Fall In Love

Fall In Love
berdansa


__ADS_3

~Happy Reading~


๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท


Saat sudah berada di tengah tengah, Naya merasa tidak percaya diri.Dia takut melakukan kesalahan dan berakibat mempermalukan Kevin dan dirinya sendiri.


"Kak,aku tidak usah berdansa saja ya.Aku takut membuat kakak malu di depan banyak orang".Ucap Naya.


Naya ingin berbalik dan pergi tapi tangannya di tahan oleh Kevin,dan ditarik sehingga menyebabkan tubuhnya menabrak tubuh tegap Kevin.


"Kak apa yang kakak lakukan, tolong lepaskan kak malu di lihat orang orang".Mencoba melepaskan tangan Kevin yang memeluk tubuhnya.


"Tidak,kenapa harus malu kita itu pasangan kekasih". Memejamkan matanya,dia ingin menikmati momen pelukan saat ini.


"Tapi..".Ingin protes tapi sudah di potong lebih dulu oleh Kevin.


"Tidak ada tapi tapian,kita harus berdansa tidak ada diganti.Paham".Tegas Kevin dan melepaskan pelukannya.


Naya mengganggukkan kepala tanda mengerti.


"Bagus".Ucap Kevin.


"Oke, sudah siap di tempatnya masing masing bersama pasangan kalian."Ucap sang pembawa acara.


"Ya".Jawab serentak murid.


"Baiklah tanpa menunggu berlama lama lagi kita mulai acara dansanya.Musik mulai".Dan dimulai lah acara dansa dengan di iringi musik yang romantis.


"Pegang tangan dan pundakku,dan ikuti saja petunjuk yang akan ku berikan".Ucap Kevin memberi arahan.


"Iya".Jawab Naya mengikuti semua arahan dari Kevin, sampai dia bisa menyeimbangi gerakan Kevin.


Sedangkan di sudut ruangan,Meli yang melihat ke romantiskan yang di tunjukkan oleh sepasang kekasih yang sedang berdansa dengan romantis itu.


Semakin membuatnya membenci Naya dan ingin menghancurkan kehidupan Naya.Karena menurutnya Naya adalah penghalangnya untuk mendapatkan cinta Kevin.Apalagi sekarang Kevin semakin menjauhinya.


"Aku akan menghancurkan semua kebahagiaanmu Naya,tidak akan aku biarkan kamu bersama Kevin.Karena Kevin itu hanya milikku".Ucap Meli dengan penuh amarah.


"Aku akan membuat rencana agar hubungan kalian hancur". Sambung Meli dengan memikirkan rencana jahatnya.


Meli memotret kedua pasangan kekasih yang sedang berdansa itu dengan ponselnya dan mengirimnya kepada mama Lina,mama Kevin.Dengan di tambahi cerita bohong yang iya yakini akan membuat mama Lina marah.

__ADS_1


"Kita lihat setelah ini apakah hubungan kalian akan tetap bahagia atau sebaliknya.Akunakan memastikan Kevin akan sangat membencimu Naya".Ucap Meli dengan senyum jahatnya.


Sedangkan di tempat di mana Naya meninggalkan Rania pergi bersama Kevin.Rania terus menggerutu sedari tadi setelah kepergian dua sejoli itu,karena harus duduk di kursi seorang diri, beginilah nasib jomlo pikirnya.


"Kenapa aku harus datang ke pesta ini,kalau hanya di tinggal sendiri di sini.Menyebalakn sekali mereka,mentang mentang pacaran serasa dunia milik berdua.Yang lain ngontrak".Gerutu Rania mengaduk minuman yang ada di hadapannya sedari tadi.


"Tidak perlu kesal begitu,bukannya masih banyak teman teman yang lain disini.Kamu bisa mengajak mereka mengobrol agar kamu tidak sendirian di sini,atau jangan bilang kamu tidak punya teman selain Naya".Ucap Dimas tiba tiba duduk di kursi yang ada di depannya.


"Kamu...kenapa kamu tiba tiba muncul di sini mengagetkan saja!".Ucap Rania memegangi dadanya karena kaget.


Ya sebenarnya Rania sudah beberapa hari ini sudah tidak memanggil Dimas dengan embel embel kakak.Karena menurutnya sifat Dimas itu sangat songong dan sombong,dan itu sangat menyebalkan di matanya.Dan lagi panggilan kakak tidak cocok dia berikan kepada pria yang sedang duduk di depannya itu.


