
...EMPRESS OF THE KING...
Pria itu pun segera pergi dari istana membawa uang dan makanan yang diberikan oleh Ratu Lalice.
Raja Jungkook pun tidak terima karena Lalice dengan beraninya mengacaukan segalanya.
"Kalian semua pergilah! Tinggalkan aku dan Ratu sendiri disini" ucapnya pada pengawal yang berjaga disekitar mereka
"Laksanakan Yang Mulia" mereka semua menunduk dan bergegas pergi dari sana
Jungkook kemudian mendekati istri pembangkangnya itu
"Ratu... Apa yang barusan kau lakukan? Berani sekali kau mengambil keputusan ini. Kau telah melepaskan buronan dengan mudah!"
"Yang Mulia... Apakah Anda tidak merasa kasihan dengannya? Dia terpaksa melakukan ini hanya demi ibunya tidak ada maksud lain" Lalice berusaha menjelaskan
"Dengar! Aku tidak butuh nasehatmi itu, ini adalah Kerajaanku dan aku adalah penguasa disini. Kau tidak berhak ikut campur" Jungkook pun pergi
"Dimana letak belas kasih Anda Yang Mulia--" teriak Lalice , mendadak Jungkook menghentikan langkahnya
"Belas kasih? Untuk apa? Dari dulu aku tidak punya rasa belas kasih pada siapapun. Beginilah diriku .... Sejak kecil tidak pernah mendapat kasih sayang dari kedua orangtuaku. Tidak seperti dirimu... "
Protes Jungkook tapi dalam lubuk hatinya dia merasakan ada sesuatu yang menusuk tapi dia memilih untuk memendamnya sendiri. Dia berusaha untuk tetap tegar.
Lalice yang masih berdiri disana pun perlahan melangkah mendekati Jungkook
"Ma-maafkan aku Yang Mulia"
Lalice kemudian memutar tubuh Jungkook menghadap dirinya. Lalu dipeluknya lah pria itu. Sontak Jungkook melebarkan matanya karena terkejut.
"Aku tau kau pasti sangat sedih, maafkan aku Yang Mulia. Tolong jangan sembunyikan kesedihanmu lagi... aku ada disini untuk mendengarkan semuanya"
Awalnya Jungkookie cukup terkejut dengan apa yang dilakukan Lalice padanya barusan. Dia pun melepaskan pelukan Lalice.
"Aku harus pergi..." Kemudian Jungkook benar-benar meninggalkan Lalice disana
Tadi... Barusan apa yang aku lakukan? Tubuhku bergerak sendiri ingin memeluknya. Ah.. jantungku berdetak sangat cepat~ Lalice malu pada dirinya sendiri
....
Disisi lain Jungkook juga merasakan hal yang sama dengan Lalice. Jungkook merasa kalau jantungnya berdetak lebih cepat.
Apa ini? Kenapa jantungku berdetak cepat sekali? Tidak mungkin aku mencintainya. Dia hanyalah seorang Ratu yang akan melahirkan keturunanku, dan aku tidak menganggap lebih dari itu~ batin Jungkook
Jungkook menuju ke kamarnya, sekarang dia hanya butuh mandi untuk penyegaran diri. Setelah selesai mandi dia memutuskan untuk kembali ke ruang kerja.
"Jaemin, apa jadwalku malam ini?" Tanya Jungkook pada Jaemin, asisten pribadinya.
"Untuk malam ini jadwal anda kosong Yang Mulia. Tapi saya mendapat info kalau dikota sedang mengadakan perayaan Festival Lampu Lampion" ucap Jaemin
"Festival Lampu Lampion?"
"Festival ini juga diadakan hanya sekali dalam setahun. Saya sarankan sebaiknya Yang Mulia mengajak Ratu untuk pergi kesana, sepertinya Ratu juga sudah bosan jika hanya berada didalam istana terus"
Jungkook berpikir sebentar "Baiklah, aku akan mengajaknya kesana"
"Dan satu lagi, agar terlihat Romantis sebaiknya Yang Mulia pergi berdua dengan Ratu. Dan menyamar seperti rakyat biasa"Jaemin memberikan ide
"Ide yang bagus, aku akan memberitahunya sekarang juga"
...
__ADS_1
.........
Rose yang sedang mengemas pakaiannya dia bersiap-siap, karena malam ini pangeran sky akan datang untuk menjemputnya.
"Putri... Tolong pikirkan hal ini baik-baik, bagaimana kalau pangeran Jimin sampai tau hal ini" kristal mencoba membujuk Putri Rose
"Biarkan saja, jika dia sampai tau hal ini setidaknya aku sudah pergi dari istana Heaven. Jadi dia tidak bisa menemukanku lagi"
"Tapi..." Kristal tidak berani berbicara lagi. Dia juga sudah berusaha untuk mencegah Rose
Diluar istana pangeran sky sedang menunggu putri Rose
...
...
...Pangeran Jaehyun...
