
👑Empress of the King👑
" Jadi maksudmu Raja sifatnya seperti itu karena orang tuanya?" Tanya Lisa dia tidak menyangka orang tua jungkook tega melakukan ini pada anaknya sendiri
"Benar putri, Raja terdahulu juga suka menyerang kerajaan lain demi memperluas kekuasaan dan ia turunkan kepada anaknya"
"Waktu kecil Raja Jungkook itu sangat pemalu dan penakut, Sehingga dia sering dibandingkan dengan Pangeran Jimin yang saat itu sangat pintar dalam menggunakan pedang"tambah seulgi
"Pernah juga Raja Jungkook dipukul dan ditampar oleh ayahnya sendiri karena tidak bisa mengangkat pedang dan ibunya lebih menyayangi Jimin. Dia sering menyebut Raja Jungkook sebagai anak lemah. Karena tidak tahan dengan cacian dan makian dari semua orang. Ketika Raja sudah beranjak Remaja dia bahkan membunuh kedua orang tuanya demi balas dendam" seulgi tidak kuat untuk menceritakan kisah ini kepada Lisa tapi bagaimanapun juga Lisa berhak tau semua.
"Jadi begitu..." Lisa tidak tau harus bereaksi seperti apa tapi dia tidak habis pikir masa lalu Jungkook ternyata sangat menyakitkan
"Hanya itu yang saya tau putri... Saya harap putri bisa menerima Raja dengan sepenuh hati"
🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸
Bunyi pedang saling beradu... Pemilik pedang itu saling melayangkan pedang satu sama lain, darah pun menetes di lantai keringat bercucuran tidak menghambat Jungkook untuk terus menyerang prajuritnya
Flashback
"Kau itu... tidak berguna, Lemah , penakut, walaupun kau seorang kakak tapi kau tidak pantas untuk menjadi Raja selanjutnya hanya Jimin, adikmu yang lebih pantas"
"T-tapi Appa.."
"Seharusnya kau itu tidak pernah lahir di dunia ini"
Flashback end
"ARGGHHH aku sangat membencimu" Jungkook mengingat kejadian dulu sampai sekarang dia sangat membenci Appanya. Jungkook menyerang prajuritnya dengan membabi buta tanpa memikirkan lagi kalau sebenarnya mereka hanya berlatih pedang. Jungkook hampir membunuh prajuritnya kalau Jimin tidak menghentikannya
"Hentikan Hyung... Kau hampir membunuh prajurit kita" Jimin menyadarkan Jungkook
"Jimin.. kenapa kau menghentikanku" Jungkook merasa terganggu karena Jimin menghentikan aktivitasnya
"Lihat mereka semua... Mereka terluka dan terlihat ketakutan"
Jungkook melihat semua prajuritnya itu tubuh mereka bergetar karena ketakutan melihat yang dilakukan tadi serta ada seorang prajurit yang tangannya terluka
"Ada apa kau kesini"
"Aku mau tanya kenapa kau memilih putri Einzbern itu jadi Ratu?"
"Itu bukan urusanmu, tapi yang pasti aku sudah mengabulkan permintaan rakyatku untuk mencarikan seorang Ratu. Sebaiknya kau urusi saja istrimu yang pembangkang itu. Jangan ikut campur urusanku"
°°°
__ADS_1
Kamar Rose
Dari tadi dia berdiam diri di kamarnya belum ada tanda-tanda Jimin akan datang
"Mau sampai kapan aku dikurung disini"
Tapi penantian dia tergantikan dengan suara pintu yang dibuka dengan kunci. Setelah dibuka dia melihat Pangeran jimin disana dengan muka datarnya
"Kalian kunci pintunya dan cepat pergi dari sini"
"Baik, Pangeran" pengawal pun melakukan yang diperintahkan oleh Jimin
Jimin menarik sebelah sudut bibirnya menatap Rose dengan penuh intens
"Bagaimana kabarmu istriku... Bukannya dikurung itu menyenangkan?
"Untuk apa kau mengunci pintunya? Lagian aku tak akan kabur.. kau kesini untuk membunuhku kan? Cepatlah lakukan.. aku tidak sabar untuk bebas dari sini aku ingin menyusul kedua orangtuaku"
Jimin kecewa mendengar pernyataan Rose pasalnya dia menyerahkan nyawanya begitu saja
"Ah kedengarannya tidak seru lagi, aku tidak akan membiarkanmu pergi seperti itu"
"Hmm bagaimana kalau kita lakukan hal yang lain?" Jimin perlahan mulai mendekati Rose. Rose yang sadar akan hal itu dia pun mundur tapi sayangnya ada dinding yang membuatnya terpaksa untuk berhenti.
