DUNIA BARUKU : DUNIA KUNO, SIHIR, MITOLOGI.

DUNIA BARUKU : DUNIA KUNO, SIHIR, MITOLOGI.
5// INI DIMANA?


__ADS_3

Episode 5, ini dimana?


Tubuh Micha seakan tertarik kedalam semak belukar itu.


Ia merasakan tubuhnya seakan terjun bebas mengikuti gaya tarikan itu.


Kepalanya terasa berat dan pusing. Kemudian ia tak sadarkan diri dalam keadaan tubuh yang masih ditarik paksa oleh gaya tarik semak belukar itu.


Seperti isekai saja, ia merasakan tubuhnya tertarik begitu dalam.


****


Seorang wanita 27 tahun nampak membuka matanya kembali dari dalam es yang beku mengelilingi tubuhnya.


Ia hanya bisa melirik lirik, sebab tubuhnya sudah bertahun tahun di bekukan.


Dan itu pertama kalinya ia bisa membuka mata didalam es yang membekukan seluruh tubuhnya.


Perlahan es itu seakan mulai mencair, menit demi menit.


Wanita itu tersenyum menyeringai, tubuhnya bisa ia gerakkan lagi.


Ternyata ada seseorang yang masuk keperangkapnya. Bertahun tahun ia terjebak di dalam bekuan es tersebut. Hingga ada yang masuk keperangkapnya maka dari itu es yang membekukan seluruh tubuhnya akan mencair.


Sebelum wanita itu dibekukan, ia sempat membuat perangkap di dunia lain. Supaya ada mangsa yang dapat ia peralat untuk dapat mencairkan sihir es terkuat itu.


Ia sudah mengetahui cara supaya dapat mencairkan kembali sihir beku yang telah membekukan dirinya.


"Hahaha, kita liat saja Guang er! aku akan membalaskan dendam ku kepada mu, setelah apa yang kau perbuat kepada seluruh keluargaku!" Tawanya yang sungguh menyeramkan dan mampu membuat orang bergidik jika ada yang mendengarnya.


Wanita itu kemudian bertapa diatas batu yang lumayan besar.


Ia sibuk membacakan mantra.


Satu jam berlalu. Tubuh Micha kemudian terlempar ke dunia itu, tepat berada di depan wanita yang sedang bertapa itu.


Perlahan, mata wanita itu terbuka, ia tersenyum. Menyudahi ritualnya.


Ia kemudian berdiri dari duduknya, lantas berjalan kearah Micha yang masih tak sadarkan diri.


Ia merapalkan sebuah mantra dan menyalurkannya kepada Micha, hingga gadis itu tersadar.


Micha mengerjap ngerjapkan matanya, ia merasa kepalanya sangat sakit dan pusing.


Tangannya meraih kepalanya yang sakit. Perlahan ia mulai menyadari dirinya berada dihutan namun bukan hutan yang tadi.


Micha beralih menjadi posisi duduk, tangannya masih memegangi kepalanya yang nyut nyutan akibat perlintasan waktu tersebut.


Wanita yang sedari tadi diam mengamati gadis yang ada didepannya itu kemudian membuka suaranya. "Apakah masih terasa sakit,?" Tanyanya.


Micha terperanjat, ia kaget jika ada orang selain dirinya.


Kemudian ia menjawab. "I-iya, Ini dimana?" Tanyanya.


Wanita tersebut tersenyum, "Perkenalkan aku Mei Lu che, kamu bisa memanggilku Lu che. Dan kamu sedang berada di dunia ku."


Micha masih tak mengerti. "Eumm, maksudmu?" Wanita yang bernama Lu Che itu tersenyum, "Boleh aku tau di dunia mu sekarang tahun berapa?" Tanya nya.


Micha masih di selimuti rasa penasaran, "Mengapa? Dua ribu dua puluh tiga M," Jawab Micha.

__ADS_1


Lu Che menjelaskan. "Kamu sedang berada di abad 16."


Micha terkaget, ia menutup mulut. "Bagaimana bisa?"


"Itu bisa, karena aku telah memasang perangkap di dunia mu itu, sehingga siapapun yang dapat menemukan perangkapku dia akan tertarik kedunia ini.


