
"Terimakasih, karena sudah mau bantu kakek!!"
"Sama-sama kek."
Leo membantu mengumpulkan kayu bakar yang berserakan, lalu mengikatnya dengan kuat.
"Ayo kek naik kuda saya biar lebih cepat sampai!!", ucap leo sembari mereka mengangkat kayu bakar.
"Baiklah kalau begitu!!"
Mereka pun menghadap shou yang berada jauh diseberang jembatan, tetapi karena jarak yang jauh akhirnya leo memutuskan memanggilnya dengan bersiul. Shou pun menghampiri dengan berjalan diatas jembatan yang terlihat sudah rapuh.
Saat berada dekat dengan leo dan kakek, tiba-tiba salah satu tali penyangga putus yang membuat jembatan mulai bergoyang. Shou berusaha menyeimbangkan tubuhnya, namun guncangan semakin kuat, alhasil dia pun terjatuh dari jembatan.
Kemudian kakek tua itu mengeluarkan sebuah lonceng emas, lalu membunyikannya yang sontak membuat air sungai melonjak mendorong shou keatas tebing.
Gambar hanya ilustrasi.
Dia pun selamat berkat bantuan dari kakek dengan lonceng saktinya. Leo tercengang saat menyaksikan kejadian itu dan tidak menyangka orang tua itu memiliki kekuatan magis.
"Kakek bisa melakukan itu?"
"Nanti akan kakek jelaskan, lebih baik kita pergi dari sini."
"Baiklah kek!!"
"Sebaiknya kita berjalan saja dulu, karena mungkin kudamu sedang terluka!!"
Mereka pun memutuskan berjalan menyusuri hutan dengan berjalan kaki, saat berjalan cukup lama terlihat ada dua pohon melengkung yang menghalangi jalan. Seketika kakek mendekati pohon itu yang kemudian menyentuhnya dan sontak dua pohon itu bergerak perlahan membuka jalan. Didepan mereka terlihat sebuah rumah tua yang merupakan milik sang kakek tersebut, tapi anehnya rumah tersebut berada dibawah batang pohon besar yang menimpa atap rumahnya.
"Rumah kakek...."
"Tenang saja, rumah kakek tidak kenapa-napa!!"
"Sebentar ya, kakek meletakan kayu bakar dulu kedalam. Kamu duduk saja disini!!"
"Baiklah kek."
Leo mendekati shou yang tengah berdiri didekatnya dan meraba tubuh yang terluka karena tergesek saat jatuh dari jembatan. Ia pun mengambil kotak obat dari dalam tas, lalu mengobati luka shou. Kemudian, kakek datang menghampirinya sambil membawa secangkir teh hangat untuk leo.
"Ini minumlah!!", ucap kakek sambil menyodorkan cangkir teh.
__ADS_1
"Oh iya kek, makasih. Jadi merepotkan!!"
"Tidak kok. Sebenarnya kamu mau kemana bersama kudamu?"
"Saya mau...."
Tiba-tiba, terdengar bunyi lonceng dari atas langit rumah tersebut yang membuat mereka terdiam saat mendengarnya, sontak kekek mengajak leo dan shou masuk kedalam rumah.
"Ayo cepat masuk. Kamu cepat berubah jadi manusia, karena kita tidak ada waktu lagi!!", ucap kakek yang seketika menunjuk shou.
"Apa yang kakek bicarakan. Kuda saya tidak bisa jadi manusia!!", sahut leo dengan nada gugup.
"Tidak ada waktu untuk menyembunyikan identitas kudamu, cepatlah berubah. Kita harus berlindung sebentar."
Shou pun memutuskan berubah wujud menjadi manusia, lalu mereka pun masuk kedalam rumah untuk berlindung. Terlihat dari jendela rumah makhluk wanita terkutuk dan roh pencabut jiwa sedang terbang melintasi pepohonan yang diikuti dengan kabut hitam pekat.
Setelah para makhluk itu melintas diatas rumah kakek itu, leo bergegas membuka pintu rumah untuk keluar namun ditahan oleh shou.
"Kamu mau kemana, leo?", tanya shou sambil memegang tangan leo yang sudah digagang pintu.
"Aku ingin mengikuti dua makhluk itu!!"
"Untuk apa. Mereka bukan makhkuk biasa, leo!!"
"Jangan gegabah, karena kita harus menemukan kekuatan dewa zepos terlebih dahulu sebelum melawan king of devil."
Kemudian, kakek itu membuka pintu sambil melirik keatas langit dengan hati-hati. Setelah itu mereka pun keluar dari dalam rumah sembari memperhatikan disekitar rumah tersebut. Leo berkeinginan untuk mengikuti dua makhluk tersebut dan mau tau apa yang ingin diperbuat mereka, sang kakek kemudian memberitahunya tentang makhluk tersebut.
