
BESOK PAGINYA DI SEKOLAH
"Hey, Junghwan, kau sudah menyelesaikannya?" Tanya Jisung
"Sudah, sudah selesai tadi malam" Jawab Junghwan lega.
"Wahh, hebat sekali, berarti tidak akan ada lagi yang gentayangan" Ucap Jisung.
"Iya, syukurlah, semoga tidak ada lagi yang perlu diselesaikan" Ucap Junghwan.
Saat mereka melewati
salah satu koridor, mereka melihat 3 murid perempuan, yang bersandar di
tembok, dan baju bagian belakang mereka berlumuran darah.
"Hei, kalian sakit?" Tanya Jisung perhatian.
"Tidak, ahh, kami baik baik saja kok" Jawab mereka.
"Tapi, baju kalian berlumuran darah" Ucap Junghwan.
"Hahh? Berdarah? Tidak mungkin, kita tidak merasa sakit daritadi, semuanya berjalan dengan lancar" Lanjut gadis gadis itu.
"Coba kalian cium baju kalian, dan baru berkomentar" Ucap Junghwan.
"Iya nih, bau darah,
bagaimana kita bisa berdarah ya? Perasaan tidak merasa sakit daritadi,
dan tidak merasa basah" Ucap gadis gadis itu kebingungan.
"Makanya, punya mata sama indra perasa, dipakek, jangan punya doang" Ucap Jisung.
"Iya, iya, kami minta maaf, kami tidak tau soalnya, dan juga terima kasih ya" Ucap gadis gadis itu malu.
"Hahh, ada ada saja mereka" Ucap Junghwan menggelengkan kepala.
Junghwan dan Jisung pun
masuk ke kelas dan duduk di tempat mereka masing masing, dan melihat
Yujin yang sedang murung karena para teman temannya meninggalkannya
karena kasus kakaknya itu, dan Junghwan juga mendengar banyak yang
bergosip tentangnya.
"Hei, itu adik pembunuh, jangan ditemani, nanti kau bisa bisa dibunuh olehnya" Ucap salah satu teman.
"Iya, iya, dasar adik pembunuh" Ucap yang lain.
Junghwan yang geram pun auto berteriak.
"CUKUPPPPPPPPP!"
"APAKAH KALIAN TIDAK
BISA MEMBEDAKAN ORANG? MEMANG KAKAKNYA ADALAH PEMBUNUH, TETAPI KALIAN
TIDAK BOLEH BERANGGAPAN YUJIN JUGA ORANG JAHAT, KALIAN TAU?! SELAMA INI,
PERNAHKAHH YUJIN MEMBUAT MASALAH? TIDAK PERNAH KAN? DAN APAKAH YUJIN
PERNAH MERUGIKAN KALIAN? TIDAK KAN? APAKAH KALIAN MEMILIKI HATI? APA
PERASAAN KALIAN SAAT DITINGGAL OLEH TEMAN KALIAN? TEMAN ITU TIDAK PERNAH
MENINGGALKAN TEMANNYA SAAT KESUSAHAN, DISAAT MASIH BAHAGIA, KALIAN
TEMANI, TETAPI SAAT KESUSAHAN BEGINI, KALIAN TINGGALKAN? KALIAN
MEMBUKTIKAN BAHWA KALIAN BUKANLAH TEMAN SEJATI, MELAINKAN TEMAN YANG
HANYA AKAN ADA SAAT SENANG, BUKAN SEDIH" Jelas Junghwan.
"Sudah, Yujin, tidak
perlu khawatirkan mereka, kau ada Jisung, aku, dan juga Dahyun, Jihyo,
dan Chaeyoung disini, tak usah pedulikan Jihan dan teman temannya,
mereka bukanlah temanmu" Ucap Junghwan pada Yujin.
Bukan terima kasih yang diucapkan Yujin, Yujin malah menampar Junghwan yang tidak bersalah itu.
