Fall In Love

Fall In Love
amarah mama lina


__ADS_3

Happy reading


🌷🌷🌷🌷🌼🌷🌷🌷🌷


Acara yang diadakan di sebuah hotel berbintang lima itu sudah selesai dan semua undangan yang hadir sudah meninggalkan tempat itu dan kembali ke rumah mereka masing masing untuk istirahat karena jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari.


Dan kedua sejoli yang sedang di mabuk cinta ini sedang menuju pulang dengan Kevin yang mengendarai mobil mengantar sang kekasih hati.


"Kenapa?".Tanya Kevin tanpa melepaskan tautan tangan mereka.


"Soal Rania yang pulang dengan Dimas!".Jawab Kevin sendiri karena melihat sang kekasih tidak ada keinginan untuk menjawab pertanyaan nya.


Naya menoleh dan mengangukkan kepala kearah Kevin yang juga sedang melihat kearahnya.


"Tidak usah di pikirkan lagi pula kita tau yang mengantar Rania itu Dimas jadi tenang saja aku tau Dimas itu orangnya seperti apa,Rania tidak akan kenapa Napa hemm".Jelas Kevin menenangkan sang kekasih dengan mengusap tangannya.


"Iya,pasti sekarang Rania sedang kesal karena aku memilih pulang dengan kakak dan kakak menyuruh kak Dimas untuk mengantarnya pulang".Ucap Naya sambil memikirkan sahabat baiknya itu yang bisa di pastikan sedang kesal tersebut.


"Hemm...aku rasa juga begitu tapi mungkin berbeda dengan Dimas".Jawab Kevin ambigu.


"Maksudnya!".Tanya Naya menautkan kedua alisnya tanda dia binggung dengan ucapan Kevin.


"Tidak usah dipikirkan kita pikirkan saja hubungan kita hemm..".Jawab Kevin dengan mengusap kepala Naya.


"Ih kakak apaan si orang Naya nanyanya serius juga".Omelnya.


Kevin tersenyum dan menjawab...


"Aku juga serius kok jawabnya".Gombal Kevin.


"Dasar gombal".Jawab Naya dengan kesal dengan pipi memerah.


"Emang iya kenapa?".Semakin menjadi.


"Lagian gombal sama pacar sendiri itu tidak salah kalau gombalnya ke cewek lain plus pacar orang itu baru salah".Tambah Kevin.


Hati Naya rasanya ingin terbang tinggi keawan mendengar sang kekasih mengucapkan hal tersebut.Ya dia selama ini mana pernah yang namanya pacaran jadi mana tau rasanya di gombali oleh seorang pria apalagi dengan orang yang di sayangi.


"Kenapa sakit kah!".Tanya Kevin dengan nada sedikit menggoda.


"Hah..gak kok".Jawab Naya sedikit blang.


"Terus itu kenapa mukanya merah hemm".Goda Kevin diselengi senyum jailnya.


"Ih..apaan si".Jawab Naya pelan dengan pipi bertambah merah.


Hahaha..


Tawa Kevin senang melihat sang kekasih malu malu tersebut.


Sekarang mereka sudah sampai di rumah Naya.Naya keluar dari mobil diikuti oleh Kevin yang ingin berpamitan dengan ibunya Naya yang sudah menunggu kedatangan anaknya di teras rumah sedangkan ayah Naya sudah tertidur karena kecapean bekerja.

__ADS_1


"Bu".Sapa Naya dan Kevin berbarengan.


"Mau mampir nak Kevin".Ajak ibu Wati.


"Ah enggak bu Kevin langsung pulang aja lagian ini juga udah lewat tengah malam".Tolak Kevin sopan.


"Ya udah hati hati di jalan".Peringat ibu Wati dengan lembut.


"Iya Bu,ya udah aku pulang dulu ya sayang".Pamit Kevin pada Naya dengan sedikit menggoda sang kekasih dengan kata sayang yang dia ucapkan yang sukses membuat Naya malu di depan ibunya.


"I..iya hati hati kak".Jawab Naya pelan.


Mobil Kevin pun pergi dari halaman rumahnya sampai tidak terlihat lagi barulah Naya dan ibunya masuk ke rumah untuk beristirahat untuk melepas rasa lelah setelah seharian beraktivitas.


Sementara itu di dalam sebuah mobil dua orang anak manusia sedang diam diaman, sebenarnya mereka lebih tepatnya Rania binggung kenapa jadi bisa pulang bersama,ya awalnya ide itu diusulkan oleh Kevin agar mereka pulang bersama dan dengan bodohnya Dimas langsung setuju dengan ide tersebut.


Dengan alasan ini sudah dini hari dan tidak baik seorang wanita pulang sendirian bahaya katanya.Dan tentang supirnya sekarang sedang berada di bengkel karena ban mobilnya bocor dan hal lain yang harus di perbaiki.


"Huh kenapa jadi pulang sama nih orang si kalo gak karena Naya yang minta mana mau aku lebih baik naik taksi".Gerutu Rania kesal dengan menatap keluar jendela melihat padatnya orang lalu lalang walaupun sudah dini hari.


"Kenapa, marah!".Tanya Dimas yang sebenarnya sudah tau jawabannya.


"Udah tau masih nanya lagi".Gerutu Rania yang bertambah kesal.


"Gak tau orang kamu nya aja gak bilang tuh".Semakin menjadi jadi.


