
~Happy Reading~
π·π·π·π·πΌπ·π·π·π·
"Nay Nay ini coba lo lihat". Rania berlari menghampiri Naya yang sedang duduk di taman sekolah dengan membaca buku ditangannya dengan nafas terengah engah seperti habis lari maraton yang jaraknya ber kilo kilo meter.
Rania duduk di kursi yang ada ditaman itu dan menyambar botol air mineral Naya dan meneguknya hingga tersisa setengahnya dari botol tersebut saking haus nya ia. Ketika sudah berhasil mengatur nafas setelah berlari tadi ia pun menarik nafas untuk mengakatakn mengenai apa yang membuat ia sampai heboh seperti ini dan sibuk mencari sang sahabat dan ternyata menemukan di taman sekolah sedang asyik membaca buku.
Tidak tau kah ia sudah hampir berkeliling sekolah ini untuk mencari Naya hanya untuk memberi tau sesuatu yang ia bawa sekarang.
"Tarik nafas dulu Ran capek banget keliatannya habis dari mana si lari lari segala". Tanya Naya dengan membantu menggipasi wajah Rania dengan kedua tangan miliknya. Setidaknya mengurangi sedikit rasa panas yang dirasakan Rania. Pikir Naya!.
"Lo harus tau Nay ini itu lagi heboh di bicarain sama seluruh murid sekolah". Seru Rania heboh.
"Apa? kok aku gak tau emang apaan!". Naya penasaran karena dia sama sekali tidak tau apa yang sedang heboh itu karena dari tadi dia duduk di taman ini sambil membaca buku jadi tidak terlalu memperhatikan sekitar.
"Ini coba lo baca". Ujar Rania menyerahkan sesuatu yang ia bawa sedari tadi.
Naya mengambil dan melihat dan membaca ternyata....
"Undangan! siapa? Meli". Baca Naya dengan menautkan kedua alisnya kenapa heboh ini hanya sebuah undangan pikirnya. Ya yang dibawa oleh Rania sampai ngos-ngosan tadi adalah undangan ulang tahun Meli.
"Iya dia ngadain pesta ulang tahun malam minggu ini, lo gak tau semua siswa diundang. Lo dapat undangan nya kan". Tanya Rania.
Naya mengangkat kepala yang tadi menunduk Karen membaca undangan itu lalu mengarahkan pandangan ke arah Rania dan menghembuskan nafas lalu menjawab.
"Enggak aku baru tau dari kamu kalau Meli minggu ini ulang tahun".
"Mungkin dia gak mau undang gue karena dia gak mau malu sama kehadiran aku. pasti pesta yang dia adakan akan sangat meriah dan pasti mewah. Mana pantes aku". Jelas Naya dengan masih menampilkan senyum manisnya seperti biasa padahal Rania tau bahwa sahabatnya itu juga berharap dapat undangan dan bisa berhadir disana.
"Udahlah jangan sedih disitukan tulisannya and Friends jadi aku bisa bawa teman nah karena lo gak dapat jadi lo pergi nya sama gue aja biar ada temennya, gimana?". Ajak Rania mencoba menghibur Naya.
"Gak usah dih Ran gue merasa gak pantes aja berada di kalangan elit kaya kalian". Tolak Naya secara Halim agar tidak menyinggung perasaan Rania.
"Cocok ko siapa yang bilang gak cocok kita itu sama aja Nay cuma takdir seseorang orang itu kita gak ada yang tau jadi kita harus tetap bersyukur". Ceramah Rania.
"Iya si kenapa lo gak ajak kak Rio aja". Usul Naya masih mencoba untuk mencari alasan.
"Kak Rio juga pasti dapat Nay, nah disini itu cuma lo yang belum dapat jadi gue ajakin lo buat datang".
"Gak usah banyak mikir dih pokoknya Lo harus temenin gue titik". Ucap Rania tegas tidak ingin ditolak.
Naya akhirinya hanya bisa mengiyakan ajakan itu walaupun iya masih ragu untuk pergi atau tidak ke pesta itu.
__ADS_1
"Aku gak punya baju yang bagus Ran gimana". Masih mencoba dengan berbagai alasan.
"Soal itu gue yang atur tenang aja lo cuma siapin diri aja soal yang lain serahin ke gue okeyyy". Hilang sudah harapan untuk tidak menghadiri pesta itu kalau sudah begini ia bisa apa hanya menurut agar sahabatnya itu senang.
"Mel Lo mau ngundang si miskin gak". Celetuk Nabila tiba tiba dan meminum jus yang ada di gelas setelah habis dari lapangan membagikan undangan pada Kevin dan yang lainnya mereka kini berada dikantin untuk bersantai.
"Gak ngapain juga". Jawabnya males dan mengaduk minuman yang ada dalam hadapannya.
"Iya ngapain juga dia diundang untung gak rugi iya". Sahut Sasa mendukung Meli.