"PLAKKKK!" Yujin menampar Junghwan.
"Beraninya kau
__ADS_1
membelaku? Aku tidak perlu belaan darimu, karena kau lah yang sudah
menghancurkan hidupku, mengapa kau hadir di dunia ini? Mengapa kau bisa
melihat hal hal itu, dan melaporkan kakakku? MENGAPAAAAAA?! Sekarang aku
sendirian, aku tidak punya siapa siapa lagi, dan kau juga, jangan hadir
lagi di depanku" Ucap Yujin sadis pada Junghwan.
"Yujin, asalkan kau tau,
aku melaporkan kakakmu bukan tanpa alasan, kakakmu emang bersalah,
salah besar malahan, dan aku melaporkan kakakmu agar kakakmu dapat
bertanggung jawab atas kesalahannya, jika itu material, aku masih bisa
maklum, tetapi ini masalah nyawa manusia, Yujin, bukan barang seperti
yang kau kira, dan apakah kau ingin dihantui? Apakah kau ingin kelas ini
tetap dihantui? Apakah kau ingin menjadi korbannya? Apakah kau ingin
melihat kakakmu terus tidak tenang dalam hidupnya? Aku tidak menyangka
kau akan berucap begini Yujin, aku, ahh, sudahlah, tidak ada gunanya aku
terus memarahimu, aku akan menunggu kau sadar" Jelas Junghwan panjang.
"Ahh, terserah, aku tidak mau mendengar apapun darimu" Ucap Yujin pada Junghwan.
Setelah itu, guru pun masuk dan bergantian Yujin keluar dengan membanting pintu dengan kuat.
"Heii, Yujin, kau ingin kemana?" Ucap Ms Novi.
"Sebenarnya apa yang terjadi sih? Pagi pagi sudah ribut" Tanya Ms Novi.
"Junghwan baru saja bertengkar dengan Yujin Ms" Ucap Jisung.
"Bertengkar? Masalah apa? Tanya Ms Novi penasaran.
"Jadi begini Ms, Yujin
masih belum bisa menerima kenyataan atas kakaknya, dan terus menyalahkan
Junghwan, padahal Junghwan tidak bersalah, malah membantu pun, itulah
"Jadi Yujin masih sedih? Karena apa?" Tanya Ms Novi makin penasaran.
"Teman temannya
meninggalkannya, yaitu Jihan dan gengnya, setelah mengetahui bahwa Yujin
adalah anak pembunuh, aku juga sudah geram, tetapi saat Junghwan sudah
buka mulut, aku pun lega atas itu, dan karena itu, Yujin terus diteror
oleh teman temannya, dan merasa frustasi karena dia harus kehilangan
semuanya, tetapi Junghwan bilang Yujin masih memiliki kita, dan kita
tidak mungkin meninggalkannya, tetapi Yujin tetap menganggap ia tak
punya siapa siapa lagi" Jawab Renjun panjang.
"Sialan Renjun, mampus deh kita, kena hukum pasti" Ucap Jihan berbisik pada gengnya
"Iya nih, sialan emang Renjun" Ucap Soeun.
"Ok, Ms tau sekarang, sekarang, Jihan, Soeun, Jaehee, dan Jiyoon berdiri" Ucap Ms Novi menahan emosi.
"Waduh, mampus kita" Ucap Jiyoon.
"Ms suruh berdiri, cepat" Ucap Ms Novi.
"Dalam hitungan 1, 2,3 belum juga berdiri, Ms tambahkan hukumannya" Lanjut Ms Novi.
"1!!!!!!!" Teriak Ms Novi.
"Ehh, iya iya Ms, iya iya, udah berdiri kok" Ucap Jihan ketakutan.
"2!!!!" Teriak Ms Novi lagi.
"Iya, iya, Ms, kaki sangkut" Ucap Jiyoon.
"3!" Teriak Ms Novi menghela napas.
