
Ide usil Younghoon pun muncul di kepalanya, dan kebetulan ada Soobin dan Yuna disana.
"Heyyy, Soobin, Yunaa" Panggil Younghoon.
"Ohh, napa emang?" Tanya Soobin dan Yuna.
"Ssttt, diamm, kita kerjain Wonyoung sama Junghwan yok" Ucap Younghoon berbisik.
"HAHHHH, IDE BAGUSS HYUNGG, AYOKKK" Ucap Soobin.
"Ehh, oppaa, tenangg, jangan ribut, nanti mereka kedengeran lohh" Ucap Yuna.
Mereka pelan pelan merangkak tanpa diketahui oleh Wonyoung dan Junghwan dan tangan mereka mulai memegang bahu mereka
JUNGHWAN POV
"Lahh jadi itu tadi siapa donggg berartiiiii??!" Jawab Junghwan.
Mereka berdua menatap satu sama lain dengan rasa takut akan cerita Junghwan tadi dan tiba tiba...
"AKHHHHHHHHHHHHHHHHHHH TOLONG EHH TOLONGGGGG HANTUUUUUUU" Teriak Wonyoung.
"Tunggu, nuna, sepertinya bukan hantu, ini kan tangan, coba raba tangannya" Suruh Junghwan cerdik.
"Iya nih, bentar, ini tangan..." Ucap Wonyoung sambil berpikir.
"Dahhh, Younghoon Soobin oppa, Yuna eonni, keluar" Ucap Wonyoung marah.
"Heheeee" Ucap Yuna, Soobin, dan Younghoon bersamaan.
"KIM YOUNGHOONNNNNNN, CHOI SOOBINNNNN, SHIN YUNAAAAAAA, ANDAAA KETERLALUANNN YAAAAAA" Teriak Wonyoung marah.
"Wehh wehh, lariii" Ucap Younghoon.
"KABURRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR" Teriak Soobin.
Akhirnya mereka bertiga berasa lagi main kejar kejarann disusuli oleh Wonyoung yang mengejar.
Suasana rumah menjadi
panas, seperti kejadian tadi pagi, Junghwan dan Younghoon yang kejar
kejaran, sekarang lebih ramai lagi, ini bukan kejar kejaran lagi,
melainkan Perang saudara.
"Hehhh, hehh udahhhh
adohhhhh, jangan diacak acakkkk, nantii dimarah lohh, hadohhh, heyyyyy"
Suruh Junghwan menenangkan kakak dan abang abangnya itu.
"HEYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY
UDAHHHHHHHHHHHHHHH STOPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPPP, PUSING
KEPALAAAAAAAAAAA GW NEHHHHHHHHHHHHHH" Teriak Junghwan yang auto
menenangkan hyung dan nuna nunanya.
"Kelen ini bukan kayak kejar kejaran malah jadi kayak Perang Dunia, hadohhh, pusing deh kepala berbi" Ucap Junghwan.
"Hehe, habisnya sih mereka ngejutin kita, jadinya gitu dechh" Ucap Wonyoung.
"Hehe, maap maap, habisnya kalian natap natapan bengong kayak gitu, kan takut, nanti kemasukan lagi" Ucap Younghoon.
"Emang kenapa?" Tanya Younghoon.
"Hooh, emang ada paan, kok bisa sampek bengong gitu?" Tanya Soobin lagi.
"Enggak, jadi tuh gini
lohh, Junghwan bilang kalo dia denger sesuatu di kamar mandi, kayak
suara perempuan gitu, jadi dia bilang kalo itu aku, tapiiii aku daritadi
tuh di kamar dan baru keluar mau makan, dan aku jugak gak ada kekamar
mandi" Jelas Wonyoung.
"Ya kan Wan?" Tanya Wonyoung pada Junghwan.
"Iyaa, masak Wawan bohongg" Jawab Junghwan.
"Lahh, ciusss???" Tanya Yuna ketakutan.
Semuanya pun masuk kedalam pikiran masing masing, terdiam senyap dan sepi rasanya, sampai akhirnya...
"Ahhh gak mungkin ahhh, perasaan Junghwan aja kalikk" Ucap Soobin memulai percakapan.
"Iya nihh perasaan kali Wan" Lanjut Wonyoung.
"Dahh, dahh, daripada
ribut lagi, cepet makan dan masuk kamar udah, jangan pikir yang enggak
enggak" Ucap Younghoon mencoba untuk menenangkan adik adiknya.
Karena perkataan Younghoon, mereka semua pun makan dan masuk ke kamar masing masing.
DI KAMAR JUNGHWAN
Junghwan masuk ke kamarnya dan naik ke ranjangnya, memikirkan kejadian aneh yang terjadi hari ini.
