Fall In Love

Fall In Love
kehebohan


__ADS_3

~Happy Reading~


🌷🌷🌷🌷🌼🌷🌷🌷🌷


Kehebohan masih dirasakan oleh murid yang menyaksikan pertandingan itu tidak terkecuali bagi Naya sendiri. Jujur ia ingin teriak menyebutkan nama sang kekasih untuk memberikan semangat tapi keberanian itu harus pupus sebelum terlaksana karena mendengar betapa kencang nya siswa lain berteriak heboh dapat dipastikan suaranya tidak akan terdengar walaupun ia berteriak sekencang apapun, itu sama saja percuma!.


Alhasil ia hanya dapat menjadi penonton dari banyaknya penonton lain setidaknya kehadiran dirinya dapat menjadi salah satu penyemangat Kevin itupun kalau sang kekasih melihat dirinya dari banyaknya suporter lain. Tapi siapa sangka ternyata Kevin melihat kearahnya dan tersenyum sambil melambaikan tangan pertanda ia melihat sang kekasih dan Naya membalas lambaian tangan tersebut.


Sontak saja hal itu memantik atensi para murid terutama murid wanita dan beralih yang tadinya melihat kearah Kevin sekarang melihat kearah Naya. Mereka begitu penasaran siapa gerangan yang berhasil membuat idola mereka tersenyum.


"Siapa dia kenapa Kevin sampai tersenyum dan melambaikan tangannya". Tanya murid wanita pada temannya.


"Yang ku dengar si dia pacaran dengan Kevin". Sahut yang lain.


"Ih...gak cantik lebih cantikan gue". Ejeknya merasa iri karena bukan dia yang berpacaran dengan Kevin.


Dan masih banyak lagi suara suara sumbang lainnya yang tidak menyukai Naya berpacaran dengan idola meraka tetapi tidak sedikit juga yang merasa kagum dengannya karena berhasil membuat Kevin Sanjaya yang terkenal dengan kepopuleran dan ketampanannya jatuh cinta kepada Naya yang bisa dilihat biasa biasa saja.


Kalau dibilang cantik si cantik tapi mereka rasa disekolah ini juga banyak yang cantik cantik tapi di diri seorang Naya ada sesuatu yang spesial yang membuat seorang Kevin memilihnya.


"kyaa...Nay kak Kevin itu romantis banget si lihat deh pake segala senyum segala dan itu coba lihat dadah dadah lagi sama lo". Ucap Rania yang gemas dengan kelakuan sepasang kekasih tersebut.


"Ih..apaan si kamu Ran gak usah lebay juga kan". Cicit Naya pelan. Malu!.


"Gak lah gue itu gak lebay emang lo gak meleleh apa digituin sama kak Kevin". Selidik Rania.


"Siapa juga yang gak meleh coba apalagi didepan banyak orang gini". Jawab batin Naya.


Melihat sahabatnya yang terdiam dan tidak menjawab pertanyaannya membuat Rania langsung saja melanjutkan perkataannya.


"Woy.. ditanya malah bengong bukan nya jawab". Sambungnya kesal.


"Eh apaan si Ran suaranya kencang banget sakit tau telinga gue". Jawabnya kesal sambil sebelah tangan mengusap kupingnya.


"Lagian ditanya dari tadi juga gak jawab jawab eh ternyata bengong orang nya, lagi mikirin apa si". Tanyanya kepo.


" Bukan apa apa". Sangkalnya.


"Udah fokus aja lihat pertandingan nya gak usah bahas yang lain". Sambung Naya cepat karena melihat sahabatnya itu ingin mengajukan pertanyaan lain.


"Iya iya yang lagi kasmaran mah". Ujar Rania kesal membuat Naya terkekeh kecil mendengar hal itu.


Satu jam lebih mereka menyaksikan pertandingan basket tersebut dan sekarang mereka berlima ya berlima dengan Kevin dan teman temannya duduk dikantin untuk mengisi perut dan sekaligus merayakan kemenangan kelas mereka. Ya kelas Kevin lah yang memenangkan pertandingan tadi alhasil disini lah mereka sekarang.


" Ka Kevin hebat banget tadi mainnya, jago lagi wahh.. keren pokoknya". Puji Rania memulai obrolan diantara mereka. Sedangkan Kevin yang mendengar itu hanya tersenyum menanggapinya.

__ADS_1


"Woyy disitu juga ada kami yang main masa yang dipuji cuman Kevin". Protes Dimas kesal.


"Iya nih tidak bisa apa menghargai orang". Sahut Andri ikut kesal dibuatnya.