"Baru saja,karena aku melihatmu berbicara sendiri.Aku pikir kamu gila,jadi aku kemari ku pikir kamu sedang membutuhkan sesuatu, seperti dokter mungkin".Ucap Dimas sambil memakan makanan yang dia ambil sebelumnya.


"Apa dia bilang tadi gila,enak saja dia pikir aku gila sampai butuh dokter segala".Gerutu Rania di dalam hati sambil memperlihatkan wajah tidak terima di katai gila.


"Tidak usah mendumel di dalam hati begitu,katakan saja jika kamu sedang butuh bantuanku.Aku tidak keberatan untuk membantu mu".Ejek Dimas lagi dengan memperlihatkan wajah yang menyebalkan.


"Aku itu masih waras dan tidak gila.Aku tidak butuh dokter dan juga bantuan darimu.Jadi jangan sok jadi pahlawan kemalaman,karena aku tidak butuh".Tolak Rania lantang.


"Yakin,selagi aku masih berbaik hati lo.Kamu yakin tidak mau dibantu sama orang ganteng seperti ku".Ucap Dimas dengan wajah minta di tunjuk.


"Sudah aku katakan tidak,aku tidak butuh bantuanmu.Lagian ganteng dari mananya,di liat dari lubang sedotan kali hahaha".Balas Rania di akhir dengan tawa puasnya,karena berhasil membalas pria Songong di depannya itu.


"Yakin, gratis tanpa di pungut biaya sepeserpun lo plus bebas ongkir".Masih berusaha.


"Aku bilang tidak artinya tidak.Sudah sana pergi,menggangu saja".Usir Rania kesal.


Hahaha....


Tawa Dimas pecah karena dia berhasil membuat gadis di depannya kesal,senang rasanya dia bahagia.Entah apa alasannya dia pun tidak tau.


"Kalau aku tidak mau bagaimana Hem".Semakin menjadi.


"Terserah aku saja yang pergi kalau begitu".Hendak berdiri tapi tertahan karena dimas yang kembali bersuara.


"Iya aku pergi,ingat jangan rindu berat soalnya,seberat beban hidupmu.Bayy".Dengan cepat berlari dari sana sebelum mendengar macan mengamuk.


"Dasar pria tidak waras,songgong,sombong dan satu lagi narsis.Huh menyebalkan sekali". Dengan mengepalkan kedua belah tangannya.


Huh..huh..

__ADS_1


Masih mencoba mengatur napasnya akibat sedikit berlari tadi.


"Kenapa lo,udah kaya orang habis dikejar kejar rintenir".Tanya Andri yang baru saja datang dari menggoda gadis gadis cantik.


"Ini lebih mengerikan dari rintenir".Ucap Dimas dramatis.


"Benarkah,lalu apa jika lebih mengerikan dari rintenir".Tanya Andri penasaran.


"Aku baru saja akan dapat amukan oleh macan,untungnya aku cepat pergi dari sana dan berhasil lolos".Jawab Dimas percaya diri.


"Ceh..yang benar saja ini di dalam ruangan mana ada macan di sini,kalau berbohong itu ya dipikir dulu bro".Ucap Andri tidak percaya dengan ucapan sahabatnya tersebut.


Menurutnya terlalu mengada ngada mana ada macan di dalam ruangan,kecuali di kebun binatang itupun di ruangan terbuka bukan di dalam ruangan tertutup seperti sekarang.


Hehe...


Tawa Dimas dengan menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.


"Iya iya aku mengaku, sebenarnya bukan macan tapi seorang wanita".Ucap Dimas jujur.


"Wanita, maksudnya kamu baru saja membuat gara gara dengan membuat seorang wanita marah".Tanya Andri memastikan dan di jawab anggukan kepala oleh Dimas.


"Astaga Dim itu lebih mengerikan dari seekor


macan".Ucap Andri kaget.


"Maka dari itu aku lari".Ucap Dimas lagi.


"Siapa wanita itu Dim,cepat kasih tau?".Tanya Andri penasaran.


"Rania".Jawab Dimas singkat.


"Apa Rania!".Ucap Andri kaget.


Bersambung.....


๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท


Jaga kesehatan semua,, semoga kita di lancarkan rezekinya aminnn see you all๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Jangan lupa tinggalkan jejak....

__ADS_1


__ADS_2