
"Sorry, sorry lu gak apa-apa?” tanya cowok itu.
"Aduh, heee kalau jalan tuh pake mata!" Kesel dirinya, Dia langsung berdiri.
"Ada juga jalan pake kaki mba, udah gua bantuin, gak tau terimakasih" ketus cowok itu.
"Bacot lu, Gua gak perlu bantuan lo, bye"
Erika membawa kembali koper-koper miliknya dengan sekuat tenaganya, masuk ke dalam lift, karena gak mungkin kalau naik tangga, pasti bakal kurus kering nanti, bakal makin kecil badannya.
.
.
.
“Cowok tadi ganteng juga,,,,ihhh apaansih pikiran gua kenapa ke tuh cowok dah” gumam Erika.
Dia membereskan barang lukisannya, dia juga sudah mengambil kanvas dan rak cat nya di bawah. Setelah selesai dia bersiap-siap untuk membuat konten YouTube di chanel YouTube miliknya.
“Hallo guys welcome to my YouTube chanel bertemu lagi bersama Erika”
“Okey guys hari ini gua lagi beres-beres barang gua di Apart, sebenarnya gua lagi gak mood untuk cerita ke kalian disini, jadi gua alihkan aja ke beres-beres barang gue di Apart”
Erika tiba-tiba terdiam dia melihat pemberian dari pacarnya yang sudah lama meninggal, air matanya tiba-tiba mengalir dari kelopak matanya, dia langsung melipatkan kaki tangannya melipat di atas lututnya, menangis sejadi-jadinya, Erika belum sadar dirinya sedang membuat video dirinya yang lagi menangis.
“Kenapa Tuhan hanya ngambil nyawa dia, kenapa gak sekalian ngambil nyawa aku sekalian” gumam Erika.
“Ehhh,,,,kan gua lagi bikin konten, sorry guys sedih sebentar aja kok guys, okey lanjut jadi gue akan naro rak cat dan kuas gua mungkin disini kali ya guys, okey untuk kanvas kita taro di dekat rak cat ini bagus kayaknya ya guys, end done udah kelar”
“Okey guys jadi segini aja video hari ini, karena ini udah malem aku belum makan, jadi aku pengen beli makan di luar dulu guys, jangan lupa, like, coment, and subscribe babay guys”
Erika memaruh tripod dan camera nya, videonya yang tadi dia bikin nanti di pindahkan kalau sudah beli makanan. Dia ambil jaket Levi’s hitam kesayangan miliknya dengan memakai celana training hitam polos dan keluar dari Apart menuju motornya.
Di saat Erika masuk lift, dia bertemu sama cowok yang nabrak dirinya tadi di lantai satu. Erika melirik sekilas ke cowok di sampingnya. Cowok tadi melirik juga sekilas ke cewek di samping nya.
“Lo cewek yang tadi gue tabrak ternyata!” Ucap cowok dengan muka datar dan tatapan dingin melihat ke depan tampa melirik ke arah cewek di sampingnya.
“Gak usah SKSD lo jadi orang” ketus Erika.
“Ohh iya kita belum kenalan nama gue Gerry Renegrar William, nama lo siapa?” Ucap Gerry bertanya.
“Gak punya nama”
Ting
__ADS_1
Lift terbuka Erika berjalan menuju pintu utama Apart dan berjalan kembali ke motornya, memakai helm, melajukan motornya dengan kecepatan sedang.
“Keren juga tuh cewek, tapi jutek banget!” Gumam Gerry.
.
.
.
Erika sudah sampai di tukang jualan nasi goreng, lalu memesan nasi goreng untuk makan disini. Dia membuka hp nya menelpon sahabatnya.
_Telpon Masuk_
“Hallo Intan”
“Hallo apaan Er? Ngapain telpon gue Tumben?” Cetus Intan.
“Hehehe, lo gak mau keluar Tan, gua lagi diluar nih makan nasi goreng tempat biasa gua beli” ucap Erika.
“Lah emang orang rumah gak masak apa, kenapa lu makan di luar?” Tanya Intan.
“Gua udah gak tinggal di rumah lagi, dan nama gua udah di coret sama bokap gua dari keluarga Fernandez, jadi gua tinggal di Apart sekarang, tapi lu jangan bilang kakak gua atau siapa pun.
