
Episode 6, Mempelajari seluruh ilmu sihir.
Satu Minggu, Dua Minggu, Tiga Minggu, Dan satu bulan.
Bahkan hanya mempelajari 3 buku saja. Sedangkan Buku buku yang harus dipelajari ada 1105 buku. Berarti tersisa 1102 buku.
Dua bulan, Tiga bulan, Empat bulan, dan seterusnya.
Micha hanya memperoleh 27 buku.
Satu tahun kemudian, Micha telah mempelajari 397 buku.
Itupun tanpa istirahat.
Satu tahun satu bulan, dua bulan, tiga bulan, empat bulan, lima bulan, enam bulan, tujuh bulan, delapan bulan, sembilan bulan, sepuluh bulan, sebelas bulan, dan dua belas bulan. Kini telah genap dua tahun.
Micha berhasil mempelajari 962 buku.
"Aku sudah lelah, Lu Che." Ungkapnya.
"Nyonya El pasti bisa!!" Kini Lu Che telah menggantikan panggilannya pada Micha dengan sebutan El, Dimana El diambil dari nama belakang Michael.
Kini gadis bernama Micha itu menuruti lagi permintaan Lu Che, ia kembali mempelajari buku buku tersebut siang dan malam. Ia juga bertapa.
Hingga, 2 tahun tiga bulan ia telah menyelesaikan misi nya.
Aura gadis itu sangat kuat sekali. Bahkan ia melebihi batas misi yang telah Lu Che berikan. Ia mempelajari sekitar 1135 buku. Ia menjadi lebih kuat dari Lu Che. Sedangkan Lu Che hanya mempelajari 809 buku saja.
Bahkan Lu Che saja penyihir terhebat no 6 di dunia itu, bagaimana Michael? Sudah pasti ia bisa berduel dengan raja di dunia itu.
Kini umur Lu Che adalah 29 tahun. Sedangkan Micha 26 tahun.
Setelah 2,3 tahun mereka mempelajari semua teknis sihir dan ilmu bela diri. Mereka seakan tengah siap untuk melawan makluk di dunia itu.
"Nyonya El, anda sungguh hebat!! Bisa mempelajari 1135 buku dengan jangka waktu kurang dari 3 tahun, anda benar benar hebat!!" Puji Lu Che tak percaya, Ia saja mempelajari 800 buku sampai hampir 4 tahun, sedangkan Micha? Huftt bahkan kurang dari batas jangka waktu yang ditentukan.
"Terimakasih Lu, aku begitu karena ingin cepat keluar dari sangkar ini!!" Ungkapnya dengan memutar bola matanya malas.
Sedangkan, Lu Che tersenyum jahil. "Eitss, tunggu dulu nyonya! kita akan menghabiskan waktu selama 2 bulan disini!" Ucapnya membuat Micha sungguh lelah dan tak bertenaga.
"Huaaahhhh! Untuk apa lagi Lulu!" Gertak Micha sebal.
__ADS_1
Ia telah mengubah nama panggilan Lu Che menjadi LuLu.
Lu Che, ia tersenyum tanpa dosa. "Eumm! Lihatlah itu nyonya." Lu Che menggeser rak buku paling ujung dengan sihirnya. Kemudian tirai berwarna merah itu nampak begitu saja didepan mata mereka. Perlahan, tirai itu terbuka dengan menggunakan sihir.
Micha melihat hal yang ada didepan matanya. Dibelakang rak itu terdapat sebuah tirai berwarna merah. Dan yang paling menakjubkan adalah banyak sekali benda pusaka disana.
"Maksud ini semua apa, Lu?" Michael keheranan, matanya memberi kode bahwa ia tak mengerti.
"Oh ayolah nyonyaaa! Anda harus memiliki pusaka. Itu adalah sumber kekuatan nyonya paling kuat." Lu Che nampak frustasi, nyonya nya begitu polos dan tak mengerti.
Micha perlahan mulai mengerti, ia berjalan mendekat kearah yang menarik perhatiannya itu. Benda benda pusaka yang terpajang dengan rapi.
Lu Che menambahkan. "Dan sekarang anda harus memilih pusaka mana yang anda inginkan, dan itu bebas murni keinginan anda sendiri."
Micha menolehkan kepalanya kearah dimana Lu Che berdiri, kemudian ia kembali menatap benda benda pusaka yang ada didepannya.
Perhatiannya tertuju pada sebuah kipas merah bercorak Phoenix emas.
"Baiklah, aku ingin bertanya apakah hanya boleh memiliki satu pusaka saja, Lu?" Micha bersuara.
Lu Che menjawab dengan panjang lebar."Memiliki 3 pusaka lebih boleh boleh saja nyonya, asalkan jangan sampai lebih dari 5 pusaka. Dan point' pentingnya adalah anda harus memilih satu pusaka yang paling anda minati dan paling anda sukai diantara pusaka yang lainnya anda pilih. Begitu nyonya, jadi Penjelasannya adalah misalnya anda memiliki 3 pusaka dan diantara tiga pusaka itu ada salah satu pusaka yang paling anda sukai dan ingin anda jadikan pusaka yang akan menyatu dalam diri anda. Berarti pusaka itu adalah bagian dari hidup Anda. Jika tidak mengerti tanyakan saja lagi nyonya."
