
"Hiyaaaa. Habisi mereka semua!!", teriak makhluk wanita terkutuk.
"Baik kakak!!"
Para lelaki itu mulai berteriak keras kesakitan, sekejab shou memanggil kabut suci yang datang menggulung wanita-wanita itu keluar dari gua hingga akhirnya mereka musnah terbakar cahaya matahari.
"Siapa itu, tunjukan dirimu dasar pengganggu!!"
Leo melompat keluar dari batu dan berdiri dihadapan makhluk itu sembari melindungi para lelaki itu. Sedangkan shou mengawasi dari balik batu sambil menunggu waktu yang tepat untuk beraksi membantu leo.
"Kau kan...."
"Iya. Aku adalah leo, kesatria suci dewa zepos!!"
Sontak wanita terkutuk itu terdiam saat mengetahui identitas asli leo. Kemudian, roh pencabut jiwa datang menghampirinya yang tengah terdiam.
"Kalau aku berhasil menangkap pemuda ini, maka tua tampan pasti senang denganku!!", gumamnya dalam batin.
"Kau memang tidak becus dalam melaksanakan tugas!!", bentak roh pencabut jiwa.
"Lo kali yang nggak becus, datang tidak tepat waktu!!"
Sekejab leo mengeluarkan pedangnya dan menggunakan energi magma untuk melawan dua makhluk itu. Kemudian, shou keluar dari belakang batu mendekati leo yang sudah siap untuk bertarung. Dua makhluk itu pun menyerang dengan sekejab kearah mereka.
"Shou, kau siap?"
"Tentu saja, leo!!"
"Mari kita bertarung!!!", ucap leo dan shou secara bersamaan.
Leo pun maju melawan makhluk wanita terkutuk, sedangkan shou melawan roh pencabut jiwa. Mereka saling beradu kekuatan satu sama lain dengan sangat sengit tanpa memberi peluang satu sama lain. Wanita terkutuk memanggil para wanita lain dari dalam asapnya yang seketika terbang melesat kearah leo dengan cakar-cakar panjang.
"Aaaaaaa!!", teriak para wanita itu dengan pergerakan tubuh yang cepat.
"Amarah Gunung Berapi!!"
Sekejab leo menusukan pedanya ketanah gua, kemudian muncul gelombang magma besar ganas yang langsung menghantam para wanita itu hingga membuat mereka kesakitan didalam gelombang magma itu. Hingga akhirnya mereka musnah terbakar.
Disamping itu, shou melawan roh pencabut jiwa dengan penuh keyakinan. Dia menumbuk langit gua dengan tinju magisnya yang membuat batu-batu tajam berjatuhan kebawah. Roh itu menghindari bebatuan itu dengan sangat cepat, seketika shou memanggil holy hand yang muncul dari permukaan tanah mencengkram roh itu.
Bebatuan itu pun mengenai roh pencabut jiwa hingga membuatnya terjepit bersama cengkraman holy hand.
__ADS_1
"Lepaskan aku, aaaaaahhhhh!!", teriak roh itu yang membuat batu-batu itu bergetar.
"Shou habisi roh itu dengan pedang cahaya magis. Kita tak ada waktu untuk bermain-main dengan mereka!!!", tegas leo sambil mengendalikan gelombang magma.
"Baiklah."
Melihat hal itu, wanita terkutuk langsung melesat kearah roh pencabut jiwa untuk membebaskannya dari cengkraman shou. Namun, leo tidak membiarkan hal itu terjadi, ia menghalanginya dengan menebas menggunakan pedang magma yang membuat wanita terkutuk itu berteriak marah. Seketika para lelaki itu dikendalikan olehnya dan mulai menyerang leo dari arah belakang.
"Leo awas dibelakangmu!!!"
"Berani kau menggunakan mereka!!"
Leo berpikir bahwa ini saatnya mengganti energi pedang dengan energi baru yang ada dialam semesta. Diangkatnya pedang pusaka keatas langit gua.
"Tukar energi!!"
"Pedang Naga Es X"
Sekejab muncul gelombang es dari langit menebak kearah pedang leo yang membuat langit gua hancur berlubang, semua lelaki itu terpental karena dahsyatnya angin yang diciptakan dari gelombang tersebut. Pedang leo pun merubah material magma menjadi material es baru yang merasuk kedalam pedangnya.
"Itu wujud pedang baru!!", ucap shou sambil menahan roh pencabut jiwa.
"Hah. Pedang baru pun tidak akan mampu mengalahkan diriku!!", tegas wanita terkutuk.
Wanita itu mulai memerintahkan para lelaki untuk menyerang leo, seketika leo dengan cepat menancapkan pedangnya ketanah yang sekejab keluar angin es yang membekukan para lelaki itu.
