
"Euhmmm quan enggak apa apa kan? ucap suho yang khawatir dengan keadaan adiknya itu
"Humh!"ucap quan dengan tegas dan percaya diri yang mana membuat suho menjadi tersenyum lebar.
"Hump! Kalau gitu main sama hyung dulu iyha appa eomma lagi ada urusan sebentar"kata suho sambil membenarkan gendonggannya.
"Humm....enggak mau,Mau sama appa eomma"ucap quan disertai gelenggan kepalanya.
Mendengar ucapan quan pun suho akhirnya menjelaskannya sesuatu kepada adiknya itu.
"Quan.....appa eomma ada urusan penting......."ucap suho dengan sendu dan menatap mata quan agar quan mau mendengarkannya.
"Euhmm....enggak mau!"ucap quan yang memberontak digendonggan suho
"Tapi kan qua...."belum menyelesaikan bicaranya tiba tiba suho dan quan mendengar suara benda jatuh yang mana membuat quan bersembunyi pada pelukan suho,Sedangkan suho sendiri melihat kearah pintu kamar yang mana terbuka sedikit dan menampakkan siluet serigala yang berlari.
"Op....oppa?"ucap quan sedikit bergemetar pada pelukan suho
"Shuttt! Enggak apa apa kok"ucap suho yang menenangkan quan dan menepuk punggung adiknya agar quan merasa jauh lebih baik.
"Hah... huft....."ucap quan yang menghela nafasnya dibalik pelukan kakaknya
"Udah tenang?"ucap suho yang menepuk nepuk punggung quan.
"Humh! oppa tadi suara apa kenapa dari tadi ada suara suara aneh?"ucap quan yang Memkringkan kepalanya dan tak bersembunyi lagi di pelukan kakaknya
__ADS_1
Mendengar pertanyaan quan pun suho hanya bisa berdehem kecil dan tersenyum kikuk kepada adiknya
"Huh?"ucap quan yang bingung dengan kakaknya itu
"A.....aniya enggak apa apa kok enggak usah dipikirin iyha"ucap suho yang sedikit kikuk
"humh!Hyungg.....ketemu appa eomma iyha....."ucap quan membujuk kakaknya.
"Aniya"jawab suho singkat.
"Halah"quan yang berucap dengan muka sendunya yang mana membuat suho pun menjadi tak enak.
"Quan...."ucap suho yang memberitahu adiknya
"Hummm.....ne...."quan yang berucap dengan sendu
"Uhmmmm......boleh"quan yang berpikir sejenak lalu menyetujui ucapan kakaknya tadi.
"Hhhhh okay kalau ayo kita main hum!"suho menghela nafasnya lalu kembali berucap dengan tegas.
"Hum!"ucap quan yang menerima tawaran dari kakaknya itu.
"Ehmmm kalau gitu kita main apa?"ucap suho sambil berpkir
"Main kejar kejar an oppa diluar sana?"ucap quan sambil menenggok ke luar jendela.
__ADS_1
Mendengar ucapan adiknya dan sudut pandangnya membuat suho melihat kearah jendela kamarnya yang memperlihatkan sengatan dunia luar dan sebuah bulan purnama yang bersinar terang dan mulai menurun karena pagi akan dimulai kembali
"Ke.......keluar?"tanya suho yang bertanya kepada quan sambil berjalan menuju ke jendela kamarnya
"Humh!"ucap quan dengan semangat dan mengangukkan kepalanya .
Kemudian suho pun melihat kearah luar dari jendela kamarnya yang mana menampakan bulan purnama besar itu lama lama menurun serta mendengarkan sebuah lolonggan serigala yang terdengar dari jendela kamarnya tak sadar ketika ia menikmati sejuknya angin malam tiba tiba saja ia melihat siluet bayanggan serigala yang melintas taman kerajaan dengan cepat dan yang mana membuatnya menghela nafasnya karena masih saja ada yang manusia serigala yang berkeliaran di luar raungan
Namun tiba tiba saja ada sebuah hal yang membuatnya mengganjal dan tak nyaman yang mana ketika ia merasakan aura dan aroma yang tak asing dari luar yang mana aroma serta aura itu dibenci oleh manusia serigala.
Tak sadar bahwa ia telah diperhatikan oleh quan sedari tadi membuat suho tersenyum dan meminta maaf kepada quan karena mencapakkannya begitu lama kemudian suho pun berkata kepada quan agar quan mau bermain dikamarnya saja dari pada harus diluar kamarnya
"Huh kenapa oppa? apakah tidak boleh?"tanya quan kepada suho yang mana mendudukkan quan dikasurnya serta menatap sebuah pintu yang terkunci dari dalam
"Aniya itu cukup berbahaya apa kau tahu hmmm?"suho yang berucap kepada quan sambil menjajarkan tubuhnya serta nenggesekkan hidungnya pada adiknya yang mana membuatnya menjadi geli
"Aniya,lalu mau main apa?"ucap quan kepada suho
"Eummmm yang lainnya aja iyha"ucap suho yang berucap kepada quan
"Yang mana?tanya quan pada suho
"eummmm hom pim pah mau?"
"kayak gimana?"tanya quan yang tak paham
__ADS_1
"euhmmm itu...." ucap suho yang sedang berpikir cara untuk menjelaskannya
"ehmmmm gini kita bakal bilang hom pim pah sambil mengoyangkan salah satu tangan kita ok lalu kalau ngucappin alaiyum gambreng kita tinggal pilih salah satu telapak tangan kita untuk ditunjukkan misalnya oppa bagian belakang telapak tangan quan bagian depan ok"ucao suho yang menjelaskan