
Saat diperjalanan memasuki tempat tinggal kakek itu, shou berhenti sembari mengangkat tangannya dari pangkuan leo.
"Aku bisa bisa berjalan sendiri leo, terimakasih sudah membantuku."
"Kamu yakin, shou?"
"Iya leo, ini juga mulai sembuh karena magis dalam tubuhku yang memulihkan lukaku!!"
"Baiklah."
Sesampainya disana mereka menemukan orang tua itu sudah terkapar lemah diatas tanah dengan luka cukup parah. Saat mau mendekatinya, tiba-tiba rumah yang ada didepan mereka perlahan mulai mengambang dari permukaan tanah dan sontak melesat kearah sang kakek.
"Kakek, awas!!!", teriak shou sembari berusaha mendekati sang kakek.
Tak berlama-lama leo pun menggunakan pedang magma amarahnya, lalu memanggil gelombang magma yang sontak muncul dari retakan tanah dan melindungi sang kakek. Rumah itu pun hangus terbakar setelah menabrak gelombang tersebut.
"Kakek tidak apa-apa?"
Saat leo dan shou mencoba membantunya muncul sebuah gerbang generasi kematian ke-5 raksasa dihadapan mereka yang diikuti kabut tebal. Ekspresi orang tua itu pun berubah drastis diikuti dengan keringat basah diwajahnya yang mengerut.
"Kita harus pergi dari tempat ini sebelum terlambat!!", ucap sang kakek dengan suara lemah.
"Kenapa kek?", tanya leo
"Tidak ada waktu untuk menjelaskannya!!"
Dengan cepat kakek itu mengambil lonceng saktinya yang melompat keluar lubang cahaya yang muncul tiba-tiba, lalu menciptakan gema tak bersuara yang mengelilingi mereka. Sekejab leo, shou dan kakek menghilang dari tempat itu sebelum gerbang itu terbuka.
"Beraninya kalian pergi dariku!!", ucap seseorang dari dalam gerbang.
Seketika dari dalam gerbang itu keluar sosok iblis yang sangat besar, ia memiliki gelar Iblis Pengembara Dunia karena pengembaranya yang tidak bisa ditandingi oleh makhluk manapun, juga terdapat 2 bola kekuatan hitam bercahaya diatas pundaknya.
"Mungkin mereka lari sebelum tuan keluar!!" ucap salah satu bola tersebut.
"Dasar pengecut, hhhhhh!!"
"Tidak ada seorang pun yang bisa pergi dari pengembara seperti ku!!"
Iblis pengembara itu pun meninggalkan bekas telapak kaki yang besar sebagai pertanda tempat yang telah ia kunjungi, lalu masuk kembali kedalam gerbang tersebut. Sekejab gerbang itu menghilang dari tempat tinggal sang kakek yang diikuti dengan ledakan angin yang besar.
Sementara itu, alpagro yang tengah fokus bersemedi diatas black dragon untuk meningkatkan kesaktian magisnya mendapat panggilan suara raja kristop dari atas langit yang merah darah.
"Alpagro!!"
__ADS_1
"Iya raja kristop, ada apa raja memanggilku?"
"Cepat kembali keistana, karena ada hal penting yang mau aku bicarakan."
"Baiklah raja!!"
Sontak black dragon terbangun dari tidurnya dan menatap keatas langit sembari berbicara pada alpagro tuannya.
"Tuan dipanggil lagi oleh raja kristop?"
"Iya dragon, aku sudah muak dengan perlakuannya itu!!"
"Lalu kenapa tuan masih mau mengikutinya?"
"Aku belum mendapatkan apa yang kuinginkan. Setelah semuanya selesai, akulah yang akan memimpin alam iblis!!"
"Aku akan mendukung tuan."
"Itu harus black dragon!!", tegasnya dengan senyuman penuh kejahatan.
Alpagro pun turun dari atas black dragon, lalu ia pergi menuju istana iblis dengan kekuatan teleportasinya.
********
Saat leo sedang mengambil air menggunakan sebuah guci, tiba-tiba dari atas bukit mengalir cairan merah yang mencemari air sungai. Sekejab ia menatap keatas bukit tersebut dengan penuh keheranan.
"Apa yang sedang terjadi?
"Mengapa ada cairan merah mengalir dari bukit itu?", tanyanya dalam batin.
