
Di malam hari Erika sedang mempersiapkan alat lukisnya, tangannya bergerak dengan lincah memegang kuas di tangan kanannya dan di tangan kirinya memegang hp nya.
Setelah selesai membuat satu konten tiktok, ia melanjutkan konten YouTube nya, memvideokan dengan camera yang selalu sedia di saat untuk membuat video baru.
“Hallo guys welcome to my YouTube chanel bertemu lagi sama gue Erika, sekarang gue mau lanjutin lukisan terbesar gua, setelah video ini selesai gua akan apload di instagram gua, pantengin terus video gua dan instagram gua”
“Guys ini sudah hampir selesai, tinggal buat daunnya aja----”
Saat sedang asik membuat konten youtube nya, Pintu kamarnya terbuka di perlihatkan sosok pria paruh baya yang usianya 49 tahun, masih gagah dan awet muda, sedang berdiri di hadapan Er, dengan tatapan dingin, dan datar tanpa ekspresi tiba-tiba suasana kamar Erika berubah menjadi mencekam.
“Papah!”
“Apaan-apaan kamu, papah kan sudah peringatkan kamu jangan melukis lagi, kamu harus ikutin kakak kamu teruskan perusahaan papah” ucap papahnya menarik rambut Erika dan menghantam badannya ke tembok dengan sangat keras.
“Pah tapi aku gak mau ikutin kakak, aku punya cita-cita ku sendiri, Pah sakit pah! Ampun Pah! iya---iya Er akan turutin kemauan papa Er janji pah, mah sakit mah” Er berteriak kesakitan tubuhnya meluruh ke lantai.
“Mah sakit mah, kenapa Papah jahat sama aku mah, mah kenapa diam aja mah” Er berteriak memegang kaki mamahnya.
.
.
.
Kringgg...Kringgg...Kringgg
Erika terbangun mendengar bunyi jam beker dengan nafas yang terengah, Air mata, kesakitan, dan keringat yang bercucuran keluar dari pelipisnya. Er yang merasa kesakitan luka di pergelangannya tersenggol nakas, dia mengibas-ngibaskan tangannya.
“Hufftt,,,Hufftt, Haiisshh Ssibal mimpi itu lagi, bisa gila gue lama lama, sampai kapan tuhan?” Er bergumam mengatur nafasnya, ia mengambil hp dan membuka notifikasi di hp nya chat dari Reyhan kakak pertamanya gini-gini walaupun dia cuek, dingin, terus kalau ketemu gua pura-pura gak kenal, tapi ada Sisi nyebelin nya juga, dan tetep sayang sama adiknya, Reyhan juga udah tau kalau Erika suka kesiangan bangun, kadang Reyhan juga suka kesiangan bangun sih, sama aja mereka berdua.
“Aduh mampus gue kesiangannnnn!!” Er berteriak dan langsung menuju kamar mandi nya dan bersiap-siap sekolah, Selesai bersiap-siap dia langsung turun ke lantai bawah mengulurkan tangannya mengambil dua helai roti dan lanjut mengoleskan selai di rotinya, langsung melahap rotinya.
“Emmmm----mah besok boleh gak bangunin Er pagi” ucap Er sambil memakan rotinya menatap mamahnya.
Mamahnya hanya melirik sekilas tidak menanggapi omongan dari Er, Er melanjutkan makannya, tanpa bertanya-tanya lagi ke kedua orang tuanya, sudah biasa Erika menghadapi kedua orang tuanya, ucapan yang di lontarkannya gak pernah di tanggapi, jadi dia hanya mengangguk pelan.
“Mah, aku gak mau ya sarapan bareng sama dia!” ucap Kelly melirik sekilas ke Erika.
“Sama mamah juga gak mau, pah usir deh nih anak ke dapur aja!” ucap mamah nya.
__ADS_1
“Kamu pindah sana sarapan ke dapur!” ucap papahnya.
