
Dalam lembah yang gelap tanpa penerangan light moon, lahir sosok jiwa yang hidup dari tetesan darah kebencian. Tubuh yang memiliki hati namun tak paham cara menggunakannya sebab alasan darah yang mengalir dalam raganya. "Darah ini membelenggu jiwaku bahkan hatiku!!"
Gambar hanya ilustrasi.
Dia adalah Leo Sin, sosok pemuda yang hidup dalam keterpurukan karena memilih menjauh dari kehidupan luar pada umumnya demi melindungi orang-orang dari amukan amarah kebencian dalam jiwanya.
"Biarlah aku hidup begini. Aku tak ingin ada pertumpahan darah lagi!!"
Walaupun leo hidup sendiri, tak pernah terpikir dalam benaknya untuk menyerah dalam bertahan dilembah itu. Segala yang dia butuhkan ada dilembah itu, air, makanan, tempat tinggal, dan penerangan saat malam semuanya ada.
Kadang, pernah terbesit dalam benaknya akan sesuatu yang dulu pernah dia miliki dan cintai sebelum terlahir kembali untuk yang pertama kali dalam sejarah.
"Seo Nim, kenapa kau rela pergi bersama laki-laki itu dan meninggalkanku sendirian disini!!"
"Kenapa, kenapa, kenapa seo nim?", tegasnya sambil meremuk tanah yang dia genggam.
"Aku benci padamu seo nim!!". Leo berteriak hingga air sungai bergetar dan kemudian dilemparnya batu kedalam sungai didepannya sebagai peluapan emosinya akan masa lalu tersebut.
Leo beranjak pergi kedalam rumahnya, kemudian mengambil makanan yang baru saja dimasaknya tadi sore dan membawanya keatas meja depan rumah. "Ini hari yang melelahkan buat ku. Lebih baik aku beristirahat sejenak sebelum pergi berburu rusa!!"
Saat tengah beristirahat, tiba-tiba terdengar suara piring jatuh kelantai dari arah dapur. Seketika leo pergi menghampiri dapur untuk mengeceknya, saat sampai terlihat seekor kuda sedang memakan persediaannya untuk pergi berburu.
Gambar hanya ilustrasi.
"Ternyata kamu pelakunya, kubunuh tau rasa kamu kuda!!"
Leo bergegas pergi mengambil busur panahnya dari dalam kamar, lalu kembali menuju dapur untuk membunuh kuda tersebut. "Mari sini kau, kuda!!"
"Jika kau bunuh aku, tidak akan ada yang tau dimana kekuatan dewa zepos disembunyikan!!"
Sontak leo kaget saat mendengar kuda tersebut berbicara layaknya manusia. Kemudian, berjalan mendekati kuda itu pelan-pelan agat tidak kabur dari hadapannya. "Kau bisa bicara?"
"Tentu saja aku bisa bicara!!"
Dengan sigap leo mengarahkan panahnya kearah kuda itu sambil melontarkan pertanyaan yang masih ingin dia ketahui. "Kau sebenarnya siapa, mengapa bisa sampai kemari?"
"Kamu nggak lihat aku seekor kuda!!", Ucapnya sambil mengunyah makanan milik leo sin.
"Aku tau kamu seekor kuda, tapi mustahil seekor kuda biasa dapat berbicara!!"
__ADS_1
"Sebenarnya, aku datang kemari untuk menemui kamu leo sin!!"
Leo nampak kebingungan saat tau tujuan kuda itu adalah mencari dirinya. "Mencariku. Untuk apa?"
"Untuk meminta bantuanmu melawan King Of Devil!!"
"Apa. King of devil, untuk apa aku harus melawannya?"
"Seo nim dalam bahaya. Kamu pernah ada hubungan kan dengannya!!", Tegasnya padaku dengan tatapan fokus.
Leo nampak kebingungan dengan hal itu yang membuat bibirnya seperti tak dapat berucap untuk sejenak. Seketika ia mundur selangkah dan mengarahkan panahnya lagi kearah kuda tersebut.
"Mengapa kamu tau hal itu, siapa kau sebenarnya. Jawab!!"
"Aku adalah kendaraan kesatria dan aku bisa tau itu sebab seo nim adalah tuan dari sahabatku."
Leo tidak percaya dengan ucapan kuda itu, karena terbukti bahwa seo nim sudah meninggalkannya bersama dengan laki-laki lain dihadapannya sendiri saat dia sedang sakit parah. Akhirnya dia harus tiada karena sakit hati luar biasa hingga leo terlahir kembali untuk pertama kali dalam hidupnya dari tetes darah kebencian.
