Fight For Honor

Fight For Honor
Menyalakan Api Cinta


__ADS_3

Jam 1 lewat Gungun telah menenteng tas ranselnya hendak pergi latihan.


Mama di ruang tamu sedang terkantuk-kantuk sambil bersandar pada sofa. Ia masih mengenakan mukena dan sebuah al Quran ukuran besar pada pangkuannya.


"Ma, Gun latihan ya, titip pesan ke Papa" ujar Gungun pamit ke Mama, "Assalamu'alaikum ... "


"Wa'alaikum salam," sahut Mama, "ya, nanti disampaikan ke Papa, sekarang lagi tidur setelah shalat zhuhur tadi ..."


"Pamit juga De, ke Tetehmu ..." pinta Mama.


"Udah!" Jawab Gungun tandas lalu bergegas pergi ke luar.


Ketika anak bungsunya sudah di luar, Dila datang sambil membawa mie goreng pada wadah piring lodor.


"Ma, yuk makan berdua mie goreng buatanku!" Ajak Dila. Buat Papa aku udah misahin."


Tentu saja Mama senang sekali. "Mama nyicip aja, masih kenyang ..." sahut Mama sambil meraih garpu pada lodor itu. Manakala Mama melihat mie gorengnya ternyata spesial, ada sayuran dan banyak irisan baksonya akhirnya menjadi lahap juga.


"Dede tadi gak ditawarin?" Tanya Mama.


"Bukan ditawarin lagi, malah dede makan duluan. Ini aku bikin yang kedua ..."


Mendengar hal itu Mama tersenyum sambil mengunyah.


"Ngomong-ngomong, tumben adikmu mau pamitan sama Teteh ...?"


"Itu juga karena habis ngrayu minta uang tambahan buat latihan ..." sahut Dila. "Aku kasih soalnya udah mau ngbantuin bikin mie gorengnya."


"Ha... ha... Dede menang banyak dong. Dasar si Kasep!" Sahut Mama yang selalu dibuat geli oleh kelakuan anak laki-lakinya.


"Minta uang tambahan, buat apa?" Tanya Mama kembali.


"Katanya buat latihan ikut turnamen ... Tapi apa hubungannya ya Ma? Kan pendaftaran dan lain-lainnya ditanggung oleh Sekretariat?"


"Oh iya. Dede juga udah bilang ke Mama kok ikut turnamen lagi. Syukurlah Mama senang dede gak cuman ikut-ikutan, tapi berprestasi." sahut Mama. "Malah Mama kuatir bila menghabiskan waktu untuk kegiatan yang tidak jelas ..."


"Iya, gak apa-apa juga aku ngasih tambah uang jajannya, biar si Dede seneng," ujar Dila. "Kan tadi kayaknya dia agak shock tahu si Rudi meninggal ...."


"Syukurlah Teteh perhatian pada dede ..." sahut Mama.


Tetapi Mama tidak tahu sebenarnya Gungun agak enggan pergi latihan karena masih terpengaruh berita kematian Rudi. Tetapi latihan-latihan kali ini sangat penting karena menghadapi turnamen. Jadi Gungun tetap memaksakan diri pergi.


Meskipun demikian ada yang berbeda pada Gungun. Beberapa kali belakangan ini bila pergi dan pulang latihan karate, ia sudah tidak menenteng karategi lagi. Sekarang selalu telah ia masukan pakaian karatenya di dalam ransel.


Ketika tiba di aula SMA, pemanasan sudah dimulai dan dipimpin oleh Yanto pemegang sabuk hitam Dan 1. Di BKC. Yanto seangkatan dengan dirinya meskipun di sekolah adalah kakak kelas karena ia baru bergabung sejak kelas 1 SMA. Mereka bersama ketika Ujian ke tingkat DAN yang diadakan secara terpusat di Pondok Puragabaya BKC, Ciparay, Jawa Barat.


