
Bel pun berbunyi, menandakan waktu pulang.
Seperti biasa, para
murid bergegas pulang dan tidak lupa untuk meyalam gurunya terlebih
dahulu, dan terlihat Yujin yang sudah ingin keluar kelas.
Junghwan pun mengemas barangnya dengan cepat agar ia tidak ketinggalan, karena ia bertekad untuk pergi ke rumah Yujin.
"Ms, Junghwan pulang dulu" Sapa Junghwan yang tampak tergasa gesa.
"Owhh, ok, Junghwan, terima kasih ya, sampai jumpa besok" Ucap Ms Novi.
Junghwan pun dengan
cepat membuntuti Yujin dari belakang untuk sampai ke rumahnya. Ia
meminjam motor dari sekolah untuk membuntuti Yujin hingga sampai ke
rumahnya, dan tampak mobil Yujin berhenti di sebuah tempat, yang
tampaknya adalah rumah Yujin.
Junghwan pun berhenti
dan memarkir motornya dan setelah beberapa menit, barulah ia masuk ke
rumah Yujin agar tidak ketahuan bahwa ia membuntuti Yujin.
"Udah 15 menit, kayaknya udah boleh gw masuk" Ucap Junghwan.
Junghwan pun masuk ke
rumah Yujin dengan tidak lupa mengetuk terlebih dahulu, hingga akhirnya
Minjulah yang membuka pintu untuk Junghwan.
"Ehh, teman Yujin ya?" Ucap Minju dengan lembut.
"Ehhhh, suaranya beda bangettt, Minju pembunuh, merasa gak bersalah banget ni orang" Pikir Junghwan.
"Umm, tidak, aku hanya ingin bertemu denganmu" Jawab Junghwan.
Minju pun menggelengkan kepala bingung dan mempersilakan Junghwan masuk.
"Sebelumnya, maaf jika aku mengatakan ini, tetapi aku ingin bertanya" Ucap Junghwan.
"Tanya apa?" Tanya Minju santai.
"Apakah kau pernah mendengar nama Nako?" Tanya Junghwan yang membuat Minju terkejut.
"Na-Nako? Murid yang bunuh diri di jendela? Iya, aku pernah mendengar rumornya" Jawab Minju terbata bata.
"Apakah kau yakin bukan kau yang membunuhnya?" Tanya Junghwan lagi.
Pertanyaan itu pun nyaris membuat Minju merinding, bulu kuduknya berdiri, ketakutan bahwa semuanya akan terbongkar.
"Ehh, mengapa kau berbicara begitu, bukan, bukan aku yang membunuhnya, kan sudah kubilang dia bunuh diri" Jawab Minju.
"Namun, mengapa kau
bersikap seperti ketakutan begitu? Takut semuanya terbongkar? Kelakuan
busuk kau dan Eunbi, serta Chaewon dan Yuri, hingga membuat Nako
meninggal? Kau tau itu? Kau dan teman temanmu memutarbalik fakta agar
kalian tidak ketahuan kan? Kalian membuat rumor bahwa Nako telah bunuh
diri melalui jendela itu agar kelakuan busuk kalian dapat disembunyikan?
Tapi tidak sekarang, semuanya telah terbongkar, hidupmu sudah hancur
KIM MINJU! Karena perbuatanmu dan teman temanmu itu, aku menjadi salah
satu korban, aku terus diteror oleh arwah Nako yang masih gentayangan di
pojok jendela kelas kami, yang merupakan kelas Yujin juga, dan apakah
kau mau adikmu tersayang itu menjadi korban arwah Nako? Apakah kau tidak
mempunyai hati sama sekali? Kau tidak merasa bersalah sama sekali? Kau
ini berhati manusia atau binatang HAH??!" Jelas Junghwan panjang yang
membuat Minju ketakutan.
"K-Kau tau darimana??!" Tanya Minju ketakutan.
"Arwah Nako yang
memberitahuku, yang terus menerorku setiap hari karena perlakuanmu dan
teman temanmu yang tercela itu" Jawab Junghwan.
