Friendship And Love Story

Friendship And Love Story
BERITA YANG MENGEJUTKAN


__ADS_3

Jangan lupa like, komen dan vote ya guys, jangan silent readers please 🙏


** selamat membaca **


Hanya keheningan yang terasa di rumah rara setelah kepergian papi dan kakak²nya ke kantor, maminya juga pergi berbelanja kebutuhan rumah, tinggalah rara dan bik inah di rumah


" bosan banget gue di rumah gak ada orang begini, bik inah juga kemana lagi kok gak kelihatan " ucap rara sambil menuruni tangga


" ngapain yaa enaknya gue bener² bosan nih di rumah mulu " ucap rara


" oh iya gue kemarin nitip beli tanaman mawar deh, udah di tanam bibik belum yaa? mending gue ke sana aja deh " ucap rara sambil keluar menuju taman


" mana bunganya ya? " ucap rara sambil mencari keberadaan mawarnya


" tumben non rara ke taman ada apa ya? " tanya bik inah mengagetkan rara


" ternyata bibik di sini, rara kira di dapur " ucap rara


" gak non bibik lagi nyiram tanaman, non rara cari apa? " ucap bik inah melihat rara sedang mencari sesuatu


" kemarin kan rara titip beli tanaman mawar bibik taruh dimana ya? " tanya rara


" itu non " ucap bik inah menunjuk tanamannya


" udah bibik tanam dan siram ya? " tanya rara


" udah non " ucap bik inah


" non itu bukannya pacar non yaa? " tanya bik inah menunjuk anggara yang baru datang


" iya bik, tumben dia kesini bukannya dia kuliah? ada apa ya bik? " ucap rara


" mending non temuin aja biar tau maksud kedatangan dia apa" saran bik inah


" yaudah deh bik rara temuin dia dulu " ucap rara mengikuti saran bik inah


***


" hai.. " sapa rara sambil tersenyum


" hai sayang " ucap anggara sedikit gelisah


" kamu kenapa kok kayak gelisah gitu? " tanya rara


" aku.. aku gak papa " ucap anggara sedikit gugup


" ada apa sih kok kamu gugup gini dan tumben banget jam segini kamu ada di sini bukannya ada jadwal kuliah? " tanya rara semakin penasaran


" sebenarnya.. " ucap anggara terpotong karna takut membuat rara sedih


" ada apa? jangan buat aku kepo deh " ucap rara


" sebenarnya aku kesini mau nyampein kalo nesya dan faranisa kecelakaan " ucap anggara membuat rara kaget


" apa?! " ucap rara syok dan hampir terjatuh dengan cepat anggara menangkapnya

__ADS_1


" kamu gak papakan? " ucap anggara khawatir sambil memegang bahu rara


" sekarang mereka dimana? " tanya rara syok


" mereka udah di bawa ke rumah sakit " ucap anggara


" antarin aku kesana " ucap rara


" iya tapi kamu ganti baju dulu yaa, aku antarin kamu kedalam " ucap anggara sambil membantu rara berjalan menuju kedalam rumahnya


" kamu tunggu di sini aja biar aku yang ke atas " ucap rara


" kamu yakin? kalo kamu gak kuat naik tangga biar aku bantu " ucap anggara khawatir


" aku bisa kok, kamu tunggu di sini aja " ucap rara berusaha kuat


***


" eh ada nak anggara " sapa mami baru datang sambil menghampiri anggara


" apa kabar tante om? " sapa anggara sambil menyalim tangan mami dan papinya rara


" kamu yang namanya anggara? " tanya papi


" iya om, saya anggara " ucap anggara sambil tersenyum


" kamu gak kuliah? " tanya papi


" saya izin om " ucap anggara


" sebenarnya saya mau bawa rara ke rumah sakit om " ucap anggara membuat papi kaget


" siapa yang sakit? " tanya mami kaget sambil membawa air minum untuk anggara dan papi


" iya anggara siapa yang sakit? apa rara sakit? " tanya papi kaget


" bukan om rara baik² aja, nesya dan faranisa kecelakaan keadaan mereka kritis mangkanya saya mau bawa rara nemuin mereka " ucap anggara


" apa?! kenapa ini bisa terjadi? tadi mereka baik² aja " ucap mami syok


" rem mobil nesya blong tante katanya ada yang sengaja melakukan ini " ucap anggara