__ADS_1
Suasana menjadi sepi dan senyap. Junghwan tenggelam dalam pikirannya sendiri.
"Hahhh" Junghwan menyela napas.
"Itu hanya karena angin pasti kan, karena mendung tadi?" Ucap Junghwan pada dirinya sendiri.
"Akhhhhh, lama lama bisa gila aku memikirkan itu terus" Ucap Junghwan lagi.
Tiba tiba lampu kamar
berkedap kedip, laci meja Junghwan mulai bergetar, udaranya menjadi
lebih dingin, lebih dingin dari udara AC yang dihidupkan Junghwan, dan
suasananya menjadi menegangkan dan menyeramkan.
Junghwan mulai takut
karena memikirkan hal yang akan terjadi padanya. Tiba tiba laci mejanya
bergetar lebih kuat, dan terbuka sendiri. Junghwan menjadi semakin takut
dan mencoba untuk berdiri tetapi tidak bisa karena ada yang
mendorongnya balik. Ia mencoba untuk memanggil Younghoon tetapi mulutnya
tak bisa berbicara.
Junghwan menjadi semakin
takut dan semakin takut, dan jantungnya berdetak sangat kencang sampai
akhirnya semuanya kembali normal, tetapi lacinya tetap bergetar.
"Hahhhh, jantungku rasanya ingin copot" Ucap Junghwan deg degan.
"Hehhhh, lacinya tetap bergetar?" Ucap Junghwan ketakutan.
Dengan takut, Junghwan mencoba untuk mendekati laci dan mencoba untuk membukanya, dan tiba tiba...
"Akhhhhhhhhhh kamjagiyaaaaa" Teriak Junghwan terkejut.
"K-K-Kau siapa? Beraninya masuk kekamarku" Tanya Junghwan pada sosok perempuan yang tiba tiba muncul.
"Lahh, seharusnya aku yang bertanya mengapa aku bisa ada disini" Ucap sosok tersebut.
"Heyyyy, perasaan aku tidak ada memanggilmu, aku juga ti-ti-tidak tau mengapa bisa begini" Ucap Junghwan masih ketakutan.
"Ahhh sudahlah, mengapa kau takut?" Tanya sosok tersebut.
"K-K-Kau dari manaa, dan kau siapaa??" Tanya Junghwan masih juga ketakutan.
"Aku tidak tau aku siapa, aku tidak tau namaku, dan aku adalah arwah, sudah? Puas?" Ucap sosok tersebut.
"Ehh, ehh, ehh, sudah
sudah jangan takut, aku tidak akan berbuat apa apa disini" Ucap sosok
tersebut mencoba menenangkan Junghwan.
"Bagaimana aku bisa percaya padamu?" Tanya Junghwan.
"Sudahhh, percaya saja pada aku yang cantik jelita ini" Ucap sosok itu memuji dirinya sendiri.
"Heii, bagaimana aku bisa memujimu cantik? Kau saja tak terlihat dimataku, hanya suaramu saja yang terdengar" Ucap Junghwan.
"Ohhh, iyakah? Yasudahlah, apa kau masih takut?" Tanya sosok itu.
"Sudah, sudah, tidak, karena kau bersuara amat menyebalkan, akhirnya aku tidak takut lagi" Jawab Junghwan.
"Ohh baguslah kalo begitu" Lanjut sosok itu.
"Oh ya, karena kau tidak punya nama, bagaimana aku memberimu nama?" Tawar Junghwan.
"Hemmm, terlihat menarik" Balas sosok itu.
"Bagaimana jika namamu Yewon? Terdengar cantek kan? kek dirimu yang aku tak taulah itu bentuknya gimana" Ucap Junghwan.
"Hemm, bagus bagus, aku suka" Balas sosok itu.
"Ok sip, dan btw, bagaimana kau bisa sampai kesini?" Tanya Junghwan.
"Aku tidak tau apa yang
terjadi, setauku aku berada di rumah sakit dan keluar untuk berjalan
jalan, dan aku melihat banyak sekali makhluk sepertiku, dan cahaya yang
sangat terang mengangkat mereka ke atas entah dibawa kemana" Jelas
Yewon.
"Trus trus?" Tanya Junghwan penasaran.
