Friendship And Love Story

Friendship And Love Story
BERTEMU DIA


__ADS_3

Jangan lupa like, komen dan vote ya guys, jangan silent readers please 🙏🙏


tolong tinggalin jejaknya ya 😍🥰


** selamat membaca **


Setelah sarapan mereka langsung menuju kantor reno sesampainya di sana tak sengaja rara dan tiara bertemu dengan seseorang yang sangat mereka kenal


" rara? " panggil laki² itu ketika berhadapan dengan rara sambil memegang tangannya


" apaan sih jangan pegang² gue! " ucap rara sambil melepaskan genggaman laki² itu dari tangannya, tenaga rara tak sekuat laki² itu sehingga rara tak bisa melepaskannya


" aku gak akan lepasin kamu sebelum kamu dengerin penjelasan aku dulu ra " ucap laki² itu memohon kepada rara


" anda siapa? berani banget sentuh² saya! jangan kurang ajar ya! " ucap rara kesal dan pura² tak mengenal laki² yang di depannya yang tak lain adalah anggara mantan pacarnya


" tega banget kamu ra gak ngenalin aku lagi, aku anggara pacar kamu.. secepat itu kamu lupain aku?! " ucap anggara sedih


" tega anda bilang?! tega mana sama anda yang meninggalkan saya tanpa kejelasan dan tak ada kabar berbulan², tiba² anda muncul dengan perempuan lain?! masih pantas di sebut pacar seperti itu! saya bukan pacar anda lagi! lepasin tangan saya sekarang juga atau saya panggil security! " ucap rara mengancam anggara


" udah gar lepasin dia gak enak di lihatin yang lain, ingat tujuan kita ke sini untuk apa? " ucap wahyu mengingatkan anggara dan anggara langsung menurutinya


setelah anggara melepaskan genggamannya pada rara, rara segera pergi meninggalkan anggara dan sahabat²nya menuju lift


" lo gak papa kan ra? " tanya tiara khawatir


" gak papa kok " ucap rara berusaha meredakan emosinya


" ngapain sih dia muncul lagi di saat gue udah bisa lupain dia? " curhat rara kepada tiara


" lo yang sabar ya mungkin dia jodoh lo kali " canda tiara


" lo bukannya kasih solusi tapi malah buat emosi " ucap rara bertambah kesal dan segera keluar dari dalam lift saat lift terbuka ia langsung menuju ruangannya


" gini nih kalo lagi emosi bawa'annya sensian mulu sama gue " ucap tiara berbicara sendiri sambil keluar dari dalam lift


" rara tunggu! gue gak tau ruangan lo dimana? " teriak tiara sambil mengejar rara yang jauh di depannya

__ADS_1


rara telah tiba duluan di depan ruangannya, sekretaris reno langsung menyapanya


" selamat pagi bu " sapa sekretaris laki² itu dengan sopan


" pagi, jangan panggil ibu dong saya belum setua itu " ucap rara mencoba bercanda agar tak tegang karena raut wajahnya terlalu serius membuat rara takut dan tegang ketika berhadapan dengannya


" saya sudah terbiasa memanggil atasan dengan sebutan begitu, gimana kalo nona saja? " ucap sekretaris reno yang akan menjadi sekretarisnya selama menggantikan reno di perusahaannya


" boleh " ucap rara sambil tersenyum


" perkenalkan nama saya dion nona, saya sekretaris pak reno, saya sudah di beritahu pak reno bahwa anda yang akan menggantikannya sementara waktu, mari masuk ke ruangan anda nona² " ucap dion dengan sopan sambil mengajak rara dan tiara masuk keruangan mereka


" di sebelah sini meja nona rara dan di sampingnya meja nona tiara, berkas²nya telah di persiapkan di meja anda silahkan di lihat, jika ada yang kurang paham anda bisa bertanya kepada saya dan sebentar lagi kita ada meeting bersama abiputra group, saya akan mempersiapkan berkas²nya dulu, permisi nona " ucap dion sambil menunjuk meja mereka dan segera pamit


" gila.. tegang banget tuh muka ngeri gue lihatnya, ada ya cowok begitu " ledek tiara setelah dion pergi


" udah kebiasaan mungkin, udah lah abaikan aja lama² mungkin kita akan terbiasa lihat muka dia yang tanpa ekspresi itu 😆 " ledek rara


" busett... ini berkas atau apa sih banyak banget? " ucap rara kaget setelah membuka berkas yang ada di atas mejanya


" emang tugas kita apa sih disini? " tanya tiara bingung


" tok.. tok.. tok.. " suara ketukan pintu


" masuk " ucap rara


" ini berkas untuk meeting nanti nona, ayo saya antarkan ke ruangannya sekarang, klien kita sudah menunggu di sana " ucap dion mengajak rara ke ruangan meeting


