
Happy Reading
π·π·π·π·πΌπ·π·π·π·
" Bukan gitu maksud Kevin mah! ". Mencoba menjelaskan pada sang mama dengan menurunkan nada suaranya, ia tau dalam situasi seperti ini harus ada yang mengalah diantara mereka apalagi ini sudah larut malam.
" Lalu maksudnya gimana Vin, coba kamu jelaskan sama mama ". Desak mama Lina kepada sang putra.
" Oke akan Kevin jelasin tapi mama yang tenang dan lebih baik kita duduk dulu ". Ajak Kevin kepada sang mama untuk duduk di sofa ruang tamu.
" Jadi sebenarnya Kevin tadi bukan pergi sama temen temennya Kevin..". Belum sempat Kevin menyelesaikan ucapannya mama Lina sudah lebih dulu menyelanya.
" Apa jadi kamu bohongin mama! ". Menatap tajam pada sang putra.
" Ma dengerin dulu Kevin belum selesai ngomong nya, tidak baik menyela pembicaraan seperti itu ". Ucap papa Hermawan menasihati sang istri. Sedangkan mama Lina menatap kesal kearah sang suami yang menurut nya membela sang putra.
" Kevin lanjutan ". Sambung papa Hermawan
" Kevin tadi setelah acara selesai mengantarkan teman Kevin pulang ke rumah nya ". Dia binggung harus mengatakan kata pacar kepada orang tuanya takut mereka tidak menyetujui hubungan nya dengan Naya.
" Hanya teman! ". Tanya papa Hermawan dengan mengangkat sebelah alisnya menatap sang putra.
Kevin yang ditatap seperti itu jadi kikuk sendiri.
"Sebenarnya pacar Kevin pa ". Jawabnya jujur.
" Jadi kamu sudah punya pacar ". Tanya mama Lina kaget berbeda dengan sang suami yang menanggapi dengan santai dan kembali menyandarkan punggungnya di sofa.
" Iya ma makanya Kevin tidak suka kalau mama maksa Kevin harus dekat sama Meli karena Kevin sudah punya pacar ". Jelas Kevin kepada sang mama kenapa selama ini dia tidak suka kalau mama nya menyuruhnya untuk dekat dengan Meli selain itu juga menurutnya Meli itu adalah gadis centil dan cerewet dia tidak suka itu.
" Tapi tetap aja kamu tidak boleh meninggalkan anak gadis orang Vin karena dia berangkat nya sama kamu dan pulang nya pun harus sama kamu, jangan asal tinggal gitu aja kamu ". Ucap mama Lina masih kesal terhadap kelakuan sang putra yang menurutnya tidak bertanggung jawab itu.
" Apa yang diucapkan mama kamu itu benar kamu seharusnya sebagai seorang pria harus bisa bertanggung jawab apalagi itu pada perempuan Papua tidak pernah mengajarkan mu yang namanya lalai dari tanggung jawab ". Nasihat papa Hermawan membuka suaranya.
" Apa lagi ayah nya Meli adalah teman papa kamu kalau terjadi sesuatu sama anak gadisnya dan semua itu akibat dari kamu mau di taruh dimana muka mama sama papa ". Ucap mama Lina yang masih kesal.
" Iya ma, pa Kevin minta maaf ". Ucap Kevin menyesal.
" Sudah sudah lebih baik kita tidur ini sudah larut malam Kevin pasti capek kan ". Ucap papa Hermawan bangkit dari shofa dan berjalan menuju kamar di ikuti yang lain.
Setelah perdebatan yang panjang dan menguras tenaga dikarenakan sudah larut malam di mana waktunya manusia untuk mengistirahatkan tubuh masing-masing setelah seharian penuh beraktivitas. Kevin juga memutuskan untuk tidur mengistirahatkan tubuh nya yang sudah lelah.
Di sekolah
__ADS_1
Meli dan teman temannya sedang berada di dalam kelas mereka sambil menunggu bel berbunyi.
" Kenapa Mel muka nya ko kaya sedang marah gitu ". Tanya Sasa.
" Iya nih kenapa Mel ". Timpal Nabila karena sedari tadi melihat teman mereka terdiam seperti memikirkan sesuatu.
" Ini semua gara-gara si miskin itu ". Jawab Meli kesal membayangkan dia pulang naik taksi tadi malam karena Kevin pergi meninggalkan nya pergi bersama Naya.
" Naya maksud kamu ". Jelas Sasa di jawab anggukan kepala oleh Meli.
" Hah kenapa bisa emang ada masalah apa ". Tanya Nabila penasaran.
" Gara-gara dia aku pulang naik taksi karena si Kevin pergi sama si miskin ". Jelas Meli bersungut-sungut tanda dia sedang sangat kesal.
