Enternality

Enternality
Ijin


__ADS_3

"Ba-baiklah akan kami bantu" ucap Minho yang menenangkan keadaan.


Minho membantu pengawal tersebut untuk berdiri sedangkan ratu go eun sedang menggendong putri nya.


"Bangunlah dan istrirahatlah".ucap Minho kepada prajurit es .


"Terimakasih yang mulia".ungkap prajurit itu.


"Pengawal!,bawa mereka ke ruang kamar tamu dan panggil tabib serta obati,kita akan bergegas kesana secepatnya kekerajaan es, persiapkan semuanya!,kalian ber dua belas,ikutlah bersama ayah!,untuk kesana dan menyelamatkan putri jessica."ucap Minho memberi perintah.


"Baik ayah!".ucap putra Minho.


"Ehmmmm apa kalian yakin?,lawan kalian sangat berat,apa lagi kalian melawan lawan yang ehmm tidak mudah dikalahkan,dan juga melewati perbatasan peri dan vampire,aku hanya khawatir kalian terluka".ucap Go Eun khawatir.


"Tidak apa-apa,kita akan pulang selamat ok".ucap Minho menyakinkan.


"Heum okay hati hati"husht!ayo salam sama ayah".Go Eun yang menjawab dengan seadanya,lalu menyuruh Quan untuk bersalaman.


"Heuh?".Quan yang bingung.


"Salam,sama ayah bayi kecil,heuh!".Go Eun yang memberitahukan pada Quan sambil mencubit pipinya.


"Ouh...,euh".Quan yang memahami perkataan ibunya lalu ia menjulurkan tangan untuk bersalaman.


"Heuh apa?".Minho yang bingung sikap Quan.


"Salammmmmmmmm....".ucap Quan yang membuat gemas.

__ADS_1


"Iya".Minho mengelus kepala Quan lembut.


"Ayah!".ucap Irene.


"Iya?".tanya Minho pada putrinya.


"Bolehkah aku ikut juga?".tanya Irene yang ingin ikut.


"Tidak kalian harus disini".ucap Minho menolak.


"Tapi aku juga ingin ikut ayah".ucap Irene yang mencoba membujuk.


"Aku juga ingin ikut!".ucap Wendy,Joy,Yeri bersamaan.


"Tidak,kalian tidak boleh ikut lebih baik kalian disini saja bersama ibu kalian dan Quan dan disini lebih aman".ucap Minho tegas


"Sudahlah ho jangan seperti itu kepada irene".ucap Go Eun menenangkan suaminya.


"Hhhh maaf iya Irene, tidak bermaksud apa-apa tapi ini demi kebaikkan kamu,juga adik perempuanmu ok".ucap Minho memberi pengertian.


"Ok".Irene yang berucap lesuh karena keinginannya yang tertolak.


Melihat wajah sedih putrinya lantas Go Eun menepuk pundak Minho agar tidak melukai perasaan putrinya.


"Ok,kalian boleh ikut tapi ingat tidak boleh berpencar okay? ".ungkap Minho berpesan pada putri-putrinya.


"Yeayy makasih ayah".ucap kelima putri Minho bergembira.

__ADS_1


Kelima putri Minho dan Go eun pun mempersiapkan diri untuk keberangkatan untuk membantu membawa putri Jesica.


"Ayah pergi dulu iya,jaga diri baik-baik,paman Manse boleh titip mereka". ucap Minho yang mengusap kepala Quan lembut yang sedang memakan biskuitnya,lalu ia bertanya kepada paman Manse.


"Tentu saja yang mulia".ucap paman Manse menunduk hormat.


"Terimakasih paman manse, pergi dulu iya ayah heum".ucap Minho berterimakasih dengan baik pada paman Manse dan mengusap kelala putrinya.


"Iya".ucap Go Eun dan Quan bersamaan.


"Dah...pulang yang cepet nanti main bareng".ucap Quan melambaikan tangan.


"Ok".Minho tersenyum simpul.


"Ok,mari berangkat, apa sudah siap?".ungkap Minho dengan pandangan serius ke depan dan melirik.


"Sudah!".ucap anak-anak Minho dan pasukannya.


"Ok,ayo pergi!".ucap Minho dan pasukannya melesat pergi.


"Dah...sampai jumpa!".Go Eun,Quan.


"Ibu".ungkap Quan pada ibunya yang membuat orang tuanya menatapnya.


"Iya?".tanya Go Eun.


"Tadi larinya cepat husht~".ucap Minho sambil diperagakan menggunakan tangan yang seperti orang melaju cepat.

__ADS_1


"Iya".Go Eun yang menanggapi dengan tersenyum dan mengusap kepala Quan.


__ADS_2