Fall In Ghost

Fall In Ghost
Penunggu Toilet (2)


__ADS_3

"STOPPPPPPPPPPPPP!"


"KIM YOHAN, APA YANG KAU MAU SEBENARNYAAAAAAAAA?!!!!!"


Teriak Junghwan pun membuat semuanya terkejut, termasuk Chaeyoung yang dikendalikan oleh Yohan didalamnya.


"APAKAH KAU TIDAK BISA MEMBUAT ORANG TENANG?" Teriak Junghwan.


"APAKAH KAU TIDAK BISA


BERHENTI MERASUKI MURID MURID DISINI? AKU BILANG AKU AKAN MEMBAWAKAN


CINCINMU KESINI TETAPI BUKAN SEKARANG! BISAKAH KAU TENANG?" Lanjut


Junghwan.


Semua orang pun tertuju ke Junghwan yang sedang meneriaki sosok didalam tubuh Chaeyoung.


"Kim Yohan, aku janji


aku akan membuatmu tenang, tetapi bukan sekarang, jadi bisakah kau


keluar dari tubuh Chaeyoung?" Junghwan meminta.


Setelah itu, tubuh Chaeyoung pun jatuh terbaring dengan lemas menandakan bahwa Yohan sudah keluar dari tubuhnya.


"Syukurlah" Ucap Junghwan sambil mengelus dadanya.


"YA! Junghwan, kau keren!" Teriak salah satu murid.


Semua pun mengagumi


Junghwan atas keberaniannya dan semuanya berterimakasih kepada Junghwan,


tetapi setelah itu, Junghwan merasa ditarik oleh seseorang gadis.


"Yaaaa, apa ini? Heyy, lepaskan akuu" Ucap Junghwan.


"Ikut saja" Ucap gadis itu.


Akhirnya, Junghwan pun sampai di sebuah tempat dengan gadis itu.


"Sudah, sudah sampai" Ucap gadis itu.


"Kau, kau yang hari itu meledekku di toilet kan?" Tanya Junghwan .


"Apa? Meledek? Kau sudah


gila ya? Atau penglihatanmu yang salah? Aku baru saja bertemu denganmu


pertama kali yaitu sekarang, dan aku ingin memberimu pelajaran, karena


kemarin kau melihatku dengan sinis, dan daripada sesuatu terjadi padaku


karena kau, maka kau berada disini denganku sekarang" Jelas gadis itu


panjang.


"Heyy, kau pura pura


tidak tau? Kau meledek IQ ku kemarin di wastafel, dan sekarang kau


berakting tidak tau? Yang benar saja, dan juga aku tidak pernah


beringinan untuk bermasalah denganmu jika bukan gara gara kau meledekku


kemarin, maka dari itu, aku menatapmu sinis kemarin, dan karena itu


adalah masa belajar, aku memutuskan untuk menangkapmu suatu hari" Jelas


Junghwan.


"Kau beneran gila ya?


Aku jujur, aku baru pertama kali bertemu denganmu yaitu hari ini, dan


aku tidak pernah meledekmu? Kau paham tidak?" Ucap gadis itu dengan nada


suara agak tinggi.


Junghwan pun terkejut dengan perkataannya yang mengaku dengan jujur bahwa ia baru pertama kali bertemu dengannya.


"Jadi, kemarin yang meledekku siapa?" Pikir Junghwan kebingungan.


"Hmm, kalo begitu, aku minta maaf, mungkin penglihatanku yang salah" Ucap Junghwan.


"Makanya lain kali, lihat dengan benar" Ucap gadis itu.


"Oh ya, namamu?" Tanya gadis itu.


"So Junghwan, kau?" Tanya balik Junghwan.


"Jung Eunbi, dipanggil Eunha" Ucap gadis itu.


"Baiklah, terima kasih" Lanjut gadis itu dengan pergi.


Junghwan pun kembali ke kelasnya dengan memikirkan perkataan gadis tadi.


"Mungkin aku salah liat kali" Ucap Junghwan dengan kebingungan.


"Ahh mungkin aja, dari samping memang kelihatan sama, tapi mungkin dari depan beda" Ucap Junghwan pada dirinya sendiri.


"Heyy, Junghwan" Panggil Jisung.


"Iya, ada apa?" Tanya Junghwan sambil menghampiri Jisung.


"Tadi, gadis itu siapa? Menarikmu secara tiba tiba" Tanya Jisung.


"Ohh, tadi, tidak tau, aku juga tidak kenal" Jawab Junghwan.


"Hmmm, yasudahlah" Ucap Jisung.


Setelah itu, bel pun berbunyi dan semua murid menempuh pelajaran, dan bel pun berbunyi lagi menandakan waktu istirahat.


