Forced Marriage (Jio Untuk Celia)

Forced Marriage (Jio Untuk Celia)
Celia: Hamil?


__ADS_3

Dia nggak lagi bicara tentang pindah rumah, dan gue rasa pagi ini dia juga sedikit berbeda.


Dia nggak ngomong apa-apa sama gue, tapi raut wajahnya masih menenangkan! Dia sepertinya hanya malas untuk berdebat.


"Kalau ada apa-apa, kasih tau gue, WA gue!" bilangnya sebelum gue turun dari mobil buat pisah.


Sejak semalam, gue kayak ngerasa bersalah sama Jio, mungkinkah dia beneran cinta sama gue? Sikap pedulinya itu, gue bukannya mau melambung tinggi diperlakukan sekhusus itu, tapi gue juga nggak bisa ngabain perhatiannya.


Selama ini, mungkinkah gue yang salah, udah terlalu membenci, hingga Jio sulit banget buat masuk ke hati gue.


Beberapa orang mulai bisik-bisik mengenai gue, gue tau itu, semenjak kabar pacaran gue sama Jio tersiar, gue udah kayak artis yang terus aja jadi perbincangan hangat. Tapi anehnya kali ini gue nggak kesel, gue ngerasa... Ya udah lah yaaa, mau diapain lagi, toh gue juga sama Jio udah halal, malahan bukan cuma pacaran, masih bagus gosip yang beredar nyatain gue yang pacaran sama Jio.


"Dia pacarnya Jio? Lo liat mukanya, pucet gitu!"


"Iya, kayak orang kurang darah!"


"Masa tipe Jio yang kayak gitu sih, cantikan juga gue kemana-mana!"


"Gue yakin, palingan Jio juga nggak serius sama dia, bentar lagi pasti bakalan denger kabar putusnya!"


"Dan gue bakalan nungguin kabar itu!"


Gilak yaaa, anak Guna Bhakti emang biang rusuh, nggak ada segan-segannya ngomongin orang, padahal yang diomongin lagi lewat depan mereka.


Tapi, apa bener gue bakalan ditinggal sama Jio, muka gue... Dari pagi tadi gue nggak pernah ngaca, gue masih takut mual kayak semalam. Pagi ini aja gue nggak bedakan, nggak pake skincare, entahlah apa yang terjadi sama gue, gue mulai males begituan dari semalam.


"Lo kenapa?" tanya Oliv saat gue sampai kelas.


"Kenapa?" tanya balik gue.


"Muka lo..."

__ADS_1


Muka gue, kenapa dengan muka gue, pucet? Ya emang sih, gue kalau nggak bedakan atau minimal skincare lah, pasti pucet, karena gue punya kulit yang emang putihnya kelewatan.


"Lo abis begadang Cel?" tanya Eve, dia liat gue heran.


"Iya, Lo pucet banget, dan juga... ada jerawat!"


"Jerawat?" waahhh kalau denger masalah satu ini, gue langsung panik, gue paling nggak bisa punya jerawat! Eve tau itu, makanya dia selalu bilang kalau udah liat tanda-tanda jerawat mau hinggap di muka gue.


Gegas gue lari ke toilet, bagi gue ini nggak bisa dibiarin.


Gue segera ngaca, dan emang bener kali ini masalah menyeramkan itu malah hinggap di ujung hidung gue, sialan! Emang baru mau muncul sih, tapi kalau nggak segera dibasmi pastinya bakalan bikin malu banget, bisa nggak sekolah gue kalau dia beneran ada.


Ini pasti gara-gara gue yang nggak cuci muka sama skincarean dulu sebelum tidur semalam.


Tapi tiba-tiba, "Hoeekkk hoeekkk!"


Gue lagi-lagi ngerasain hal yang sama, gue paling nggak bisa liat muka gue sendiri, "Hoeekkk hoeekkk!"


"Prok prok prok!"


Gue lihat ke belakang, siapa yang udah beraninya tepuk tangan atas penderitaan gue, sarap emang!


"Celia... Waw! Apa ini?"


Dia adalah Ariana, cewek yang katanya rela ngelakuin apapun buat dapetin Jio, dan gue... Sekarang benar-benar tengah jadi incarannya, buat dibanting mungkin.


"Apa..." tanya gue lemes, gue bahkan udah nggak kuat berdiri.


"Terdengar kabar lo yang pacaran sama Jio, tapi nggak lama gue nemuin lo lagi muntah-muntah di toilet, lo nggak lagi hamil kan?"


"Apa?"

__ADS_1


Apa? Hamil? Dia ini ngomong apaan sih, tapi tunggu gue kan... Astagah, perasaan gue emang belum datang bulan semenjak Jio maksa gue waktu itu. Jadi... Nggak mungkin, nggak mungkin gue hamil.


Gue terduduk di lantai, ini adalah ketakutan gue, hal yang banget banget banget gue takutin.


"Kenapa? Kayaknya dari wajah terkejut lo ini, lo emang udah ngapa-ngapain ya sama Jio, aahhh gue nggak nyangka deh, ternyata lo itu murahan banget yaaa, inget nggak waktu lo teriak sama gue, bilang kalau lo nggak ada hubungan apapun sama Jio, lo juga bilang kalau lo nggak mungkin suka sama Jio, lo itu sebenarnya apa sih? Terlalu munafik kan?"


"Jio nggak mungkin maksa lo kan, yang bener itu pastinya lo sendiri yang nyerahin tubuh kotor lo ini sama Jio!"


"Aahhh apa jadinya yaaa, kalau seisi Guna Bhakti ini tau kalau lo sedang hamil?"


"Dugh!"


"Awww!" Gue megangin perut gue yang ditendang sama Ariana, gila ya ini cewek, entah gue hamil ataupun enggak, emangnya dia siapa bisa ngelakuin hal kek gini sama gue.


"Duugghhh!"


"Awwhhh!"


"Ariana stop!" pinta gue, nggak banyak hal yang bisa gue lakuin, akibat muntah hebat tadi gue beneran lemes nggak kira-kira. Jadi saat Ariana nendang perut gue, sayangnya gue terlalu lemah buat ngelawan dia.


"Ariana, berhenti!" tangis gue, sumpah ini kayaknya gue beneran hamil deh, perut gue sakit banget tiba-tiba.


"Kenapa? Gue kan cuma bantuin lo biar lo nggak hamil, gue mau bantu lo buat gugurin, emangnya salah?"


"Dugh!"


"Lo itu nggak pantes tau nggak hamil anaknya Jio, bayi itu nggak boleh lahir!"


"Duugghhh!"


"Awwhhh Ariana please! Tolong... Gue sakit banget Ar, sakit..." erang gue, setelahnya gue nggak tau apa yang terjadi sama gue, tiba-tiba aja pandangan mata gue berubah gelap, dan gue udah nggak bisa denger apa-apa lagi.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2