
Didalam kereta Kerajaan Lalice cuma diam membisu... Dia sangat takut melihat wajah Jungkook saat ini. Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari keduanya ketika didalam perjalanan.
Seulgi juga ikut pulang ke istana dengan mereka. Dia bersama pengawal dengan naik kuda.
Setelah mereka tiba diistana tepat saat Jungkook dan Lalice baru turun. Seulgi langsung bersujud dihadapan Jungkook.
"Y-yang Mulia, ini adalah kesalahan hamba. Hamba lah yang telah mengajak Ratu untuk pergi ke luar Istana. Hamba mohon ampun Yang Mulia" seulgi terus-menerus memohon ampunan dari Jungkook
"Jadi kau yang mengajak Ratu kesana?"
"I-iya Yang Mulia... Hamba siap menerima Hukumannya"
"Tentu saja aku akan menghukummu, pengawal bawa dia ke penjara bawah tanah"perintah Jungkook
"Jangan! Jangan bawa seulgi ke penjara. Yang Mulia... Ini adalah kesalahanku. Aku yang bersikeras ingin keluar istana" ucap Lalice membela seulgi
"Lagipula untuk apa kau kesana? Pahami posisimu sebagai seorang Ratu. Bagaimana kalau sesuatu terjadi padamu, seperti kejadian tadi siang hah!" Bentak Jungkook
"Dan ini juga salah pelayan ini.." Jungkook sambil menunjuk seulgi
"Dia tidak bisa mencegahmu agar kau tidak keluar istana, tunggu apa lagi kalian bawa pelayan ini"
"Baik Yang Mulia"
"Aku mohon Yang Mulia... Jangan hukum seulgi. S-saya akan melakukan apapun. Asal anda bisa melepaskan seulgi"
"Berhenti... Lepaskan pelayan itu. Dan kau Ratu, aku akan memegang ucapanmu itu jadi bersiaplah"
Jungkook meninggalkan Lalice yang tercengang dengan perubahannya itu. Tak disangka semudah itu Jungkook melepaskan seulgi.
Kini Lalice menyesal telah berkata seperti itu. Dia tidak tau akan terjadi apa nantinya.
"Kau tidak apa-apa kan Seul?"tanya lalice
"Saya tidak apa-apa Ratu... Apa anda yakin dengan perkataan Ratu tadi?"
"Tenang saja, aku bisa mengatasinya"
Sementara itu Jungkook yang berada di Ruang kerjanya menyuruh Jaemin untuk mengosongkan jadwalnya malam ini.
"Jaemin!" Panggil Jungkook pada asisten pribadinya.
"Iya Yang Mulia?"
"Kosongkan jadwalku malam ini, karena aku ingin menghabiskan waktuku bersama Ratu tanpa ada hambatan"
"Baik, akan saya laksanakan" setelah kepergian Jaemin. Jungkook tidak sabar akan memberikan 'hukuman' untuk Lalice malam ini.
***
__ADS_1
Kerajaan Einzbern
Ryujin menghampiri ayahnya yang sedang bekerja. Terlihat disana Namjoon sedang sibuk.
"Appa..." Panggil Ryujin
Namjoon yang awalnya fokus dengan kerjaanya langsung melihat ke arah sumber suara.
"Ada apa anakku?"
"Appa... Aku yakin pasti pangeran Taehyun masih sedih memikirkan Putri Lalice"
"Hm.. bagaimana kalau kau pergi temui Pangeran? Mungkin sekarang pangeran butuh teman disampingnya" Namjoon memberikan saran pada putrinya itu
"Oh benar juga... Aku akan pergi kesana dulu ya Appa"
°°°
Ryujin sudah cari Pangeran Taehyun dimana-mana tapi tidak ketemu juga. Aha... Sepertinya dia ingat kalau setiap pangeran sedih, dia pasti akan ke suatu tempat untuk menenangkan pikirannya.
Dia pun langsung menuju ke tempat itu dan benar saja terlihat pangeran Taehyun sedang melamun menatap bunga-bunga yang tumbuh disekitar pohon itu. Tempat itu adalah taman Istana.
"Pangeran... Sedang apa kau disini. Dan juga mengapa kau dari tadi melamun?" Tanya Ryujin disaat dia menghampiri Taehyun
"Aku sedang memikirkan Noona ku. Raja kejam itu telah membawanya secara paksa. Aku tidak terima, bagaimana kalau terjadi sesuatu?" Ucap Taehyun, ia masih belum menerima Lalice diambil oleh Jungkook.
"Pangeran tidak usah khawatir... Aku yakin putri Lalice akan baik-baik saja. Mendingan kau ikut denganku saja" ajak Ryujin, sepertinya dia ingin menghibur Taehyun.
