
Sementara itu dikerajaan Britain
Pangeran Taehyung berbincang-bincang dengan mata-mata pribadinya. Mata-mata itu membawa kabar buruk karena Putri yang selama ini Taehyung incar sekarang telah menikah.
"Jadi Putri Lalice telah menikah dengan Raja itu?" Tanya Taehyung memastikan
"Benar pangeran, mereka telah menikah kemarin" jawab mata-mata itu
"Sial... Aku terlambat. Berani-beraninya dia menikahi wanitaku" tangannya mengepal dan sorot matanya yang tajam seperti ingin membunuh seseorang.
Mata-mata itu pun takut melihat Taehyung dia bergegas untuk pergi dari situ "S-saya p-permisi Pangeran"
"Arrggh!" Teriaknya tak terima semua barang disekitarnya jatuh berhamburan Taehyung masih tidak terima dengan kenyataan ini
"Aku harus mengambil Lalice kembali... Tapi apa yang harus aku lakukan? Aku tidak punya kekuasaan seperti Raja itu" Taehyung ingin mendapatkan posisi sebagai seorang Raja juga.
"Appa... Aku harus menemuinya"
Taehyung masuk ke dalam kamar Ayahnya
"Appa bolehkah aku bicara sebentar?"
Suho yang baru saja ingin istirahat dikagetkan dengan kedatangan anaknya "Apa yang ingin kau bicarakan nak?
"Appa kali ini biarkan aku yang menanggung beban Appa... Aku ingin menjadi Raja selanjutnya" ucap taehyung was-was takut Ayahnya tidak setuju
"Benarkah kau ingin menjadi Raja? Aku bisa memberikanmu tahta ini, tapi kau harus memenuhi syarat dariku"
"Syarat? Apapun itu akan aku lakukan. Asalkan aku bisa menjadi Raja" taehyung tidak peduli apapun syaratnya, dia hanya ingin menjadi Raja secepatnya
"Kau akan segera mengetahuinya, kita tunggu saja"
Tunggu? Sebenarnya apa syarat yang diberikan oleh Appa?-batin Taehyung
"Salam Yang Mulia... Raja Yoongi dari kerajaan Paradis telah tiba" pengawal istana datang untuk memberitahu sesuatu
"Biarkan mereka masuk" perintah Suho
Raja Yoongi pun masuk lewat pintu yang sudah dibuka oleh pengawal istana
"Selamat datang di istanaku. Sudah lama ya Raja Yoongi... Bagaimana kabarmu?" Suho menyambut Yoongi
"Seperti biasa keadaan ku baik-baik saja. Bagaimana kabarmu? (Yoongi melihat taehyung) "Jadi ini anakmu?"
"Aku baik-baik saja, ya dia adalah putraku satu-satunya"
"Salam Yang Mulia saya Pangeran Taehyung... Senang bertemu dengan Anda" taehyung menyapa Raja yang dia duga adalah teman ayahnya
"Aku sudah banyak mengetahui tentang dirimu dari Adikku, Jennie kemarilah" Yoongi memanggil adiknya untuk mendekat
Jennie datang dan langsung menundukkan kepalanya
"Salamku untuk Yang Mulia dan Juga pangeran perkenalkan saya Putri Jennie. Saya adalah adik dari Raja Yoongi" Jennie memperkenalkan dirinya
"Selamat datang putri Jennie... Seperti yang aku dengar Kau putri yang sangat cantik" Suho memuji Jennie
__ADS_1
"Terima Kasih Yang Mulia... Saya jadi malu mendengarnya"
"Taehyung, Sebelumnya kau bilang ingin menjadi Raja bukan?"tanya Suho lagi untuk memastikan ucapan taehyung yang tadi
"Tentu saja aku ingin menjadi Raja. Apa syarat yang Appa berikan?"
"Appa ingin kau menikahi putri Jennie, itulah syaratnya"
Taehyung tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya "Apa?menikah dengan putri Jennie? aku tidak setuju"
"Mengapa kau menolaknya? Kau ingin menjadi Raja kan? Nikahi putri Jennie dan kita bisa bekerjasama dengan Kerajaan Paradis"
Bagaimana bisa aku menikahi putri Jennie, aku hanya mencintai Lalice. Tapi kalau dipikir lagi jika aku menikah dengan Jennie aku bisa memanfaatkan pasukan dari kerajaan Paradis untuk membawa Lalice pergi-batin Taehyung
"Bagaimana apa kau menerimanya?"tanya Suho sekali lagi
"Baiklah aku setuju dengan syarat Appa. Aku akan menikahi putri Jennie"
Jennie yang tadinya sedih karena Taehyung sempat menolaknya sekarang jadi bahagia karena sebentar lagi Taehyung akan menjadi miliknya
👑
Kerajaan Heaven
Sinar Mentari telah masuk ke celah-celah jendela kamar Jungkook. Lalice yang masih terlelap diranjang mulai terganggu dengan sinarnya. Perlahan Lalice bangun sambil memegang kepalanya yang sedikit pusing
"Ugh... Sudah pagi?" Sambil meraba-raba disebelahnya. Kosong, Jungkook tidak ada disana.