Terdengar suara yang sedang menuju kearahnya. Awalnya Jaehyun mengira itu Putri Rose namun ketika dia melihat orang itu ternyata seorang pria. Siapa dia?
"Bukankah kau si "pangeran sky" huh?" Jimin mendekat ke arah jaehyun dengan tatapan seakan ingin membunuh
"Siapa kau?! Bagaimana kau bisa tau aku ada disini?"
"Aku adalah suami dari Putri Rose... Wanita yang sedang kau tunggu itu"
Setelah itu keduanya pun saling menyerang satu sama lain
°°°°°
Rose yang berhasil kabur diam-diam dari istana pun langsung berlari menuju Jaehyun. Dia tidak menyadari keberadaan Jimin yang bersembunyi didekat mereka
Jaehyun hanya diam, dia tidak membalas perkataan Rose
"Kenapa kau diam? Tolong Katakan sesuatu!"
"M-maaf Rose sepertinya aku tidak bisa membawamu"
"Apa maksudmu? Kau sudah berjanji sebelumnya untuk membawaku pergi"
"A-aku...."
Sebuah pedang dari arah belakang tiba-tiba mengarah ke leher Jaehyun
"Lihatlah 'teman'mu ini nyawanya ada ditanganku. Dan kau masih ingin berniat untuk kabur, sayang?"
"P-pangeran Jimin?" Rose sangat terkejut dengan kemunculan Jimin disini. Kenapa dia bisa tau kalau Rose akan kabur
"Jawab aku! Kau masih ingin kabur atau tidak? Jika kau menjawab iya... Maka aku akan membunuh temanmu dulu baru aku akan membiarkan kau pergi"
Rose bimbang disatu sisi dia ingin sekali memanfaatkan kesempatan untuk menjauh dari Jimin, tapi disisi lain temannya jaehyun nyawanya terancam. Jika Rose memilih untuk pergi, maka percuma saja... Dia tidak memiliki teman selain jaehyun. Dan hidupnya akan hampa. Dia memang tidak ada pilihan lain.
"Baiklah, aku tidak akan kabur lagi. Tapi tolong berjanjilah untuk tidak membunuh Jaehyun. Dia adalah temanku satu-satunya"
"Aku janji tidak akan membunuhnya. Cepat masuk ke istana sekarang juga!"
Rose segera menuruti perintah Jimin dia menatap Jaehyun sebelum meninggalkannya
"Ah sayang sekali, padahal aku ingin sekali membunuhmu. Tapi aku sudah berjanji pada 'istriku' "
Jimin menjauhkan pedangnya, lalu mendorong Jaehyun hingga jatuh ke tanah
__ADS_1
"Tinggalkan istana ini sekarang juga! Dan jangan pernah lagi kau temui istriku ingat itu!"
°°°°
Seulgi menemui Ratu Lalice dikamarnya.
"Salam hormat ku Ratu... Yang Mulia Raja ingin bertemu dengan Anda" Seulgi memberitahukan perihal kedatangan Raja kepada Ratu Lalice
"A-Apa? Raja datang kesini?"
"Benar Ratu"jawab seulgi
Kenapa Raja itu datang kesini? tidak mungkin kan dia menginginkan 'hak'nya lagi?Oh Ayolah kemarin saja masih sakit- gerutu Lalice dalam hati
Lalice masih melamun dia tidak menyadari Jungkook sudah masuk ke kamarnya.
"Kau bersiaplah sekarang..."
Lalice benar-benar tidak habis pikir tentang Raja ini, dia pun menyatukan kedua tangannya memohon sambil membungkukkan badannya dihadapan Jungkook
"Yang Mulia aku mohon kali ini saja... Untuk sekarang aku belum mau melakukannya lagi. Yang kemarin itu masih terasa sakit"
"Apa yang barusan kau katakan? Memangnya aku ini Raja Mesum?!" Jungkook balik membalas Lalice
Memang iya- ucap Lalice tapi dalam hati takut Jungkook mendengarnya
"Terus kalau bukan tentang itu, Anda mau apa kemari?" Tanya Lisa penasaran
"Malam ini aku ingin mengajakmu untuk berkeliling dikota. Disana mereka sedang mengadakan Festival Lampu Lampion"
Lisa merasa senang akhirnya dia bisa menghilangkan rasa bosannya itu "Wah benarkah? Kenapa tidak bilang dari tadi. Seulgi kau juga bersiaplah kita akan pergi malam ini juga"
Saat Lisa ingin ke kamar mandi, dia dicegat oleh Jungkook
"Tunggu sebentar, seulgi akan tetap disini. Aku hanya mengajakmu untuk pergi berdua"
"Gitu ya..."
Sebelum Jungkook keluar dia mengingatkan Lalice "Oh satu lagi... Jangan lupa pakai baju biasa, kita harus menyamar menjadi masyarakat biasa disana"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung......
Jangan lupa votenya ⭐
__ADS_1