Kemudian, shou mendekati leo yang tengah berdiri dipinggir sungai dengan ekpresi bingung.
"Ada apa leo, kenapa terlihat bingung?"
"Lihat air sungainya!!"
Seketika shou melihat kearah sungai dan ia pun terkejut dengan apa yang dilihatnya barusan.
"Ini, ini kan darah mawar!!"
"Darah mawar, kenapa bunga mawar bisa berdarah bahkan sebanyak ini?"
Tiba-tiba terdengar suara nafas kakek yang perlahan melemah, mereka pun bergegas menghampirinya yang membuat guci tadi jatuh kedalam sungai tersebut. Shou berusaha mengambil kotak obat dari dalam tas dengan kakinya, namun justru leo kebingungan saat melihat tingkah laku shou yang lucu tersebut.
__ADS_1
"Shou. Kamu tidak bisa mengambil kotak obat dengan kaki kuda, berubahlah dulu jadi manusia!!", ucap leo sembari tersenyum kearah shou.
Sontak sang kakek memegang tangan leo yang tengah mengambil kotak obatnya, lalu menyodorkan loceng sakti miliknya dan leo pun mengambilnya.
"Bunyikan lonceng ini dengan kuat, maka dewi harapan akan muncul dihadapan kita."
Ia pun menuruti permintaan kakek, kemudian membunyikan lonceng tersebut dengan sangat kuat. Tak berselang lama muncul butiran-butiran cahaya yang berputar dihadapan mereka, lalu keluar dewi harapan yang dimaksud kakek itu. Namun, saat melihat kakek terkapar lemah diatas rerumputan dewi itu marah besar dan sontak diserangnya leo dengan kekuatan selendang surga dari bawah tanah. Air sungai pun bergejolak dengan sangat hebat.
Leo menangkis serangan demi serangan yang keluar bertubi-tubi dari bawah tanah menggunakan pedang magma amarah miliknya.
"Apa yang kamu lakukan!!", ucap leo sembari mengarahkan pedang itu kedewi harapan.
"Harusnya aku yang bertanya. Apa yang sudah kamuperbuat pada kakek!!"
"Ini bukan perbuatanku!!"
"Pembohong. Manusia seperti kamu tidak pantas hidup didunia ini!!"
Dewi itu kembali menyerang dengan bulu-bulu surga yang sontak berputar mengelilingi leo dan mencengkramnya dengan sangat kuat. Sang kakek pun turun tangan menghentikan perbuatan dewi itu sebelum berbuat semakin jauh dengan membunyikan lonceng saktinya.
"Berhenti, dewi harapan!!"
Dewi itu pun menghentikan serangannya, sontak leo jatuh ketanah dengan tenaga yang sudah terkuras.
"Tapi kakek, dia udah mencelakakan kakek. Bagaimana bisa aku diam saja kakek!!"
"Ini bukan perbuatan dia, melainkan perbuatan jin pengembara!!"
"Jin pengembara!!". Ucap leo, shou, dan dewi itu secara bersamaan.
Tak pikir panjang, dewi harapan langsung menyebuhkan luka sang kakek dan memulihkan tenaganya. Ia pun bisa berdiri dengan kondisi lebih baik dari sebelumnya. Orang tua itu pun menjelaskan semua yang terjadi kepada dewi itu, leo menoleh kearah bukit itu sembari berpikir apa yang terjadi dibaliknya.
Shou pun berubah menjadi manusia setelah kondisinya pulih, lalu menghampiri leo yang tengah duduk menatap bukit sarkes. Dewi harapan itu seketika kaget dalam batin setelah tau kuda milik pria itu bisa menjadi manusia.
"Kamu naksir ya dewi dengan kuda pria itu!!", ucap sang kakek pad dewi harapan.
"Ahhh nggak kek. Mana mungkin aku naksir sama dia!!", sahut dewi sembari menyapu kedua tangannya.
Seketika leo menatap dewi harapan dengan penuh keheranan, berasal dari mana dia dan mengapa bisa turun kebumi yang sedang tak aman seperti ini. Dewi itu pun membalas tatapan leo yang seketika berpaling darinya.
"Kek, sebenarnya siapa iblis pengembara itu dan mau apa dari kakek?", tanya leo sembari mengalihkan topik pembicaraan.
"Dia adalah utusan dari raja kristop, sang penguasa alam iblis yang kalian sebut king of devil."
__ADS_1