Dunia Keluarga Suami

Dunia Keluarga Suami
Membangun Kepercayaan


__ADS_3

Setelah sibuk sejak pagi menyiapkan sarapan, kini Arumi tengah istirahat sambil menonton televisi.


Untuk pertama kalinya, Arumi memiliki waktu senggang di jam jam seperti ini. Sejenak ia melupakan sikap dingin Dika padanya.


Baru saja 15 menit berlangsung sejak Arumi Nonton Tv, tiba-tiba Tiana datang menghampiri Arumi.


"Ayo ikut ibu, Mi" Ujar Tiana, hendak membawa Arumi ke suatu tempat.


"Kemana, Bu?" Arumi segera beranjak dari sofa, dan segera mematikan televisi untuk bersiap memenuhi ajakan Ibu mertuanya.


"Sudah ikut saja, nanti juga kamu tau!" Ujar Tiana dengan buru-buru.


"Baik, bu"


Arumi lalu menuruti perintah Tiana untuk ikut bersamanya, terlihat mereka sedang mengeluarkan sepeda motor dari garasi, dengan Tiana yang mengendarainya.


Tak lama kemudian, sampailah mereka di sebuah pasar tradisional. Rupanya, Tiana membawa Arumi ke pasar untuk berbelanja sayur.


"Bu, kita mau beli apa?" Tanya Arumi, mengikuti langkah Tiana.


"Belanja sayur sama ikan lah, buat makan malam nanti" Sahut Tiana, berjalan di depan Arumi.


Wanita parubaya itu memilah memilih aneka sayur, dan juga ikan. Tiana lalu merogoh dompetnya untuk mengambil uang, namun ia terlihat kesulitan untuk mencari uang pecahan.


"Biar aku aja bu, yang bayar" Tutur Arumi, sambil menyodorkan lembaran uang pada penjual ikan tersebut.


Selesai berbelanja, keduanya lalu kembali pulang. Meskipun sudah parubaya, namun Tiana masih bisa mengendarai motor di jalan raya.


Berbeda dengan Arumi, yang sama sekali tidak bisa mengendarai sepeda motor.


****


Sementara itu di tempat lain, Dika terlihat tidak fokus dengan pekerjaannya. Ia masih saja memikirkan kejadian menjengkelkan semalam.


Meski hanya sebuah Ci*man, namun sangat membuat hati Dika kecewa.


"Apa Pria itu mantan Arumi?" Gumamnya dalam hati.


Yang membuat Dika sangat kecewa ialah, cara Pria itu ketika menci*m bibir Arumi sangatlah Rakus dan penuh kerinduan. Sehingga membuat Dika sangat kecewa pada Arumi. Istri yang belum sempat ia sentuh.


*


Lalu pada malam harinya, semua keluarga telah berkumpul untuk makan malam.


Ketika Arumi sedang menyiapkan nasi di atas piring, Dika menatap ke arah jari Arumi yang berbalut plester berwarna coklat. Tak bisa di pungkiri bahwa Pria itu mengkhawatirkan Istrinya.


"Jarimu kenapa?" Pertanyaan Dika sedikit membuat Arumi lega. Ia merasa bahwa Dika perlahan mereda.


"Ah, ini a.."


"Itu karena dia ngga hati-hati, jadi Pisau dapur menggores tangannya. Padahal Ibu sudah melarangnya, agar menunggu saja. Tapi dia kekeh membantu Ibu di dapur" Belum sempat Arumi bicara, tiba-tiba Tiana menyela tanpa jeda.

__ADS_1


"Lain kali kalau kamu ngga bisa masak, ngga usah ikut ke dapur ya, Mi. Kamu bisa kerjakan yang lainnya" Sambung Tiana, dengan ramah.


"Baik, bu. Maafin Rumi sudah merepotkan Ibu" Tutur Arumi dengan tulus.


"Sudah dong bicaranya. Kapan kita makan?" Cetus Adik perempuan Dika, yang bernama Mila.


*


Di Apartemen Luxury..


Dalam gelap temaram, Saga menikmati anggur merah di tangannya. Hari-hari yang ia lalui seperti tanpa penyemangat.


Hampir setiap hari, Saga selalu meneguk alkohol setiap malam. Entah itu di bar, maupun di Rumahnya.


Baginya, Mabuk bisa meredakan rasa rindunya dengan Yuna. Bahkan terkadang, ia memimpikan Ayuna dalam tidurnya setelah mabuk.


*


Berpindah ke sin lain...


Setelah makan malam selesai, Dika dan Arumi masuk ke kamarnya. Tampaknya Arumi kelelahan, karena langsung memejamkan matanya, begitu sampai di ranjang.


Dika menatap lekat wajah cantik Arumi. Perlahan, ia mulai mendekat dan ingin menci*m Arumi. Namun tiba-tiba ingat buruk itu terlintas di benaknya.


Dika pun segera memalingkan wajahnya kembali, meskipun sebenarnya ingin sekali menyentuh Istrinya.


Ia mulai kembali membangun rasa percaya terhadap Arumi. Setelah berpikir cukup lama, Dika menyadari bahwa Arumi bukanlah Wanita yang seperti itu.


Mungkin tidak malam ini, tapi lain kali Dika pasti akan melakukannya dengan Arumi. Karena mereka belum melakukan malam pertama, setelah 2 hari menikah.


