
Episode 4, Michael di kota Shanghai.
Micha yang baru selesai dengan pekerjaan dikantornya, buru buru menekan tombol lift untuk segera pulang.
Ia menunggu lift itu sampai dilantai dasar.
Sambil menunggu, ia ingat besok adalah hari kepergiannya ke kota Shanghai.
Alasan Micha pergi kekota Shanghai adalah untuk bekerja sama dengan perusahaan yang ada disana, serta juga ingin berlibur di kota itu.
Sebenarnya ia ada kerja sama di kota Beijing dan itu hanya sebentar, tetapi entah dorongan dari mana ia malah bertekad untuk tinggal di Shanghai selama 3 bulan lamanya.
Akhirnya pintu lift itu terbuka, menampakkan lantai dasar perusahaan itu.
Ia perlahan keluar untuk cepat pulang, karena ia habis selesai lembur kali ini.
Ia menenteng tas slinbag yang ia bawa ditangan kanannya, langkahnya beradu dengan lantai marmer di lantai dasar itu.
Sekilas melirik arloji yang menampilkan pukul 1 malam lewat 29 menit.
Ia cukup terkejut karena selarut itu.
Kaki indahnya melangkah menuju area parkiran mobil yang hanya tersisa 3 mobil saja.
Micha langsung mengemudikan mobil sport hitamnya.
Ia keluar dari area parkiran dan membelah jalanan raya kota Shenzhen.
Sembari terus berpikir, apakah ia akan langsung pergi sekarang saja atau menunggu pagi hari.
Akhirnya setelah berdebat dengan pikirannya, ia kemudian melesat pergi kearah jalan pulang rumahnya.
Hanya sebentar ia mengunjungi rumah itu, dan berpamitan kepada kedua pelayannya yang telah terbangun karena suara berisik akibat klakson mobil nyonya nya hh.
"Nya, udah pulang" Sapa nya sambil mengucek mata.
"Iya bi, maaf ya Micha langsung pergi sekarang, soalnya waktunya mepet. Da bibi Gu bibi Mu. Jaga rumah yaa." Bahasa Mandarinnya yang sedikit cadel, dan tangannya ia lambai lambaikan sebagai tanda kepergiannya.
"Baik nyonyaa!" Ucap mereka serentak seraya membungkuk sedikit, seperti biasa dengan bahasa mandarin nya.
Micha memasuki mobil sport hitamnya dan mengemudikan mobil itu dengan kecepatan diatas rata rata. Ia membelah jalanan raya sambil asik asikan didalam mobil itu, kantuknya merajalela akan tetapi ia tetap bisa bertahan karena kesenengan.
jam 5 pagi ia sampai di kota Beijing, China. Gadis keturunan Tionghoa Indonesia itu memarkirkan mobilnya di apartemen yang tak jauh dari perusahaan yang sedang bekerja sama dengannya.
Ia menghempaskan tubuhnya ke kasur empuk yang ada disana dengan antusias saat dirinya sudah sampai di kamar tidur di apartemen itu.
Perlahan tanpa ba bi bu ia terlelap dalam tidurnya karena merasa lelah.
.. Seketika Siang telah muncul, teriknya matahari di kota Beijing itu menjadi pertanda bahwa diluar sangat panas.
__ADS_1
Micha yang masih sedikit lelah dan mengantuk terpaksa membangunkan dirinya sendiri dan bersiap untuk membersihkan dirinya.
Setelah berkutat dengan alat mandi, ia kemudian berkutat dengan alat alay rambut, riasan, serta pakaian.
Micha dengan sepatu hak tinggi tujuh sentimeter dan setelan blazer hitamnya telah menandakan bahwa gadis itu kini akan pergi ke perusahaan tempat dirinya bekerja sama.
jam 1 siang gadis itu sampai di perusahaan dan menjalankan Rapat.
jam 5 sore rapat itu selesai, tetapi malam itu masih ada acara makan malam di restoran ternama di Beijing.
Micha menghela nafas lelah, ia kembali pulang ke apartemen yang ia sewa satu hari itu.
Tubuhnya kembali ia rebahkan di kasur empuk yang ada di apartemen lantai 43 itu.
Tak lama gadis itu terlelap. Terbangun karena suara alarm di hp nya.
Gadis itu dengan malas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya.
Dengan menggunakan setelan blazer biru, kemeja putih serta dasi yang bertengger dileher seksi Micha.
Rambutnya ia biarkan tergerai, dan bergelombang.
sepatu high heels sepuluh sentimeter ia gunakan.
tas Dior hitam ia tenggerkan ditangannya.
Merasa siap, ia perlahan turun menggunakan lift dan mengemudikan mobil sport nya ke tempat tujuan.
jam 7 malam ia baru sampai, dan disana sudah banyak yang berdatangan.
Seperti biasa dengan bahasa Mandarinnya. "Selamat malam semua, maaf jika terlambat." Gadis itu disambut hangat oleh semua orang yang ada di meja itu."Mari duduk, nona Michael. Anda sangat cantik malam ini!" Sambut pemimpin perusahaan itu, Micholas. Usianya terbilang muda, yaitu 28 tahun.
