DUNIA BARUKU : DUNIA KUNO, SIHIR, MITOLOGI.

DUNIA BARUKU : DUNIA KUNO, SIHIR, MITOLOGI.
9// KERAJAAN SKYFER DIAMOND.


__ADS_3

Episode 9, Kerajaan S**kyfer Diamond**.


...Pada pukul 14.00, mereka ( Michaela dan Mei Lu Che ) menyelesaikan permainan mereka di taman itu, Mereka berdua segera pergi ke arah tujuan utama mereka. Yakni kerajaan Skyfer Diamond....


Mereka melewati beberapa pemukiman warga / perdesaan, Perkotaan, serta hutan belantara. Hingga mereka menaiki sebuah bukit yang tinggi.


Mereka dapat melihat kerajaan Skyfer Diamond yang masih saja jauh, padahal mereka sudah menempuh waktu kisaran 8 jam lamanya, 20.00.


Mereka tak menyerah sampai situ saja, dua gadis bercadar itu berjalan menuruni bukit, melewati danau, Sampai memasuki hutan serta goa yang ditengah tengah itu ada sebuah tangga berlapis berlian. Sangat indah.


"Ini adalah tangga menuju istana Skyfer Diamond. Tidak sembarang orang bisa memasuki goa ini, apalagi menginjakkan kakinya ke tangga yang terhubung dengan kerajaan diatas langit itu.


Jadi, mungkin kita bisa dibilang beruntung." Ucapnya sebentar, kemudian kembali memimpin jalan.


Micha hanya mengangguk saja, ia mengikuti gadis berstatus sahabat didepannya.


Sampai waktu menunjukkan pukul 10 malam, mereka masih saja tidak Sampai sampai, alias masih berada di tangga itu, Huhu lama sekali pikirnya.


Kakinya sampai dibuat pegal menaiki tangga yang menurutnya tak berujung, Akan tetapi syukurlah, kerajaan Skyfer Diamond tersebut sudah mulai kelihatan di banding tadi.


Artinya mereka telah menempuh setengah perjalanan, hingga sampai.


pukul 11 malam, akhirnya mereka sampai.


Dengan nafas yang ngos ngos san mereka akhirnya lega karena telah mencapai puncak kerajaan itu.


Michael menghirup udara dengan serakah. Ia menatap kerajaan yang sudah di depan matanya. Bahkan ia sampai tak berkedip.


Seketika ia melupakan rasa lelahnya dan berdiri kemudian menatap kerajaan itu dengan berbinar-binar.


Sungguh indah.


Kerjaan itu nampak sangat besar dan luas. Bak istana yang dua kali lipat lebih besar dan tinggi menjulang keatas langit ketujuh.


Di tanah yang ia pijak terdapat jalan setapak, yang dipinggirnya berhiaskan berlian berlian yang jika dijual pasti Triliunan.


Rerumputan yang terlihat sangat segar dapat memanjakan mata.


Kerajaan yang nampak begitu besar nan indah itu, disampingnya terdapat awan awan yang setia menghiasi kerajaan yang disebut Skyfer Diamond itu.


Jujur saja, ini seperti disyurga saja. Micha bersorak gembira di dalam hatinya.

__ADS_1


Banyak sekali prajurit yang berjaga, meski sudah malam.


Pantas saja, kerajaan ini disebut Skyfer Diamond, yang berartikan Kerajaan berlian diatas langit (Fer diambil dari nama panjang raja Leviathan, yaitu Lucifer. Yang dimana Lucifer berartikan Iblis.)


Benar benar, Kerajaan itu sama dengan namanya, Diamond yang berartikan berlian. Benar saja, disetiap sisi kerajaan itu pasti ada berlian-nya.


Sky yang berartikan Langit. Maka kerajaan itu benar diatas langit.


Fer, atau diambil dari nama panjang Lucifer yang berartikan Iblis itu. Terdapat pada tema Kerajaan yang berwarna merah dan juga hitam. Serta gold.


Suasananya pun seperti Kerajaan iblis diatas langit bertabur berlian.


Intinya, seperti itu yang dilihat oleh Michael.


Ia masih terkagum kagum dengan pemandangan yang ada didepan mata telanjangnya.


Sama halnya dengan Lu Che, ia juga sangat terkagum kagum meski ia sudah mengetahui kerajaan itu.


Mereka berdua melumpuhkan para penjaga dan membuat mereka tertidur sejenak.


Hingga kedua gadis dengan cadar merah tersebut berjalan memasuki istana tanpa gangguan apapun.


Xia dan Lu Che berjalan mengikuti jalan setapak itu. Saat hendak sampai di pintu gerbang utama, mereka merasakan aura kekuatan yang nampak kuat. Xia menghalau jalan Lu Che yang hendak mendekati gerbang hitam yang tingginya mencapai 30 meter itu.


"Tunggu disini, sepertinya gerbang ini telah dilindungi oleh sihir. Aku akan menyangkalnya." Ucap Xia menatap gerbang yang tingginya 30 meter bahkan sangat tinggi.


Xia meramalkan sebuah mantra dan membentuk bulatan ditangannya seolah itu adalah kekuatan dari mantra yang tadi telah disebutkan. Lalu dengan cepat ia mengarahkan mantra itu kearah gerbang hitam tersebut. Dan berhasil. Penghalau masuknya mereka kini hilang, gerbang utama berwarna hitam itu langsung terbuka dengan sendirinya.


Lu Che terpana, begitu hal nya dengan Xia Lucia, mereka berdua melangkah lebih dalam memasuki wilayah istana tersebut.


