
Intan pulang ke rumah, Silvia juga mengikuti Intan ke rumah, karena ada Erika jadi Silvia mau main dulu di rumah Intan sebentar, baru pulang ke rumah. Kedua orang tua Intan baru pulang dari kantor melihat ada Erika di rumah, jadi dia mengobrol sebentar.
“Yuhuuuuu Erika,,,,,eh tante Om baru pulang ya?” Tanya Silvia nyengir Pepsodent.
“Intan, kamu bolos tadi ya?” Tanya Mommy Intan bernama Ayudia Anandita Evelyn Leverent, dan Daddy Regrar Alberto Neward Leverent dingin dan tatapan tajam yang bikin suasana di rumah ini menjadi seram.
“Eeee tadi eeee,,,,” terbata-bata Intan bingung mau jawab apa kalau udah kayak gini, suasana rumah menjadi seram, merinding, mencekam.
“Jawab yang bener Intan!” Ketus Mommy Ayudia.
“Iya Mom, soalnya tadi Intan cari Erika, apalagi Semalem habis dimarahin ama orang tuanya, takutnya erika ada niatan bunuh diri, jadi berinisiatif untuk mencari Erika, habis itu Intan masuk lagi ke sekolah kok Mommy” ucap Intan dengan senyum manis, menatap kedua orang tua nya. Mommy Ayudia berjalan menuju kursi yang diduduki Erika menatap erat mata Erika.
“Erika kamu ada masalah apa sama orang tua kamu?” Tanya Mommy Ayudia dia melihat Dengan seksama wajahnya penuh dengan luka.
“Hmmm, gak apa-apa kok Mommy, Erika sehat-sehat aja,,,,auuuhhhh” ucap Erika mengecek tubuhnya, meringis ke sakit tak sengaja menekan perutnya.
“Kenapa Er?” Tanya Mommy Ayudia. Membuka bajunya Erika, perut nya memar.
“Ini kenapa wajah kamu? Hmmm, perut kamu juga kenapa? Sini tante cek” Mommy Ayudia mengecek seluruh badan Erika dari ujung kepala Sampai ujung kaki, banyak memar di tangan dan kakinya, luka di wajah dan memar, di belakang kepalanya ada luka, punggung nya bekas jepretan rotan. “Siapa yang ngelakuin ini ke kamu?” Sambung tanya.
“Orang tua ku Mom, udah gak apa-apa Mom, Erika kan cewek strong” ucap Erika memegang lembut tangan Mommy nya Intan.
“Hufffttt, okey, Ck tapi Mommy gak mau kamu seperti ini lagi nanti” cetus Mommy Ayudia.
“Gak akan kok Mommy, Mommy tenang aja” ucap Erika.
“Yaudah kamu mau pulang ke rumah, atau mau nginep aja disini?” Tanya Mommy Ayudia.
“Pulang aja deh Mom, takut papah marah sama aku!” Ucap Erika.
“Yaudah di anterin ya sama Intan, dia juga mau anterin Silvia pulang” ucap Mommy Ayudia.
“Iya Mom”
“Intan, jagain Erika awas aja sampe lecet, Mommy gak mau kalau Erika ampe lecet dan luka-luka lagi” ucap Mommy Ayudia.
“Lah emang kenapa, kok sama anak orang perhatian banget, sama aku enggak!” Ucap Intan mengerutkan dahinya.
“Kamu kan Abang-abang jadi jagoan bisa berantem juga” ucap Mommy Ayudia santai, Intan menampakkan muka datar dan dingin menatap Mommy nya. Silvia dan Erika cekikikan melihat wajah Intan.
“Tau ahh” Intan keluar dari rumahnya.
“Erika sama Silvia pulang dulu ya Mom” ucap Erika, Silvia dan Erika menciumi punggung tangan Mommy dan Daddy Intan, mereka berdua menyusuli Intan yang udah nyelonong keluar.
“Yuk Let’s goooo” teriak Silvia berlari kecil keluar rumah.
Erika, Intan, Silvia di jalan menuju rumah Erika, setelah beberapa menit di perjalanan, hampir sampai kawasan gang mansion keluarga Fernandez
“Sampe di gang ini aja Intan, biar gua lanjut lagi kesana nya sendiri, lu langsung anterin Silvia aja pulang” ucap Erika.
“Hmmmm, okey deh, kalau lo butuh bantuan apa-apa bilang gua ya” cetus Intan.
“Iya, papayoooo hati-hati” Erika melambaikan tangannya.
‘Lebih baik gua ke Apart aja dari pada gue pulang ke rumah! Gumam Erika’
Erika melajukan motornya kembali, menelusuri jalan ke Apart, daripada dia kena hantaman bokapnya, luka di wajah dan di kepalanya aja belum sembuh, kalau tetap di rumah lukanya akan bertambah. Sampai di Apart langsung masuk ke lift menuju kamar Apart nya, setelah sampai dia merebah akan tubuhnya di sofa. Matanya terasa berat, tak lama dirinya tertidur lelap.
__ADS_1
****
Tengah malam Erika terbangun, terasa sakit di bagian kepalanya.
“Apakah gua harus ke dokter, hufftt” gumam Erika menghela nafas panjang, dia mengelus pelan kepalanya.
Kriukkk, kriuukkk!
“Perut gua laper lagi, tapi gua gak kuat bawa motor, pesen online aja dah terpaksa” gumam Erika. Dia menyandarkan badannya ke ke pembantas kepala kasurnya.