"Dimana dia?" Ketika Lalice bergerak tubuh bagian bawahnya terasa perih
"Ah.. sakit... Tadi malam sudah berapa kali dia melakukannya. Aku hampir tidak bisa berjalan, mana seulgi? seharusnya dia membantuku sekarang" Lisa menunggu pelayannya itu
"Yang Mulia, maaf saya terlambat. Izinkan saya membantu Anda untuk membersihkan diri" seulgi baru datang
"Akhirnya kau kesini juga, dimana Raja sekarang?"tanya Lisa
"Raja sekarang ada diruang Kerjanya Ratu"
"Yasudah sekarang kau bantu aku untuk berdiri, aku ingin mandi"
"Jadi kerajaan itu sangat makmur dengan hasil panennya?" Jungkook menargetkan kerajaan lain untuk dikuasainya
"Bukan hanya itu, mereka diam-diam ternyata menyimpan banyak emas di ruangan bawah tanah kerajaaan" Jhope menjelaskan secara detail tentang informasi yang baru didapatkannya
"Akan menyenangkan kalau kita menyerang mereka, sudah lama tangan ini tidak membunuh seseorang lagi" ucap Jungkook dengan smirk khasnya

"Karena Yang Mulia terlalu sibuk mengurus pernikahan dengan Ratu Lalice, mungkin itu penyebabnya" jawab Jhope
Seorang penjaga datang menghampiri keduanya
"Permisi Yang Mulia.. Ratu Lalice ingin bertemu dengan Anda"
"Biarkan dia masuk"
__ADS_1
"Ternyata Ratu sudah sangat merindukan Anda. Makanya dia ingin bertemu sekarang" Jhope menggoda Rajanya itu
"Tentu saja, Ratuku itu tidak ingin jauh-jauh dariku"
Setelah Lalice masuk kedalam tapi terhenti karena melihat Panglima Jhope ada disana juga
"Sepertinya saya harus pergi sekarang
Saya permisi Yang Mulia Raja" Jhope mulai berdiri dari tempat duduknya
"Saya juga permisi Yang Mulia Ratu" Jhope sudah meninggalkan ruangan dengan pintu yang ditutup kembali dan sekarang disini yang tersisa hanyalah Lalice dan Jungkook.
"Ada apa kau kesini Ratu? Kau merindukanku?" Tanya Jungkook sambil menatap Lalice dari ujung kepala sampai kaki
"Siapa juga yang merindukan Anda, saya kesini hanya ingin protes tentang tadi malam!" Jawab Lalice
"Kau ingin protes Apa? Malam pertama kita?"
Mendengar kata "Malam pertama" saja sudah membuat Lalice merinding
"I-iya mengapa Anda memaksaku malam itu. Padahal saya tidak mau melakukannya"
"Aku berhak melakukannya karena aku suamimu. Aku baru saja melakukannya tiga kali tapi kau langsung pingsan" Jawab Jungkook langsung to the point
Perkataan Jungkook yang frontal tadi membuat Lalice terkejut
"P-pokoknya saya tidak mau Anda melakukan itu lagi"
Jungkook mendekati Lalice perlahan "A-anda mau apa?" Lalice sontak memejamkan matanya dapat dirasakan deru napas Jungkook yang menggelitik telinganya
"Aku tidak akan berhenti sampai kau mengandung Pewarisku" bisik jungkook sambil menjauhkan wajahnya
"Apa! Saya tidak mau-...."perkataan Lisa terhenti karena jari telunjuk Jungkook menutup mulutnya
"Sudahlah.. lebih baik kau ikut denganku. Kita sarapan bersama"
"Kok aku gak bisa gerak ya?" Rose baru saja bangun tapi tubuhnya tidak bisa digerakkan
Tak disangka ternyata Jimin memeluknya dari belakang "Lepaskan tanganmu!"
Mendengar teriakan Rose Jimin membuka matanya "Kenapa berisik sekali, kau mengganggu tidurku?"
"Harusnya aku yang bertanya tadi, kenapa aku ada di kasur? Padahal tadi malam aku tidur dilantai"
"Aku tidak tega melihat kau tidur dilantai jadi malam itu aku memindahkanmu dikasur"
"Oke bisa aku terima, tapi kenapa kau memelukku seperti tadi?"
"Ayolah Rose... Aku tidak bisa tidur kalau tidak memeluk sesuatu"
"Huh... Itu pasti alasanmu saja"
Bersambung
Jangan lupa like and komennya
__ADS_1