"Ya siapa tau aja lo ngundang dan punya rencana buat dia malu nanti secara pasti anak anak lain pada datang dan menyaksikan pertunjukan itu kan". Usul Nabila dengan niat jahat.
Meli mulai berpikir atas usulan dari Nabila untuk membuat Naya malu di pestanya nanti pasti akan menyenangkan membayangkan saja sudah membuat dia tersenyum sendiri apalagi nyata.
"Bener juga apa kata lo". Jawab Meli.
"Gimana menurut lo Sa". Tanya Meli untuk meminta pendapat karena Sasa adalah orang yang bisa dibilang sedikit dewasa dalam berpikir jadi bisa meminta pendapat dari nya.
"Terserah lo aja yang punya acara kan lo jadi siapapun yang mau lo undak atau tidak nya itu keputusan ada ditangan lo". Terang Sasa dan Meli manggut-manggut mengiyakan kata kata itu.
Setelah beberapa menit terdiam dan berpikir akhirnya ia mengambil keputusan yang menurut dia akan bagus dan menguntungkan tentu nya.
"Gimana". Tanya Nabila penasaran.
"Tapi apa".
"Gue punya rencana yang bagus". Sahut Meli dengan senyum liciknya.
"Kita liat aja apa yang bakal gue lakuin sama lo Nay karena udah berani rebut Kevin dari gue tunggu aja hahaha". Tawa batin Meli jahat.
Karen jam sekolah sudah berakhir jadi Naya dan Rania sedang bersiap siap untuk pulang begitupun dengan murid yang lain. Ketika Keluar dari kelas dan berbelok ke arah kiri dimana tempat parkiran berada mereka dikejutkan oleh Kevin yang sudah berdiri stan bay bersandar di tembok dengan gaya cool nya.
"Kaka ngapain disini". Tanya Naya.
"Nungguin kamu lah ngapain lagi coba". Jawab Kevin santai.
"Tapi kenapa?".
"Mau ajak kamu pulang bareng". Ajak Kevin.
"Tapi aku bawa sepeda kak". Ya dia berangkat hari ini memang pakai sepeda tidak mungkin dia ikut Kevin dan bagaimana dengan sepeda nya nanti kalau ditinggal di sekolah bisa bisa hilang hanya itu yang iya punya untuk berangkat sekolah.
"Yah gak bisa pulang bareng dong". Ucap Kevin lesu.
__ADS_1
"Kan masih bisa bareng sampai parkiran kak hehe". Sahut Naya terkekeh kecil.
"Iya nih kak Kevin kenapa jadi sedih gitu mukanya". Celetuk Rania setelah sedari tadi diam melihat interaksi keduanya.
Kevin mendengus mendengar ucapan Rania tersebut sebab ia hanya ingin menghabiskan waktu berdua dengan Naya dengan pulang bersama.
Karena terlanjur kesal dia langsung menarik tangan sang kekasih berjalan menuju ke tempat parkir di sekolah tersebut tanpa menghiraukan ataupun berpamitan walau dengan berbasa basi mungkin!.
"Eh kak.. Ran gue duluan". Teriak Naya karena sudah cukup jauh ia ditarik oleh Kevin.
Jangan tanya bagaimana perasaan Rania sekarang ditinggal sendiri oleh keduanya akhirnya dia pergi juga menyusul walau tertinggal cukup jauh.
"Ih kaka kenapa tarik tarik kasian kan Rania jadi ketinggal". Seru Naya pada Kevin.
"Biarin aja". Jawab Kevin cuek dan tangannya yang tadi berada di pergelangan kini beralih menggenggam tangan Naya erat seakan tidak ingin di pisahkan oleh siapapun.
Naya bahagia diperlukan seperti itu oleh Kevin dia merasa istimewa karena dia tau Kevin itu orangnya cukup romantis.
"Kamu dapat undangan". Tanya Kevin ambigu membuat Naya mengarahkan pandangannya dengan masih berjalan bersama.
"Meli". Tebak Naya.
"Hemm". Hanya dijawab dengan deheman.
"Iya dapat kaka dapat juga". Ya Meli beserta kedua temannya sudah memberi dia undangan itu yang ia kira tidak akan mendapatkan nya tapi malah sebaliknya mungkin ia sudah berburuk sangka terlebih dahulu dan itu membuat ia malu sendiri karena sudah berpikir yang macam macam padahal tidak seperti itu.
"Kamu mau datang atau tidak".
"Iya aku datang lagian di undang jadi harus menghargai kan". Ujar Naya.
"Nanti aku jemput kita berangkat bareng". Ajak Kevin.
"Tapi aku udah janjian sama Rania kak". Sahut Naya sesal.
"Maaf". Merasa bersalah karena tidak dapat menerima ajakan tersebut.
"Its okee yang penting kita ketemuan nanti dia acaranya aja ya". Kata Kevin tenang dengan mengusap kepala Naya pelan mengatakan bahwa ia tak apa apa.
Bersambung.....
π·π·π·π·πΊπ·π·π·π·
Jangan lupa tinggalkan jejak.....
__ADS_1