
***
Kini Raja Jungkook dan Ratunya Lalice telah keluar dari istana dan berangkat menuju kota dengan kereta Kerajaan.
"Saya mau tanya... haruskah kita memakai pakaian seperti ini Raja?" Lalice masih heran
"Harus! Sudah kukatakan sebelumnya kita harus menyamar, jangan sampai rakyat mengenali kita. Aku hanya ingin kita berdua bebas berkeliling disana tanpa ada yang menganggu"
"Tapi kan baju ini terlalu mencolok"
"Biarkan saja... Yang penting mereka tidak akan mengenali kita disana"
Lalice tidak berani untuk protes lagi.. dia memilih untuk diam hingga kereta tersebut berhenti karena telah tiba di tempat tujuan.
Jungkook menyuruh pengawalnya untuk menurunkan mereka jauh dari keramaian. Karena Rakyat pasti akan mengenali kereta yang mereka bawa. Apalagi itu adalah Kereta Kerajaan.
"Kalian tunggu saja disini, nanti setelah festival ini selesai kalian harus mencari kami, mengerti?" Jungkook memberikan perintah
"Mengerti Yang Mulia, akan kami laksanakan" balas mereka
"Bagus, ayo Ratu kita pergi kesana"
***
Disana tampak orang-orang sedang menikmati festival itu.. ada banyak pedagang yang menjual pakaian, barang-barang antik, makanan dan sebagainya.
Jungkook dan Lalice berjalan melewati mereka semua. Tapi orang-orang melihat mereka dengan tatapan seperti menahan ketawa.
"Hei kau tidak liat itu ada pasangan yang memakai baju aneh" ujar seseorang pada temannya namun masih dapat didengar oleh Jungkook dan Lalice. Namin mereka berdua memilih diam, mengabaikan perkataan orang itu.
"Sudah aku katakan sebelumnya, kita pasti akan menjadi pusat perhatian gara-gara baju ini Yang Mulia.." Bisik Lalice masih protes
"Abaikan saja mereka, lebih baik nikmati saja festivalnya. Lagian kau sudah lama ingin keluar istana kan?" Ucap Jungkook sambil menatap Lalice dan mengangkat alis sebelah kanannya
Lalice merasa malu, seharusnya dia bersyukur setidaknya Jungkook masih mau memikirkannya. Dengan mengajak Lalice untuk keluar istana dan berkeliling dikota yang ada dikerajaan Heaven. Yah.. walaupun keinginan utama Lalice ingin pulang ke istana orang tuanya, di Einzbern. Ini juga lumayan bagus.
Sambil berkeliling disana, Lalice menemukan penjual makanan.
"Lihat itu disana.. wah sepertinya itu enak" Lalice menatap kagum dengan makanan-makanan itu. Dia ingin mencicipinya
Jungkook melintasi ke tempat yang ditunjuk Lalice, kemudian balik lagi menatap mata istrinya yang terus menerus melihat makanan yang ada disana.
Sepertinya dia benar-benar menginginkan itu...
"Kau tunggu disini, aku akan membelinya"
Lalice mengangguk tanda meng-iyakan perkataan Jungkook
***
Cukup lama Lisa menunggu tapi Jungkook tak kunjung datang. Dia bosan sehingga dia mencoba berkeliling disekitar tempat dia menunggu. Dia melihat banyak perhiasan yang menarik perhatiannya
"Gelang yang bagus... Aku mau ambil 7 gelang ini berapa harganya?"
"10 koin emas saja lady"
Kemudian Lalice memberikan koin emas itu
"Tunggu sebentar aku akan membungkus ini dulu... Aduk dimana letaknya" pedagang itu sibuk mencari kain untuk membungkusnya
Disaat pedagang itu sibuk mencari.. tiba-tiba ada tangan yang menarik Ratu Lalice menjauhi kerumunan tersebut
"Mpphhh..." Mulut Lalice dibekap sehingga dia tidak bisa teriak.
"Ssst Diam atau aku melakukan sesuatu padamu"
Pedagang tadi sudah selesai membungkus gelangnya tapi sosok Lady tersebut tidak ada.
"Huh? Kemana Lady itu? Ah mungkin dia sedang buru-buru pergi... Aku simpan saja dulu mungkin dia akan mengambil gelang ini nanti."
__ADS_1
***
Sementara itu Jungkook baru saja selesai membeli makanan yang diinginkan istrinya tadi
Ketika dia kembali sosok isterinya tersebut tidak ada disana.
"Lalice?" Mata Jungkook menelusuri setiap tempat tapi masih belum menemukan Lalice
Namun ada seorang wanita menghampiri Jungkook..
"Maaf, apa tuan sedang mencari Lady yang menunggu disini tadi?" Tanya dia
"Iya dia istriku, apa kau melihatnya? Tadi aku menyuruhnya untuk menunggu disini" tanya Jungkook yang mulai panik
"I-itu saya tidak sengaja melihat istri tuan sedang mengunjungi tempat penjual gelang itu tapi tiba-tiba dia ditarik oleh seorang pria menuju hutan"
Jungkook mengepalkan tangannya, siapa yang berani menculik istrinya itu? Tak akan ku ampuni dia
"M-maaf tuan saya tidak berani untuk menyelamatkan Lady... soalnya pria itu sangat menakutkan" wanita tadi merasa bersalah karena tidak menolong Lalice ketika diculik oleh pria tersebut.
