
"Mas amriii... " Pekik fara reflek, kemudian menutup mulutnya ketika mata semua orang menoleh dan tertuju kepadanya.
"Ada apa far? " Tanya pak danang heran
Weny menyikut lengan fara menuntut penjelasan. Fara tertegun kebingungan tidak tau Harus menjawab apa.
"Tidak ada, " Jawab fara lirih sambil memaksakan tersenyum dan melirik ke arah amri berharap lelaki itu membantunya menjelaskan. Tetapi pria itu hanya terdiam kaku seolah tidak pernah mengenal fara sebelumnya.
"Apa hanya perasaanku saja kalau dia itu mas amri ya" Batin fara.
Pak danang kemudian memperkenalkan anak CEO yang ada di hadapan mereka semua dengan nama Aryudha Thamrin alias yudha.
Fara makin kebingungan sebenarnya siapa lelaki ini. Bukankah mas amri hanya seorang pegawai bank BUMN karna tempo hari fara pernah mengurus ATM di kantor amri, dan amri pula lah yang membantu permasalahan fara karna amri bertugas sebagai customer service nya. Seingat fara papan nama di meja kerja nya saat itu hanya tertulis amri jadi fara tidak tau pasti siapa nama lengkap amri.
Setelah sesi perkenalan semua orang kembali ke meja kerja nya masing-masing begitu juga dengan fara. Fara menggeleng-gelengkan kepalanya tanda tidak mengerti akan situasi yang baru saja dia alami.
"Ah sudah lah lupakan saja, mungkin memang dia bukan mas amri" Desisnya
Lelaki yang bernama Aryudha Thamrin ditempatkan sebagai staff accounting mengganti kan tugas fara sebelumnya. Sebenarnya fara tidak enak hati anak seorang CEO harus menjadi bawahannya. Tapi orang itu sendiri yang meminta jadi mau tidak mau semua orang di divisinya hanya bisa menyetujuinya.
Tidak terasa sudah jam makan siang. Fara beranjak dari kursinya menuju kursi weny untuk mengajak gadis itu makan siang.
"Wen yuk ke kantin, " Ajak fara
"Aduh far maaf, kerjaan ku masih ada yang belum selesai jadi ga bisa temenin kamu, kamu sendirian dulu ya" Ucap weny lesu dan masih sibuk menatap layar komputer di depannya.
"Ya udah deh kalo gitu, aku duluan ya" Fara berlalu meninggalkan weny.
__ADS_1
*Di kantin kantor
Setelah mengambil pesanan nya fara kemudian mencari tempat duduk. Dan dengan Lahap memakan makan siang nya. Telinganya menangkap orang di sekitarnya sedang berkasak kusuk membicarakan seseorang. Tapi fara tidak ambil pusing dan juga tidak mau tau apa yang mereka bicarakan.
"Boleh duduk disini" sebuah suara mengagetkan nya.
Fara mendongakkan kepalanya dan melihat si anak CEO ada di hadapannya. Tanpa menunggu jawaban fara lelaki itu langsung duduk tanpa memperdulikan sekitar yang menatap penasaran ke arah mereka sambil berkasak kusuk.
Fara hanya diam. Rasanya selera makannya menghilang begitu saja. Sambil sesekali melirik ke arah orang yang ada di depannya. Keheningan menyelimuti mereka. Tetapi di meja lain orang-orang asik menerka-nerka hubungan antara fara dan si anak CEO.
"Maaf saya merasa tidak nyaman dengan pandangan orang di kantor ini, lebih baik saya pindah tempat duduk saja" Ucap fara sopan meminta izin orang didepannya.
"Biarkan saja, duduk dan habiskan makananmu" Jawab pria itu dingin.
Jika saja tidak sedingin ini pasti fara masih yakin bahwa lelaki itu amri. Tapi sepertinya fara salah. Laki-laki ini sudah pasti bukan amri. Fara terdiam melanjutkan makannya tidak mau memikirkan terlalu jauh siapa pria tersebut. Yang jelas dia anak dari pemilik perusahaan dimana fara bekerja dan itu sudah cukup menegaskan fara bahwa dia hanya harus bersikap sebagai mana mestinya sebagai seorang karyawan.
"Mati aku" Batinnya
"Aku tidak menyangka akan bertemu kamu disini fara" Lelaki itu kembali berbicara dan membuat fara kaget setengah mati di buatnya.
"Jj..jadi, anda benar-benar seseorang yang saya kenal?? " Fara bertanya masih tidak percaya.
"Apa menurutmu bisa sangat kebetulan ada dua orang yang sangat mirip? " Amri mendekatkan wajah nya ke wajah fara. Muka gadis itu memerah seperti kepiting rebus.
" Aku pikir kalian orang yang berbeda, mmmaaf maksud saya, saya pikir kalian orang yang berbeda" Fara meralat kata-katanya. Berbicara dengan seorang anak CEO bagaimana bisa dia menggunakan bahasa yang tidak formal.
"Tapi nama anda berbeda, bagaimana mungkin bekerja di sebuah bank BUMN dengan memalsukan data? " Fara kembali bertanya, gadis itu benar-benar penasaran.
__ADS_1
"Memalsukan data? " Amri justru bertanya balik seulas senyum mengembang di bibirnya.
"Apakah menurutmu nama thamrin tidak bisa menjadi amri? " Dia kembali bertanya dan tersenyum geli.
Fara memelototkan matanya kaget. Ah kenapa tidak terpikir olehnya. Fara sangat malu menyadari kebodohannya. Dalam hati di merutuki dirinya sendiri yang bisa sebodoh itu. Rasanya dia ingin sekali menghilang ke dasar bumi saking malunya.
Amri ah tidak yudha tersenyum puas melihat ekspresi bodoh fara. Dia beranjak dari duduknya dan meninggalkan fara sendirian yang masih mengerjapkan mata seolah tidak percaya. Fara sadar kemudian berdiri dan menyusul Yudha.
"Tunggu" Teriaknya. Tapi yudha tidak merespon panggilan fara, dia hanya terus berjalan membiarkan fara berlari berusaha mengejarnya. Setelah dirasa dekat dan bisa mensejajarkan langkah mereka fara mengatur nafas dan mencoba kembali bertanya.
"Lalu kenapa kamu memperkenalkan dirimu sebagai amri di depanku dan putri? Lalu tadi pagi kenapa seolah-olah tidak mengenalku? " Repet fara.
"Aku baru tau ternyata kamu gadis yang sangat penasaran, aku pikir kamu gadis cuek yang tidak punya perasaan yang bahkan sanggup menolak cinta anak dari bosmu sendiri" Yudha menjentikkan jari nya di kening fara dan berlalu pergi lagi-lagi meninggalkan gadis itu yang masih kebingungan.
Fara menganga kaget. Dia baru ingat pernah menolak amri saat beberapa waktu lalu menyatakan cinta nya kepada fara. Tapi dia masih belum mengerti ini terlalu janggal batinnya.
"Ah putri, sepertinya aku harus bertanya padanya, karna gadis itu yang memperkenalkan kami" Gumam fara
Fara mengambil gawai nya lalu mengirim kan pesan kepada putri.
[Fara: Hi put, bisa gak nanti malam kita ketemu di fairnette?ada yg ingin ku bicarakan ]
Sambil menunggu balasan fara kembali ke meja kerjanya dan menyelesaikan pekerjaan nya agar hari ini dia bisa pulang lebih awal untuk bertemu dengan putri.
Drrrdddrrddzz
[Putri: ok mbak, ketemu disana jam 7 ya]
__ADS_1
Bersambung