kearah pria tampan yang ada didepannya itu, namun auranya nampak beringas, bengis, kejam, sadis, dan menakutkan. Aura hitam menyelimuti tubuhnya, matanya menatap gadis yang sedang menunduk didepannya.
"Prajurit wanita?" Satu pertanyaan lolos dari mulut seksi Leviathan.
Membuat semuanya menganga terkejoet. Termasuk Xia.
Ia memberanikan diri menatap Leviathan yang ketampanannya berjuta juta kali lipat dari yang ia bayangkan saat membaca novel.
Xia tiba tiba salting, pipinya sudah merona merah didalam sana.
Untung saja wajahnya tertutupi oleh cadar.
Karena tak kunjung dijawab, Leviathan mendekat dan mencengkram kasar dagu lancip Xia yang tertutup oleh cadar.
"Jawab!?" Leviathan menatap mata hitam legam Xia yang juga menatapnya takut.
Xia merasa sangat terintimidasi oleh tatapan itu. "M-maaf yang mulia raja, iya saya perempuan eh-- saya prajurit wanita yang mulia" Xia menyentuh tangan Leviathan dengan lembut lalu melepaskannya dari dagunya yang mulai memerah karna cengkraman kuat dari lelaki itu.
Leviathan masih menatap Xia dengan tatapan setajam elang, netra matanya berfokus pada biji mata hitam legam milik Xia.
"Siapa kamu? Mengapa biji matamu berwarna hitam sama dengan keluargaku?" Tanya Leviathan tetap menatap mata wanita didepannya.
__ADS_1
Xia terpaku, ia menjawab dengan gugup. "Saya Xia De Lucia, yang mulia. Saya seorang prajurit Disini." Xia semakin gugup saat Leviathan semakin mendekat kearahnya, bahkan jaraknya sangat dekat. Duh! Bisa mati ni gw kalo gini terus. Kegantengannya nyusahin perasaan orang ajaa. Batin Xia.
"Oh, ya? Apakah kamu seorang prajurit baru?" Tanya nya tepat di wajah Xia yang mengdongakkan kepalanya menatap lelaki tamvan itu.
Tatapannya tetap mengintimidasi, Dih! Natapnya santai aja, ntar gua colok tu mata tau rasa loo! Ngga deh, Sayang cowok seganteng ini mana berani gua colok matanya, mending karungin bawa ke rumah, XIXIXI.
Xia cekikikan dalam hatinya, sampai terlupa dengan lelaki didepannya yang nampak menahan amarah karena lagi lagi pertanyaannya di abaikan, walau hanya sejenak.
"JAWA--" Jawa gak tuhh><
"Iya, saya seorang prajurit baru, YANG MULIA. Sudah lama, tetapi saya selalu terhimpit oleh prajurit lelaki lainnya, jadi tidak kelihatan." Xia memotong ucapan Leviathan, dengan menahan tawa. Leviathan mati kutu, ia merasa kesal, jengkel, dan ingin marah pada Xia tetapi tak bisa.
"Berani beraninya kau memotong perkataan raja!?" Bentak prajurit lelaki di sampingnya, Tiba tiba ketakutan saat Leviathan berkata. "Siapa yang menyuruhmu untuk berbicara?!" Leviathan melirik dingin pada prajurit itu.
Prajurit yang baru saja disentak raja mereka itu, langsung menunduk ketakutan. Tubuhnya bergetar hebat. "Ampun yang mulia!" Segera prajurit itu bersujud tepat di kaki Leviathan.
Leviathan menendangnya tak berperasaan, hingga prajurit itu terjungkal kebelakang.
Ia hendak ingin mengeluarkan sihir pada prajurit itu namun tangannya di tahan oleh seseorang yang ternyata adalah Xia. "Hentikan! Jangan semena mena menjadi seorang raja hanya karna kesalahan sepele." Ucap Xia, hawanya menjadi dingin bahkan atmosfer ruangan itu sudah sangat mencekam. Tubuhnya diselimuti oleh asap biru tua. Perkataannya berubah tiga ratus enam puluh derajat, yang awalnya ketakutan santai berubah menjadi dingin tak tersentuh. Tatapannya lebih tajam dibanding tatapan elang. Lu Che tak habis pikir dengan cara Xia. Ia sudah pasrah.
Leviathan merasa terhina, ia tak terima dan langsung melayangkan sihir itu pada Xia, Eitss! Namun tak berakhir begitu sajaaa..
Xia menyangkal sihir itu dengan sihir nya yang lebih kuat dari pada sihir Leviathan.
'El! Apa apaan kamu, jangan berurusan dengan raja! Identitas kita bisa diketahui, tidak baik melawan raja!' Lu Che berbicara menggunakan sihir telepati nya.
Xia yang mendengarnya, ia membalas. 'Maaf Lu, aku benar benar emosi pada raja satu ini, aku tidak suka! Biarkan aku satu kali saja memberi kejutan'
'Huftt! Terserah kamu, El. Tapi sebagian besar mungkin akan menggagalkan rencana kita.' Lu Che dengan pasrah, ia menerima semuanya karena Michael adalah sahabatnya.
Kembali pada Leviathan, ia merasa janggal, kenapa seorang prajurit rendahan sepertinya bisa memiliki sihir yang kuat?
"Siapa kau?!" Leviathan menahan sihir itu.
"Prajurit." Seadanya Xia menjawab, singkat, padat, dan jelas.
Namun, Leviathan tidak percaya. Ia kemudian merapalkan sebuah mantra dan mengarahkannya pada Xia, Xia sebenarnya bisa lebih lebih dan lebih seratus kali lipat lebih akan tetapi ia cukup bermain sampai situ saja.
Ia tak menyangkal lagi sihir yang telah Leviathan arahkan padanya. Hingga ia terjungkal dan terpental ke dinding. Akan tetapi, tidak merasakan sakit apapun, karena ia sudah membaca mantra yang membuat tidak merasakan sakit apapun dan memblokir sihir itu supaya tidak masuk kedalam tubuhnya. Akan tetapi ia tidak menyangkal.
Setelah terhempas begitu jauh, ia langsung bangun tanpa merasa ada yang sakit, semua menatap kagum pada Xia yang biasa saja.
Begitupun dengan Leviathan, pria itu yang sejak tadi menyeringai langsung mingkem terheran heran.
"Cukup bagus." Satu kalimat itu lolos dari bibir seksi Xia yang tertutupi cadar.
Saat jarak Xia dan Leviathan hampir dekat. Gadis itu berkata pada telinga Leviathan , tepat ditelinganya. "Aku hanya memberitahumu sebagai raja, jangan terlalu sombong hanya karena kau raja. Dan jangan semena mena terhadap rakyat Mu! Terlalu memperbesarkan masalah seperti tadi, itu tidak baik, Yang mulia raja Leviathan tertampan." Bisiknya sembari menekan kata tampan pada kalimat akhirnya.
__ADS_1
Entahlah, getaran apa yang terjadi pada diri Leviathan saat itu. Ia merasa malu dan terhina. Dia pikir dia sangat benci dengan gadis yang katanya adalah Prajurit itu.
BERSAMBUNG.