Fall In Ghost

Fall In Ghost
Sosok yang Mengikuti (2)


__ADS_3

Ide usil Younghoon pun muncul di kepalanya, dan kebetulan ada Soobin dan Yuna disana.


"Heyyy, Soobin, Yunaa" Panggil Younghoon.


"Ohh, napa emang?" Tanya Soobin dan Yuna.


"Ssttt, diamm, kita kerjain Wonyoung sama Junghwan yok" Ucap Younghoon berbisik.


"HAHHHH, IDE BAGUSS HYUNGG, AYOKKK" Ucap Soobin.


"Ehh, oppaa, tenangg, jangan ribut, nanti mereka kedengeran lohh" Ucap Yuna.


Mereka pelan pelan merangkak tanpa diketahui oleh Wonyoung dan Junghwan dan tangan mereka mulai memegang bahu mereka


JUNGHWAN POV


"Lahh jadi itu tadi siapa donggg berartiiiii??!" Jawab Junghwan.


Mereka berdua menatap satu sama lain dengan rasa takut akan cerita Junghwan tadi dan tiba tiba...


"AKHHHHHHHHHHHHHHHHHHH TOLONG EHH TOLONGGGGG HANTUUUUUUU" Teriak Wonyoung.


"Tunggu, nuna, sepertinya bukan hantu, ini kan tangan, coba raba tangannya" Suruh Junghwan cerdik.


"Iya nih, bentar, ini tangan..." Ucap Wonyoung sambil berpikir.


"Dahhh, Younghoon Soobin oppa, Yuna eonni, keluar" Ucap Wonyoung marah.


"Heheeee" Ucap Yuna, Soobin, dan Younghoon bersamaan.


"KIM YOUNGHOONNNNNNN, CHOI SOOBINNNNN, SHIN YUNAAAAAAA, ANDAAA KETERLALUANNN YAAAAAA" Teriak Wonyoung marah.


"Wehh wehh, lariii" Ucap Younghoon.


"KABURRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR" Teriak Soobin.


Akhirnya mereka bertiga berasa lagi main kejar kejarann disusuli oleh Wonyoung yang mengejar.


Suasana rumah menjadi


panas, seperti kejadian tadi pagi, Junghwan dan Younghoon yang kejar


kejaran, sekarang lebih ramai lagi, ini bukan kejar kejaran lagi,


melainkan Perang saudara.


"Hehhh, hehh udahhhh


adohhhhh, jangan diacak acakkkk, nantii dimarah lohh, hadohhh, heyyyyy"


Suruh Junghwan menenangkan kakak dan abang abangnya itu.


"HEYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY


UDAHHHHHHHHHHHHHHH STOPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPP, PUSING


KEPALAAAAAAAAAAA GW NEHHHHHHHHHHHHHH" Teriak Junghwan yang auto


menenangkan hyung dan nuna nunanya.


"Kelen ini bukan kayak kejar kejaran malah jadi kayak Perang Dunia, hadohhh, pusing deh kepala berbi" Ucap Junghwan.


"Hehe, habisnya sih mereka ngejutin kita, jadinya gitu dechh" Ucap Wonyoung.


"Hehe, maap maap, habisnya kalian natap natapan bengong kayak gitu, kan takut, nanti kemasukan lagi" Ucap Younghoon.


"Emang kenapa?" Tanya Younghoon.


"Hooh, emang ada paan, kok bisa sampek bengong gitu?" Tanya Soobin lagi.


"Enggak, jadi tuh gini


lohh, Junghwan bilang kalo dia denger sesuatu di kamar mandi, kayak


suara perempuan gitu, jadi dia bilang kalo itu aku, tapiiii aku daritadi


tuh di kamar dan baru keluar mau makan, dan aku jugak gak ada kekamar


mandi" Jelas Wonyoung.


"Ya kan Wan?" Tanya Wonyoung pada Junghwan.


"Iyaa, masak Wawan bohongg" Jawab Junghwan.


"Lahh, ciusss???" Tanya Yuna ketakutan.


Semuanya pun masuk kedalam pikiran masing masing, terdiam senyap dan sepi rasanya, sampai akhirnya...


"Ahhh gak mungkin ahhh, perasaan Junghwan aja kalikk" Ucap Soobin memulai percakapan.


"Iya nihh perasaan kali Wan" Lanjut Wonyoung.


"Dahh, dahh, daripada


ribut lagi, cepet makan dan masuk kamar udah, jangan pikir yang enggak


enggak" Ucap Younghoon mencoba untuk menenangkan adik adiknya.


Karena perkataan Younghoon, mereka semua pun makan dan masuk ke kamar masing masing.


