Fight For Justice

Fight For Justice
Advanture Begins 8


__ADS_3

"Masih saja dia berbuat ulah!!", ucap sang dewi harapan sembari menatap langit


"Kamu mengenalnya?"


Seketika dewi harapan terdiam sejenak saat mendengar pertanyaan yang dilontarkan leo padanya, mereka pun mulai menggoda sang dewi dengan berbagai tanggapan tentangnya.


"Wahhh, kamu pacar raja kristop ya!!"


"Hemmm, ada yang lagi jatuh cinta nihh!!"


"Heyyy, kalian sudah bosan hidup ya!!"


Disaat mereka tengah duduk bersama, tba-tiba terjadi sebuah ledakan hebat dibalik bukit sarkes yang memunculkan tembakan cahaya. Shou dan dewi harapan dengan cepat menciptakan shield satu sama lain.



Gambar hanya ilustrasi.


Anehnya kekuatan mereka justru bergabung dan menciptakan sebuah kerajaan megah raksasa yang melindungi mereka dari tembakan cahaya tersebut.


"Kerajaan apa ini?", tanya shou dengan penuh keheranan


"Kenapa malah jadi kerajaaan sih!!", ucap dewi harapan.


Mereka pun menghentikan kekuatannya, namun istana itu tidak menghilang dari permukaan tanah justru semakin berdiri dan muncul berbagai dekorasi tanpa keinginan shou dan dewi itu. Sang kakek pun membunyikan loncengnya yang membuat istana itu berhenti membesar.


"Kenapa bisa jadi begini?"


"Itu karena kita berada didataran sarkes, saat dua magis berbeda saling melindungi maka akan tercipta kerajaan dari magis-magis itu."



Gambar hanya ilustrasi.


Mereka bisa melihat kearah bukit sarkes dari balik jendela istana karena sangat besarnya kerajaaan itu, leo terkejut saat melihat apa yang sedang terjadi dibalik bukit itu. Tujuh bidadari sedang melayang diatas udara bertarung melawan sosok iblis yang sangat besar dengan menggunakan selendang-selendang milik mereka.


"Itu iblis pengembara!!", tegas sang kakek.


"Aku harus pergi sekarang, shou jaga kerajaan ini."


"Baiklah leo. Tetap waspada karena iblis itu sangat kuat."


Leo pun keluar dari dalam kerajaan menuju sungai tadi, lalu mengeluarkan pedang naga es x yang kemudian menancapkannya kedalam air sungai. Sontak keluar golem es raksasa dari dalam air yang langsung menghantam air sungai itu dengan kuat. Muncul angin es yang membekukan air itu sampai kebalik bukit sarkes dan iblis itu terjebak didalam telaga itu.


"Ahhh apa ini!!!", teriak iblis pengembara.

__ADS_1


"Golem es, cepat bawa aku pergi kebalik bukit sarkes!!"



Gambar hanya ilustasi.


Leo pun menaiki golem itu, lalu berlari layaknya gorila menuju telaga surga untuk membantu para bidadari mengalahkan iblis pengembara tersebut. Dengan cepat golem tanah menonjok iblis itu dengan tangan esnya yang sangat dingin, membuat esnya retak dan iblis itu jatuh kedalam telaga.


"Kalian tidak apa-apa?", tanya leo pada bidadari itu.


"Iya kami tidak apa-apa, kamu siapa?"


Leo hanya tersenyum dengan pertanyaan bidadari itu padanya, ia pun langsung melawan iblis itu bersama golem miliknya. Sementara itu shou, kakek, dan dewi harapan masih berada didalam istana sambil menyaksikan leo bertarung dari balik cermin raksasa.


"Apakah kita harus membantunya?"


"Jangan. Leo tidak senang jika pertarungannya diganggu, kecuali keadaan memang sedang bahaya!!"


"Emang dia bisa melawan iblis itu sendiri?"


Sang kakek mendekati cermin raksasa sembari menjawab pertanyaan sang dewi itu.


"Dia adalah kesatria suci dewa zepos, pantang baginya untuk kalah melawan kejahatan."


Dengan sangat beraninya, leo menebas mata iblis itu hingga memancar keluar darah hitam yang sangat busuk mencemari telaga surga. Para bidadari tidak tinggal diam dengan hal itu, mereka mengeriangkan telaga itu dengan cahaya mahkota yang sangat panas, namun juga membuat golem es milik leo hancur berkeping-keping.