Dan kamu lah orangnya." Jelas Lu Che. Micha tampak takut sehingga membuat Lu Che keheranan. "Kenapa? Apa yang kamu takuti?" Micha menggeleng geleng, "Tidak, kamu mau apa?!" Dengan reflek Micha meneriaki Lu Che.


Lu Che berkata, "Jangan takut, aku tidak akan apa apakan kamu, aku hanya membutuhkan seseorang dari dunia lain untuk mencairkan es yang telah membekukan seluruh tubuhku." Lu Che menarik nafas. "Dan sebagai imbalannya, Aku akan mengabdi pada mu."


Micha mulai tenang akan tetapi kalimat akhir Lu Che membuat Micha mematung. "Untuk apa mengabdi pada ku?" Beo nya mengapa harus mengabdi kepadanya, bukan kepada Tuhannya pikir Micha.


Lu che tersenyum, "Kamu telah membangkitkan ku dari beberapa tahun yang lalu saat aku terkena sihir pembeku tubuh, Itu karena seseorang yang paling aku benci, dan saat ada kau disini perlahan sihir beku itu mulai mencair, karena aku tahu cara meruntuhkan sihir beku ini. Maka dari itu, kesempatanku untuk balas dendam telah terbuka lebar lebar karena kedatangan mu, aku sungguh berterimakasih. Dan sebagai imbalannya aku akan mengabdi padamu, Nyonya. Serta aku juga akan mengajarimu teknik Sihir dan ilmu spiritual. Ini akan sangat dibutuhkan karena didunia ini penuh dengan hal yang berkaitan dengan sihir." Jelas Lu Che panjang lebar pada Micha. Wanita yang seharusnya telah berumur 78 tahun itu kini belum mengetahui nama gadis yang telah menolongnya.


Ya, Lu Che Memang saat ini seharusnya berumur 78 tahun, karena efek sihir beku ia masih muda dan tak sedikit pun bertambah umur. Wajahnya masih benar benar cantik. Lu Che saat ini berumur 26 tahun, ia telah melewati tahun demi tahun, akan tetapi tetap muda


Micha masih mencerna setiap kata yang keluar dari mulut Lu Che.


Ia kemudian mulai paham sedikit demi sedikit. "Baik lah jika begitu, Kapan kau mengajari sihir untukku??" Pasrah Micha, karena ia juga sangat ingin mengetahui ilmu sihir dari dulu.


"Eum, nanti kita akan mempelajarinya Nyonya. Sebelum itu saya ingin bertanya, siapa nama anda, nyonya?" Tanya Lu Che dengan mengubah bahasanya.


"Nama ku Vileanor Roosevelt Michael Xiaolytte, Kamu bisa memanggilku dengan sebutan Micha atau Michael." Micha tersenyum, kini ia bisa menerima keberadaan Lu Che.


Lu che mengangguk ngangguk. "Baik, Nyonya Micha, nama yang bagus." Katanya.


"Terimakasih, Lu Che. Eumm sepertinya aku ingin membuat nama samaran di sini." Ucapnya saat pikiran terlintas di benaknya.


Lu Che menautkan kedua alisnya. "Untuk apa nyonya?"


"Tidak ada aku hanya ingin membuat nama samaran, jika hanya kita berdua kau bisa memanggilku dengan nama asliku." Jelasnya.


Micha tampak berfikir seraya mengetuk ngetukkan jari telunjuknya di dagu. "Eumm" Ia masih mencari ide nama samarannya. "Eumm, bagaimana jika Xia de Lucia?? Atau Micha de Lucia? Yang mana yang bagus?" Tanya nya kepada Lu Che.


"Xia de Lucia, bagus nyonya." Pendapatnya.


Micha mengangguk, kini namanya telah berganti Xia atau Lucia.


Mereka bergurau begitu lama setelah itu.


Kemudian, karna hari telah mulai malam, mereka pergi kerumah kediaman Lu Che.


Rumah Lu Che berada di tengah hutan, rumah gubuk kayu.


Micha mengikuti arah yang telah Lu Che Arahkan.