"Wanita itu tak pantas untuk dimaafkan!!", ucap leo dalam batinnya.
"Pria yang bersama seo nim itu adalah sahabatku. Dia mengantarkan seo nim untuk melawan king of devil demi melindungimu."
"Melindungiku, untuk apa melakukan itu sedangkan niatnya adalah pergi bersama laki-laki lain!!
"Hemmm. Bersama laki-laki lain, pantaskah menurutmu?"
"Pria itu sahabatku. Dia diutus untuk membantu seo nim melawan king of devil, tujuannya bukan untuk hal lain!!"
"Sahabatmu juga seorang manusia?"
"Dia juga seekor kuda sama sepertiku, tapi kami bisa berubah wujud menjadi manusia."
Leo masih heran dan bingung dengan apa yang terjadi hari ini. Dia hanya menggelengkan kepala sebagai tanda tidak percaya akan hal itu, lalu kuda itu pun memberinya bukti otentik dengan berubah wujud menjadi manusia.
Gambar hanya ilustrasi.
"Kamu bisa berubah wujud menjadi manusia!!", ucap leo dengan nada terbata-bata dan perasaan kaget sambil menunjuk kuda itu.
"Ya. Namaku Shou Wan siap menjadi kendaraan kesatria tuan!!". Tegas shou lalu memberi hormat pada leo.
Itu semua terasa aneh menurut leo, dipikirannya hanya ada kebingungan yang membuatnya hampir pingsan karena semua yang terjadi hari ini. Sekejab shou memegang tubuh leo yang mau jatuh, lalu mengambilkan kursi.
__ADS_1
"Kalo semua yang kamu bilang tadi itu benar, apa yang harus kulakukan untuk menyelamatkan seo nim?", ucapnya sambil memegang kepala.
"Kalahkan king of devil itu, tuan!!"
"Dengan apa. Aku nggak punya kekuatan lagi setelah terlahir kembali."
"Tenang saja tuan leon, karena aku tau dimana tuan akan mendapatkan kekuatan baru!!"
"Dimana?", tegas leo seketika berdiri dari kursi.
Sho membalikkan badan leo kedepan, dan mendorongnya kedalam kamar. "Shou, kamu bosan hidup ya?"
"Maaf tuan. Aku hanya ingin tuan leo segera berkemas barang."
"Aku juga tau itu. Sebentar!!"
Leo mulai mengemasi barang-barang yang akan dibawanya diperjalanan, setelah selesai berkemas, leo dan shou keluar dari rumah. Tetapi, leo melangkah kearah bawah pohon besar untuk melepas sebuah ikatan tali. Seketika rumah leo tenggelam kedasar bumi setelah ikatan dibuka.
"Tuan sangat cerdas. Menyembunyikan rumah didasar bumi!!"
"Untuk melawan kerasnya hidup, aku harus melakukannya!!"
Kemudian, leo membuka pintu yang berada ditengah pohon besar itu. "Shou, panggil jiwa peri untuk membuka gerbang teleportasi sebelum aku mencabut pedang ini!!"
"Tuan tau bahwa jiwa peri bisa membuka gerbang teleportasi?"
"Jangan banyak bicara. Cepat buka gerbangnya, shou!!"
"Baiklah tuan!!"
Shou pun memanggil jiwa peri untuk membuka gerbang teleportasi, perlahan terbentuk kerangka pintu didepan shou. "Setelah aku cabut pedang ini, hukum alam akan bergerak. Maka kita harus keluar dari sini secepat mungkin."
"Siap tuan leon. Sekarang tuan bisa cabut pedangnya!!"
Leo pun mencabut pedangnya yang seketika membuat akar tanaman dan air sungai mulai merambat naik kepermukaan secara ganas. Shou pun sekejab berubah menjadi kuda untuk membawa leo pergi. "Shou, cepat masuk!!"
"Baik tuan. Mari kita pergi!!"
Mereka pun pergi memasuki gerbang teleportasi, sekejab tempat tinggal leo berubah menjadi lautan air berakar yang terlihat dari balik gerbang itu. Kemudian, gerbang teleportasi menutup dan lenyap.
"Ngomong-ngomong, kenapa kamu nggak menjadi manusia aja, shou?"
"Tugasku hanya mengantar tuan dan menjadi manusia ada batasan untuk jadi manusia, tuan!!"
__ADS_1