"Walaupun begitu, kau tidak mempunyai bukti yang kuat untuk melaporkanku" Ucap Minju dengan santainya.
Tiba tiba, dari
belakang, terdengar suara gelas pecah, dimana merupakan Yujin yang tak
sengaja memecahkannya karena terkejut mendengar percakapan mereka.
"Yu-Yujin, i-ini tidak seperti yang kau dengar" Ucap Minju terbata bata dan ketakutan.
"Kak, kau adalah pem-pem-PEMBUNUH?!" Tanya Yujin dengan menangis histeris.
"YU-YUJINNN, INI TIDAK SEPERTI YANG KAU DENGAR" Teriak Minju.
"Karena adikmu telah
mengetahuinya, cepatlah laporkan dirimu sendiri ke kantor polisi atau
aku yang akan melaporkannya, kau tidak mau kan dosamu jatuh pada adikmu
sendiri? Maka dari itu, cepatlah sebelum terlambat" Ucap Junghwan sambil
meninggalkan rumah Yujin.
Junghwan pun pergi dari
rumah Yujin menuju sekolah untuk mengembalikan motor yang dipinjamnya,
dan entah mengapa, ia merasa lega setelah melakukannya.
"Hahhh, entah mengapa aku merasa lega telah melakukannya" Ucap Junghwan pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Junghwan pun sampai di
sekolah dan mengembalikan motornya. Setelah itu, Junghwan bergegas
berlari menuju halte agar tidak terlambat naik bus.
"Hahh, hahh, jam 16.32, masih sempet untung aja busnya berangkat 16.35, hahh, nyaris bet" Ucap Junghwan kelelahan berlari.
Junghwan pun naik
kedalam bus dan berhenti di 2 pemberhentian selanjutnya untuk sampai ke
rumahnya. Setelah busnya berhenti, Junghwan pun keluar dengan membayar
ongkos dan berjalan sekitar 600m untuk sampai ke rumahnya.
SESAMPAINYA DI RUMAH
"Junghwann, lama banget pulanggg" Ucap Yuna menyambut Junghwan yang baru pulang.
"Udah jam 5 sore loh, kemana aja sih, kami semua khawatir lohh" Ucap Yuna disusuli oleh Younghoon dan Soobin dibelakang
"Hehe, enggak, tadi kerumah temen bentar, karena mau kerja kelompok" Ucap Junghwan.
"Ya tapi seharusnya bagi tau dulu dong, masak mendadak, kami semua kan khawatir jadinya" Ucap Soobin.
"Iya, Junghwan minta maap, dah ahh, Junghwan mau mandi" Ucap Junghwan.
"Ehh ehh, kalian ngerasa ada yang aneh gak sih sama Junghwan belakangan ini?" Ucap Yuna pada Younghoon dan Soobin.
"Iya jugak sih, bermula dari kamar mandi, sampai dia teriak sendiri di kamar" Lanjut Soobin.
"Mungkin dia sering teleponan di kamar kalik" Ucap Yuna.
"Mungkin" Balas Soobin.
"Ehh, Younghoon oppa, kok diam aja dari tadi bengong" Ucap Yuna pada Younghoon yang melamun.
"Ehh, udah udah, jangan
berpikir enggak enggak, sekarang kalian nengok TV sana, Weekly Idol lagi
tayang, cepetan" Ucap Younghoon.
"Hahhhhhhhh?!! Benerannn??! Soobin oppaaaa, yuk nobarr" Ucap Yuna kegirangan.
"Ehh hayuk hayukkk" Ucap Soobin yang juga kegirangan.
"Haduhhh pusing gw nengok adek adek gak ada akhlak ini" Ucap Younghoon sambil memegang kepala.
Setelah itu, Junghwan
pun keluar dari kamar mandi dan ikutan nonton Weekly Idol bersama kakak
dan abangnya itu. Dan tak terasa, malam sudah tiba.
"Younghoon, panggil adik adikmu sana, makan, udah malem loh" Ucap Minhyuk.
"Iya, panggilin sana" Lanjut Yerin.