Setelah berjalan hampir setengah jam, mereka berdua sampai di pintu utama kerajaan itu. Sebelum memasuki kerajaan itu, sudah pastinya.. Lu Che berkata. "El, kau keruangan sana. Sebisa mungkin kau menyamar menjadi prajurit untuk tiga bulan kedepan, itu rencana kita." Lu Che berkata dengan serius sembari menunjuk salah satu ruangan yang akan Xia tempati selama tiga bulan kedepan.


Lu Che telah mengubah kostum Xia dengan menjentikkan jarinya. Kostum Xia sama dengan prajurit yang berada di kerajaan ini. Hanya saja Xia menggunakan cadar merah pekatnya.


"Sempurna, kau hanya perlu menjalankan misimu, El. Aku tidak kemana-mana. Bedanya, kau menyamar menjadi prajurit. Sedangkan aku, menyamar menjadi Pelayan di sini. Tenang saja, kita akan sering bertemu. Jika ada sesuatu yang penting, bicara saja lewat telepati yang kita pelajari sebelumnya." Jelas Lu Che pada Xia. "Siap, sepertinya ini menarik!" Xia ( Micha ) mengangguk.


Lu Che kembali menjentikkan jarinya, ia merubah pakaiannya menjadi pakaian pelayan di 'Skyloua' Modelnya seperti hanfu, berwarna merah, hitam, dan emas.


"Sepertinya kau sudah cukup mengerti, Aku pergi dulu, El!" Lu Che memeluk Xia singkat. Kemudian menciumi kedua pipinya, "Dadah, El!" Katanya melambai lambaikan tangannya sembari menyengir kuda.


Xia tak habis pikir, "Berhati-hatilah Lu!" Teriaknya kemudian diangguki oleh Lu Che yang semakin menjauh saja.

__ADS_1


Ia beralih menatap pintu utama yang ada dihadapannya, kemudian pintu itu terbuka setelah Xia membaca mantra. Ia berjalan menuju jalan tujuan.


Setelah sampai, ia tidur sebentar di lantai yang sudah dibaluti dengan karpet merah bertabur berlian. Lelah sekali, sebaiknya aku tidur saja.


****


Xia tertidur sampai pagi hari, ia terbangun karena seseorang telah membangunkannya dari tidurnya yang terbilang pulas.


"Ughh!" Erangnya, sembari mengucek mata sipitnya.


"Apa sih! Ganggu orang tidur aja!" Sentak Xia yang dimana kesadarannya masih belum terkumpul sempurna.


Kemudian seseorang lainnya menarik tangannya cukup kencang.


"Hei! Cepat bangun, kau ini! Jadi prajurit malah malas malasan. Kamu lupa? Sekarang adalah hari dimana calon raja Leviathan diresmikan sebagai raja?! Jikalau raja melihatmu, dia pasti akan memenggal kepala mu saat ini juga!" Ucap prajurit itu sambil menarik narik tangan Xia cukup kuat.


Xia yang masih setengah sadar, ia mulai melek, membuka mata sipitnya.


Biji mata hitam legam nya pun terlihat, ia tampak menyesuaikan cahaya sehingga mengerjap ngerjapkan matanya yang memiliki bulu mata lentik itu.


Salah satu prajurit, dibuat keheranan. "Hah!? Ternyata kau perempuan? Dan lihat, apa itu?" Prajurit itu mendekat seakan memastikan jika penglihatannya itu salah. Namun, ternyata itu benar. Ia menunjuk jarinya pada mata sipit Xia yang seolah keheranan, dan bertanya Apa?


Prajurit itu melirik kesana kesini, kepada teman seperjuangannya itu. Sembari menunjuk ke arah mata Xia, Xia mengernyit. "Kenapa?" Satu kalimat muncul dari mulutnya, akhirnya pertanyaan yang ada di otaknya bisa ia lontarkan dengan lega.


Prajurit itu masih sibuk menolah noleh kan kepalanya, berharap ada orang yang sadar. Namun, naas nya tidak ada yang sadar, bahkan juga ada beberapa prajurit yang bertanya, Ada apa?


Karena sadar tidak ada yang menyadari hal tersebut, ia pun menolehkan kepalanya kearah Xia yang masih melihatnya sinis. Tangannya tak berhenti untuk menunjuk, dengan keras ia berkata, "Lihat bola matanya! Dia memiliki bola mata berwarna hitam legam, persis seperti calon raja kita!" Heboh prajurit itu. Sedetik kemudian, "Wah! Iya benar juga, ya!"


Banyak yang mengiyakan, sehingga membuat ruangan itu tampak heboh.


Kehebohan itu nampak tak berlangsung begitu saja, saat seorang pelayan datang. "Hei! Apa apaan kalian ini?! Siapkan posisi, calon raja kita sudah ada didepan!" Ck! Seperti perempuan saja! Tegas pelayan itu, yang ternyata adalah Lu Che, ia sama, masih menggunakan cadarnya.


Prajurit pun tergopoh-gopoh berlarian ketempat masih masing, ada yang terjatuh jatuh karena saling bertabrakan. Sewajib itukah? Pertanyaan yang ada di benak Xia sekarang, ia baru tahu kerajaan harus see disiplin ini.


Ia juga menyiapkan posisi, berusaha menyangkal rasa kegugupan yang merajalela dalam dirinya.


Semua prajurit, pelayan, dan orang orang istana lainnya sudah bersiap menunggu kedatangan putra mahkota mereka, Hari ini adalah hari pemilihan calon raja masa depan.


Karena, umur raja saat ini sudah cukup terbilang tua. Bukannya dia akan mati, Tidakk! Akan tetapi, ia akan menikmati masa tua mereka berdua, dengan tenang.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2