Tanpa golem es, leo terpaksa harus sekuat tenaga mengalahkan iblis sebesar itu dengan kemampuan yang ada dan dibantu juga oleh para bidadari pemilik telaga itu. Shou mulai khawatir melihat leo harus bertarung sendirian, ia pun memutuskan mencari apa saja dari dalam kerajaan itu yang bisa membantunya. Seketika muncul layar touchscreen dari dinding besar kerajaan dan terdapat banyak fitur-fitur senjata didalamnya.


"Ini kerajaan atau robot ya, canggih sekali!!"


"Jangan banyak berpikir, cepat gunakan senjatanya!!"


Dengan pemahaman yang dimiliki, shou memilih senjata peluru kendali phoenix yang seketika keluar dari tiang-tiang kerajaan, ia pun memusatkannya pada iblis itu dan langsung menekan tombol peluncuran. Sekejab melesat 2 buah peluru kearah iblis pengembara yang membuat ledakan hebat, leo tercengang saat melihat hal itu.


Tiba-tiba, muncul sebuah bola komunikasi dihadapannya dan terdengar suara shou.


"Leo, kami akan membantumu dari kerajaan!!"


"Kenapa bisa ada peluru melesat kemari?"


"Nanti saja aku jelaskan, sekarang fokus kalahkan iblis itu."


Para bidadari melemparkan 7 selendangnya yang sontak menjerat iblis itu dengan sangat kuat, leo pun memanggil pedang magma amarah dan kemudian menusukannya ketanah yang sekejab muncul gelombang magma dan menelan iblis itu. Namun, tidak berhasil menghancurkannya karena iblis tercipta dari api..


"Iblis itu tidak bisa dibunuh dengan api!!", gumamnya dalam batin.

__ADS_1


Seketika dewi harapan muncul disana dan melemparkan sesuatu yang bersinar kearah kearah leo.


"Leo ambil ini!!"


"Sebuah daun?"


Ia pun mengambil daun yang dilemparkan dewi itu dan sekejab masuk kedalam pedangnya. Energi baru yang dia dapatkan untuk digunakan mengalahkan iblis pengembara.


"Tukar energi!!"


"Pedang Daun Surga"


Muncul gelombang daun dari langit yang menembak kepedangnya, material magma pun berubah menjadi material daun yang sangat kuat aromanya. Tak pikir panjang leo memutar pedangnya, lalu melemparkannya kelangit yang memunculkan tornado daun dengan sangat kencang.


Tornado itu pun langsung menghabisi iblis tersebut dengan sangat cepat, hingga tersisa 2 buah bola kekuatan hitam yang masih hidup. Bola itu mengambang keatas langit dan seketika berubah menjadi naga setan raksasa.


"Ternyata bukan bola biasa!!", ucap leo sembari waspada dengan naga tersebut.


Shou dengan sigap melancarkan serangan leser tombak emas dari kerajaan yang melesat sangat cepat dan mampu menghancurkan naga itu sebelum mendekati leo.


"Maaf leo, tidak sengaja menekan tombolnya!!"


"Tidak apa-apa, akhirnya selesai sudah pertarungan hari ini." Ucap leo yang seketika terduduk dengan pedang yang tertancap otomatis ketanah.


"Hebat juga kemampuan dia!!", gumam dewi harapan dalam batin.


Tiba-tiba, memancar keluar dari tengah-tengah telaga surga sebuah mata air dengan sangat kuat. Leo pun menepi dari tempat itu sebelum penuh dengan air, seketika para bidadari itu pun turun kearah leo yang tengah duduk sembari menatap mata air itu.


"Terimakasih karena sudah membantu kami!!"


"Ohhhh, iya sama-sama."


Melihat pertarungan itu sudah berakgir, maka dewi harapan memutuskan kembali kerajaan meninggalkan leo yang sedang berbicara pada bidadari itu, namun wajahnya terlihat kesal saat dari tempat tersebut.


"Dewi, kenapa wajahmu terlihat kesal begitu?"


"Tidak apa-apa kek!!"


"Cemburu kali itu kek si dewi harapan!!", ucap shou sembari mengusap layar touchscreen.


"Kamu bosan hidup ya!!"


"Eits, aku cuma bercanda."


******

__ADS_1


Saat iblis pengembara lenyap dari alam dunia, raja kristop marah besar dan memecahkan sebuah bola pemantau miliknya.


__ADS_2