"Okehh pahh, mahh" Ucap Younghoon nurut.
"HEYYYYYYYY PARA PARA MAKHLUKKK BUMIIIIIIIII, AYOK MAKANNN UDAH MALEMMMMMMMM" Teriak Younghoon.
"Ehh udah malem yaa??" Tanya Wonyoung yang baru saja keluar kamar.
"Ahh yang benerrrrr" Ucap Wonyoung
"Ya elu kira kira, subuh subuh ada yang bangun?" Ucap Younghoon menahan emosi.
"Iya, iya, maap, jangan emosi tapi" Ucap Wonyoung yang menyadari bahaya.
Mereka semua sekeluarga
pun makan dengan senang sambil berbincang bincang, dan setelah selesai
makan, pembantu pun langsung mencuci piring piring yang digunakan.
"Ehh Hwan, ada drama The Penthouse nih, nonton enggak?" Tanya Soobin.
"Ehh nontonlahhh masak enggak" Ucap Junghwan kegirangan.
Mereka semua pun
menonton drama seakan menonton mereka sendiri yang memainkan drama
tersebut hingga akhirnya jam sudah menunjukkan pukul 11 malam.
"Eh, udah jam 11, Junghwan, tidur sana, nanti besok gak bisa bangun loh" Ucap Younghoon.
"Iya, nanti besok terlambat loh" Ucap Yerin.
"Oh yaudah, Junghwan tidur yaa, selamat malam semua" Ucap Junghwan.
"Iya Junghwan, selamat malam, mimpi indah" Ucap mereka semua serentak yang membuat mereka tertawa terbahak bahak.
Junghwan pun masuk ke kamarnya dan disambar oleh omelan Yewon didalamnya.
"Hehh, kemana aja elu,
gw cariin jugak daritadi, udah makan? gimana di sekolah tadi? ada sosok
lagi? pingsan lagi? ada-" Omel Yewon terpotong.
"Hihhhh, berisik tau gak, iya ada, dan masalahnya udah kelar, dah tidur sana, ehh elu udah makan?" Tanya Junghwan perhatian.
"Udah udah, elu jugak tidur sana, nanti besok terlambat" Ucap Yewon.
"Dah ye, gw tidur ye" Ucap Junghwan.
Junghwan pun tidur dengan nyenyak dengan mimpi indah sampai hari besok pun tiba.
Seperti biasa, Junghwan
bergegas mandi, berseragam, sarapan, dan segera berangkat sekolah,
tetapi kali ini berbeda, karena Jisung yang menjemput Junghwan.
"Tinnn tinnn" Suara klakson motor.
"Ehh, Jisung, lama tak bertemu, apa kabar?" Sapa Younghoon.
"Baik, hyung, oh ya, Junghwan mana?" Tanya Jisung.
"Oh iya bentar yaa, JUNGHWANNNNNNN!" Teriak Younghoon.
"Iye, iye, dah tau gw, Jisung kan?" Tanya Junghwan.
__ADS_1
"Iye, Jisung, mau jemput elu katanya" Ucap Younghoon.
"Oh yaudah, hey Sung, wasapp" Ucap Junghwan.
"Sehat walafiat bro, dah siap berangkat?" Tanya Jisung.
"Udah" Ucap Junghwan.
"Dah, Junghwan berangkat dulu ya hyung, byeeee~" Ucap Junghwan.
Junghwan dan Jisung pun
bergegas ke sekolah sebelum terlambat, dan setelah menempuh jarak yang
cukup jauh, mereka pun sampai dan bergegas masuk kelas.
Sesampainya di kelas, mereka melihat kejanggalan bahwa Yujin belumlah datang.
"Ehh, tumben Yujin belom datang jam segini, biasanya dia paling cepet" Ucap Junghwan.
"Entah tuh, biarkan waelah" Ucap Jisung.
Mereka pun duduk di tempat duduk masing masing, dan menunggu bel berbunyi.
Akhirnya, bel pun berbunyi dan guru pun masuk dengan kepala sekolah, dengan Yujin, serta Minju yang dikawal oleh polisi.