_Telpon Mati_
Pesanan Erika datang, langsung melahap nasi goreng nya, ada suara motor datang di depan tukang nasi goreng, ternyata sahabatnya sudah datang.
“Er, kok lo bisa di Apart? lu diusir apa gimana? Kenapa lu gak bilang sama gua? Kenapa lu gak bilang sama kakak lo? Kenapa,,,” Tanya
“Berhenti Intan, bisa gak kasih pertanyaan tuh satu aja, itu pertanyaan kayak kereta express anjir!” Cetus Erika.
“Ya maap, habis nya lo bikin gue kaget anjir, gua kira lu kenapa, atau diusir atau diapain, nanti lu kalau kenapa-napa gua juga yang repot.
“Kenapa lagi sih lu sama bokap nyokap lo Er?” Tanya Intan.
“Ntah lah, kayak nya mereka gak mau punya anak kayak gua” ucap lirih Erika.
“Gak boleh ngomong kayak gitu Er”
“Emang kayak gitu kok kenyataannya”
“Udah lanjutin makan lo, besok kan kita sekolah biar gua anter lo sampe Apart”
“Gak usah Tan, tan lo mau nginep gak di Apart gua?”
__ADS_1
“Kalau gua nginep, gimana gua mau sekolah besok” cetus Intan.
“Besok gua temenin lu pulang ke rumah, gua kesepian Tan” rengek Erika.
“Yaudah gua nginep deh, habis in udah makanan lu, gua mau minta izin dulu sama orang tua gua.
“Okey deh tantan maaciiiii”
“Tantan? Woy nama gua Intan ya bukan tantan aplikasi cari jodoh” ketus Intan.
“Bagus itu nama lu Tan”
“Bodo amat”
...****...
Gerry Renegrar William cowok yang menabrak Erika di lantai satu Apart, cowok tampan bermuka datar mirip oppa Korea, pintar, jenius, dingin, jago bela diri, anak geng motor, pemimpin mafia dan CEO kaya raya, dengan tubuhnya yang kekar berotot dan sispack, mempunyai tatto naga di belakang punggungnya.
Dia tinggal di Apart yang sama dengan Erika, dia kaya raya kok tinggal di Apart, karena dia habis di usir dari rumah nya karena kesalahannya sendiri, Nasib nya pun sama kayak Erika.
Dia sedang berada di club malam bersama sahabatnya, sedang melihat media sosial di hp nya, melihat foto yang diunggah di instagram, dia mengenali wajah cewek ini ternyata cewek yang dia tabrak di Apart.
“Nih cewek pelukis, sama pianist keren juga, dia punya tiktok dan YouTube, gua liat deh” gumam Gerry, mengotak Atik hp nya membuka aplikasi YouTube mencari chanel cewek itu.
“Nih cewek nangis pacarnya meninggal, anak dari keluarga Fernandez, bukannya orang kaya juga ya, kenapa tinggal di Apart.
“Woy Ger lo ngapain sih daritadi liatin hp bae, liatin apa?” Tanya Dion salah satu sahabatnya yang tampan, si tukang ceplas-ceplos ceplos kalau ngomong, dan dia temen hebohnya Radit, cowok kaya raya, seorang CEO muda, kalau ada cewek bening lewat pasti diajak ke rumah, deketin, pacarin, habis di buang, emang Playboy cowok satu ini.
“Enggak lihat apa-apa kok” ucap singkat Gerry.
“Oghey”
...****...
Di Apart Erika, dia sedang bersama Intan untuk menginap di Apart nya dia juga ngajak Silvia untuk menginap juga, agar Erika gak kesepian di Apart nya mereka bertiga sedang menonton film di TV.
“Hahaha lucu deh tuh orang”
Erika hanya menatap kosong ke depan, ntah apa yang dipikirkan gadis satu ini, Intan menengok ke Erika yang daritadi diam aja.
“Iya Sil, woy Er kenapa?” Intan menepuk lengan Erika, ia tersentak kaget.
“Enggak apa-apa kok” tersenyum tipis Erika.
“Kirain kenapa diam aja” cetus Intan.
__ADS_1