Latihan kali ini berkelompok-kelompok. Setelah melakukan pemanasan, para dhensi yang ikut turnamen dipisah dari dhensi yang latihan rutin. Oleh sebab itu, Kestafel menunjuk Kang Ripay yang sabuk hitam dan 2 melanjutkan memimpin latihan regular. Sedangkan yang ikut turnamen ditangani terpisah.


Dari Dojo SMAN 4 termasuk kategori kumite perorangan ada nama Yanto bersama Gungun. Dan pada saat ini Gungun saling berhadapan dengan Yanto untuk sparing partner, tidak ada wasit namun keduanya punya kontrol yang baik.

__ADS_1


Biasanya bila sudah berada di dalam dojo Gungun suka lupa pada hal-hal lain kecuali fokus latihan.


Tetapi siang ini berbeda, ia beberapa kali melamun. Bahkan kali ini fatal di saat latihan kumite ini. Tiba-tiba ia baru sadar ketika sebuah Mawashi Geri [1] telah menampar pelipis kiri.


Plak ...! Tanpa ia ketahui tendangan kaki kanan yang dilepaskan menyamping dari Yanto tidak terlihat oleh Gungun.


"Gun, gak apa-apa?" Tanya Yanto yang buru-buru melompat dan hendak merangkul Gungun, kuatir terjadi hal fatal. Tapi syukurlah, Gungun tersenyum kepada Yanto sambil memberi isyarat bahwa ia baik-baik saja. Lagipula sakitnya sih tidak seberapa tetapi menyadari dirinya melamun alangkah memalukan.


Yanto mundur kembali dan menunggu lawannya bersiap kembali. Pada saat itu keduanya melihat sebuah rombongan masuk ke aula dan Yanto tahu Gungun belum siap sehingga ia meminta Gungun menunda latihannya sekalian sementara ia menyongsong tamu-tamu yang datang. Gungun sendiri setuju lalu pergi menepi sambil menundukan kepala.


Di tepi lapang Gungun mencoba menguasai diri. Ia bertolak pinggang sambil mengambil napas dalam lalu dihembuskan pelan-pelan.


Pada saat itu Ia melihat Lani malah sedang duduk di bangku panjang. Gadis itu tampak murung. Gungun yakin Lani telah melihat dirinya kena tendangan akibat melamun. Gungun jadi merasa bersalah. Aku tidak boleh egois! Pikir Gungun. Dan ia harus menunjukan kepada Lani keputusan menyingkirkan semua gangguan ini adalah benar. Bahkan bila terus-terusan seperti ini ia kuatir dirinya dan Lani bisa terancam tidak diikut-sertakan dalam turnamen.


Demi Lani, aku harus kuat, tekad Gungun yang telah bulat dalam hati! Lalu sekali lagi ia ambil napas dalam-dalam lalu melakukan lompatan-lompatan kecil di tempat kemudian buang pula semua pikiran lain selain fokus pada latihan ini.


Sekarang di aula ini telah hadir beberapa orang dari dojo lain dan beberapa dari mereka sudah Gungun kenal karena ketika turnamen tahun yang lalu dalam satu grup perwakilan atlit karateka BKC. Terutama ia melihat ada Rahmat yang saat itu sedang melakukan pemanasan dan peregangan.


Rahmat seorang spesialis kumite perorangan pula. Ia adalah juara pertama open turnamen yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Bandung yang telah digelar beberapa bulan yang lalu itu. Rahmat seumuran juga dengannya dan ia sabuk hitam Dan 1 berasal dari dojo BKC Gedung Keuangan Negara Bandung di jalan Asia Afrika.


Karateke BKC dari berbagai dojo yang berasal dari kota Bandung dan kota-kota lainnya, bahkan ada yang berasal dari luar pulau jawa sering dipusatkan untuk latihan bersama di aula gedung Keuangan. Bahkan bila tidak muat dilakukan di luar gedung seputar halaman dan tempat parkirannya. Dalam kesempatan itulah para pengurus pusat BKC menjadikannya sebagai ajang silaturahmi keluarga besar BKC. Sehingga Gungun kenal dengan Rahmat yang prestasinya menonjol.