"Kan emang bener kak Kevin itu jago main basket nya buktinya yang banyak memasukan bola basket kan ka Kevin emang kalian ada". Jawabnya kelewat santai tanpa memperdulikan ekspresi syok wajah kedua pria dihadapannya dengan mata melotot itu.


"Kenapa lihat lihat cantik ya". Sambungnya narsis yang semakin membuat mereka kesal saja mendengar kepedean wanita dihadapan mereka.


"Kepedean". Ucap keduanya barengan.


Yang disambut tawa oleh Kevin dan Naya melihat perdebatan yang terjadi.


"Bukan..tapi percaya diri". Sahutnya cepat.


"Cih percaya diri apaan". Kata Andri kesal.


"Udah si ko malah debat kita itu mau makan, kamu lagi Ran kenapa ngomong kaya gitu si kan gak enak sama kak Dimas dan kak Andri". Tegur Naya menyudahi perdebatan tersebut.


"Nah dengerin tuh apa yang dibilang sama si Naya". Ucap Dimas senang karena ada yang membela mereka dan hal itu membuat Rania melotot kan matanya kearah mereka berdua.


"Sekarang kalian mau pesan apa". Tanya Kevin akhirnya bersuara setelah suasana agak kondosif.


"Biar gue yang bayar semua". Sambung Kevin.


"Hemm". Disambut deheman Kevin.


"Giliran gratisan aja cepat dasar gak modal". Cibir Rania.


"Bu saya pesan bakso sama jus jeruk ya". Pesannya cepat membuat Naya geleng geleng kepala melihat kelakuan temannya itu dan Andri jangan ditanya lagi dia yang tadinya sudah sedikit mereda kekesalannya kini muncul lagi bahkan lebih dan lebih kesal mendengar nya.


"Ngatain orang gak modal taunya doyan juga". Seru Andri mencibir.


"Jadi pesan gak nih!". Tanya Kevin jengah.


"Jadilah". Sahut yang lain kompak.


"Yaudah pesan lah". Suruhnya. Dan yang lain mulai memesan pada ibu kantin.


"Sayang kamu mau pesan apa". Tanya Kevin lembut.


" Emm...bakso sama teh es aja deh". Sahut Naya.


"Bakso dua sama teh esnya dua ya Bu". Pesan Kevin.


"Tunggu sebentar ya ibu buakan dulu". Pamit ibu kantin membuat pesanan.

__ADS_1


"Iya Bu". Jawab Naya.


Tidak lama pesanan mereka pun datang....


"Nah ini pesannya silakan di nikmati". Ucap Ibu kantin ramah.


"Makasih Bu". Jawab Dimas dan mereka menikmati makanan tersebut.


"Ah kenyang nya". Ucap Andri sambil bersendawa kekenyangan.


"Yang sopan dong". Tegur Kevin.


"Hehe.. maaf Vin kebablasan gue". Jawab Andri sambil senyum memperlihatkan gigi putih nya.


Tiba tiba Meli Cs datang kemeja yang diduduki Kevin dan duduk disebelahnya sedangkan Sasa dan Nabila juga duduk disebelah Dimas dan Andri.


"Hay Vin, boleh gabung gak". Bertanya tapi sudah lebih dulu mendudukkan diri disebelah Kevin.


"Nenek lampir sudah datang". Umpat Rania sambil memutar mata malas.


Karena tidak ada yang menyahut Meli pun berbicara kembali...


"Oh.. ya selamat ya atas kemenangan kamu permainan tadi itu keren banget lo". Puji Meli sambil bergelayut ditangan kiri Kevin.


"Terima kasih". Jawabnya malas sambil berusaha melepaskan tangan Meli.


"Iya Dim selamat ya atas kemenangan nya". Ucap Sasa menjulurkan tangannya kearah Dimas dan disambut dengan malas olehnya.


"Selamat juga ya buat kamu Dri". Nabila ikut ikutan.


"Hemm". Dijawab singkat dan padat oleh Andri.


Naya dan Rania hanya menjadi pendengar yang baik atas interaksi tersebut tanpa ada niatan untuk bergabung atau menyelanya.


"Nanti aku pulang sama kamu Ya Vin, soalnya mobil aku lagi masuk bengkel ya boleh ya". Alibinya padahal dia sengaja tidak membawa mobil dan diantar oleh supir tadi.


"Gak bisa Mel gue mau pulang sama Naya". Tolak Kevin tegas dan mengarahkan pandangannya kepada sang kekasih yang juga melihat kearahnya.


Meli berdecak kesal mendengar penolakan dari Kevin.....


Bersambung...


Welcome.....


🌷🌷🌷🌷🌺🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


__ADS_2