"Waduh, mampus, kita Eun, kenak hukuman tambahan deh" Ucap Jaehee.
__ADS_1
"Sudah, sekarang kalian
berempat, Ms tambahkan hukumannya, awalnya Ms ingin suruh bersihkan
kamar mandi, tapi karena ditambah, Ms akan memberi hukuman tambah untuk
berdiri di tengah lapangan sampai sekolah tutup" Ucap Ms Novi.
"HAHHHHH??! SEBERAT ITU??!" Teriak Jihan terkejut.
"Iya, bahkan itu tidak
apa apa nya dibandingkan frustasi Yujin, sekarang kalian keluar,
bersihkan kamar mandi, dan setelah itu berdiri sambil menghadap tiang
bendera sampai sekolah tutup, titik" Ucap Ms Novi emosi.
"Hahh?? Sekarang ms?" Tanya Jiyoon.
"Iya, sekarang" Ucap Ms Novi.
"T-Tapi ms.." Ucap Soeun yang terpotong.
"Mau bergerak atau Ms tambahkan lagi?" Ucap Ms Novi bersenang hati.
"Ehh ehh enggak Ms, iya, iya, kita bergerak" Ucap Jihan.
"Bagus kalo begitu" Ucap Ms Novi.
Akhirnya Jihan, Soeun,
Jiyoon, dan Jaehee pun bergerak pergi untuk menjalankan hukuman mereka,
dan murid murid yang dikelas pun memulai pembelajaran mereka hingga
waktu istirahat
PADA WAKTU ISTIRAHAT
Akhirnya waktu istirahat
pun tiba, Junghwan yang sudah sesak pun langsung bergegas ke kamar
mandi, dan dalam perjalanan menuju kelas, Junghwan mencium aroma darah.
"Ehh, apa ini, kok kayak darah baunya?" Pikir Junghwan.
Junghwan pun melihat ke sekeliling, dan tidak ada orang maupun bercak darah, sampai akhirnya matanya tertuju pada satu tembok.
"Kayaknya dari tembok ini, tapi gak ada apa apa" Pikir Junghwan kebingungan.
Akhirnya, Junghwan pun dengan berani mencium bau tembok itu, dan benar benar bau darah segar.
"Tapi ini bau darah, gak mungkin gw salah kan? Ini bau darah segar bet" Pikir Junghwan makin kebingungan.
Karena bel yang sudah berbunyi, Junghwan pun kembali ke kelas dengan pikiran yang kacau.
"Itu tadi bener bau darah kan?" Tanya Junghwan pada dirinya sendiri.
"Hehh, kok melamun?" Tanya Jisung yang tiba tiba datang.
"Ehh, enggak, tadi gw cium bau darah di tembok itu, ada bau darah, sumpah" Ucap Junghwan.
"Tembok yang mane?" Tanya Jisung.
"Itu, tembok sebrang kelas 11" Jawab Junghwan.
"Tembok itu? Ya ampun Hwan, ya iyalah baru darah, orang tadi pagi ada 3 cewek sandaran disitu, lupa elu?" Jawab Jisung.
"Ya gak salah jugak sih, mungkin kali yak" Ucap Junghwan.
"Kok mungkin lagi, ya udah pasti teh bambangg, hadohhh" Ucap Jisung agak menaikkan nada suaranya.
"Iya, iya, maap jangan marah dong" Ucap Junghwan.
Tetapi, Junghwan masih tidak percaya dengan Jisung, ia merasa ada sesuatu yang aneh dibalik tembok itu.
"Tapi kan itu dari pagi sih, gak mungkin masih ada kan baunya" Pikir Junghwan.
"Dan juga tadi pak cleaning service juga udah bersihin, gak mungkin ada lagi lah baunya" Pikir Junghwan mulai bingung.
Akhirnya, Junghwan tenggelam dalam pikirannya dan hanya bisa memikirkan satu hal.
"Gak mungkin ada masalah arwah lagi kan?"
__ADS_1