"Ikut saja jangan banyak tanya... Ayo" Ryujin Langsung menarik tangan Pangeran Taehyun
Ternyata Ryujin membawa Taehyun untuk pergi ke pasar. Dan yang pastinya Taehyun menyamar menjadi rakyat biasa. Dia tidak ingin jadi perhatian orang-orang.
"Kita mau ngapain kesini?" Taehyun agak menunduk karena takut penyamarannya terungkap.
"Pangeran harus temani aku... Aku mau membeli perhiasan ini tapi aku tidak tau harus pilih yang mana" Ryujin bingung karena semuanya terlihat cantik.
"Beli yang warna ini saja..." Tunjuk Taehyun ketika dia melihat gelang yang berwarna merah berkilauan.
"Seperti biasa pangeran memiliki selera yang bagus... Pak saya beli ini ya" ucap Ryujin dengan senyuman manisnya
Taehyun melihat senyuman Ryujin seketika hatinya menghangat dan matanya terhipnotis untuk menatap wajah Ryujin lama. Tapi dia buru-buru sadar akan hal itu. Taehyun beralih menatap aksesoris yang ada didepannya. Cantik, sepertinya akan cocok jika dipakai oleh Ryujin.
"Ryujin kemarilah aku akan memakaikan mu sesuatu"
Merasa dipanggil Ryujin langsung mendekati Taehyun "Ada ap-.." Ryujin kaget tiba-tiba tangan Taehyun menyelipkan rambutnya dibelakang telinga dan menjepitkan sesuatu di rambutnya
"Terlihat sangat cantik" puji Taehyun setelah menaruh jepit Rambut pada Ryujin.
Yang dipuji pun merasa malu mendengarnya. Dia menyembunyikan semburat merah dipipinya.
__ADS_1
"Terimakasih"
****
"Apa yang terjadi Lalice? Kenapa Yang Mulia tadi terlihat marah?" Rose dan Lalice sedang bersantai sambil minum teh yang telah disiapkan oleh pelayan.
"Itu... Aku membuat kesalahan dengan keluar istana tanpa izin. Dan parahnya lagi aku hampir digigit ular"
"Astaga... Ini salahmu juga kenapa kau nekat sekali sih. Untung kau tidak tergigit ular itu" tangannya mengambil gelas teh itu lalu diseruputnya perlahan
"Bukannya menghibur ku tapi kau malah menasihatiku" Lalice memajukan bibirnya sedih karena teman sekaligus adik iparnya ini tidak mendukungnya
"Hahaha maafkan aku, aku cuma bercanda"
°°°
Jimin sedang mencari keberadaan 'istrinya' atau mungkin lebih tepatnya budaknya(?). Siapa lagi kalau bukan putri Rose.
"Kemana dia? Dari tadi aku mencarinya... Apa jangan-jangan dia kabur lagi"
Belum sempat dugaannya tadi benar ternyata Jimin menemukan Rose sedang bersama dengan Lalice.
Awalnya Jimin ingin menghampi tapi seperti mereka sedang membicarakan hal yang serius.
Jadi dia putuskan untuk mencoba mendengar dari jarak jauh.
"Sepertinya mereka sedang membicarakan sesuatu lebih baik aku menguping saja"
"Tapi Rose... Mungkin ini pertanyaan yang agak sensitif apakah kalian sudah pernah..." Lalice menggantungkan kalimatnya dia ragu harus mengatakan itu
"Ah aku mengerti maksudmu... Tentu saja belum pernah. Aku tidak sudi untuk mengandung anak dari pembunuh kedua orang tuaku"
Jimin mendengar penuturan Rose yang sangat jelas itu. Dia mengepalkan kedua tangannya.
"Apa yang kau katakan Rose? Pembunuh orang tuamu?" Lalice masih belum mengerti maksud dari perkataan Rose tadi
"Iya, Yang Mulia Raja dan Pangeran Jimin telah membunuh kedua orang tuaku. Itulah sebabnya aku dibawa kesini"
"J-Jadi Pangeran Jimin yang aku kira orang yang baik ternyata tidak jauh beda sifatnya dengan Yang Mulia Raja?" Lalice tidak percaya padahal pertama kali dia bertemu Jimin, dia memiliki kesan yang baik
"Sebaiknya kau mengetahui kebenaran tentangnya. Aku sudah merencanakan untuk kabur dari istana ini. Temanku Pangeran dari Kerajaan Sky akan menjemputku. Aku bisa mengajakmu ikut denganku juga" Rose ingin Lalice ikut dengannya. Dia tau Lalice juga tidak bahagia tinggal di istana ini.
"Tapi Rose... Aku rasa tidak mungkin--"
"Tidak ada yang tidak mungkin... Asalkan mereka tidak mengetahuinya kita bisa pergi diam-diam"
Jimin yang dari tadi mendengar percakapan mereka hanya mengeluarkan senyum smirknya
Kau ingin kabur dariku Rose? Tidak semudah itu
__ADS_1
Tolong vote dan likenya ya☺️☺️