Fight For Justice

Fight For Justice
Advanture Begins 2


__ADS_3

"Hidup dengan batasan sangat tidak bahagia. Kita jalani hidup sesuai dengan hak kita, asalkan tak merugikan orang lain.", ucap leo dalam batin sambil menatap kearah langit yang cerah dan panasnya terik matahari.


Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju tempat kekuatan dewa zepos disimpan. Menyusuri lembah yang dalam tempat gerbang teleportasi membawa mereka pergi dari rumah leo.


Leo masih terlihat kebingungan soal bagaimana cara melawan king of devil dengan kemampuan yang sekarang ia miliki, sedangkan ada sandraan dipihak raja itu yang membuatnya jadi serba salah.


"Tuan!!"


"Iya. Ada apa?"


"Tuan sedang memikirkan sesuatu ya!!"


"Ohhh, nggak juga. Cuma berpikir, kapan kita akan tiba ditempat itu!!"


"Untuk berhasil ketempat itu, kita harus melewati banyak rintangan, tuan!!"


"Itu tak masalah buatku. Yang penting aku harus bawa seo nim kembali dengan selamat!!"


"Tuan tenang saja. Seo nim adalah perempuan tanggung, dia pasti punya cara untuk keluar dari tempat itu."


Leo hanya bisa berharap doa mereka bisa jadi nyata, bukan hanya sebuah tutur kata saja. Walaupun dia masih belum terima dengan perbuatan seo nim kepadanya pada saat itu, karena tak menghargainya sama sekali.


King Of Devil


sang raja iblis tertampan yang mampu menggoda manusia dengan sangat mudah.



Gambar hanya ilustrasi.


Disamping itu, king of devil alias Kristop yang telah menyandra seo nim mendapat kabar dari demon minister Alpagro, bahwa kuda kesatria telah menemukan tuannya.


"Wahai raja kristop. Dikabarkan oleh iblis pengembara bahwa kuda kesatria telah menemukan tuannya!!


"Apa kau bilang!!", Ucap raja kristop beranjak dari singgasananya dengan wajah penuh amarah.


Semua pelayan dan menteri iblis yang lain terdiam membisu saat raja kristop marah besar.


"iiii iyaa raja kristop. Iblis pengembara yang memberi hamba kabar tersebut!!", sahut alpagro.


"Bagaimana bisa itu terjadi. Harusnya kuda itu kalian bunuh, bukan dilepaskan!!", teriak raja kristop seketika gelas ditangannya pecah, lalu melemparnya ke alpagro hingga berdarah.


"Ahhh!!", tepis alpagro dalam bisik karena sakit.


Tiba-tiba mata raja kristop bercahaya merah terang yang sekejab keluar asap-asap tebal yang berputar dihadapan raja kristop. Cermin besar pun muncul. "Tunjukan, dimana kuda dan kesatria itu berada!!"


Cermin itu mematuhi perintahnya, lalu mulai melacak keberadaan leo dan shou. Tetapi, setelah berupaya mencoba begitu lama, tak berhasil karena dihalangi oleh energi dari pedang pusaka milik leo.


"Kenapa tidak bisa, sudah lama menunggu tapi tak ada hasilnya. Dasar cermin tak berguna!!". Raja kristop menghancurkan cermin itu hingga jadi kepingan kaca.


"Kalian semua. Pergi dan temukan mereka, cepat!!!". Teriak raja kristop, lalu menunjuk kedepan yang membuat semuanya terhempas dari hadapannya dan jatuh tergeletak.


"Kerahkan seluruh bala tentara kita untuk menemukan mereka. Kalau bisa, bawa mereka hidup-hidup!!!", Tegasnya sambil beranjak duduk diatas singgasana megah.


"Ba ba baiklah raja kristop!!". Ucap alpagro, lalu mereka memberi hormat pada raja kristop dengan sakit.


"Jika kalian kembali dengan tangan kosong, maka kepala kalianlah sebagai gantinya. Paham!!"

__ADS_1


"Paham raja!!", sahut mereka dengan nada gementar dan tubuh yang penuh luka.


Mereka pun lekas pergi dari hadapan king of devil, kemudian memerintahkan kepada bala tentara pangkat tertingi untuk menemukan leo dan shou dimana pun mereka berada.


Dibawah langit yang mulai gelap, shou berlari dengan sangat cepat bersama leo diatas punggungnya. Melompati pohon yang tumbang hingga batu yang sangat besar. Seketika, mereka sampai didekat air terjun.



Gambar hanya ilustrasi.


"Shou. Berhenti sebentar!!", tegas leo sambil menepuk badan shou.


"Iya, ada apa tuan?"


"Kita istirahat didekat pohon besar itu. Langit sudah mulau gelap, jadi kita teruskan perjalanannya besok pagi!!", sahut leo sesaat menunjuk pohon besar itu.


"Baiklah tuan!!"


Mereka beranjak mendekati pohon besar yang tidak jauh dari air terjun. Leo mulai membuat tenda untuk istirahat, sedangkan shou menyalakan api unggun dengan nafasnya diatas tumpukan kayu yang sudah dikumpulkan.


