
"euhmmm itu...." ucap suho yang sedang berpikir cara untuk menjelaskannya
"ehmmmm gini kita bakal bilang hom pim pah sambil mengoyangkan salah satu tangan kita ok lalu kalau ngucappin alaiyum gambreng kita tinggal pilih salah satu telapak tangan kita untuk ditunjukkan misalnya oppa bagian belakang telapak tangan quan bagian depan ok"ucao suho yang menjelaskan
"Ouhh gitu..."ucap quan yang paham akan permainannya
"iyha mau coba?"ucap suho kepada quan
"humh!"ucap quan yang mengganguk kan kepalanya
"Okay mati kita mulai, hom pim pah alaiyum gambreng"ucap suho yang memulai permainan
"huh?"ucap quan yang bingung dengan situasinya
"yhaak quan kalah tus!"ucap suho yang melihat adiknya kalah dalam permainannya dan memukul kepala adiknya
"huh? kok dipukul?"ucap quan yang bingung dengan kakaknya karena memukulnya
"ehmmmm iyha begitu kalau biasanya ada yang salah biasanya dapat hukuman quan"ucap suho yang berusaha memberitahu quan
"ouhh begitu?"ucap quan kepada suho
"iya ayo main lagi"ucao suho kepada adiknya dan mengajaknya untuk bermain bersama lagi
"humh!"ucap quan yang mengnyetujui ucapan kakaknya
"Hap"suho yang bermain dengan quan hingga lupa waktu
__ADS_1
"Aduh oppa sakit"quan yang mengelus kepalanya lembut
"Ah ma....maaf opo enggak sengaja"ucap suho yang khawatir serta mengelus pucuk kepala adiknya serya sesekali menciumi kepala quan yang baru saja ia pukul
"Ah tidak apa apa oppa cumak sakit sedikit"ucap quan yang memperragakan kata sedikit menggunakan jarinya
"Benarkah?" ucap suho yang tak percaya dan masih mengelus kepala adiknya
"Humh"ucap quan uang menatap kakaknya sari bawah yang mana masih mengusap kepalanya serta mengecupnya beberapa kali
"Baiklah Kalau gitu Kita main yang lain sama iyha?hmmm"ucap suho yang bertanya pada adiknya serya sesekali menciumi keoala adiknya.
"Huh? main apa?"tanya quan kepada suho
"Ehmmm tidak tahu bentar iyha"ucap suho yang tidak tahu permainan apa yang harus ia lakukan bersama adiknya serta menunggu quan untuj menunggu keputusannya
kama suho berpikir tiba tiba saja ia mendengar arbuah benda jauh dari liar kamarnya yang cukuo keras setra sikut oranf berjalan tepat didepan kamarnya yang mana membuat quan terkejut serta ketakutan pada pelukkannya.
"Euhmmmm quan tunggu sini duli iyha appa mau mirip pintu"ucap suho mengelus punggung serta mengelus kepalanya dan mengeluarkan kepalanya agar membuat quan tenang setelah membuat quan tenang suho pun berencana untuk menutup pintu kamarnya yang tak jauh dari lokasinya namun hal sesuatu yak tersisa terjadi ketika suho ingin menutup pintu tiba tiba saja ada yang memegang kaki bawahnya yang mana membuatnya terkejut
"Oppa....ke appa eomma iyha?quan bosan..."bujuk quan kepada suho yang mana memegangi kaki suho
"aniya"ucap suho kepada quan dengan singkat
"Halah yaudah kalau gitu quan mau pergi sendiri humh!"ucap quan yang berdiri dalam keadaan mood kurang bagus serta berjalan kearah pintu melihat adiknya yang imgin membuka pintu membuat suho menjafi panik serta tak sengaja menyetujui perkataan quan tadi
"Ah jinja? aaaa terimakasih oppa..."ucap quan yang mendengar perkataan suho
__ADS_1
"Hhhhhh hmmm tapi cumak ngintip enggak boleh masuk habis itu langsung balik lagi lho kesini hmmm paham?"ucap suho yang menghela nafasnya karena ia yang tadi salah berucap dan harus membawa quan pergi keluar kamarnya
"Humhhhh! okay intinya nanti kesitu lagi gitu?"ucap quan yang menggangukkam kepalanya dan bertanya kepasa suho
"Iyha kalau begitu ayo! "ucap suho yang menggandeng tangan adiknya cukup erat yang mana membuat quan terheran
"Humh!"quan yang bersemangat
Suho dan quan pun kemudian berjalan menyelusuri lorong yang terdapat beberapa kamar pada kering lantai dua,ketika sudah sampai pada kamar ibu dan ayahnya pun membuat suho waspada dan berhati hati serya mengecek kondissi si sekelilingnya
sedangkan quan sendiri ia sedang mengintip dari celah pintu yang ia buka dan menampikan seseorang yang menyeramkan serta mengobrak abrik isi kamarnya dan meraung raung yang mana membuatnya penasaran
"Eom... eomma?"ucap quan yang memanggil ibunya serta masuk kedalam ruangganya
karena suho berjaga pada keadaan luar membuatnya tak nenyadari bahwa adiknya masuk kedalam ruanggan ibu serta ayahnya
"Eomma?"tanya quan yang bertanya pada orang yang asa didepannya dengan pelan
"Eugh!"Quan yang tak sengaja terjatuh ketika orang yang ada didepannya mengerang yang mana membuatnya terkejut serta terjatuh dihadapan seseorang yang dengan kondisi berantakan yang mana membuat orang yang ada dihadapan quan menatapnya dengan tatapan tak biasa serta menampakkan warna bisa mata yang menyala kuning kemerahan.
Emmmm Eomm...eomma?tanya quan memeringkan kepalanya ketika melihat sesosok yang perempuan ada dihadappanya
Errrrr
go eun yang menggerang
"Eomma i... ini Quan!"ucap quan yang bersemangat serta menyentuh tangan go eun dan memberikan senyumnya ketika menyebut namanya dan membuat go eun pun tiba tiba merasakan sesuatu pada tubuhnya serta pusing yang amat berat dan melihat hal hal aneh ketika quan menyetuh tangganya serta memberikan senyum kepadanya dan mengucap namanya sendiri hal hal aneh pun terjadi pada nya hingga pada akhirnya ia menggerang kesakitan yang mana membuat suho melihat kearahnya bersama quan melihat keadaan yang menurutnya tak aman membuat suho segera menghampiri adik serta ibunya
__ADS_1