
Ruang makan istana
"Cepat sediakan makanannya" perintah Jungkook pun langsung dilaksanakan oleh para pelayan
Ratu Lalice dan suaminya Raja Jungkook duduk di meja makan sambil menunggu para pelayan untuk
membawakan makanan.
Lalice hanya menunduk, dia agak gugup jika hanya ditinggal berdua dengan Jungkook.
Setelah semua makanan diletakkan diatas meja, betapa terkejutnya Lalice melihat makanan itu terlalu banyak.
"Mengapa makanannya banyak sekali? Bukankah cuma kita berdua yang makan disini?" Tanya lalice heran
"Lihatlah dirimu... Tubuhmu itu sangat kurus bagaimana nanti kau bisa mengandung anakku dengan tubuh kurus itu hm?..."balas Jungkook dengan nada menyindir
"Tapi aku tidak mungkin bisa menghabiskan semuanya"
"Jangan membantah, ikuti saja apa yang aku perintahkan" Jungkook geram karena Lalice tidak mau mematuhinya
Huh Raja ini...
Disela-sela sarapan mereka Putri Rose tidak sengaja lewat
"Lalice... Kau sedang sarapan disini?"tanya Rose
"Tentu Rose ayo ikut sarapan dengan kami" ajak Lalice pada Rose. Setidaknya Lalice ada teman yang bisa diajak ngobrol ketika sarapan. Tidak dengan Raja dingin itu.
Sebenarnya Rose ingin sekali menyetujui ajakan lalice. Tapi dia menatap ke arah Jungkook. Matanya seperti mengatakan ' pergilah kau mengganggu '. Jadi lebih baik Rose menolaknya
"Mm... Kau duluan saja Lice, nanti aku akan sarapan bersama pangeran Jimin. Maaf ya Lice..." bohong Rose pada Lalice
"O-oh iya tidak apa-apa Rose"
"Kalau begitu aku permisi dulu... Saya permisi Yang Mulia Raja" Rose sedikit menundukkan badannya ke arah Jungkook lalu pergi meninggalkan mereka berdua.
Lalice yang memperhatikan gelagat Rose yang sedikit aneh..
Kenapa dia ketakutan saat melihat Raja?~ batinnya
"Jangan dipedulikan cepat habiskan makanannya" suara Jungkook memecah keheningan
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Akhirnya Lalice menyelesaikan acara sarapannya ya walaupun tidak dihabiskan semua.
"Yang Mulia aku ingin bertanya"
"Mau tanya apa?" Jawab Jungkook tapi tidak melihat ke arah Lalice
"Kenapa Anda sangat ingin mempunyai anak?" Tanya Lalice langsung
Pertanyaan itu membuat Jungkook memperhatikan Lalice
"Mengapa kau bertanya seperti itu?"
"S-saya masih muda... Saya belum ingin hamil diumur sekarang" jawab Lalice dengan terbata-bata
"Berapa umurmu?" Tanya Jungkook sambil menatap intens membuat Lalice tambah gugup
__ADS_1

"U-umur saya 18 tahun" jawab Lalice
"Aku rasa tidak ada masalah dengan umurmu itu. Ingat, kau adalah istriku.. Ratu dikerajaan ini. Lagipula aku sudah berjanji pada rakyatku akan memberikan calon pewaris secepatnya jadi kau tidak punya hak untuk menolaknya kau paham?"
"Saya paham Yang Mulia, maafkan saya" percuma Lalice membela diri pada akhirnya dia yang kalah
°°
Sementara itu dikerajaan Einzbern Ratu Jisoo sedang termenung menatap ke arah jendela
Dia memikirkan putrinya itu
"Lalice... Amma sangat merindukanmu. Bagaimana keadaanmu apa kau bahagia disana?"
Tiba-tiba seokjin datang dan memeluknya dari belakang
"Kau sedang memikirkan apa sayang?"
"hm.. tidak ada.."
"Kau sedang memikirkan Lalice putri kita?" Sepertinya Seokjin tau apa yang sedang dipikirkan oleh istrinya itu
"Kau benar... dan sekarang aku merindukannya" bulir air mata Jisoo keluar, lalu Seokjin segera menghapusnya
"Jangan khawatir karena Lalice akan kembali secepatnya" ucap Seokjin meyakinkan Jisoo
"Tapi bagaimana caranya?"
"Taehyung... Dia berjanji padaku akan mengambil Lalice kembali dari Raja Licik itu"
"Tapi bukankah Lalice sudah menikah dengan Jungkook. Mustahil untuk membawanya pulang"
"Aku tidak pernah merestui pernikahan mereka. Jika Taehyung berhasil membawa Lalice pulang, aku akan menikahkan dia dengan putriku itu" ucap Seokjin dengan rencananya
"Yang Mulia, aku rasa sebaiknya kau jangan melakukan hal itu" cegah Jisoo
"Jangan menghalangi ku Ratu... aku tau yang terbaik untuk putriku" kemudian Seokjin pergi begitu saja dari kamar
"Gawat, bagaimana jika terjadi peperangan nantinya" Jisoo merasa sangat gelisah
°°°°
Lalice terlihat sedang berjalan dilorong istana. Dia hanya ingin keluar untuk menghirup udara segar.