Micha tersenyum hangat, "Terimakasih" ia duduk di sana.
"Kamu mau beli makanan apa? Bisa scan saja disini." Micholas mengajari Michael cara untuk memesan makanan.
"Ah, terimakasih." Dijawab anggukan serta senyuman manis oleh Micholas.
Selang beberapa menit pesanan Michael telah selesai.
Ia segera menyantapnya saat makanan itu dipersilahkan untuknya.
Semua orang dimeja itu tersenyum. Makan malam itu terasa khidmat dan hanya terdengar suara piring dan sendok yang beradu.
Makan malam itu berjalan mulus, "Terimakasih atas kedatangannya nona Michael!" Kata Micholas.
"Baik, Terimakasih juga telah mau bekerja sama dengan saya." Senyum hangat selalu terlempar kan untuk mereka.
"Mau saya antarkan, nona?" Tawar Micholas. Tetapi ditolak halus oleh Micha, "Tidak usah repot-repot Tuan Micholas. Saya sangat berterimakasih pada kalian semua." Bahasa Mandarin versi Micha memang beda. "Saya pamit dulu, terimakasih untuk hari ini senang bisa bekerja sama dengan anda tuan Micholas." Micha membungkukkan sedikit badannya, mereka juga ikut membungkuk kecuali Micholas. "Aduh tidak usah berlebihan Nona Michael, saya juga senang bekerja sama dengan anda, kamo berterimakasih, semoga selanjutnya kita dipertemukan lagi." Micha tersenyum dan mengangguk, kemudian pamit undur diri.
__ADS_1
***
Kini Micha telah selesai dengan acaranya, ia membuka pintu mobil sport nya, dan mengemudikan mobil itu sedang.
Ia pulang terlebih dahulu ke apartemennya untuk mengambil barang barang miliknya.
Setengah jam berkemas, akhirnya selesai. Jam menunjukkan pukul 9 malam.
Ia bergegas untuk mengemudikan mobil sportnya lagi.
Tak ada capek capeknya bagi Micha, ia bahkan berniat kekota Shanghai sekarang juga.
Perjalanan yang ditempuhnya lumayan juga, ia sampai di kota Shanghai pada pukul 4 pagi.
Ia merasa tubuhnya sangat pegal pegal, Andai dia dirumahnya Yang ada di Shenzhen, pasti ia telah di pijat sampai ketiduran oleh bibi Gu.
Dengan ekstra lelah, ia memarkirkan mobil sportnya di rumah barunya di Shanghai, rumah itu dekat dengan hutan belantara dibelakang rumahnya, namun jaraknya lumayan jauh.
Karna sudah benar benar lelah ia langsung merebahkan tubuhnya tanpa membereskan barang barangnya lagi, Micha langsung terlelap begitu saja hingga sore hari tiba.
Setelah membersihkan dirinya, ia merapikan barang barangnya kembali,
Dirinya berniat untuk memasak hari ini, akan tetapi tidak ada bahan bahan sama sekali, ia mengintip ke ruang belakang rumah itu.
Di dekat hutan itu pasti ada tumbuhan.
Dia akan memanfaatkannya karena sudah lapar, Micha juga lupa untuk membeli dan menyetok makanan. Apalagi sejak tadi malam menyetir perutnya hanya terisi saat makan malam saja.
Dia menjadi lapar sekali. Micha mencoba pergi kehutan belakang itu dengan menggunakan pintu yang memberikan akses kearah hutan belakang.
Setelah berjalan 45 Meter kira kira, ia baru sampai di hutan itu.
karna dibelakang rumahnya bukanlah hutan langsung melainkan sebuah lapangan luas, baru hutan.
Akan tetapi hutan itu bisa dilihat karna sangat besar rimbun dan tinggi menjulang, didalamnya seakan sangat gelap dan tak ada akses bagi matahari pun untuk masuk.
Ia perlahan berjalan saat sampai di hutan itu ia langsung mencari dan belum sampai masuk saja ia sudah menemukan tumbuh tumbuhan yang bisa ia masak dan makan. Tetapi ia malah melihat tumbuhan yang jika dimasak pasti lebih lezat lagi, ia perlahan berjalan masuk kedalam hutan itu. Menyelusuri bagian luar dari hutan itu, matanya terus berbinar saat menemukan berbagai tumbuhan yang sangat lezat, tanpa ia sadari,
itu adalah hutan terlarang. Menurut si pemilik rumah, hutan itu sudah memakan korban, dan sang korban tak kembali lagi.
Micha bahkan melupakan fakta itu karna sangat kelaparan. Dia perlahan masuk dan masuk menemukan berbagai macam tumbuhan, Sehingga ia menabrak semak belukar yang besar, ia membuka semak itu dan tiba tiba badannya seakan ikut tertarik seperti ada magnet yang menariknya kesana.
:
Micha tak kuasa menahan lagi, Tubuhnya itu terlalu kuat tertarik hingga akhirnya ia tertarik kedalam semak belukar itu.
"Aaaaaaa..!!!!" Teriaknya keras dan menggema dihutan itu.
BERSAMBUNG...
__ADS_1