Di waktu istirahat itu,


Junghwan menyempatkan diri ke toilet untuk mencuci tangan, dan secara


tiba tiba, Yohan muncul dan mulai mendorong Junghwan ke tembok.


"DIMANA CINCINKU?" Tanya Yohan marah sambil menarik kerah baju Junghwan


"KU-KUBILANG AKAN KUBAWAKAN NANTI, BUKAN SEKARANG" Teriak Junghwan balik.


"Jika kau tidak menepati janjimu, aku pastikan kau akan mati" Ancam Yohan.


"Iya, iya, aku janji akan kubawakan" Ucap Junghwan.


Tiba tiba, Jisung pun


datang karena mendengar suara teriakan Junghwan dari kelasnya, dan


bersamaan, Yohan yang melihat Jisung pun langsung melepaskan Junghwan.


"Junghwann, kau tidak apa apa?" Tanya Jisung.


"Iya, tidak apa apa, aku baik baik saja" Ucap Junghwan.


"Sosok itu menganggumu lagi?" Tanya Jisung.


"Iya, tetapi tidak separah itu" Jawab Junghwan.


"Syukurlah" Ucap Jisung.


Mereka pun kembali ke kelas dan menempuh pembelajaran lagi dan bel pun sudah berbunyi.


Seperti biasa, murid murid akan langsung pulang, kecuali Junghwan yang di panggil gurunya.


"Junghwan, ikut Ms" Ucap Ms Novi.


"Oh, ya Ms" Balas Junghwan.


Junghwan pun keluar kelas mengikuti gurunya pergi ke ruang guru.


Disana, ia melihat Eunha yang tadi berdebat dengannya di ruang guru juga.

__ADS_1


"Kau" Ucap Junghwan.


"Oh, jadi kalian sudah saling berkenalan?" Tanya Ms Novi.


"Iya, sudah, kami berdebat tadi" Ucap Junghwan.


"Ohh begitu, yasudahlah itu tidak penting, jadi sekarang, kau ingin pergi ke rumah Yohan?" Tanya Ms Novi.


"Sesuai rencana, iya, aku akan pergi sekarang" Ucap Junghwan.


"Oh yasudah, kau pinjam


motor dari sekolah, dan Ms juga sudah menghubungi orang tuanya dan


berkata bahwa kau akan kesana, dan juga mereka masih tinggal disana"


Ucap Ms Novi.


"Owhh, ok ms, jadi peran Eunha disini apa?" Tanya Junghwan.


"Eunha? Tidak, ia tidak


ikut, ia hanya kebetulan di ruang guru karena ia adalah anak kepala


sekolah, jadi dia sering ikut dalam urusan sekolah" Jawab Ms Novi.


"Ohh begitu, yasudah, Junghwan pergi dulu ya, Ms" Ucap Junghwan.


Junghwan pun meminjam motor sekolah dan bergegas menuju rumah Yohan.


Sesampainya ia, ia pun mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Tok, Tok, Tok, ada orang?" Tanya Junghwan sopan.


Orang tua Yohan pun membukakan pintu untuk Junghwan tak lama setelah itu.


"Oh, kau siapa?" Tanya mama Yohan.


"Aku Junghwan, yang ingin menyelesaikan masalah Yohan" Ucap Junghwan.


"Oh, jadi kau, oh iya iya, silahkan masuk" Ucap mama Yohan.


Junghwan pun masuk dan berbincang bincang sedikit tentang Yohan.


"Oh ya, katanya arwah Yohan masih gentayangan?" Tanya papa Yohan.


"Iya, dia pernah


menyerangku beberapa kali, dan bersikeras bilang bahwa ia ingin


cincinnya yang ia tempatkan di kamarnya, itulah mengapa saya disini


sekarang" Jawab Junghwan.


"Jadi, ia menginginkan cincinnya?" Tanya mama Yohan.


"Iya, ia menginginkan cincinnya, dan dia bilang, cincin itu harus dibawakan ke sekolah" Jawab Junghwan.


"Dan juga, mohon maaf, saya ingin bertanya" Lanjut Junghwan.


"Oh ya, silahkan, tidak apa apa" Ucap papa Yohan.


"Maaf sebelumnya, tetapi apa yang terjadi pada Yohan sebenarnya sampai bisa meninggal?" Tanya Junghwan tidak enak hati.


"Ohh, jadi, pada saat itu...


*FLASHBACK*


"Jadi, kita semua jadi belajar bersama, kan?" Tanya Yohan


"Jadilah, masak enggak" Ucap Hangyul


"Jadinya dirumah siapa nih?" Tanya Wooseok


"Dirumahku saja, sepertinya cukup" Ucap Seungyeon


"Boleh tuh, yasudah, ingin berangkat sekarang?" Tanya Yohan.


