Faradina

Faradina
Eps 1


__ADS_3

Namaku Faradina Nur syifa. Orang-orang memanggilku Fara. Aku bekerja sebagai staff accounting di sebuah perusahaan swasta yang cukup bonafide di kota ini. Posisi ku tidak bagus-bagus amat. Tapi cukup untuk memenuhi kehidupan pribadiku.


Praaaaakkk...


Hape ku terjatuh saat tanpa sengaja melihat foto sosok yang sangat ku kenal sedang tersenyum sambil melingkarkan tangannya pada tubuh seorang perempuan.


"Mas Wildan!! " Jeritku dalam hati.


Ya aku melihat postingan di beranda facebook mas Wildan bersama seorang wanita, yang aku sangat kenali wanita itu adalah mantan pacarnya yang selama ini hidup di luar negeri.


"Jadi dia kembali? Dan berhubungan dengan mas Wildan lagi? Dibelakangku? Tanpa sepengetahuanku? " Lirih ku.


Sakit sekali rasanya hatiku, tak kuasa menahan air mata dan amarah. Tapi aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Haruskah aku menemui mas Wildan kerumah orang tua nya untuk meminta penjelasan? Lalu membuatku tampak bodoh di depan keluarganya yang memang sejak awal tidak merestui hubungan kami.


Dan akhirnya aku hanya bisa menangis pasrah meratapi hubungan ku dan mas Wildan yang memang benar-benar tidak bisa diselamatkan lagi.


Sejak sebulan ini dia memang berusaha mengakhiri hubungan kami, tapi karna cinta ku yang begitu besar padanya aku selalu menolaknya. Memohon padanya agar tidak meninggalkan ku. Bagaimana bisa aku kehilangan seseorang yang sudah mengambil kesucian ku, bagaimana bisa aku melanjutkan hidup dengan statusku yang sudah tidak lagi suci? Siapa yang akan menerimaku dengan keadaan yang begini.


Aku mengambil kunci mobil. Lalu ku lajukan mobil dengan kecepatan tinggi. Aku berharap bisa sedikit merasa lega dengan semua masalah ini.


Drrdrrzz


HP ku bergetar tampak dilayar tertera nama "putri"


Ya putri adalah sahabatku, kami dulu rekan kerja di kantor yang sama. Sampai akhirnya dia resign dan pindah bekerja di kantor lain tapi kami masih berhubungan baik dan sering hangout bersama.


"Hallo put, " Ucapku memulai obrolan


Tak terdengar suara apa-apa di ujung telepon.

__ADS_1


"Hallo put, ada apa? Kok diem? " Ucapku lagi.


"Ahh iya, hallo mbaak, maaf aku mengganggu mu ya" Tanya putri.


"Tidak put, memangnya ada apa tumben malam2 kamu telepon"


"Besok kita nongkrong yuk mbak, aku pengen nongkrong sudah lama kita tidak pergi berdua?" Bujuknya.


"Entah lah put, suasana hati ku sedang tidak baik. Tapi kalau aku sempat aku usahakan datang"


Setelah menyetujui waktu dan dimana kami akan bertemu. Putri menutup sambungan telepon. Ya dia memanggilku dengan sebutan mbak karna memang usia kami terpaut 2 tahun.


Aku memutar balik mobilku untuk kembali kerumah. Mungkin lebih baik aku beristirahat untuk menenangkan pikiran ku. Dan masalah mas Wildan akan aku urus besok.


Pukul 02.00 wib.


Sampai dinihari fara masih belum bisa terpejam. Pikirannya melayang mengingat beberapa tahun silam. Kebersamaannya bersama mas Wildan, Orang yang selama ini mengisi hati dan hari-harinya penuh dengan senyuman. Ya tapi itu beberapa saat lalu. Sebelum dia melihat bukti pengkhianatan kekasih yang amat dicintainya.


Tiba-tiba terdengar bunyi ketukan di pintu depan.


"Siapa yang malam2 begini bertamu" Gumamku.


Pikiran buruk mulai muncul dikepalaku. Mungkinkah itu perampok? Tidak mungkin jika itu mas Wildan, karna selama ini hanya dia yang bertamu kerumah pada jam segini.


Fara memberanikan diri keluar dari kamarnya untuk mengintip lewat jendela siapa gerangan yang tengah pagi buta mengetuk pintu rumahnya. Fara memang tinggal sendiri dirumah ini. Karna orang tua nya tinggal berbeda kota dengan dirinya.


Ketukan pintu makin keras. Fara mempercepat langkahnya kemudian mengintip dari balik jendela.


Matanya terbelalak mendapati orang yang sedang berdiri dibalik pintu rumahnya.

__ADS_1


"Mas Wildan! Untuk apa dia kemari" Desisnya.


Fara masih ingat bagaimana rasa sakit hati nya melihat foto Wildan dengan perempuan lain. Dia menguatkan hatinya agar tidak usah membuka pintu. Tapi sayang rasa cinta nya membutakan hingga tangannya beralih ke gagang pintu, memutar kunci dan membuka pintu.


"Mm.. Mmass Wildan, ada apa tengah malam kesini mas" Ucapnya terbata


Tanpa menghiraukan pertanyaan Fara, Wildan merangsek masuk ke dalam rumah. Merebahkan diri pada sofa ruang tamu dan memejamkan matanya. Sedang Fara terdiam mematung didepan pintu sambil memandang tamu nya.


Ada bau asing yang Fara cium dari tubuh pria di depannya. Ya bau alkohol.


"Apa kamu habis minum-minum mas? Lalu untuk apa kamu kesini? Bukankah kamu sudah menemukan wanita pujaan hati mu" Repetnya


Wildan masih terdiam.


"Pulanglah mas, aku lelah dan sangat ingin tidur" Ucapku ketus.


Wildan mengacuhkan Fara lalu bangkit dari duduknya dia berjalan bukan menuju pintu tapi masuk ke dalam kamar Fara yg letaknya tidak jauh dari ruang tamu.


Fara kaget dengan apa yang dilihatnya. Dia menutup pintu depan dan mengejar Wildan yang sudah tidur telentang di kasurnya. Fara menghampiri Wildan disisi ranjang.


"Ijinkan aku menginap disini untuk malam ini saja far. " Ucap Wildan lirih.


Fara terdiam beberapa saat, mencoba mencerna kata-kata Wildan. Dia masih tidak habis fikir, setelah membuat hati nya sakit dia dengan entengnya bilang mau menginap disini. Fara tersenyum miris.


"Apa yang coba ingin kamu tunjukan padaku mas? Setelah kau memposting fotomu dengan mantanmu lalu kamu datang kesini dalam kondisi mabuk dan meminta izin untuk menginap? Kamu fikir aku ini apa? " Sentak Fara emosi.


Wildan yang masih terbaring kemudian menarik tangan Fara hingga terjatuh menindihnya. Wajah mereka saling berhadapan. Wildan memeluk Fara dengan erat. Fara mencoba memberontak agar Wildan melepaskan nya. Tapi tenaganya kalah kuat dari Wildan.


"Far, aku menginginkan mu malam ini" Bisik nya ditelinga Fara.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2