" Wah berani banget dia sama kamu, atau jangan-jangan dia menggoda Kevin biar bisa diantar pulang yang kita tau Kevin kan siswa terpopuler di sekolah kita siapa sih yang gak mau jadi pacar dia mana tampan lagi ". Jelas Sasa dan di angguki kedua temannya.
" Ini gak bisa diem min bisa-bisa melonjak nanti dia ". Ucap Nabila.
" Aku harus buat perhitungan sama si miskin gak akan gue biarin dia menang Meli tidak akan pernah mau kalah dan tidak akan pernah ". Batin Meli menyeringai.
Kelas 7IPA sekarang berada di lapangan sekolah karena salah satu pelajaran yang di pelajari hari ini adalah mapel olahraga jadi semua murid sedang mengikuti instruksi dari guru mapel.
" Oke anak-anak sekarang berbaris dulu yang rapi setelah itu kita berdoa sebelum memulai pembelajaran paham ". Ucap sang guru.
" Paham pak ". Jawab semua murid.
" Hari ini pembelajaran kita adalah bola basket, kalian semua di minta memasukkan bola nya ke dalam keranjang paham semua ". Jelas bapak guru.
" Paham pak ". Jawab semua murid.
" Urutannya sesuai absen ". Ucap sang guru lagi.
Urutan Naya dan Rania masih jauh jadi mereka masih bisa santai dulu sambil memperhatikan teman-teman mereka yang terdahulu.
" Nay kamu jadi semalam pulang sama kak Kevin ya ". Tanya Rania.
" Jadi kamu juga kan pulang sama kak Dimas kan ". Tanya balik Naya pada sang sahabat.
" Ih gak usah bahas aku sama si Dimas itu gak penting ". Jawab Rania kesal.
" Loh emang nya kenapa kak Dimas itu kelihatan nya baik lo dan ganteng juga ". Goda Naya.
" Apaan si Nay gak lucu tau gak ". Kesal karena di goda oleh Naya.
__ADS_1
" Hahaha yang bilang lucu juga siapa Rania ". Tawa Naya pecah.
" Nayaaaa.. ". Ucap Rania kesal dengan memalingkan wajahnya.
" Iya iya maaf gak bahas lagi jangan ngambek gitu lah ". Bujuk Naya.
" Hemm ". Jawab Rania.
Tring....
Tidak terasa bel istirahat berbunyi semua siswa banyak keluar dari kelas menuju kantin karena ingin mengisi perut mereka yang sudah minta diisi.
Begitupun dengan Kevin dan kawan-kawan mereka juga akan menuju kantin dan melewati lapangan sekolah dimana kelas Naya masih melakukan pembelajaran olahraga mereka dan saat ini giliran Naya yang memasukan bola basket ke keranjang. Dan itu berhasil menarik perhatian Kevin dan kawan-kawan.
" Siap Naya ". Tanya pak guru dan di jawab dengan anggukan kepala oleh Naya.
" Sekarang ". Lanjut pak guru.
Naya pun melempar bola basket itu dan berhasil masuk dengan sempurna ke dalam keranjang dimana membuat Kevin tersenyum melihat nya.
" Bagus Naya ". Puji pak guru.
" Gila si Naya selain cantik jago juga to anak main basket nya ". Puji Andri.
" Iyalah pacar siapa dulu ". Jawab Kevin sombong.
" Coba aja aku duluan yang nembak Naya pasti sekarang dia jadi pacar aku huh ". Ucap Andri tanpa sadar Kevin menatap nya tajam.
" Oh jadi pengen ngerebut Naya dari Gue gitu ". Ucap Kevin dengan nada marah.
" Gak bukan gitu maksud nya Vin, itu kan cuma bukan barti gue rebut pacar lo juga ". Ucap Kevin mencoba menjelaskan kepada teman nya yang sedang di landa cemburu.
" Udah apaan si kalian kok jadi barentem gini jadi gak nih ngantin paper nih ". Lerai Dimas yang menyaksikan perdebatan keduanya.
" Kalian aja dulu aku masih mau disini liat Naya ". Ucap Kevin.
" Apa yang mau di liat orang Naya nya juga udah balik ke kelas ". Ucap Dimas malas.
Kevin pun mengarahkan pandangan nya ke lapangan dan benar saja Naya dan siswa lainnya sudah bubar.
" Yo kantin Vin, ayo ".tepukan di bahunya membuyarkan lamunan Kevin.
Mereka pun melanjutkan perjalanan ke kantin untuk mengisi perut yang sempat tertunda.
__ADS_1
Bersambung.....
π·π·π·π·πΊπ·π·π·π·