Pada saat itu Gungun melihat Rahmat bertolak pinggang menunggu kedatangannya dan senyumnya mengembang melihat Gungun datang setelah mencari-cari dirinya. Setelah bertemu keduanya melakukan high five lalu saling mengadu bahu.


"Sudah lama kita gak sparing partner, yuk tanding?" Ajak Rahmat. Tentu saja Gungun girang mendapat kehormatan ini.


Tidak lama kemudian keduanya telah berhadapan ibarat dua ekor ayam sabung siap berlaga dan saling mengincar. Pada saat itu Gungun melihat peluang lalu bergerak. Tetapi di saat yang sama Rahmat hendak menjajal apakah dirinya sedang lengah atau tidak? Sehingga keduanya menunda gerak maju yang tadinya hendak membuka serangan. Demikian pula dengan Rahmat ternyata pancingannya telah memperlihatkan Gungun dalam kewaspadaan pula. Akhirnya di saat yang sama keduanya menarik diri dan tahulah satu sama lain telah waspada.


Uh, posisi yang berbahaya baginya bila seperti ini, pikir Gungun. Posisi seperti itu dilema untuk lawan. Bila berinisiatif melakukan serangan, pertahanannya berlipat-lipat. Tetapi bila menunggu ia melakukan serangan terlebih dahulu terlalu beresiko bagi dirinya. Namun demikian Gungun paham, dalam karate melakukan serangan sama dengan membuka pertahanan, oleh sebab itu ia memancing Rahmat agar melakukan serangan lebih dahulu dengan harapan pertahanan Rahmat menjadi terbuka.


Lalu Gungun melompat-lompat untuk memancing lawan. Kedua kakinya yang terpentang ibarat sepasang pegas. Tangan kiri di depan dada dan condong ke depan. Sedangkan tangan kanan terkepal dan berada di bawah pinggang siap disentakan dengan kekuatan penuh.


Pada saat itulah


Rahmat melesat dengan cepat melakukan tendangan Mae Geri [3].


Di saat yang sama Gungun pun bergerak maju sambil melakukan Gedan Barai [4] dan


secepat kilat mengelak ke samping.


Mae geri yang dilancarkan oleh Rahmat adalah standar dan setiap pemula telah mengusai tendangan ke depan


seperti ini, tetapi Gungun pun tahu itu hanyalah umpan agar dirinya menyerang. Demikian pula tangkisan yang dilakukan oleh Gungun hanyalah pengalihan agar Rahmat mengira dirinya berpikir tendangan itu adalah sebuah


serangan! Akhirnya pada saat yang bersamaan keduanya melepas serangan yang sesungguhnya.


Pada saat yang bersamaan itu pula keduanya meledakkan kiai khas masing-masing!


Senkoban saiii ..... ! Teriak Rahmat melepaskan kiai disertai energi sepenuhnya.

__ADS_1


Pashaaa ... ! Teriak Gungun pula.


Ketika itu Rahmat menyarangkan Chudan Zuki ke dada Gungun. Tetapi pada detik yang sama Kome Kame [5] yang dihantamkan oleh kepalan tangan kanan Gungun kena perut lawan. Serangan keduanya masuk dan berhasil melakukan Ipong [6].


Akibat dari dua serangan itu bisa mengakibatkan keduanya terluka, tetapi di saat yang tepat keduanya telah memindahkan ledakan kekuatan itu pada kiai masing-masing dan pukulan-pukulannya hanya menempel pada sasaran tanpa ada yang terluka.


Tetapi pada kumite sungguhan, pukulan dan tendangan juga dilepas sungguhan dengan kekuatan sepenuh tenaga!