Setelah nunggu beberapa menit pesanan yang dia pesan di online datang.
“Makasih mba, jangan lupa kasih bintang lima ya mba”
“Hmmm”
Erika masuk ke dalam Apart nya membawa makanan yang dia pesan. Langsung mengambil piring dan sendok, langsung menyantap makanannya, dia melirik ke hp nya tidak ada notification dari orang tuanya.
Ting!
Chat masuk
Dek kok gak pulang?
Erika mengambil hp nya, melihat notification chatdari kakak pertamanya. Dia melanjutkan makannya kembali
Ting!
Chat masuk
Dek yuhuuuuuu, pulang dek!
Ting!
Chat masuk
Dek dimana sih!
Ting!
Chat masuk
Dek, adek, kapan pulang?
Dia menghela nafas kasar, dia membuka chat dari kakaknya.
Me: Erika
From: Reyhan
Kenapa sih, ganggu aja, gua mau pulang atau enggak itu bukan urusan lu, terserah gua mau pulang apa engga, gua punya kaki sendiri, seterah kaki gua mau kemana, gak usah chat gua lagi!
12:30
Erika melempar hp nya ke meja belajarnya, dia udah males dengan orang tua nya ataupun dengan saudaranya.
Reyhan melihat ada chat masuk dari adiknya, cepat-cepat membukanya. Dia menghela nafas panjang, memejamkan matanya.
__ADS_1
“Ada salah apa sih gua sama lu Er?” Gumam Reyhan. Dia menghela nafas panjang, melanjutkan aktivitasnya kembali.
****
Di pagi hari yang cerah Erika mulai kembali ke sekolah, udah seharian dia tidak masuk ke sekolah, sebenarnya tubuhnya masih sakit, luka di kepala dan wajahnya saja belum sembuh, mau gak mau dia ke sekolah memakai masker, tapi takutnya nanti dia malah ketinggalan pelajaran banyak lagi, kalau bolos sekolah lagi.
Setelah siap-siap dan sarapan pagi dia bergegas keluar dari Apart nya menuju motornya, memakai helm, menaiki motornya lalu melajukan motornya dengan kecepatan sedang, hari ini dia tidak mau telat lagi.
Setelah sampai di sekolah, dia membuka helm nya membenarkan maskernya, di saat dia mau turun dari motornya punggungnya tiba-tiba terasa sakit. Erika berusaha untuk turun menahan sakit di punggungnya. Berjalan dengan Perlahan.
Intan melihat Erika yang berjalan sambil memegang punggung nya dengan sebelah tangannya, dia buru-buru turun dari motornya.
“Er”
Erika menengok ke kiri, Intan sudah berada di sekolah, Tumben biasanya dia juga telat seperti dirinya, dan kadang gak pernah telat sih dia.
“Kenapa Intan?” Tanya Erika.
“Lu kan masih sakit, kok udah sekolah aja sih?” Tanya balik Intan.
“Gua sehat kok, badan gua juga harus di gerakkin, gua gak apa-apa, Silvia mana biasanya bareng?”
“Gua gak ke rumah Silvia tadi” jawabnya.
“Ohhh”
“Hei para cucungukkkuuuu!”
“Perasaan gua gak enak Er” cetus Intan.
“Sama” balas Er.
Silvia, langsung menepuk kedua punggung mereka berdua dan merangkul kedua sahabatnya dengan kencang, Erika meringis kesakitan.
“Aduuuhhhh!”
Intan dan Silvia terkejut mendengar rintihan Erika yang kesakitan, Silvia cengegesan menampilkan gigi kelincinya, Erika menatap tajam ke arah Silvia.
Intan mengeplak pala Silvia “Lu gimana sih, itu si Erika lagi sakit punggungnya malah di tepok, pea banget!”
Silvia mengelus palanya terasa cenat-cenut “ya maaf gua gak tau, maaf ya Er”
“Hmmm”
Erika melanjutkan jalannya kembali menuju kelas, diikuti kedua sahabat ogebnya di belakang. Langkah Erika terhenti ada yang berdiri di hadapannya...Reyhan.
“Er lu kemana sih gak pulang ke rumah? Gua chat lu malah bales kayak gitu” cetus Reyhan.
Erika memasang muka datar dan dingin “Gua gak mau pulang, mamah papah kan cuman sayang sama lu dan adik-adik, jadi buat apa gua pulang, lagi pula gua udah gak dianggap di keluarga Fernandez, jadi buat apa gua di sana! Jadi berhenti ganggu hidup gua, gak usah ngatur hidup gua mau kemana”
Erika melanjutkan jalannya ke kelas, Reyhan menengok ke arah Erika. “Er tolong pulang ke rumah, habis pulang sekolah hari ini, please”
“Gua pikir nanti” Erika berjalan kembali meninggalkan kakaknya dan sahabatnya.
Intan menepuk pundak Reyhan “Kak Rey, Erika gak pulang semalam, bukannya Intan nganterin Erika ya, tapi cuman sampai gang doang kak”
Balas Reyhan menggelengkan kepalanya “Dia gak pulang semalam, gua gak tau kalau Erika bareng kalian?”
__ADS_1
Intan menghela nafas panjang “Huffttt, nanti Intan ceritain kak, kita berdua masuk kelas dulu ya”
“Okey”