Micha mencerna setiap perkataan dari penjelasan Lu Che.
"Hmm, begitu ya.. Baiklah aku paham sekarang." Sahut Micha, ia kembali menatap benda benda pusaka itu.
Sebuah pusaka pedang yang diujungnya terbelah tiga. Sungguh sangat menarik diri Micha.
Lalu, Sebuah alat musik Tiongkok yang terlihat seperti gitar menurutnya. Maklum saja ia tidak mengetahui nya. Pusaka itu dinamai dengan Pipa.
Alat musik di China.
"Lu Che, diantara semua pusaka pusaka, aku hanya tertarik pada tiga pusaka."
Ia menatap sejenak Lu Che yang juga menatapnya.
"Kipas bercorak Phoenix itu, Alat musik pipa, serta pedang yang memiliki tiga belahan diujungnya." Micha menyebut pusaka yang ia sukai.
Lu Che mengangguk. "Boleh nyonya, saya akan mengambilnya."
Ketiga benda itu telah Lu Che bawa kehadapan Micha. Ia menaruh ketiga pusaka itu di atas meja.
__ADS_1
Micha menatap ketiga benda pusaka itu.
"Saya akan menjelaskannya pada anda."
"Dimulai dari kipas." Lu Che menunjuk sebuah kipas.
Dari kipas. Kipas itu berwarna merah yang bercorak lambang Phoenix. Serta tulisan Mandarin.
"Ini adalah sebuah kipas bernama Shanhan. Kekuatan yang dimiliki kipas ini adalah -----------Blablabla." Micha kemudian mengerti dan mengangguk.
"Ini adalah alat musik yang mampu membuat lawan terhipnotis lalu tak sadarkan diri selama batas yang tuannya tentukan, dan saat terbangun lawan akan terkena racun sejak saat pertama kali mendengarnya. Serta banyak kemampuan kemampuan yang ada di benda pusaka ini."
Lu Che memperjelas bagian pusaka Alat musik bernama Pipa itu.
Michael menopangkan tangannya pada dagu.
Sembari mengamati Lu Che yang menjelaskan.
"Lalu ini," Tunjuknya pada pedang yang terbelah tiga diujungnya itu. "Anda hebat. Pilihan Anda sangat bagus. Pedang ini adalah pedang yang sangat cocok dengan anda. Apalagi kemampuan anda yang telah menguasai banyak teknis sihir. Ilmu spiritual lainnya. Tak sembarangan orang dapat menggunakannya. Karena, yang memiliki pedang ini adalah orang yang berjiwa kuat. Jika tak dapat mengontrol pusaka ini maka dunia akan dalam bahaya." Lu Che menjeda." Mengapa saya memberikan ini untuk Anda dan sangat mempercayai itu? Karena usaha anda selama ini sangat memungkinkan untuk dapat menaklukkan pusaka ini, nyonya. Kelebihan Pedang ini sangat banyak." Jelasnya.
Micha mengangguk. Ia merasa senang.
Sesaat kemudian, "Baiklah Lu, aku menyukai pedang itu. Dan aku merasa akan menjadikannya pusaka utama yang akan bersatu dengan jiwa serta ragaku." Ungkapnya sembari tersenyum matanya menatap pedang itu.
Lu Che juga tersenyum, ia mengangguk. "Baik nyonya." Lu Che segera mengambil pedang itu dengan hati hati. "Sebaiknya anda namai pedang ini dulu." Micha Tanpak berfikir sembari jarinya ia ketuk ketukkan ke dagu lancip nya.
Selang beberapa detik, sepertinya ia telah menemukan nama yang tepat untuk pedang itu. "FenJian San, apakah itu bagus? Yang berartikan Pedang belah tiga?" Tanyanya.
Lu Che sesaat berfikir, kemudian mengangguk tersenyum. "Mm.. Ya! sepertinya itu sangat cocok dengan nama pedang ini, nyonya."
"Baiklah, aku akan menamainya pedang FenJian," Micha mengangguk tersenyum dan mengelus pedang itu.
"Yup, kita akan latihan disini selama beberapa bulan kedepan, Nya." Micha mengangguk, ia iyakan saja. Sejujurnya ia sangat ingin cepat keluar dari goa itu, akan tetapi rasa ingin menguasai pedang seperti di film film itu sangat menuntut Micha untuk melakukan itu.
Setelahnya, mereka berdua akhirnya fokus bersama sama untuk mempelajari Ketiga pedang itu, terutama pedang FenJian.
BERSAMBUNG.
**MOHON MAAF PARA READERS, GA BISA UPDATE TIAP HARI. BANYAK KESIBUKAN YANG GA DIKERJAIN. MAAF BANGET, DAN MAKASIH YANG SETIA NGIKUTIN DILLA DARI AWAL. JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE YAA!!
OH YA, JANGAN SAMPE ADA PLAGIAT BERKELIARAN XIXIXI,
__ADS_1
SEMANGAT KALIAN SEMUA, MOHON SUPPORTNYA YAAAA!!!
MAKASIIIU**