
~Happy Reading~
π·π·π·π·πΌπ·π·π·π·
"Kak Kevin mana nih biasanya udah nyusul lo kekantin". Tanya Rania celingukan mencari di seluruh kantin. Ya mereka sekarang sedang berada di kantin sekolah.
"Gak tau juga katanya si masih ada keperluan". Ujar Naya menikmati minuman nya menyegarkan di siang hari yang panas.
"Ohh,,". Dehem nya.
"Hay boleh gabung gak soalnya kursi yang lain udah pada penuh". Ucap pria yang berdiri disisi meja mereka sambil membawa pesanannya.
"Emm..". Belum juga selesai sudah di sambar lebih dulu oleh Rania.
"Ya tentu silahkan". Ucap Rania senang.
"Terima kasih".
"Santai saja". Lagi dan lagi Rania yang menjawab sepertinya dia begitu senang.
"Kalian tidak pesan makanan". Tanya pria itu berbadan basi.
"Kita udah makan...".
"Ah ya perkenalkan namaku Rio Febrian panggil saja Rio, kalian!". Mengulurkan tangannya.
"Rania dan dia Naya". Menyambut dengan cepat lagi dan tersenyum malu malu.
"salam kenal ku harap kita bisa menjadi teman". Sambil mata nya melirik kearah Naya.
"Ya tentu lebih pun boleh hehe".
"Apa si Ran". Seru Naya jengah melihat kelakuan sehabatnya itu.
"haha tidak apa dia hanya becanda". Ujar Rio telah menghabiskan makanannya lalu mengambil gelas dan meminum airnya.
"Iya nih kenapa si sewot amat". Jawabnya agak kesal.
Tingg.....
__ADS_1
Mendengar ponsel nya berbunyi Naya langsung mengalihkan pandangannya dan melihat yang mengirim pesan adalah Kevin dan dengan cepat membalasnya.
"Dimana!". Pesan Kevin.
"Di kantin Kaka mau kesini". Balasnya.
"Tunggu aku".
"Siapa?". Tanya Rania penasaran.
"Kak Kevin". Meletakkan ponselnya setelah berbalas pesan.
Sedangkan Rio yang masih ada di sana hanya menjadi pendengar yang baik sedari tadi dan matanya pun tidak lepas dari Naya. Dia akui Naya adalah orang yang cukup cantik bahkan tanpa make up sekali pun memang banyak yang lebih cantik tapi entah kenapa Rio merasa Naya memiliki daya tarik tersendiri bagi orang yang melihatnya dan itu pula yang dirasakan oleh Rio sekarang.
Dari jauh Kevin mencari keberadaan sang kekasih dan dia bisa melihat di ujung sana adalah meja Naya dan Rania duduk tapi dia melihat ada satu orang lagi dari yang Kevin lihat itu adalah laki laki dan kenapa orang itu memandang Naya sebegitu nya ia tahu itu pandangan seperti apa untuk seorang wanita karena ia juga pria jelas saja ia tau.
Kevin melanjutkan langkahnya dan duduk disampingnya sang kekasih dengan mata yang memandang lurus ke depan pria itu yang tak lain adalah Rio.
"Hay sayang". Sapa Kevin.
"Kaka sendiri yang lain mana". Tanya Naya.
"Ah ya ini kak Rio kelas 9 juga lo ka gak mungkin kan kaka gak kenal".
"Hay Vin sorry gue tadi gak kebagian tempat duduk dan disini masih ada yang kosong jadi ya gue gabung sama mereka". Bukannya ia tidak kenal dengan Rio jelas dia kenal tapi sebelum nya ia tidak terlalu mempedulikan tapi sekarang beda dia harus lebih berhati-hati karena menurut penglihatan dan piling nya sebagai seorang pria laki laki-laki yang di depannya ini memiliki rasa pada sang kekasih.
"Ya is oke!". Ucapannya lalu mengalihkan perhatian untuk Naya.
"Kamu udah selesai kan". Tanya lembut.
"Hemm iya knp?". Balas melihat kearah Kevin.
"Kita ke kelas lagian sebentar lagi bel bunyi nih". Sambil melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan.