Walaupun jalannya masih agak tertatih karena ulah suaminya tadi malam.
"Jungkook brengsek itu benar-benar bermain kasar hampir saja aku tidak bisa berjalan" umpatnya dalam hati
Tapi dia tidak sengaja menemukan Jungkook didepan pintu gerbang. Sepertinya dia ingin pergi, karena ada kereta Kerajaan yang menunggunya disana
"Itu kan Yang Mulia?" Lalice masih penasaran dengan Jungkook yang masuk ke kereta lalu berangkat pergi.
"Mau kemana dia?" Rasa penasaran Lalice semakin besar
"Aku harus mengikutinya"
Ketika Lalice hendak masuk istana dia bertemu dengan Seulgi
"Seulgi ... kemarilah" panggil Lalice
"apakah Ratu menginginkan sesuatu?" Tanya seulgi
"Iya sekarang cepat kau siapkan baju pelayan untukku aku ingin menyamar menjadi pelayan hari ini"
"Baiklah Ratu saya akan membawanya"
Setelah Lalice dan seulgi berhasil keluar dari istana setelah menyamar menjadi seorang pelayan mereka Lalice mengajak seulgi ke suatu tempat
"Ratu sebenarnya kita akan kemana?"tanya seulgi, dari tadi hatinya tidak tenang karena membawa Sang Ratu keluar dari istana tanpa pengawalan
"Aku mau mengikuti Raja, dia sebenarnya ingin kemana. Maka dari itu kita harus menyamar agar tidak ketahuan" Lalice terus mengikuti arah kereta itu pergi
Mereka berhasil mengikuti Jungkook, tapi ternyata dia berhenti di sebuah desa.
__ADS_1
"Apa yang dia lakukan disini? Lalice dan seulgi bersembunyi dibalik semak-semak.
"Ratu apa sebaiknya kita kembali ke istana saja. Saya takut jika kita ketahuan Raja akan marah" ucap seulgi dia benar-benar tidak bisa membayangkan semarah apa Raja Jungkook jika dia membawa Ratu keluar istana
"Ssst ... Diamlah nanti kita ketahuan"
Lalice menyuruh seulgi untuk bungkam. Dia ingin mendengar pembicaraan Jungkook disana
°°
Sementara itu diluar dugaan Lalice ternyata Jungkook membantu penduduk desa itu untuk membangun tempat tinggal yang baru.
"Akhirnya selesai juga" Jungkook lega akhirnya rumah tersebut selesai dibangun
"Yang Mulia.... Hamba sangat berterima kasih pada Yang Mulia, hamba tidak tau harus membalasnya dengan apa" ucap seorang kakek pemilik rumah yang barusan dibangun tadi
"Tidak apa-apa kek, karena kakek juga rakyatku. Maka aku hanya ingin membuat rakyatku bahagia"
Seorang anak perempuan menghampiri Jungkook sambil memberikan setangkai bunga. Sepertinya baru dipetik
"Hm?" Jungkook menunduk untuk melihat kearah anak kecil itu
"Yang Mulia, terima bunga dariku.... Ini hadiah karena sudah membantu kakek" ucapnya dengan menggemaskan
Jungkook langsung menerimanya "Terima kasih" setelah itu Jungkook berlutut mensejajarkan dirinya dengan anak kecil itu.
"Siapa namamu nak?" tanya Jungkook Sambil mengelus bagian rambut anak itu
"Namaku Saerim....."
"Saerim?... Nama yang cantik. Aku yakin suatu saat nanti kamu akan tumbuh menjadi gadis yang pemberani dan juga cantik"
Ternyata Lalice dan seulgi bisa mendengar pembicaraan mereka.
"Ratu lihat kan? Ternyata Raja memang orang yang baik"
"Aku tidak menyangka... Aku kira dia benar-benar orang yang kejam. Tapi melihat sikapnya yang seperti itu membuatku berubah pikiran" Lalice merasa kagum pada Jungkook.
Tapi sepertinya dia merasakan ada yang bergerak didekat semak-semak itu. Sehingga dia melihat kebawah ternyata ada seekor ular mendekatinya
"Seulgi i-itu...."
"Aaaaaaa ada ular! "
Suara teriakan tadi membuat Jungkook terkejut. Suara siapa itu. Tapi dia lebih dikejutkan lagi dengan Lalice yang mendekat kearahnya sambil berlindung dibelakangnya
"Ratu? Apa yang kau lakukan disini?"
"Y-yang Mulia, disana ada ular yang mengejarku" Lalice menunjukkan ketakutannya.
Jungkook yang mendengar itu langsung mencari ular tersebut dan langsung membunuhnya. Hari ini kesabarannya diuji dia benar-benar marah. Ditariknya tangan Lalice kasar menuju kereta.
"Ayo kita segera pulang... Dan kau berhutang penjelasan padaku Ratu Jeon Lalice..."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1