"Itu adalah makhluk wanita terkutuk dan roh pencabut jiwa!!", ucap sang kakek sambil menatap keatas langit yang seketika kembali cerah.
Leo dan shou terlihat kebingungan saat mendengar apa yang diucapkan oleh sang kakek tua. Lalu, mereka beranjak mendekati kakek yang sedang menatap dedaunan pohon untuk bertanya perihal mengenai dua makhluk itu.
"Makhluk wanita terkutuk dan roh pencabut jiwa?", gumam shou pada sang kakek.
"Apa jangan-jangan dua makhluk tersebut adalah kiriman dari king of devil?"
"Benar. Mereka sepertinya diutus untuk menghabisi seseorang!!"
"Menghabisi. Untuk apa king of devil menyuruh dua makhluk itu untuk menghabisi orang?", tanya leo yang penasaran dengan tujuan makhluk tersebut.
"Kakek tidak tau pasti, tapi sepertinya untuk menghabisi para pengkhianat king of devil!!"
Bergegas leo memerintahkan shou untuk berubah wujud menjadi kuda, lalu beranjak pergi mengikuti kemana dua makhluk tersebut terbang. Seketika sang kakek memberi leo suatu kantong yang berisikan sesuatu didalamnya sebelum mereka pergi.
__ADS_1
"Apa ini kek?".
"Itu bubuk pelumpuh makhluk. Roh pencabut jiwa bisa dibunuh dengan pedang cahaya, tetapi makhluk wanita terkutuk hanya bisa dibunuh dengan bubuk itu."
"Terimakasih kek atas bantuannya. Kami akan kembali setelah melenyapkan dua makhluk jahat tersebut, kek!!"
"Berhati-hatilah. Semoga alam mendukung perjuangan kalian!!"
Mereka pun pergi dari tempat itu sambil leo melambaikan tangan kepada sang kakek. Shou pun berlari dengan kencang untuk mengejar makhluk-makhluk itu sebelum mereka tertinggal jauh. Saat berusaha mengikutinya, tiba-tiba mereka kehilangan jejak dua makhluk tersebut secara spontan.
"Kemana perginya?"
"Aku tidak tau leo. Kita harus tetap cari!!"
Mereka pun mulai menyusuri jalan dengan hati-hati. Setibanya dihadapan sebuah gua, leo mendengar banyak suara desahan laki-laki seperti kesulitan bernafas dari dalam gua itu, leo pun turun dan sekejab shou berubah wujud menjadi manusia. Tak pikir panjang, mereka pun memutuskan untuk mendekati gua itu secara perlahan-lahan.
Gambar hanya ilustrasi.
"Hati-hati shou, mungkin saja dua makhluk tadi berada didalam goa itu!!"
"Baiklah leo, kamu awasi dari belakang!!"
"Siap."
Langkah demi langkah mereka lakukan untuk mendekati gua tersebut karena penasaran mungkinkah dua makhluk tadi berada didalam gua itu
Leo mulai masuk kedalam gua dan diikuti shou sambil mengendap-ngendap dengan perasaan tak karuan saat mendengar suara desahan laki-laki yang semakin jelas terdengar ditelinga. Mereka melihat ada sesuatu yang banyak bergerak-gerak secara tak berirama.
Kemudian, leo dan shou bersembunyi dibalik batu untuk memastikan apa yang bergerak itu. Saat mereka memfokuskan indra penglihatan dengan magis yang shou keluarkan, jantung mulai berdebar kencang bersamaan dengan ekpresi yang kaget saat tau apa yang terjadi dalam gua tersebut.
Leo dan shou melihat banyak para lelaki yang sedang diisap energinya oleh masing-masing wanita cantik jahat, tak bisa bergerak disaat itu terjadi karena tubuh mereka dicengkram energi jahat dari bawah tanah.
"Apa yang sedang mereka lakukan pada para lelaki itu?"
"Energi mereka seperti diambil oleh wanita-wanita itu, mungkin ini ulah makhluk wanita terkutuk!!."
"Apakah kita harus menghentikan mereka, leo?"
Leo mulai memikirkan dengan pertanyaan shou tersebut, ingin membantu para lelaki itu namun tingkat keberhasilan mereka hidup sangatlah rendah. Apalagi melihat para wanita itu yang sangat ganas mengisap energi mereka, tiba-tiba, terdengar jeritan kesakitan dari salah satu laki-laki diantara mereka tersebut.
Shou sudah semakin geram dengan perbuatan para wanita itu, begitu juga dengan leo yang sudah siap dengan pedangnya. Tiba-tiba, muncul makhluk wanita terkutuk dihadapan para lelaki tersebut.
__ADS_1