" udah di laporkan? " tanya mami


" udah tante sekarang masih di proses " ucap anggara


" ayo kak kita pergi " ucap rara tergesah²


" kita pergi dulu ya tante om " pamit anggara sambil menyalim tangan orangtua rara


" mami papi rara pergi dulu yaa " pamit rara sambil menyalim tangan orangtuanya


" iya sayang, hati² ya nanti mami dan papi nyusul " ucap mami


" iya mi " ucap rara

__ADS_1


" biar aku aja yang buka pintunya " ucap anggara sambil membuka pintu mobilnya


" makasih sayang " ucap rara berusaha tersenyum


" kamu jangan nangis dong aku juga ikutan sedih " ucap anggara melihat rara meneteskan air matanya


" gimana aku gak sedih.. nesya dan fara itu sahabat aku dari kecil, kalo aku ada masalah mereka yang selalu belain aku, support aku dan hibur aku " ucap rara sambil mengis terisak²


" aku tau kamu sayang banget sama mereka tapi kamu harus mikirin diri kamu juga " ucap anggara


" kehilangan mereka seperti kehilangan separuh jiwa aku, hidupku akan terasa hampa kalo gak ada mereka, mereka itu udah aku anggap seperti saudara kandung gak ada jarak di antara kita " ucap rara mengingat masa lalunya bersama sahabat²nya


tiba² telpon rara berbunyi


" halo tia? " ucap rara lesu


" lo dimana? kok rumah lo sepi? kata bik inah lo ke rumah sakit, siapa yang sakit atau lo yang sakit? lo sakit apa? tadi baik² aja deh sebelum gue tinggal " tanya tiara bertubi² membuat rara semakin menangis


" gue baik² aja tiara, tapi nesya dan fara 😭😭 " ucap rara membuat tiara terkejut


" mereka kenapa ra? " tanya tiara kaget dan matanya mulai berkaca²


" mereka kecelakaan " ucap rara membuat tiara menangis


" mereka dimana sekarang? " tanya tiara


" di rumah sakit xx, sekarang gue lagi di jalan mau kesana " ucap rara


" gue otw ke sana " ucap tiara


" iya " ucap rara sambil menutup telponnya


" aku gak nyangka persahabatan kalian begitu kuat dari dulu sampai sekarang kalian masih aja saling peduli, kebanyakan orang² bersahabat kalo ada maunya doang udah dapet yang dia mau, dia pasti pura² lupa punya sahabat " ucap anggara


" kita gak seperti itu, persahabatan kita akan kita jaga sampai kapan pun.. jika kita membutuhkan sesuatu hal pasti kita akan cerita dan saling membantu itu yang membuat persahabatan kita awet, walaupun sering bertengkar merebutkan sesuatu hal yang gak penting kita pasti akan baikan lagi setelahnya " ucap rara mengingat kelakuan sahabat²nya


" aku pikir dulu kamu itu orangnya gak pedulian, egois dan menganggap mereka seperti bawahan kamu yang suka kamu suruh² ternyata aku salah.. kamu begitu sayang sama mereka, jarang ada yang seperti kamu peduli dan menyayangi sahabat kamu lebih dari diri sendiri, mending kamu do'ain mereka ya semoga mereka cepat sadar " ucap anggara tersenyum sambil mengelus kepala rara


" aku akan selalu do'ain mereka, refina kemana ya? apa dia baik² aja? tadikan dia pergi sama nesya dan fara? " tanya rara baru sadar akan sahabatnya itu


" aku gak tau soal refina, tadi revan cuma bilang nesya dan faranisa aja " ucap anggara


" nomornya gak aktif lagi " ucap rara berusaha menelpon refina namun tak ada jawaban darinya


" coba kamu telpon rangga, mungkin dia lagi sama refina " saran anggara dan rara langsung menurutinya


" sama.. nomornya juga gak aktif, kita harus gimana sekarang? " ucap rara semakin khawatir


" kamu tenang dulu, sebentar lagi kita sampai.. kita lihat di rumah sakit semoga aja dia ada di sana bersama yang lain " ucap anggara menenangkan rara


" kamu cepat dong nyetirnya, aku khawatir sama mereka " ucap rara panik


" iya sayang ini udah masuk kawasan rumah sakit " ucap anggara


" ayo turun kita udah sampai nih " ucap anggara langsung turun untuk membukakan pintu buat rara

__ADS_1


" makasih sayang, ayo cepat kita susulin mereka " ucap rara


__ADS_2