Keduanya puas telah melancarkan serangan pada detik yang tepat. Lebih-lebih Gungun yang senang telah mendapatkan fokusnya kembali. Lalu keduanya menarik diri untuk mengambil jeda dan mempersiapkan diri kembali.


Rahmat dan Gungun sadar beberapa orang memperhatikan tanding persahabatan ini. Pada saat itu pun sudut mata Gungun melihat Lani sedang berdiri menatap padanya dan beberapa saat kemudian Lani telah berlari ke arah kelompoknya. Sekarang Gungun melompat-lompat kecil untuk menghimpun semangat kembali dan pada saat itu ia


mendengar kiai Lani yang khas pula. Sepersekian detik ia melihat Lani telah berlatih kata, melihat hal itu Gungun bertambah semangat. Kini dirinya sadar keputusan Lani untuk berpisah adalah benar dan ini untuk kebaikan mereka bersama.


Beberapa ronde telah Gungun dan Rahmat latihkan bersama. Setelah keduanya merasa cukup, lalu Rahmat


mengajaknya menyudahi latihan ini.


"Kamu banyak kemajuan, Gun!" Puji Rahmat.


Gungun mengepalkan kedua tangannya di depan dada sambil sedikit membungkuk, "Terima kasih Kang, Osh!"


Osh! Rahmat membalas penghormatan itu. Alangkah bangga hati Gungun punya kesempatan berlatih tanding dengan seniornya. Pada saat itu Kang Budi menepuk-nepuk tangan meminta perhatian para kontestan turnamen untuk berkumpul.


Setelah semua duduk bersila, Kang Darma tampil memberikan arahan teknis. Ia membawa beberapa lembar halaman surat edaran.


"Ini adalah Proposal Undangan Tournament Karate tingkat Provinsi Jawa Barat yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan FORKI Jabar," ujar Kang Darma membacakan isi surat yang dipegangnya. ".... pertandingan KATA terdiri dari pertandingan perorangan dan tim atau beregu. Pertandingan tim terdiri dari


pertandingan antar tim yang terdiri dari tiga orang. Setiap tim terdiri dari putra dan putri. Pertandingan perorangan KATA terdiri dari pertandingan perorangan secara terpisah dalam bagian putra dan putri. Para kontestan menampilkan pertandingan KATA Wajib (Shitei) dan pertandingan KATA Bebas (Tokui) selama pertandingan..."


Kang Darma sejenak menunda bacaannya yang isinya panjang. Lalu ia meringkas edaran itu dan menyampaikan hal-hal yang pentingnya saja.


"Selanjutnya saya bacakan untuk kelas kumite yang terdiri atas Kumite Putra dan Kumite Putri. Waktu pertandingan kumite untuk durasinya dua menit (putra/putri). Waktu pertandingan kumite senior meliputi: babak penyisihan durasinya tiga menit untuk putra dan putri.


Tim putra terdiri dari 7 orang dengan 5 orang yang bertanding selama satu putaran. Tim putri terdiri dari 4 orang dengan 3 orang yang bertanding dalam setiap putaran."


Dari dojo SMAN 4 ada perwakilan 3 orang, Gungun bersama Yanto masuk kumite perorangan dan Lani masuk Kata perorang. Rahmat dari Dojo gedung keuangan adalah unggulan kumite perorangan, sedangkan posisi lain telah dilengkapi oleh karateka-karateka dari dojo lain yang hari ini dipusatkan di dojo SMAN 4 ini. Pengurus Pusat BKC tidak mengikuti seluruh cabang dan hanya Under 21, dan beberapa cabang kelas senior ada pula yang diikutkan.


Kang Darma selesai membacakan surat itu, lalu melanjutkan dengan hal-hal tanya-jawab. []


 


[1] Tendangan menyamping


[2] Salah satu Jenis kuda-kuda.


[3] Tendangan ke depan arah perut.


[4] Tumbukan ke arah perut.

__ADS_1


[5] Nilai (3) atau sempurna.


__ADS_2