"Yasudah, ayo" Ajak Hangyul.


"Yohan, ini caranya gimana?" Tanya Seungyeon.


"Ini dikali, lalu di akarkan" Jawab Yohan berbaik hati.


"Oh, ok" Balas Seungyeon.


"Ahh, haus sekali, malah botol minum udah habis lagi" Keluh Yohan.


"Ohh, haus, mau aku ambilkan air?" Tawar Seungyeon baik hati.


"Oh, ya, boleh" Jawab Yohan.


Setelah beberapa menit, Seungyeon pun keluar dari dapur sambil membawa segelas air.


"Ini, Yohan, minum, nanti dehidrasi" Ucap Seungyeon.


"Ssstt, kau sudah masukkan bubuknya?" Tanya Hangyul berbisik.


"Yasudahlah, kita lihat reaksinya" Jawab Seungyeon.


"Wahhh, asik nih" Lanjut Wooseok.


Yohan pun meminum segelas air itu tanpa mengetahui apa apa, dan pingsan setelahnya.


"Wehh, udah pingsan nih dia" Ucap Hangyul.


"Yasudah, cepat, kita ikat" Ucap Seungyeon.


Akhirnya teman temannya pun mengikat Yohan disuatu tempat, dan, akhirnya Yohan pun sadar.


"EMMMMMMMMM, EMMMMMMMMMMM" Keluh Yohan dengan mulutnya yang terlakban.


"Hehh, udah sadar?" Ucap Seungyeon sambil melepas lakban yang ada di mulut.


"Sebenarnya, kalian mau apa?" Tanya Yohan.


"Tidak apa apa, hanya hal kecil" Jawab Hangyul.


"Minumlah iniiii" Ucap Wooseok sambil memaksa Yohan untuk minum minum.


Setelah dipaksa minum


cukup banyak, Yohan pun mabuk dan hilang ingatan atas apa yang terjadi


padanya tadi, dan mengajak teman temannya untuk minum.


Besoknya disekolah, Yohan mulai mengajak teman temannya untuk merokok, bukan sebaliknya.


Teman temannya pun merasa berhasil memengaruhi Yohan untuk mengonsumsi hal hal yang terlarang.


Setelah 1 bulan, akhirnya Yohan sadar atas apa yang dilakukannya, dan berusaha untuk berhenti mengonsumsinya.


"Tidak, tidak, aku tidak boleh mengonsumsinya lagi" Ucap Yohan di dalam toilet


"Tidak, tidak" Ucap Yohan lagi


Tetapi, karena ia tak


bisa mengendalikan dirinya sendiri, akhirnya ia pun memasukkan sebungkus


bubuk kedalam mulutnya dan berakhir meninggal dengan mata semua putih


dan muka yang biru.


*LANJUT CERITA*


"Jadi, begitulah ceritanya" Ucap papa Yohan.


"Ohh begitu, berarti dengan kata lain, teman teman Yohan memengaruhi dan memanfaatkan Yohan" Ucap Junghwan.


"Iya, bisa dikatakan begitu" Ucap papa Yohan.


"Oh ya, tadi kau bilang ingin cincin Yohan ya?" Tanya mama Yohan.


"Oh iya, iya, aku menginginkannya" Ucap Junghwan.

__ADS_1


"Oh ya, ini, sebentar ya, kuambil" Ucap mama Yohan.


"Ini dia" Ucap mama Yohan sambil menyerahkan cincin Yohan.


"Oh, terimakasih tante, terima kasih banyak" Ucap Junghwan.


"Kami yang seharusnya


berterima kasih karena ternyata ada orang yang ingin membuat anak kami


tenang dan tidak gentayangan lagi, kami sangat lega dan sangat berterima


kasih" Ucap mama Yohan.


"Hehe, sama sama tante, Om, oh ya, kalian ingin ikut?" Tanya Junghwan.


"Kami akan menyusul sebentar lagi" Ucap papa Yohan.


"Oh yasudah, Junghwan pamit ya Om, Tante, terima kasih banyak" Ucap Junghwan.


Junghwan pun akhirnya


lega karena ia bisa mendapatkan cincinnya dan bergegas menuju sekolah


dengan motor. Ia melaju dengan cepat karena ini sudah sore, dan takut


bahwa sekolahnya akan tutup.


Akhirnya, setelah menempuh jarak yang cukup jauh, akhirnya Junghwan sampai.


"Bagaimana, Junghwan? Sudah?" Tanya Ms Novi.