"Nah, karena aku takut,
aku lari ehh salah deng terbang ehh atau lari aku gak tau ahh, aku lari
lari lari sampai ke dalam hutan dan aku melihat sumur yang sangat dalam
dan gelap juga, maka aku bepikir untuk lompat ke sumur itu agar cahaya
itu tak bisa menembus, tetapi ketika aku ingin melompat, tiba tiba aku
__ADS_1
seperti ditahan oleh pohon pohon dan cahaya terang muncul di atasku, dan
aku semakin takut dan takut dan tak taunya, aku masuk ke lorong gelap
dan berseluncur lah aku di lorong itu dan tiba tiba di lorong itu
terjadi gempa, dan kau membukaa pintu lorong, dan jadilah aku disini"
Jelas Yewon panjang lebar.
"Owhhh gitu tohhh" Ucap Junghwan.
"Hehhhh, aku jelasin panjang lebar, dan hanya itu yang kau katakan?" Ucap Yewon kesal.
"Ya terus, aku mau bilang apa lagi donggg bambanggg" Ucap Junghwan dengan nada agak tinggi.
"Hahhh, sudahlah, hemmm, pinjam hpmu" Ucap Yewon.
"Lahh, mau ngapain?" Tanya Junghwan khawatir.
"Udahhh, sini ajaaa" Ucap Yewon sambil mengambil paksa hp Junghwan.
"Hehhh, katanya arwah, kok bisa pegang hp?" Tanya Junghwan curiga.
"Ya emang, aku kan arwah spesial, tak terlihat tapi seperti manusia" Jawab Yewon.
"Ehh amanggg, memang kok ini arwah gajel" Ucap Junghwan.
"Hahhh, terserahmulah, heyy manusia, kok aku tidak nampak ya di kamera?" Tanya Yewon polos.
"BHAHAHAAHAHAHAHAHAHAHAHAAAA!" Junghwan terkikik.
"Lehhh, napa ketawaa, jawab napa aku gak nampakk??" Tanya Yewon kesal.
"Hehhhh arwah gajel, di
mata aja udah gak nampak, ya di kamera jugaklah, memang lama lama bukan
jadi arwah gajel lagi, jadi arwah gila iya bhahahaaaaa" Jawab Junghwan
masih terkikik.
"Ohhh, gitu tohhh, hahhh, kirain aku bisa liat mukaku yang cantik ini" Ucap Yewon.
Tiba tiba, ditengah perbincangan, terdengar suara teriakan Younghoon.
"Junghwannnnn, kau sedang bicara dengan siapaaa??!" Teriak Younghoon.
"Ehh ehh tidak hyungggg, tidak ada apa apaaa" Jawab Junghwan deg degan.
"Tuh kan, kedengaran, makanya jangan ribut ihhh" Ucap Junghwan.
"Ihhh, iya, iya, lagipula, kalo kita berbincang, tidak ada yang akan mendengar suaraku" Ucap Yewon.
"Ya tapi kalo mereka kira aku gila, karena berbicara sendiri? Hahh?? Mauk RSJ aku, mau tanggung jawab?" Ucap Junghwan.
"RSJ? Apaan lagi itu?" Tanya Yewon.
"Rumah Sakit Jiwa, dah?" Ucap Junghwan.
"Owhh gitu tohh, yaudah
deh sip, nanti kau kurung aku saja di kamar, beri aku makan dan minum,
nanti kalo kita berbincang di kamar saja" Ucap Yewon.
"Yasudahlah kalo begitu, terserahmu" Ucap Junghwan sebal.
Waktu pun berlalu dengan cepat, dan malam pun tiba. Junghwanpun diajak makan malam oleh keluarganya, sedangkan Yewon di kamar.
"Hehhh, kau dikamar saja, nanti jika sudah tidak ada orang, kau makan sana, Ok?" Tanya Junghwan.
"Ok sip" Jawab Yewon singkat.
Junghwan pun keluar untuk makan malam dan setelah beberapa menit, Junghwan pun kembali ke kamar.
"Ssst... Heyy, Yewon, makan sana cepetan, udah gak ada orang" Ucap Junghwan sambil berbisik.
"Iya, iya" Balas Yewon.
Junghwan dan Yewon pun keluar untuk makan, Junghwan hanya menemani saja, dan dengan cepat, Yewon makan dan balik ke kamar.
"Dahh, sekarang aku ingin tidur" Ucap Junghwan.
"Ya, ya, ok sip, dan sekarang, jadi aku tidur dimana?" Tanya Yewon.
"Lahhh, tidur dibawahlah" Ucap Junghwan.
"Lahhh dibawah??? Setidaknya gak ada kasur gitu?" Ucap Yewon.
"Itu ada kasur kecil, ambil sendiri sana" Ucap Junghwan.
"Hihhh, oklah,makasihloh" Ucap Yewon.
Akhirnya Junghwan pun terlelap dengan Yewon yang tak terlihat dibawahnya. Satu hari sudah terlewati
Kira kira apa yang akan terjadi besok?
__ADS_1