Tiba-tiba, shou mendapat serangan kilat dari makhluk wanita terkutuk yang membuatnya terluka dan roh pencabut jiwa berhasil lepas dari cengkramannya. Leo pun menggunakan kesaktian malaikat pelindung untuk menjaga shou sementara, disaat itu juga ia teringat tentang sesuatu yang pernah dia dapatkan waktu mengalahkan makhluk slenderlina.
"Itu kartu makhluk!!"
"Bisa digunakan untuk memanggil makhluk yang kau lenyapkan untuk membantumu!!"
Tersadar akan kartu makhluk yang disimpan didalam pedang pusaka, ia pun langsung memanggil makhluk untuk datang melawan dua makhluk didepannya. Muncul gerbang kegelapan dihadapan leo, seketika makhluk slenderlina keluar dari dari dalamnya dengan penuh amarah kebencian.
"Aaaaaaaa. Kembalikan suamiku!!", teriak slenderlina dengan marahnya.
Slenderlina pun melesat sangat cepat menyerang wanita terkutuk dengan cakar-cakarnya yang panjang. Sementara itu dengan tenaga yang ada, shou menciptakan pedang cahaya dan memberikannya kepada leo.
"Leo, lenyapkan roh pencabut jiwa!!", ucap shou lalu melempar pedang cahaya kearah leo.
"Baiklah." sahut leo sembari mengangkap pedang cahaya.
__ADS_1
Salju Pengepung
Leo memutar pedangnya dengan sangat lihai dan kemudian menusukkannya ketanah, sekejab muncul badai salju yang mengepung roh pencabut jiwa. Tak pikir panjang ia menyatukan pedang cahaya dengan pedang naga es x, lalu melesat kearah roh itu yang kemudian menebasnya dengan cepat.
"Aku tak bisa mati. Tidakkkk!!", teriak sang roh pencabut jiwa.
Setelah itu, energi pedang cahaya menghilang dari pedang pusaka leo bersamaan dengan roh pencabut jiwa yang lenyap seketika dari alam dunia. Sedangkan slenderlina masih melawan wanita terkutuk dengan sangat sengit. Dua wanita yang saling menyerang satu sama lain dan tak memberi celah untuk kalah dalam pertarungan.
Seketika leo mengeluarkan bubuk pelumpuh makhluk yang sempat diberikan oleh sang kakek tua sebelum mereka pergi dari dalam kantongnya.
"Itu bubuk pelumpuh makhluk. Roh pencabut jiwa bisa dibunuh dengan pedang cahaya, tetapi makhluk wanita terkutuk hanya bisa dibunuh dengan bubuk ini."
"Gunakanlah disaat yang tepat!!"
Mengingat hal yang diucapkan sang kakek, leo pun menaburkan bubuk itu pada pedangnya. Seketika pedang pusaka leo mendapatkan energi baru dari langit.
Muncul gelombang racun dari langit yang menembak kearah pedang leo, sekejab materialnya berubah menjadi material racun yang menutupi pedang pusaka. Leo tak menyangka bantuan sang kakek memberikan energi baru pada pedangnya.
"Pedang Racun Mawar!!"
"Kakek, terimakasih!!", ucap leo sambil menatap pedangnya.
Slenderlina akhirnya musnah diserang oleh sekelompok tangan yang dikeluarkan oleh wanita terkutuk dari asapnya. Leo pun dengan sangat cepat melesat dari satu batu kebatu yang lain, lalu memutari wanita itu dengan badai debu yang pekat. Pedang racun mawar pun ditebaskan ketubuh wanita itu dan sontak menjerit kesakitan karena racun yang masuk kedalam tubuhnya.
"Aaaaaa. Sakit, sakit, sakitttt!!"
"Katakan dimana rajamu menyandra kekasihku seo nim!!", tanya leo sembari menghulus pedang kearah wanita itu.
"Tidak akan pernah. Cari saja jika kau bisa!!"
Wanita terkutuk itu pun lenyap dari alam dunia dan meninggalkan sebuah kartu makhluk baru ditanah, lalu leo mengambilnya sambil beranjak menuju shou yang sedang terluka akibat pertarungan tadi.
"Shou, kamu bisa berjalan?", tanya leo sembari memegang lengan shou
"Iya leo, aku masih bisa berjalan!!"
"Kita harus sembuhin luka mu dulu!!"
"Baiklah leo."
Namun, karena para lelaki tadi masih dalam keadaan membeku maka leo mencairkan es nya mereka terlebih dahulu dengan membuat sebuah api unggun. Setelah keadaan terasa aman dari makhluk, leo pun membantu shou berjalan meninggalkan gua dan para lelaki itu karena leo tau bahwa mereka adalah bala tentara king of devil.
__ADS_1
"Nanti juga akan sadar setelah es itu mencair dari tubuh mereka!!", gumam leo sembari memapang shou keluar dari gua.