"Iya, sudah, sekarang Junghwan ingin pergi ke toilet itu dan menyelesaikan semuanya secepatnya" Ucap Junghwan.


"Yasudah, itu juga, orang tua Yohan sudah datang" Ucap Ms Novi.


"Oh, yasudah" Ucap Junghwan.


Akhirnya, Junghwan dan


gurunya serta orang tua Yohan pun bergegas menuju toilet itu dan


menyelesaikan masalah, dan akhirnya, mereka sampai.


"KIM YOHANNN! KELUAR!" Teriak Junghwan.


Dengan satu panggilan, Yohan pun keluar dengan sosok menyeramkannya dan menagih janji Junghwan.


"Dimana cincinku?" Tanya Yohan.


"Ini, aku membawakan cincinmu" Ucap Junghwan.


Setelah Yohan


mendapatkan cincin itu, tiba tiba cincin itu pun bersinar sangat terang


dan Yohan pun muncul dengan sosok tampannya dan pakaian serba putih


"Wahhhh, tampannya seorang KIM YOHANN, Aku sangat tidak menyangka" Pikir Junghwan dengan mulut ternganga.


"Yohannnnnnnnn!" Teriak mama Yohan sambil memeluk Yohan


"Ma, apa kabar?" Tanya Yohan.


"Baik, Nak, mama baik baik saja" Ucap mama Yohan sambil menangis.


"Pa, sini" Ucap Yohan.


"Apa kabar, pa, aku merindukanmu" Ucap Yohan.


"Maaf telah merepotkan


kalian berdua atas kelakuanku yang tidak disengaja, dan aku juga


seharusnya dapat menkontrol diriku, aku minta maaf telah membuat kalian


khawatir, dan aku juga minta maaf pada guru guru dan murid murid disini


karena aku yang terus merasuki mereka" Ucap Yohan menangis.


"Tidak, kau tidak boleh


begitu, mama tau perasaanmu, itu bukan salahmu, dan mama tau kau hanya


dipengaruhi dan dimanfaatkan" Ucap mama Yohan.


"Papa juga minta maaf


karena telah mengusirmu dari rumah hari itu, dan setelah papa tau yang


sebenarnya, papa sangat menyesal dan menangisimu setiap malam, papa


sangat minta maaf" Ucap papa Yohan.


Setelah itu, cahaya putih dari atas pun muncul menandakan Yohan akan pulang ke tempatnya yang seharusnya.


"Pa, Ma, ini saatnya aku


pergi, aku sangat berterimakasih pada kalian yang telah membesarkanku


sampai akhir hidupku, maaf telah merepotkan dan mengecewakan kalian, aku


cinta kalian, dan aku ingin berterima kasih kepada Junghwan yang telah


membantuku kembali ke tempatku yang seharusnya, aku minta maaf dan


sekaligus sangat berterima kasih dan bersyukur" Jelas Yohan.


"Sama sama, dan mama dan papa juga minta maaf, sekarang kembalilah, kami telah mengikhlaskanmu" Ucap mama Yohan.


"Sama sama, hyung, kami tak akan melupakanmu" Ucap Junghwan.


"Yohan, Ms juga


berterimakasih atas prestasi dan kelakuanmu yang baik selama di sekolah


dan juga minta maaf sudah mengeluarkanmu" Ucap Ms Novi.


"Iya, aku pergi semuanya, selamat tinggal" Ucap Yohan.


Semuanya pun melambaikan tangan pada Yohan dan akhirnya Yohan pun menghilang bersamaan dengan cahaya itu.


"Hahh, akhinya semua sudah selesai" Ucap Ms Novi lega.


"Iya, akhirnya" Ucap mama Yohan.


"Junghwan, Ms sangat


berterimakasih padamu yang berperan sangat banyak dalam masalah ini, dan


maaf juga sudah merepotkanmu" Ucap Ms Novi.


"Iya, kami juga sangat


berterimakasih, akhirnya anak kami dapat tenang di keabadian sana, semua


berkatmu, terima kasih Junghwan" Ucap papa Yohan.


"Hehe, sama sama Ms, Om, Tante, Junghwan juga merasa lega" Ucap Junghwan.


"Oh ya, yasudah, kita semuanya pulang ya sekarang, sudah malam" Ucap Ms Novi.


"Oh ya, yasudah, makasih ya Ms dan Junghwan atas semuanya" Ucap mama Yohan.


"Iya, sama sama, ma" Ucap Ms Novi.


Akhirnya, kasus Yohan


pun selesai, dan Junghwan pun merasa lega, akhirnya tidak ada lagi


masalah, dan Junghwan pun pulang bersamaan dengan gurunya dan orang tua


Yohan.


 

__ADS_1


 


__ADS_2