DI KAMAR JUNGHWAN


Junghwan masuk ke kamarnya dan naik ke ranjangnya, memikirkan kejadian aneh yang terjadi hari ini.

__ADS_1


Suasana menjadi sepi dan senyap. Junghwan tenggelam dalam pikirannya sendiri.


"Hahhh" Junghwan menyela napas.


"Itu hanya karena angin pasti kan, karena mendung tadi?" Ucap Junghwan pada dirinya sendiri.


"Akhhhhh, lama lama bisa gila aku memikirkan itu terus" Ucap Junghwan lagi.


Tiba tiba lampu kamar


berkedap kedip, laci meja Junghwan mulai bergetar, udaranya menjadi


lebih dingin, lebih dingin dari udara AC yang dihidupkan Junghwan, dan


suasananya menjadi menegangkan dan menyeramkan.


Junghwan mulai takut


karena memikirkan hal yang akan terjadi padanya. Tiba tiba laci mejanya


bergetar lebih kuat, dan terbuka sendiri. Junghwan menjadi semakin takut


dan mencoba untuk berdiri tetapi tidak bisa karena ada yang


mendorongnya balik. Ia mencoba untuk memanggil Younghoon tetapi mulutnya


tak bisa berbicara.


Junghwan menjadi semakin


takut dan semakin takut, dan jantungnya berdetak sangat kencang sampai


akhirnya semuanya kembali normal, tetapi lacinya tetap bergetar.


"Hahhhh, jantungku rasanya ingin copot" Ucap Junghwan deg degan.


"Hehhhh, lacinya tetap bergetar?" Ucap Junghwan ketakutan.


Dengan takut, Junghwan mencoba untuk mendekati laci dan mencoba untuk membukanya, dan tiba tiba...


"Akhhhhhhhhhh kamjagiyaaaaa" Teriak Junghwan terkejut.


"K-K-Kau siapa? Beraninya masuk kekamarku" Tanya Junghwan pada sosok perempuan yang tiba tiba muncul.


"Lahh, seharusnya aku yang bertanya mengapa aku bisa ada disini" Ucap sosok tersebut.


"Heyyyy, perasaan aku tidak ada memanggilmu, aku juga ti-ti-tidak tau mengapa bisa begini" Ucap Junghwan masih ketakutan.


"Ahhh sudahlah, mengapa kau takut?" Tanya sosok tersebut.


"K-K-Kau dari manaa, dan kau siapaa??" Tanya Junghwan masih juga ketakutan.


"Aku tidak tau aku siapa, aku tidak tau namaku, dan aku adalah arwah, sudah? Puas?" Ucap sosok tersebut.


"Ehh, ehh, ehh, sudah


sudah jangan takut, aku tidak akan berbuat apa apa disini" Ucap sosok


tersebut mencoba menenangkan Junghwan.


"Bagaimana aku bisa percaya padamu?" Tanya Junghwan.


"Sudahhh, percaya saja pada aku yang cantik jelita ini" Ucap sosok itu memuji dirinya sendiri.


"Heii, bagaimana aku bisa memujimu cantik? Kau saja tak terlihat dimataku, hanya suaramu saja yang terdengar" Ucap Junghwan.


"Ohhh, iyakah? Yasudahlah, apa kau masih takut?" Tanya sosok itu.


"Sudah, sudah, tidak, karena kau bersuara amat menyebalkan, akhirnya aku tidak takut lagi" Jawab Junghwan.


"Ohh baguslah kalo begitu" Lanjut sosok itu.


"Oh ya, karena kau tidak punya nama, bagaimana aku memberimu nama?" Tawar Junghwan.


"Hemmm, terlihat menarik" Balas sosok itu.


"Bagaimana jika namamu Yewon? Terdengar cantek kan? kek dirimu yang aku tak taulah itu bentuknya gimana" Ucap Junghwan.


"Hemm, bagus bagus, aku suka" Balas sosok itu.


"Ok sip, dan btw, bagaimana kau bisa sampai kesini?" Tanya Junghwan.


"Aku tidak tau apa yang


terjadi, setauku aku berada di rumah sakit dan keluar untuk berjalan


jalan, dan aku melihat banyak sekali makhluk sepertiku, dan cahaya yang


sangat terang mengangkat mereka ke atas entah dibawa kemana" Jelas


Yewon.


"Trus trus?" Tanya Junghwan penasaran.