"Shou, apinya jangan terlalu besar!!"


"Baik tuan."


Setelah selesai dengan api unggun, tiba-tiba shou beranjak menjauh dari tenda leo. Dia berpikir bahwa seekor kuda tak pantas berada didekat majikan.


"Shou, mau kemana kamu?", tanya leo sambil menoleh kearah sou.


"Mau beristirahat disitu, tuan!!", lalu menujuk batu besar dengan kakinya


"Baik tuan!!", kemudian mendekati leo yang tengah duduk didekat api unggun.


Sekejab, leo berdiri menghadap shou yang tengah menuju kearahnya. "Sekarang cepat ubah wujudmu menjadi manusia!!"


"Tapi tuan...."


"Kamu menganggap aku apa, shou?"


"Tuanku!!"


"Oke. Tuan mu, lalu jika aku memerintahkan sesuatu apakah kamu mau melakukannya?"


"Iya tuan, tapi...."


"Kamu jangan khawatir. Biar aku yang menanggung resikonya!!"


Dengan keyakinan seorang kesatria yang ditunjukan leo, maka shou pun memutuskan merubah wujudnya menjadi manusia, seketika leo memegang pundaknya shou dan mengarahkannya duduk didekat api unggun bersamanya.


"Kita butuh penghangat, agar tidak terkena flu akibat udara malam ini."


"Iya tuan." Sahut shou sambil mengarahkan tangannya kedekat api.


Leo mengambil makanannya, kemudian menyodorkan makanannya untuk shou yang tengah menghangatkan diri. "Ambil shou!!"


"Tidak perlu, tuan. Untuk tuan saja!!"


"Aku ada dan kamu juga harus ada!!"

__ADS_1


"Tapi....."


"Jika aku makan, maka kamu juga harus makan!!"


Shou pun menerima pemberian leo padanya, lalu mulai memakannya sedikit demi sedikit karena masih ada perasaan canggung dibenaknya, sebab baru pertama kali ada orang sebaik itu padanya. "Terimakasih tuan!!"


"Sama-sama."


Sesaat, leo dan sou menatap pemandangan langit malam yang cerah penuh bintang secara bersamaan. "Shou, aku boleh tanya sesuatu?"


"Boleh tuan, silahkan saja."


"Apa yang terjadi dengan temanmu itu setelah seo nim tertangkap?"


Sontak, shou menunduk kebawah dengan wajah yang murung setelah kembali mengingat tentang temannya itu.


"Maaf kan aku shou, karena menyakiti perasaanmu!!", ucap leo sambil mengusap belakang shou.


"Tidak apa-apa tuan. Kayaknya sudah ada perkembangan dengan cara menggunakan hati tuan!!"


"Ohhhh. Iya yah, aku baru sadar!!"


"Iya tuan!", ucap shou seketika tersenyum sambil menatap langit.


Tanpa berpikir panjang, shou mulai menceritakan apa yang sebenarnya terjadi kepada temannya itu. Walaupun berat hatinya untuk mengungkap kejadian tersebut yang sangat pahit untuk didengar.


"Namanya Tei Man!!", ucapnya sambil menaruh makanan tadi.


"Saat seo nim tertangkap, tei berupaya membebaskannya hingga saatnya tiba, tei harus melawan king of devil."


"Lalu, apakah tei menang?", tanya leo yang sangat penasaran dengan itu.


"Tei......, binasa dengan keji ditangan king of devil. Kepalanya dipenggal, lalu darah yang keluar dari kepala tei dihisap hingga otak dan matanya ikut tercabut!!", sou seketika menghela nafas setelah menceritakan semuannya.


Leo hanya melongok saat mendengar kekejaman king of devil kepada tei man, sesaat menelan ludahnya sendiri.


"Astaga. Begitu kejinya iblis itu sampai melakukan hal seperti itu!!"


Tak sampai satu jam mereka beristirahat sambil berbincang-bincang, tiba-tiba terdengar suara wanita menangis dari arah air terjun. Sontak membuat mereka berhenti berbincang dan mulai menoleh kearah air terjun.


"Ada suara wanita sedang menangis, tuan!!"


"Iya benar, soun. Tapi kurasa ada yang aneh dari suara itu!!"


"Aneh gimana tuan?"


"Coba kamu dengarkan baik-baik dari segala penjuru arah."


Ternyata, suara wanita itu berpindah-pindah dari satu titik ketitik yang lain. Terdengar samar-samar, namun jelas untuk ditebak bahwa itu adalah suara wanita.


"Suaranya berpindah-pindah kan, seon??"


"Benar tuan!!"


"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!", suara wanita itu semakin keras terdengar ditelinga. Mereka pun memutuskan mencari sumber suara itu.


Leo bergegas mengambil pedang pusakanya, lalu leo dan seou pun beranjak mencari sumber suara itu sambil mengawasi area disekitar mereka.

__ADS_1


__ADS_2