"Selamat pagi anak anak, sebelumnya maaf karena hari ini, ada masalah yang tidak terduga" Sapa Ms Novi.
Tiba tiba, kepala sekolah mulai pergi ke meja Junghwan.
"Apakah Nako sudah datang?" Tanya Pak Kepsek secara tiba tiba
"Be-be-belum pak" Jawab Junghwan.
Tiba tiba, jendela pun terbuka dan tertutup sendiri, dan Nako pun muncul.
"Pak, Nako sudah muncul" Ucap Junghwan.
"Nako, ini aku, Minju,
kau masih mengingat aku? Aku yakin kau tidak mungkin melupakanku karena
kejahatan yang telah aku perbuat padamu dengan Eunbi, Chaewon, dan Yuri.
Pertama, aku ingin meminta maaf kepadamu, aku benar benar merasa
bersalah atas apa yang terjadi 3 tahun lalu, dan aku tidak tau bahwa
akan berakhir begini. Jujur, aku sering sekali tidak bisa tidur karena
terus dihantui olehmu, aku takut untuk melaporkan diri, tapi sekarang
aku sudah melaporkan diriku sendiri, apakah kau bisa tenang? dan kembali
ke duniamu? Aku sudah merasa kapok dan bersalah, dan aku juga meminta
maaf atas apa yang kuperbuat padamu, Eunbi sudah masuk Rumah Sakit Jiwa
karena gila terus dihantuimu, Chaewon dan Yuri sudah meninggal karena
kecelakaan setahun lalu, dan sekarang giliran akulah yang dihukum.
Sebelum aku masuk penjara, aku benar benar ingin minta maaf padamu, dan
apakah sekarang kau bisa tenang dan pergi ke tempatmu yang seharusnya?"
Jelas Minju panjang.
Tiba tiba cahaya terang muncul diatas Nako dan sosok Nako yang menyeramkan berubah menjadi malaikat yang sangat cantik.
"Wahhh, cantik sekaliii, baru pertama kali aku melihat hantu cantik, sayangnya ia sudah pergi" Pikir Junghwan terkagum.
Sebelum pergi, Nako
menghampiri Junghwan dan berterimakasih padanya, setelah itu perlahan
lahan, sosok Nako mulai hilang bersamaan dengan cahaya itu.
"Sudah pak, ia sudah pergi" Ucap Junghwan.
"Minju, sekarang kau boleh pergi" Ucap Pak Kepsek.
"Kakk..." Panggil Yujin sambil menahan Minju
"Tenang saja, kakak akan kembali, kakak tidak akan meninggalkanmu" Ucap Minju.
"Kakak janji" Lanjut Minju.
Minju pun pergi bersamaan dengan polisi dan Yujin yang masih menangis pun duduk di tempat duduknya.
"Ihh, jadi dia bisa melihat hantu?" Ucap salah satu teman.
Mereka semua pun mulai berbicara tentang Junghwan tetapi Junghwan mengabaikannya.
Dan di tengah kejadian
itu, Junghwan melihat gadis yang kemarin meledeknya dan ingin
mengejarnya, tetapi ia menyadari bahwa ini bukanlah waktu istirahat.
Akhirnya, Junghwan pun merelakannya dan bertekad untuk menangkapnya suatu hari, dan pembelajaran pun berlangsung.
Dan di tengah pembelajaran, ada siswi yang ingin pergi ke toilet.
"Ms, bolehkah saya ke toilet?" Tanya siswi tersebut.
"Boleh, tapi ditemani ya, Hemm, Dahyun, boleh temani Jihyo" Ucap Ms Novi.
Dan setelah mereka ke toilet, tiba tiba Dahyun berlari ke kelas dan memberitahu bahwa Jihyo kerasukan.
Mereka semua pun kaget dan bergegas melihat kejadian tersebut.
Hal ini membuat Junghwan berpikir bahwa akan ada masalah baru yang akan dihadapinya.
"Hahhh?? Masalah baru? Haduhh, baru selesai satu, datang lagi satu"
__ADS_1