"Erika cuman makan sebentar aja kok disini, bentar lagi Erika berangkat" ia menatap kedua orang tuanya dan Kelly sang adik kecuali Reno anak ke tiga yang masih fokus dengan sarapannya, dia tidak mau ikut campur, karena anaknya sangat intovert jadi dia bodo amat dengan apa yang terjadi.
"Udah sana gak usah kebanyakan bicara, turutin aja kenapa!" ucap papahnya, lebih baik Erika meninggalkan meja makan itu daripada harus mendengar makian dari Papahnya, ia berjalan menuju ke dapur dan melanjutkan kembali sarapannya dengan sangat cepat, karena waktu sudah terbatas, pasti sebentar lagi dia akan terlambat, maid yang berada di dapur sedang membersihkan piring-piring dan gelas-gelas, menengok kebelakang ada yang masuk ke dapur, ia anak majikannya lalu maid tersebut menghampiri Erika.
“Nona kok makan disini?’ tanya maid.
“Gak apa kok udah biasa, berangkat dulu” jawab Erika dingin dan singkat, Maid melihatnya kasihan, padahal Erika anak dari keluarga Richardo, kenapa merasa seperti anak buangan dan tidak dianggap, Setelah selesai dengan aktivitas sarapannya Erika berlari keluar dan segera menuju motor Sport miliknya, memakai helm dan melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, sampai di sekolah, turun dari motornya, berlari dengan cepat, terhenti melihat Reyhan kakaknya dan menjabat sebagai ketua osis berdiri dengan tatapan dingin penuh terintimidasi, Erika menelan salivanya kasar.
“Nasib-nasib, kayaknya sedang gak berpihak sama gua” Er menggerutu dalam hati.
“Erika! kenapa lu telat?”
Bentak Reyhan ketua OSIS yang paling disukai sama kaum hawa, dia udah kayak pangeran berkuda putih buat para perempuan yang memujinya, kalau menurut gua dia biasa aja buat gua, gak ada istimewanya, cewek-cewek disini aja yang lebay.
“Maaf, ya biasa macet di jalan, gua cuman telat dikit doang juga!”
“Makanya tidur tuh diatur, ini malah buat konten aja kerjaannya malem-malem”
“Ya kan emang gua gak niat sekolah, jadi gua buat konten tiktok, YouTube biar dapet cuan yang banyak!” ucap Erika dengan kedua tangan nya terangkat ke atas, Reyhan menentil jidat Erika keras, Erika meringis kesakitan, mengelus jidatnya.
“Eeee sama mules, gua kena diare tadi pagi, jadi telat, yailah cuman sejam doang”
“Alesan lu basi tau gak!” ucap Reyhan udah males Dengernya, Dengan muka datarnya menatap tajam ke Erika, cuman sejam doang katanya, nih anak belum pernah di gantung di pohon rambutan ya! Batin Reyhan.
‘Berasa mau di cabut roh gua! Batin Erika’
“Ahh tau ahh, ntar gak dikasih alesan ngamuk, dikasih alesan dikatain basi lah apalah, maunya apa sih!”
“Maunya lu sekarang, lari keliling lapangan 5 kali”
“Haa? lu mau gua pingsan di tengah lapangan!”
“Emang, cepet!”
“Ck” dengan amat terpaksa Erika melakukan dengan ogah-ogahan, ingin mengumpat kata-kata kasar ke kakanya takut kena karma lagi, dia menaruh tas nya membuka baju seragamnya, memperlihatkan kaos hitam oversize dengan motif beruang, ia letakkan seragamnya di atas tas nya, bakal di pastikan seluruh badannya bau keringet, tapi tenang untung dia punya andalannya untuk mengatasi bau keringet, tinggal tuang minyak wangi di seluruh badannya.
Setelah selesai dengan hukumannya dia meluruh duduk di pinggir lapangan, mengibas-ngibaskan tangannya ke wajahnya, terasa gerah, capek, dan rambutnya juga udah lepek, dan sudah di pastikan badannya sudah bau dengan keringat, Reyhan melihat yang sudah istirahat, ia menghampirinya.
