
~Happy Reading~
π·π·π·π·πΌπ·π·π·π·
"Aku akan memberikan suapan terakhir ini kepada orang spesial". Meli mengucapkan dengan rona merah di kedua pipi, dia maju melangkah menuju ke suatu meja yang di duduki oleh lima orang itu.
Dengan senyum yang tidak pernah surut sejak turun dari atas panggung kecil yang di sediakan pihak acara. Kini ia sudah berdiri di depan seseorang yang tadi sempat membuat semua orang penasaran pada siapa ia akan memberikan suapan itu, tapi kini mereka justru lebih di buat terkejut lagi karena ternyata orangnya adalah Kevin!. Ya Kevin lah yang akan menerima itu.
Yang menjadi pertanyaan semua orang kini adalah apakah Kevin akan menerima suapan dari Meli atau justru menolaknya karena mereka semua sudah tau kalau Kevin adalah pacar Naya. Kecuali kedua orang tua Meli dan MC tentunya. Dan mereka semua masih menanti hal itu.
Kevin sendiri masih dengan santainya duduk di kursi walau ia tau kini semua orang sedang memandang ke arah ia kini, termasuk Naya sendiri yang duduk di sebelah dirinya. Tapi justru tindakan yang dilakukan Kevin membuat senyum yang sedari tadi masih tercipta di bibir Meli kini hilang sudah berganti dengan wajah kecewa bercampur marah.
Karena merasa ada sesuatu yang menyentuh telapak tangannya membuat Naya terkesiap dari semua rasa terkejut. Kini ia menoleh ke arah Kevin yang juga melakukan hal yang sama dan tersenyum seperti berkata tenanglah semuanya akan baik baik saja. Itu cukup membuat ia lebih tenang walaupun tidak sepenuhnya.
"Sayang kenapa masih diam disitu, ayo siapa yang akan mendapatkan suapan terakhir dari kamu kasian yang lain pada nungguin". Suara Mama Diana.
"Meli kenapa ayo cepat". Timpal sang papa ikut membuka suara karena melihat sang putri masih terdiam berdiri di tempat semula.
Karena merasa kepalang tanggung dan juga malu kalau dia tidak jadi maka ia akan tetap melakukan hal yang semula sudah ia rencanakan. Dengan menarik sudut bibir dengan lebar membentuk sebuah senyuman yang bisa membuat siapa saja melihatnya merasa terpanah. Tapi itu tidak berlaku bagi Kevin dan juga kedua sahabatnya, Andri dan Dimas.
"Kue ini akan aku berikan untuk kamu tamu spesial malam ini dan juga orang yang berarti dalam hidup ku". Ungkap Meli tanpa mempedulikan tangan yang saling bertautan.
"Vin ayo buka mulut kamu". Pintanya dengan menyudurkan sendok yang sudah berisi sepotong kue ulang tahun.
"Ayo Vin buka mulutnya kasian lo anak tante Meli dari tadi menggangen sendok gitu pasti pegel tangannya kalau kelamaan". Seru mama Diana karena melihat sedari tadi Kevin belum membuka mulut.
__ADS_1
Melihat semua orang memandang kearah ia dan juga Kevin, tentunya membuat Naya merasa tidak nyaman dan mendengar permintaan mama Meli tadi rasanya ia sungguh tidak tega. Karena itu dia meminta Kevin untuk menerima itu melalui tatapan mata yang memohon tentu hal itu membuat Kevin tidak suka. Tapi pada akhirnya ia luluh juga. Meli tersenyum semakin lebar tak kala Kevin mau membuka mulut dan menerima suapan darinya.
Prok prok prok
Bunyi tepuk tangan tanda mengakhiri kegiatan suap menyuap itu. Meli masih berdiri disana walaupun MC sudah tidak ada lagi di atas panggung kecil, dan kedua orang tuanya pun sudah berbaur dengan para tamu penting yang juga mereka undang di pesta ini.
"Makasih ya Vin kamu udah mau datang". Kini sudah ikut duduk di kursi sebelah Kevin yang masih kosong. Tanpa di persilahkan ya tentu itu tidak masalah karena ia lah yang punya acara.
"Basa basi banget". Celetuk Rania yang sedari tadi diam saja kini ikut bersuara sambil tangan bersedekap di dada.
Mendengar itu sontak saja membuat Meli merasa marah tapi dia ingat malam ini ada acara penting, apalagi yang di undang banyak dan jangan lupakan tamu kedua orang tuanya yang pasti bukan orang sembarangan. Karena itu dia dengan cepat merubah ekspresi wajah sebelum di sadari oleh yang lain.
Tapi sayang orang orang yang berada satu meja dengannya sudah menyadari perubahan yang terjadi di wajah Meli.
"Dimas dan Andri terima kasih juga sudah mau menyempatkan diri untuk berhadir disini". Ucap Meli masih masih dengan mulut manis.
"Kamu udah makan Vin". Tanya Meli.
"Mau aku ambilkan sekalian biar kita makan bareng".
Kevin masih dengan diamnya, tapi itu tidak membuat Meli menyerah walau dia tau di sana ada Naya. Mana peduli dia.
"Disini ada pacar nya kali kenapa harus tanya tanya. Lagian kak Kevin juga bisa ambil sendiri". Seru Rania masih dengan nada kesal karena Meli masih tidak tahu diri. Jelas jelas disini ada pacar Kevin masih saja mencari perhatian cowok orang.
"Kenapa si lo ngomong gak ada sopan santun sama sekali". Sahut Sasa tiba tiba sudah berdiri di sisi Meli bersama dengan Nabila.
__ADS_1
"Ajudan mak lampir datang". Cibir Rania lagi.
"Ran". Cicit Naya pelan.
"Apasi Nay orang bener juga lo itu pacar digoda mak lampir masih aja santai santai gitu, kalau gue udah gue tendang kali". Sahut Rania karena Naya menyuruh ia untuk diam.
Dimas tersenyum mendengar ucapan Rania barusan dan itu di sadari oleh Rania. Yang ia pikir itu adalah senyuman mengejek hal itu pun semakin menyulut emosi dalam dirinya.
"Kenapa kak Dimas senyum senyum begitu hah mau ngejek aku juga iya". Seru Rania ber api api.
"Eh mana ada sensian bener. Gak boleh apa orang senyum, senyum itu ibadah". Sahut Dimas santai.
"Cih tapi senyuman kak Dimas itu gak tepat waktu".
"Lah kenapa nyalahin Dimas lo nya aja yang sensian". Seru Nabila membela Dimas.
Dimas semakin senang melihat wajah kesal Rania karena menurut ia itu semakin lucu. Berbeda hal dengan Nabila yang mengira bahwa Dimas senang bahwa ia bela di hadapan mereka semua. Padahal kenyataannya tidak seperti itu.
"Udah lah aku pergi aja Nay kamu masih mau disini atau ikut aku". Ajak Rania dengan nada masih kesal.
"Aku disini aja dulu deh". Sahut Naya tidak mungkin dia meninggalkan sang kekasih disini dengan perempuan lain kan!. Bisa bisa Meli makin semakin semangat menggoda Kevin melihat ia pergi dari sini, ia masih disini dan tangan mereka saling bertautan saja Meli tidak menghiraukan apalagi dia tidak ada.
Tida tida tu tidak bisa di biarkan!. Rania paham hal itu dan dia pun mendukung keputusan sang sahabat dan jadilah dia pergi sendiri dari sana entah kemana tujuannya nanti. Yang pasti pergi saja dulu pikirnya.
Bersambung....
__ADS_1
π·π·π·π·πΊπ·π·π·π·