"Yaudah, Ran kelas Yo". Ajak nya.
"Gak deh kalian berdua aja aku bareng kak Rio aja iyakan kak". Tolak Rania dan memberi kode kepada kaka kelas nya itu untuk mengiyakan melalui mata.
"Iya kalian duluan aja". Sahutnya walau berat tapi iya tau kalau Naya sudah pacar Kevin jadi tidak mungkin dia mau merebut.
__ADS_1
"Oke kita duluan ya". Ucap Naya dan berjalan meninggalkan kantin bersama Kevin sambil berpegangan tangan.
Semua orang menatap iri kearah pasangan yang berjalan beriringan dengan kedua tangan bertautan, mereka dilihat begitu serasi tapi tidak bagi orang orang yang tidak menyukai hubungan keduanya terutama pada Naya yang menurut mereka biasa biasa saja dan lebih cantik mereka dan lebih cocok bersanding dengan Kevin. Tapi sayang Kevin tidak pernah melihat kearah mereka dan malah memilih gadis miskin yang ditujukan kepada Naya.
Mereka berhenti di depan kelas Naya dan memutuskan untuk duduk di sebuah kursi yang tersedia.
"Aku gak suka kamu dekat sama cowok tadi". Ucap Kevin dengan nada tegas bahwa ia tidak ingin dibantah.
"Kenapa?". Merasa binggung pasalnya ia dan Kaka kelasnya itu baru bertemu di kantin tadi bahkan sudah dijelaskan itupun tidak disengaja.
"Ya karena aku tidak suka". Serunya mulai kesal kerena Naya tidak peka terhadap perasaannya saat ini bahwa dia CEMBURU walaupun dia tau tidak terjadi apapun diantara keduanya bahkan tadi juga ada Rania yang menemani mereka tapi tetap saja ia tidak suka.
"Aku baru tadi kok ketemu dan baru kenal juga jadi kaka gak usah mikir macam macam". Jelas Naya lembut.
"Siapa juga yang mikir macam macam kamu aja kali". Kilah Kevin dan mengalihkan pandangan agar Naya tidak melihat bahwa dia sedang berbohong.
"Kaka Cemburu".
"Hah pertanyaan macam apa itu ya jelaslah aku ini pacarnya wajar". Ucap bantin kesal.
"Gak". Ujarnya singkat.
"Aku tau Kaka cemburu, aku minta maaf kalau aku salah tapi aku tidak ada hubungan apa pun dengan pria lain baik itu kak Rio atau siapapun diluar sana karena apa aku sudah punya Kaka yang bisa dibilang begitu sempurna jdi buat apa aku harus mencari yang lain". Jelas Naya dengan sabar.
Dia harus bisa menenangkan hati Kevin yang sedang gundah jadi harus ada yang mengalah diantara mereka maka dari itu ia lah yang harus mengalah sekarang.
mendengar itu sontak saja Kevin bahagia bahkan langsung melupakan penyebab dia kesal tadi. Bahkan sekarang dia sudah bisa tersenyum dengan lebarnya.
Naya hanya bisa menggelengkan kepala melihat reaksi sang kekasih tapi dia senang akhirnya masalah kecil seperti ini sudah selesai karena kalau dibiarkan bisa berubah menjadi lebih besar lagi dan merembet kemana-mana nantinya.
"Aku tau itu dan itu memang tidak bisa ditampik tapi tenang saja aku akan setia sama kamu jadi tidak usah cemburu oke". Ucapannya santai masih dengan senyum bangga setelah mengatakan itu.
"Hah apa apaan ini yang benar saja kenapa jadi berubah narsis begini coba padahal maksud ku memuji tadi kan bukan itu tujuannya malah salah arti dia". Seru batin Naya jengah melihat kelakuan sang pacar.
"Gih masuk nanti pulang aku antar, semangat belajarnya bye". Ucap Kevin lembut sambil sedikit mengacak rambut Naya gemas dan berlalu pergi setelah memastikan Naya masuk ke kelasnya.
Bersambung.......
π·π·π·π·πΊπ·π·π·π·
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak.......