
Manse dan beberapa orang pun yang ikut dengannya pun menjauhi medan tempur dan akan bersembunyi di suatu tempat.Dalam perjalanan mencari tempat yang aman Quan tertidur kembali karena rasa lelah menyergapinya akibat menangis terlalu banyak.
Rombongan paman Manse mulai menjauh dari lokasi pertempuran yang ada dan entah kemana mereka berjalan seperti tidak ada arah.
"Paman kita mau kemana?".tanya Lisa.
"Kita akan menjauh sejauh mungkin dari pertempuran".ucap paman Manse disela larinya.
"Eugh...".erangan Quan yang sudah terbangun.
"Huh?".Quan bingung dengan keberadaannya sekarang yang tidak diketahui,ia perlahan memerjapkan mata.Diliatnya pemandangan hutan yang sudah mati serta suasana gelap terdapat reruntuhan yang dia liat,semakin menjauh dan membuat Quan bingung.
Quan meminta paman Manse untuk menurunkannya yang tentu saja membuat paman Manse dan lainnya bingung.Karena Quan sudah turun dari gendonggan paman Manse Quan pun bergegas berlari dan menuju kesuatu tempat yang membuatnya ingin kesana.Semakin Quan mendekat ia bisa merasakannya dengan baik yang membuatnya tidak asing,disisi lain paman Manse dan lainnya pun mengikuti arah berlari Quan yang lama-kelamaan menunjukan sebuah kastil kuno entah apa itu.
Disisi lain ketiga bangsa kerajaan sedang melawan musuh mereka sebaik mungkin.Dan bawahan King E'most yang tengah berusaha sebaik mungkin mengulurkan waktu,untuk kebangkitan rajanya.
"Kakak aku takut".ucap Sehun yang bersembunyi di balik tubuh Tao.
Sekarang ini Tao,Eunhyuk,Mark,Sehun,dan Lucas sedang berada di kastil King E'most dan sedang menyeludup ke dalam istana untuk mengambil putri Jesica.
Erghhhh......
Sebuah erangan dari se ekor naga yang sedang tertidur lelap.
__ADS_1

"Jangan takut Hun,aku juga merasa takut hun".ucap Tao mengusap lengannya.
"Hum...."
"Eih ayo".ajak Eunhyuk yang sudah mendahului adik-adiknya dia sudah ditangga yang hampit paling atas.
"Hah,iya kak".angguk yang lainnya.
Ergh.....
Dengkuran naga yang tertidur dengan mata sedikit terbuka.
"Hahahaha ini saatnya giliran ku hahahaha".tawa seseorang menggelegar.
Di waktu bersamaan Quan berlari sekuat tenaga menuju energi yang ia rasakan ia bisa merasakan dengan seksama.

Quan berlari terengos-engos menuju sebuah kastil kuno.
Tapak kaki menapakan pada lantai kastil kuno itu dalam perjalanannya ia menemukan naga yang tertidur ia mendekati naga itu perlahan dan mengusap serta melihat naga itu sedang tertidur nyata atau hanya berpura-pura,tak berselang lama tubuh naga tiba-tiba bergerak membuat Quan kaget,tubuhnya sedikit terguncang melihat pergerakannya.
__ADS_1
Naga itu sedikit menggerang ia membuka matanya sedikit dan melihat Quan yang tersenyum canggung dan hendak melarikan diri,namun niatnya terpotong tatkala naga itu menghadangnya.
Naga itu mendekat ti Quan perlahan ia terus mendekat hingga terhenti sejenak kemudian naga itu memejamkan matanya,kumisnya bergerak naik dan turun secara lembut.Quan perlahan mengangkat tangannya dan mengusap naga itu kembali,tampak naga itu menikmatinya hingga suatu kebisingan terjadi dan memecah suasana.
Eurgh....
Naga itu mengangkat kepalanya dan melihat keatas.Sepertinya naga itu tahu tujuan Quan kesini dengan senang hati naga itu membawa Quan keatas dengan mendudukannya keatas kepala.

Setelah dibantu naga Quan berterimakasih dan berjalan lebih dalam.
Sedangkan sang naga tengah menuju keluar mengetahui perperangan dimulai.
Menatap bulan merah dan merasakan aliran yang kuat naga itu menggeram keras lalu menuju medan perang.
Suara kegaduhan yang terdengar Quan membuatnya melangkah lebih dekat ia melihat kakaknya tengah melawan 2 orang asing dan satu monster di kegelapan.
"Akh".Eunhyuk terbentur dinding kastil membuatnya terluka parah.
"Huh!".
"Kalian tidak akan bisa mengalahkan kami". raja Venus menatap Tao,Sehun Eunhyuk dan lainnya terluka parah.
__ADS_1
Bertetapan dengan itu sudah waktu nya King Emost menyerap energi Jesica.