"Nah, karena aku takut,


aku lari ehh salah deng terbang ehh atau lari aku gak tau ahh, aku lari


lari lari sampai ke dalam hutan dan aku melihat sumur yang sangat dalam


dan gelap juga, maka aku bepikir untuk lompat ke sumur itu agar cahaya


itu tak bisa menembus, tetapi ketika aku ingin melompat, tiba tiba aku

__ADS_1


seperti ditahan oleh pohon pohon dan cahaya terang muncul di atasku, dan


aku semakin takut dan takut dan tak taunya, aku masuk ke lorong gelap


dan berseluncur lah aku di lorong itu dan tiba tiba di lorong itu


terjadi gempa, dan kau membukaa pintu lorong, dan jadilah aku disini"


Jelas Yewon panjang lebar.


"Owhhh gitu tohhh" Ucap Junghwan.


"Hehhhh, aku jelasin panjang lebar, dan hanya itu yang kau katakan?" Ucap Yewon kesal.


"Ya terus, aku mau bilang apa lagi donggg bambanggg" Ucap Junghwan dengan nada agak tinggi.


"Hahhh, sudahlah, hemmm, pinjam hpmu" Ucap Yewon.


"Lahh, mau ngapain?" Tanya Junghwan khawatir.


"Udahhh, sini ajaaa" Ucap Yewon sambil mengambil paksa hp Junghwan.


"Hehhh, katanya arwah, kok bisa pegang hp?" Tanya Junghwan curiga.


"Ya emang, aku kan arwah spesial, tak terlihat tapi seperti manusia" Jawab Yewon.


"Ehh amanggg, memang kok ini arwah gajel" Ucap Junghwan.


"Hahhh, terserahmulah, heyy manusia, kok aku tidak nampak ya di kamera?" Tanya Yewon polos.


"BHAHAHAAHAHAHAHAHAHAHAHAAAA!" Junghwan terkikik.


"Lehhh, napa ketawaa, jawab napa aku gak nampakk??" Tanya Yewon kesal.


"Hehhhh arwah gajel, di


mata aja udah gak nampak, ya di kamera jugaklah, memang lama lama bukan


jadi arwah gajel lagi, jadi arwah gila iya bhahahaaaaa" Jawab Junghwan


masih terkikik.


"Ohhh, gitu tohhh, hahhh, kirain aku bisa liat mukaku yang cantik ini" Ucap Yewon.


Tiba tiba, ditengah perbincangan, terdengar suara teriakan Younghoon.


"Junghwannnnn, kau sedang bicara dengan siapaaa??!" Teriak Younghoon.


"Ehh ehh tidak hyungggg, tidak ada apa apaaa" Jawab Junghwan deg degan.


"Tuh kan, kedengaran, makanya jangan ribut ihhh" Ucap Junghwan.


"Ihhh, iya, iya, lagipula, kalo kita berbincang, tidak ada yang akan mendengar suaraku" Ucap Yewon.


"Ya tapi kalo mereka kira aku gila, karena berbicara sendiri? Hahh?? Mauk RSJ aku, mau tanggung jawab?" Ucap Junghwan.


"RSJ? Apaan lagi itu?" Tanya Yewon.


"Rumah Sakit Jiwa, dah?" Ucap Junghwan.


"Owhh gitu tohh, yaudah


deh sip, nanti kau kurung aku saja di kamar, beri aku makan dan minum,


nanti kalo kita berbincang di kamar saja" Ucap Yewon.


"Yasudahlah kalo begitu, terserahmu" Ucap Junghwan sebal.


Waktu pun berlalu dengan cepat, dan malam pun tiba. Junghwanpun diajak makan malam oleh keluarganya, sedangkan Yewon di kamar.


"Hehhh, kau dikamar saja, nanti jika sudah tidak ada orang, kau makan sana, Ok?" Tanya Junghwan.


"Ok sip" Jawab Yewon singkat.


Junghwan pun keluar untuk makan malam dan setelah beberapa menit, Junghwan pun kembali ke kamar.


"Ssst... Heyy, Yewon, makan sana cepetan, udah gak ada orang" Ucap Junghwan sambil berbisik.


"Iya, iya" Balas Yewon.


Junghwan dan Yewon pun keluar untuk makan, Junghwan hanya menemani saja, dan dengan cepat, Yewon makan dan balik ke kamar.


"Dahh, sekarang aku ingin tidur" Ucap Junghwan.


"Ya, ya, ok sip, dan sekarang, jadi aku tidur dimana?" Tanya Yewon.


"Lahhh, tidur dibawahlah" Ucap Junghwan.


"Lahhh dibawah??? Setidaknya gak ada kasur gitu?" Ucap Yewon.


"Itu ada kasur kecil, ambil sendiri sana" Ucap Junghwan.


"Hihhh, oklah,makasihloh" Ucap Yewon.


Akhirnya Junghwan pun terlelap dengan Yewon yang tak terlihat dibawahnya. Satu hari sudah terlewati


Kira kira apa yang akan terjadi besok?


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2