"Udah deh bilang aja kamu itu seneng kan bisa pulang sama aku".Ucap Rania dengan pedenya.


"Alah ngaku aja buktinya pas kak Kevin bilang kalau aku pulang nya sama kamu,kamu langsung setuju gitu aja".Sungut Rania melihat kearah Dimas.


"Gak tuh siapa juga yang mau orang tadi itu aku kesian aja dan emang aku orang nya baik dan gak tegaan makanya langsung mau".Ucap Dimas dengan santai.


"Udahlah ngaku aja".Masih tidak mau kalah.


"Apanya yang harus diakui kalo itu tidak benar,lagian kenapa maksa banget si".Jawab Dimas dengan mengarahkan pandangannya sebentar lalu fokus lagi ke depan.


"Iya ya kenapa aku kesannya maksa banget,ih kenapa si".Batin Rania binggung sendiri.


Karena tidak mendengar adanya suara dari orang yang duduk disebelah nya maka Dimas melihat ke arah Rania dan melihat gadis itu hanya terdiam tidak ada keinginan untuk menjawab pertanyaan tadi, karena tidak ingin memperpanjang masalah maka ia pun ikut diam.


"Dimana rumahmu".Tanya Dimas setelah lama saling diam.


"Di depan belok kiri no.69".Jawab Rania cepat.


Setelah mengetahui alamat nya Dimas pun langsung melajukan mobilnya kearah yang sudah diberi tahu.Dan tidak lama sampailah mereka di depan gerbang rumah Rania.


"Stop disini aja".Ucap Rania tiba tiba.


"Makasih tumpangannya".Dan langsung keluar dari mobil lalu masuk ke dalam rumah tanpa melihat ke arah belakang lagi.


"Kenapa to anak marah kah!".

__ADS_1


"Ya udah lah pulang aja besok sekolah lagi".Melajukan mobilnya menuju ke rumah untuk beristirahat.


Sementara itu di rumah Kevin,mama Lina sudah mundur mandir menunggu anak laki lakinya itu pulang karena ada hal yang ingin dia tanyakan kepada sang anak.Sampai sampai sang suami pusing sendiri melihat sang istri seperti setrikaan itu yang tidak bisa diam.


"Ma duduk sini apa gak capek berdiri terus dari tadi".Tanya papa akhirnya membuka suara setelah dari tadi memperhatikan sang istri.


"Gak pa mama tuh gak bisa tenang kalau anak itu gak pulang".Jawab mama Lina dengan nada marahnya.


"Paling bentar lagi juga pulang,nah itu dia".Kata papa Beni saat melihat sang putra masuk ke rumah.


"Pa ma kok masih disini belum pada tidur".Tanya Kevin saat masih melihat kedua orang tuanya masih berada di ruang tamu.


"Dari mana saja kamu kenapa jam segini baru pulang".Tanya mama Lina tegas.


"Dari pesta ma,bukannya mama juga udah tau ya".Tanya balik Kevin.


"Pesta kamu itu selesai jam sebelas malam dan sekarang sudah jam satu malam jadi tidak usah membohongi mama".Marah mama Lina.


"Kenapa diam jawab".Tambah mama Lina.


"em...aku abis jalan sama temen ma".Jawab Kevin sekenanya dia takut melihat sang mama yang jarang marah itu marah sekarang.


"Main kamu bilang tidak usah membohongi mama kamu Kevin dari mana kamu belajar berbohong hah".Tanya marah mama Lina dengan emosi yang sudah meledak.


"Kenapa diam jawab mama Kevin".Ucap mama Lina dengan suara yang sudah meninggi.


"Aku gak bohong ma aku emang jalan dan ngantar teman pulang".Jawab Kevin tidak berbohong.


"Siapa?Meli!".Tanya mama Lina penasaran.


"Gak bukan meli".


"Terus siapa gak mungkin Dimas dan Andri mereka bawa mobil masing-masing Vin".Masih penasaran.


"Ya yang lain ma teman Kevin kan banyak gak mereka berdua aja".


"Cewek".Kali ini bukan mama Lina yang bertanya melainkan papa Beni.


"Iya pa".Jawab Kevin tegas.


"Apa bagaimana bisa kamu pulang dengan wanita lain sedangkan Meli kamu tinggal sendirian dia perginya sama kamu seharusnya pulang nya juga sama kamu Kevin,kenapa kamu bisa bisa nya tidak bertanggung jawab seperti ini".Ucap mama Lina marah dan terduduk di sofa sambil memijit keningnya pelan saat mendengar penjelasan sang putra


"Kenapa harus tanggung jawab kan Kevin gak Hamilin dia ma".Tanya Kevin tidak terima atas tuduhan tidak bertanggung jawab yang diucapkan sang mama.


"Kamu itu sudah meninggal anak gadis orang sendirian di hotel itu sedangkan dia pergi ke sananya sama kamu apa itu bisa di bilang bertanggung jawab".Suara mama Lina lebih tinggi lagi dari sebelumnya.sampai sampai membuat sang suami juga merasa takut saat melihat sang istri Semarang itu.


Bersambung.......


🌷🌷🌷🌷🌼🌷🌷🌷🌷


Sorry baru bisa update sekarang karena kemarin lagi sibuk jadi gak fokus kalo harus nulis novel ini, oke itu aja yang bisa aku kasih tau...see youπŸ’š

__ADS_1


__ADS_2