Mereka berdua memasuki rumah itu, entah apa yang dilakukan oleh mereka setelah itu.


Namun, saat malam hari pukul 8 malam tiba, Micha dan Lu Che keluar dari rumah tersebut. Dan memasuki goa yang ada dibelakang rumah Lu Che.


"Mari ikut saya, Nyonya." Diangguki oleh Micha.


Ia mengikuti Lu Che yang berjalan lebih dulu darinya, memasuki goa yang disetiap pinggirnya ada sebuah lampu petromax.


Sehingga lorong lorong tersebut tidak gelap.


Tak terasa mereka berdua telah sampai di puncak goa terdalam.


Sangat luas dan begitu luass.

__ADS_1


Micha sedari tadi memandangi tempat itu. Ketika sebuah suara memanggilnya. "Mari nyonya, anda sedang apa." siapa lagi jika bukan Lu Che.


Ia membuka sebuah saluran yang dipijaknya.


Ternyata ada akses ke ruang bawah tanah.


Micha mengikuti Lu Che menuruni anak tangga.


Lorong itu gelap sekali.


Namun, saat sampai di pertengahan jalan, ia mulai bisa melihat ruangan namun samar samar.


Disana ruangannya sangatlah besar dari gua tersebut. Di pinggir pinggir dinding terdapat lampu petromax sehingga ruangan tak jadi gelap, dan sangat terang, karena lampunya lumayan banyak.


Micha mengamati banyaknya lemari rak di setiap sudut ruangan, dan pastinya berisi buku buku yang memenuhi rak tersebut.


Ada dua meja kecil serta tempat duduk.


Dan di tengah tengah terdapat Meja bundar yang besar beserta kursi yang mengelilingi meja itu.


Belum lagi ada tempat untuk bertapa disana.


Menakjubkan sekali pikir Micha.


Ternyata ada dua Ranjang yang bisa dibuat untuk tempat tidurr.


"Selamat datang di perpustakaan Lu Che, Nyonya Michaa!" Sambut Lu Che dengan hangat dan senyuman.


Ia senang karena bisa menggurui Micha.


Micha melongo, ia terkejut.


"Apakah kita akan belajar ilmu sihir disini? Lu Che??" Tanya Micha masih tak percaya.


"Yaps, benar sekali nyonya! Kita akan belajar semua Teknik sihir disini!" Seru Lu Che tampak sangat senang sekali.


Micha menatap wanita yang lebih tinggi darinya itu.


Ia masih tak percaya.


"Huhh, Baiklah." Pasrah Micha ketika tak mendapati sahutan apapun dari Lu Che kkarna keterkejutannya.


"Hehehe, Kita akan mulai sekarang nyonya! Kita akan menginap disini untuk sementara. Dannn pastinya kita akan memerlukan waktu yang lama!" Seru nya lagi ia tampak sangat senang.


Micha meng iyakan saja. Ia sudah lelah pikirnya.


"Dan ya nyonya, kita akan mempelajarinya selama 3 tahun." Pernyataan Lu Che membuat Micha melotot tak percaya. "A-APA!? Bagaimana bisaa!?"


"Heheheh, santai dulu nyonya. Ini tak seberapa saya mempelajari semuanya sampai 4 tahun nyonya, dan itupun jika nyonya benar benar bersungguh sungguh, mungkin 2,5 tahun bisa kita tempuh. Sebelum mengenal dunia ini lebih luas lagi, dan pastinya kita akan disini selama 3 tahun kedepan." Lu Che memperjelas semuanya, Micha geleng geleng ia tampak pusing.


"Baiklah, aku pasrah saja Lu Che." Terpantau sangat pasrah, Micha hanya mengikuti apa yang Lu Che perintahkan.


Lu Che saat itu juga mengarahkan Micha mempelajari teknis dasar terlebih dahulu.


Mereka berdua kini telah sibuk dengan urusannya, Lu Che mengajari Micha sedangkan Micha mengamatinya.


Malam itu menjadi pertanda bahwa keduanya sama sama bersiap untuk kehidupan di dunia itu.


BERSAMBUNG..

__ADS_1


HAPPY READING GYS. MAAF YAA.


__ADS_2