Jimin mendekatkan bibirnya di telinga Rose sambil membisikkan sesuatu "Bagaimana kalau kau mengandung anak dari pembunuh orang tuamu? Bukan kah itu menarik" suara Jimin seperti menggelitik ditelinga Rose
"Aku akan membuat itu terjadi.." kemudian Jimin menarik dagu Rose untuk mengarah kepadanya. Tanpa aba-aba lagi Jimin menciumnya dengan kasar dan penuh nafsu. Terasa asin dilidahnya yang ternyata itu adalah darah. Iya sudut bibir Rose berdarah akibat ulahnya. Dia menggigitnga dengan kasar.
"Hmmph... Hentikan jangan menyentuhku" Ciuman mereka terlepas Rose berhasil mendorong jimin dan berlari menuju pintu.
"Sial.. pintunya tidak bisa dibuka"Rose terlihat berusaha membuka pintu tapi hasilnya nihil
Jimin hanya menonton dari sana
"usahamu percuma putri, kau tidak akan bisa membukanya" Jimin kembali mendekati rose. Kali ini memutar tubuh Rose yang tadi menghadap dinding menjadi menghadapnya lalu menghempaskannya di pintu
"Akhh.. lepas..." Rintih Rose saat punggungnya berbentur di pintu
"Sudah kubilang percuma" Jimin kembali mencium bibir Rose, tapi kali ini Rose tidak melawan dia hanya menangis "Hentikan.. hiks"
Baru kali ini Jimin melihat sisi lain dalam diri Rose dia menangis tubuhnya terlihat rapuh dia pun menghentikan aksinya
"Sebaiknya kau tidur sebelum aku melakukan yang lebih dari ini"
Rose terkejut Jimin tiba-tiba berubah seperti ini namun dia tidak peduli tanpa pikir panjang Rose langsung beranjak diatas kasur
__ADS_1
°°°°°°
Paginya di kamar Lalice
"Permisi Putri apa saya boleh masuk" pagi-pagi seulgi menemui Putri Lalice
Lisa melihat siapa yang datang "kau boleh masuk"
" Putri hari ini kita harus memilihkan gaun pengantin yang cocok untuk pernikahan besok"jelas seulgi yang dibarengi dengan keterkejutan Lisa
"Apa! besok?" Ini sangat mendadak buat Lisa bagaimana dengan orang tuanya disana. Apa mereka sudah tau? Apa mereka akan diundang? Lisa harus menemuinya Raja itu
"Aku harus menemuinya"tanpa pikir panjang Lisa segara pergi kesana
"Putri tunggu dulu.."
°°°°°
Lalice sampai di depan ruang kerja Jungkook. Pengawal yang menjaga didepan pintu menyapanya
"Salam Putri" mereka menunduk memberikan penghormatannya
"Bilang pada Raja aku ingin bicara dengannya" perintah lalice
"Maaf putri Yang Mulia sedang tidak bisa diganggu"
"Tapi aku ingin menemuinya sekarang!" Bentakan Lisa mungkin bisa terdengar sampai kedalam ruangan. Hingga pria yang dicarinya itu keluar.
"Biarkan dia disini kalian pergilah" Jungkook datang dan memerintahkan pengawalnya untuk meninggalkan dia berdua dengan Lalice
"Mengapa kau ingin menemuiku?" Tanya Jungkook dengan wajah datarnya serta mata tajamnya seolah-olah sedang menatap mangsanya
"Aku ingin tanya benarkah besok kita akan menikah? Bagaimana dengan keluargaku apa mereka akan hadir?" tanya Lalice penuh harap. Dia ingin orangtuanya datang dihari pernikahannya
"Mereka tidak akan datang" jawab Jungkook langsung to the point
"Tapi mereka adalah keluargaku.."
"Aku tidak peduli! Ingat kau hanya tawananku disini. Kau tidak berhak menyuruhku"
"Sebaiknya kau persiapkan dirimu besok" Jungkook masuk lagi ke ruang kerjanya meninggalkan Lalice yang hanya tertunduk disana
Bersambung
Mohon maaf jika ada kesalahan penulisan atau kata-kata yang kurang bagus kalian bisa mengkritik dikolom komentar agar aku perbaiki
__ADS_1
Aku akan usaha buat update tapi please jangan nagih kapan update atau next itu akan membuatku tertekan. Ceritanya akan aku teruskan kok