*


Namun ketika Arumi baru berdiri dari ranjang, tiba-tiba Dika menarik tangannya. Sontak tubuh Arumi kembali berbaring di atas ranjang.


Tampaknya Dika tak bisa menahannya lagi. Ia segera menyerang Arumi dengan penuh gairah, namun entah mengapa Dika tidak menci*m bibirnya.


Arumi tak bisa menolak ajakan Dika. Ia justru merasa senang, karena artinya Dika sudah tidak marah lagi padanya.


Pukul 4 pagi, sepasang suami istri telah melakukan pergulatan panas. Hingga membuat keduanya kembali terlelap, setelah permainan mereka selesai.


Lalu pada pagi hari seperti biasanya, Arumi menyiapkan makanan untuk keluarga barunya. Pagi ini ia lebih bersemangat, karena telah mendapatkan kembali kesempatan untuk menjadi Istri yang lebih baik.


Benar, itu hanya salah paham. Arumi berhak mendapat maaf dari Suaminya.


Begitu pun dengan Dika, yang tak lagi dingin terhadap Arumi. Pria itu menikmati sarapan buatan Istrinya dengan senang hati.


Kini semuanya telah berkumpul di meja makan, saatnya Arumi untuk melepas Apronnya dan segera ikut sarapan bersama.


"Mbak, sayurnya kok asin sih?" Celetuk Dinar, adik perempuan Dika. Gadis yang mengenakan seragam SMA itu, terlihat mengeluarkan kembali makanan dari mulutnya.


Arumi yang sedang menuang air putih pun segera mencicipi masakannya.

__ADS_1


"Ngga asin kok, Din" Katanya setelah mencicipi sayur bayam buatannya.


"Ngga asin bagi Mbak belum tentu ngga asin bagi kami. Duh, pagi-pagi makan asin, darah tinggi ntar!" Dinar lalu beranjak dari tempat duduknya, sambil mengenakan tas ransel miliknya.


"Aku berangkat dulu Bu, Pak" Sambung Dinar berlalu untuk pergi ke sekolah.


Ucapannya membuat Arumi merasa tidak enak, ia berdiam diri menatap punggung Dinar yang semakin tak terlihat.


"Sudahlah, cepat makan. Jangan pikirkan ucapannya, dia memang begitu" Tutur Dika, menenangkan Istrinya.


"I, iya bi. Maaf ya, bi kalau masakanku keasinan" Bisik Arumi pada Dika, dan hanya di sahuti dengan anggukkan kepala.


Tak lama kemudian, tibalah Vita yang merupakan Kakak perempuan Dika. Rumahnya tak jauh dari rumah Tiana, sehingga hampir setiap pagi, Vita mampir ke rumah Ibunya untuk ikut sarapan bersama anaknya yang masih berusia 1 tahun.


Suami Vita sendiri bekerja di luar kota, dan membuat memilih untuk sarapan pagi di rumah Ibunya setiap pagi.


"Wah, pagi-pagi masak sayur bayam. Kesukaan adek nih, yuk makan dek" Ujar Vita duduk di meja makan, bersama dengan Viko, Putranya.


"Kamu tuh, datang-datang langsung makan. Cuci tanganmu dulu!" Gerutu Tiana pada Vita.


Keluarga mereka lalu menyantap sarapan bersama. Melihat kebersamaan itu, Arumi tersenyum senang. Ia merasa bahagia atas keluarga barunya.


Tak lama kemudian, Dika lalu bersiap untuk pergi ke kantor. Ia berpamitan pada Istrinya. Begitupun dengan Arumi, yang mencium punggung tangan Suaminya, sebelum berangkat kerja.


Saat semuanya selesai sarapan, Arumi kembali mengemasi bekas piring makan mereka.


Sementara Vita, ia membawa Anaknya untuk menonton televisi bersama dengan Tiana.


Melihat itu, Arumi hanya bisa memaklumi. Ia masih harus berusaha menjadi Istri dan menantu yang baik bagi Dika dan keluarganya.


****


-14:10-


Semenjak berganti jabatan, Dika sesekali ikut menghadiri rapat bersama atasannya. Hal tersebut di lakukan, sekaligus untuk mempromosikan dirinya, agar bisa lebih tinggi lagi jabatannya.


Siang ini, Perusahaannya akan mengadakan rapat kerja sama dengan Perusahaan besar, yaitu SMARTFOOD.


Para staf telah berkumpul di ruang rapat, termasuk juga Dika. Mereka telah menunggu kedatangan perwakilan dari Smartfood.


Obrolan random pun di utarakan oleh orang-orang yang ada di ruang rapat saat ini.


Tak lama kemudian, tibalah perwakilan dari SMARTFOOD ke ruang rapat.


"Selamat siang, semuanya"


Betapa tercengangnya Dika, ketika melihat Pria yang baru saja datang. Ingatannya saat itu, tak mudah hilang begitu saja.


Dika membulatkan kedua matanya, menatap penuh kebencian ke arah Pria itu.


Siapa lagi kalau bukan Saga. Pria yang telah menci*m Istrinya dengan bengis! Tanpa sadar, Dika mengepalkan tangannya. Ingin sekali rasanya menghajar Saga Malvino.

__ADS_1


Lalu, Dika kembali tersadar. Apa yang akan terjadi selanjutnya???


Next--)


__ADS_2