__ADS_1
“Udah kapok!”
“Belum...ehhh udah, udah kapok!”
“Belum kapok, tambah 5 kali lagi, LAKUKAN SEGERA!”
“Aiiiisshhh kenapa sih nih mulut gak bisa di rem” mendengus kesal, memukul mulutnya berulang kali, dia bangun dari acara duduknya, melanjutkan hukumannya lagi, lanjut lari lagi kurus udah lama-lama gua.
****
Erika tiduran di pinggir lapangan, lelah lari 10 kali keliling lapangan, kurus sudah, udah kurus makin kurus, mana diliatin orang banyak sampe jam 10:00. Intan dan Silvia menghampiri Erika yang sedang tiduran di pinggir lapangan, sambil mengibas-ngibas kan bajunya ke wajahnya.
“Capek Er?”
“Menurut Lau, Ehh anak jin ya capek lah, lama-lama makin kurus gua, tuh ketos menyebalkan sumpah, untung kakak gua ya, kalau bukan kakak gua, udah gua kubur dia hidup-hidup!” ucap Erika, duduk dari tidurannya, intan terkekeh mendengar umpatan dari mulut sahabatnya.
“Nih minum” cetus Silvia menyodorkan minuman.
“Makasih kadal gurun” ucap Er menengguk minuman nya sampe habis.
“Aus mba!”
“Hmmm, lu bayangin padahal gua cuman telat sejam doang juga!” mendengus kesal Erika, ketos yang tadi menghukum Erika itu kakak nya yang pertama, emang mereka berdua bersekolah yang sama.
“Eh burung onta kita kan sekolah kita masuk jam 07:00 pea” kesal Intan, lama-lama gua panggang juga nih anak.
“Ya kan lu tau sendiri, sahabat lu ini sibuk dengan pekerjaannya ya, jadi gua gak ada waktu untuk tidur, makan pun gua telat, waktu gua, gua habisin untuk konten YouTube dan Tiktok gua, kalau gua gak buat, nanti para fans gua mengamuk, ambruk udah YouTube dan Tiktok gua, jadi gua gak ada waktu untuk belajar pun gak ada waktunya” cetus Erika menyilangkan tangan nya ke dada nya, ia memakai seragamnya yang belum terkancing, sengaja karena seragam sekolahnya cukup tebal, diperlihatkan kaos hitam motif beruang kesukaannya, Erika ini suka mengoleksi boneka beruang, sak sampai pakaian-pakaian dan jaket nya pasti ada beruangnya, bonekanya gak cuma beruang, bermacam-macam boneka binatang lainnya, jadi kamar dia dipenuhi dengan binatang, maksudnya---boneka binatang seperti itu.
“Hmmm, iya deh iya yang sok sibuk” ucap Silvia.
"Emang sibuk kok"
****
Bel istirahat berbunyi begitu nyaring, tepat sekali Erika sudah selesai menjalankan hukumannya, dan sohibnya si Er biasa ya mereka izin ke kamar mandi tapi gak balik-balik alias mereka ingin bolos, kalau Erika udah ratunya bolos, jadi buat belajar, orang otaknya juga gak nyampe.
“Astagfirullah udah bel istirahat aja” ucap Er istighfar, he kutu tuyul lu Kristen pea, author juga lupa jadinya kan.
“Hee lu kan Kristen!” Cetus Intan, menatap tajam ke Erika.
__ADS_1
“Ohh iya gua lupa mangap-mangap---ehhh maap maksudnya, hehehe” ucap Erika. Jadi Silvia dan Intan beragama Islam, cuma Erika saja yang beragama Kristen, tapi kadang otak mereka rada geser ya jadi suka kelepasan istighfar si Erika, nah sohib nya kelepasan juga nyebut Tuhan Yesus udah sebelas dua belas emang mereka bertiga gak ada yang bener, gitu toleransi mereka sangat kuat, waktu Erika minta di temanin ke gereja, mereka berdua temanin, nunggu di luar sampai ibadah Erika selesai.