"Tidak apa-apa yang penting kau sudah memberitahu ku tentang keberadaan istriku"
Jungkook segera menyusul Lalice berharap mereka belum pergi jauh dari sini
***
"Lepaskan!" Lalice menghentakkan tangan pria tersebut sehingga pegangannya terlepas
"Sepertinya disini aman dan cukup jauh dari jangkauan banyak orang" pria itu mendekat dan memegang dagu Lalice lalu mengangkat mengangkat wajah Lalice menatapnya
"Wajahmu sangat cantik seperti seorang putri sayang kalau disia-siakan" tangan pria itu dengan kurang ajarnya mengelus pipi Lalice namun segera Lalice tepis
"Berani-beraninya kau menyentuhku aku adalah Ratu Jeon Lalice, ku peringatkan sekali lagi cepat lepaskan aku sebelum Raja menghukummu!"Ancam Lalice pada pria itu, dia berusaha menunjukkan keberaniannya padahal tubuhnya masih bergetar
"Omong kosong! Kau tidak bisa menakutiku dengan mengaku sebagai seorang Ratu. Mana ada Ratu yang berkeliaran disekitar sini" Tiba-tiba pria itu langsung menarik baju Lalice dan merobek bagian atasnya. Hampir saja bagian depannya terekspos tadi kalau seseorang tidak segera menghentikannya.
"Arghh ta-tanganku"pria tersebut berteriak kesakitan gara-gara tangan kanannya ditebas
"Yang Mulia!" Lalice langsung berhamburan memeluk Jungkook
"Yang Mulia..A-Aku sangat takut" Ucap Lalice dengan mulut yang bergetar
Jungkook melihat kondisi Lalice yang bagian atasnya hampir terbuka. Jungkook langsung memberikan Jubahnya untuk menutupi tubuh.
"Pakai ini dulu, aku mau membereskan sampah ini dulu"
Jungkook mengarahkan pedangnya dibawah dagu pria itu sambil sedikit menggores lehernya
"Y-yang Mulia Raja a-ampuni hamba.. hamba tidak mengetahui kalau dia adalah seorang Ratu" pria tadi langsung bersujud memohon ampunan Raja
"Kau pikir mudah sekali untuk meminta maaf setelah apa yang kau lakukan pada istriku tadi... Aku tidak akan mengampunimu!"
"Akh..."keluh Lalice yang tiba-tiba perutnya sakit. Jungkook pun kehilangan fokusnya dengan memperhatikan lalice sehingga pria tadi memanfaatkan ini untuk kabur
"Berhenti! Jangan kabur" Jungkook hendak mengejar tapi ditahan oleh istrinya
"Sudah biarkan saja Yang Mulia.. yang penting Anda sudah datang kesini. Aku bisa lebih tenang"
"Kau tidak apa-apa kan?"
"Saya baik-baik saja walaupun masih sedikit takut dengan kejadian tadi"
Tubuh Lalice masih bergetar hebat dengan kejadian tadi, Jungkook yang melihat itu pun merasa iba sehingga dia memeluk istrinya dengan erat
"Sekarang sudah aman jadi jangan takut aku ada disini"
"Iya.. hiks.."
"Ini salahku, aku minta maaf seharusnya aku tidak meninggalkanmu sendirian" Jungkook merasa bersalah
__ADS_1
"Ini bukan salah Yang Mulia"
"Hm.. kalau begitu sebaiknya kita kembali ke festivalnya tapi kau baik-baik saja kan? Atau kita pulang ke istana saja?" Jungkook memastikan keadaan Lalice sambil memasangkan jubahnya untuk menutupi tubuh sang istri karena bagian atas baju Lalice yang sedikit robek.
"Aku tidak apa-apa, kita harus segera melihat lampu lampionnya.. sayang kalau dilewatkan" Lalice mengajak Jungkook
Saat Lalice hendak pergi tangannya ditahan oleh Jungkook "Tunggu..."
"Ada apa?" Tanyanya keheranan
"Pegang tanganku"
"Ya? A-apa?"Ucap Lalice dengan terbata. Tangannya pun langsung digenggam dengan rapat oleh Jungkook
"Lain kali aku tidak akan meninggalkanmu sendirian lagi" ucap Jungkook dengan nada pelan dan sedikit senyum di bibirnya
Mendadak jantung Lalice berdetak kencang.
Perasaan apa ini, jantungku berdetak kencang sekali... Semoga Raja tidak mendengarnya
***
Semua orang yang berada disekitar kota sibuk berkumpul didekat danau untuk melihat lampu-lampu yang diterbangkan malam ini
Ada juga yang mempersiapkan lampunya sendiri untuk diterbangkan
Sementara itu sepasang suami istri yang bergelar Raja dan Ratu itu tampak menikmati pemandangan yang indah tanpa diketahui oleh orang lain karena penyamaran mereka
3,2,1... Mereka menghitung mundur untuk menerbangkan lampu itu bersama-sama

"Lihat Yang Mulia itu sangat indah" Lalice menatap kagum dengan pemandangan lampion yang diterbangkan sebanyak itu
Jungkook yang dari tadi memperhatikan wajah Lalice ketimbang pemandangan Lampion didepannya

"Sangat cantik... kau bahkan lebih cantik dari pemandangan yang ada disana" ucap Jungkook yang matanya tidak bisa lepas untuk terus menatap istrinya
Karena sibuk memperhatikan sehingga Lalice tidak mendengarkan apa yang barusan dibilang Jungkook
"Hm.. Apa Anda tadi mengatakan sesuatu?"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...
Maaf kalau ada kesalahan bahasa dan tulisan