" ayo tiara kita pergi " ajak rara


" dimana ruangannya sekretaris dion? " tanya rara


" ayo ikut saya nona " ajak dion dan rara segera mengikutinya dari belakang karna ia belum hafal letak ruangan² yang ada di kantor barunya kecuali ruangannya sekarang


saat rara memasuki ruang meeting rara terkejut melihat keberadaan anggara dan sahabat²nya, rara mulai menebak klien yang di maksud adalah mereka dan ia pura² tidak mengenal mereka semua


" dia lagi dia lagi.. kenapa sih harus ketemu dia mulu, lama² gue gak tahan di sini, hati gue jadi nyesek keingat kejadian waktu itu, pengen pergi tapi gue harus profesional, gak boleh libatin perasaan sekarang hanya hubungan kerja ingat rara " ucap rara dalam hati menguatkan hatinya ketika berhadapan dengan mantan pacarnya

__ADS_1


meeting segera di mulai dion selaku sekretaris rara memperkenalkan rara kepada staf² lainnya termasuk anggara dan sahabat²nya yang merupakan klien yang di maksud reno yang mau bekerja sama dengannya


" nona rara di depan kita ini klien dari perusahaan abiputra group yang mau bekerja sama dengan kita, nanti mereka akan mempresentasikan laporan² yang telah mereka persiapkan dan menawarkan produknya, jika anda tertarik kita akan bekerja sama dengan mereka dan membuat kontrak kerja " ucap dion dan rara hanya mengangguk


rara mulai tidak konsentrasi mendengarkan penjelasan dari staf perusahaan anggara, di pikirannya hanya kenangan pahitnya bersama anggara yang selalu menghantuinya beberapa hari ini


" maaf nona sepertinya ada tak fokus dari tadi? apa anda sedang sakit? " tanya sekretaris dion


" iya dion saya permisi dulu, badan saya mendadak tidak enak, kalian lanjutkan " ucap rara segera berdiri


" mohon maaf semuanya saya permisi dulu ada urusan sebentar meeting di lanjutkan saja, ada sekretaris dan asisten saya yang menggantikan saya sementara dan mereka yang akan menjelaskan nanti kepada saya " ucap rara segera pergi


rara segera keluar dari ruang meeting menuju lift, ia turun ke lantai dasar menuju mobilnya tak sengaja rara menabrak seorang perempuan yang sangat mirip dengan sahabatnya


" sorry² saya gak sengaja " ucap perempuan itu membantu rara berdiri


" gak papa kok " ucap rara sambil merapikan rambutnya


" nesya? " panggil rara ketika melihat wajah perempuan itu mirip dengan sahabat yang sangat di rindukannya


perempuan itu hanya tersenyum dan langsung pergi tanpa memperdulikan ucapan rara


" gue gak salah lihatkan? itu beneran nesya atau gue cuma halu? " ucap rara syok sambil mengucek kedua matanya agar terlihat lebih jelas


" gue halu nihh gak mungkin nesya kembali hidup diakan udah meninggal dan udah di kubur gue lihat sendiri pemakamannya " ucap rara berbicara sendiri sambil menampar pipinya sendiri ia masih tak menyangka bisa bertemu dengan perempuan yang mirip sahabatnya


" ada apa sih gue kok jadi gak konsentrasi gini " ucap rara segera pergi menuju mobilnya


Di dalam mobil rara kembali memikirkan kejadian tadi, anggara tiba² muncul di hadapannya lagi setelah beberapa tahun tidak ada kabarnya, rasa cinta dan sayang itu muncul di hati dan pikiran rara tapi rasa sakit atas perlakuan anggara kepadanya menguasai dirinya hingga ia sangat benci kepada laki² yang pernah mengisi hatinya itu


" arghhh kenapa perasaan ini muncul lagi sih! " ucap rara sambil memukul stir mobilnya


" kenapa gue gak bisa kontrol diri gue ketika berhadapan sama dia tadi? nyesek banget hati gue ketika bertemu dia, gue harus apa sekarang? kalo gue begini terus gue gak bisa moveon dan buktiin kepada papi kalo gue bisa mengurus perusahaan " ucap rara menangisi kebodohannya


ketika rara melihat ke arah kaca didepannya perempuan yang mirip dengan nesya keluar dari kantor, rara segera menghapus air matanya untuk melihat dengan jelas apakah dia nesya sahabatnya atau bukan


" siapa sih perempuan itu kenapa dia masuk kedalam kantor gue? udah 2x gue lihat perempuan yang mirip nesya apa mereka orang yang sama atau dia beneran nesya? mukanya sangat mirip tapi nesya udah meninggal gak mungkin dia bisa ke sini? gue harus ikutin dia biar tau dia nesya atau bukan " ucap rara segera melajukan mobilnya mengikuti mobil perempuan yang mirip nesya

__ADS_1


terimakasih yang udah mau menunggu kelanjutan novel ini, like, komen dan votenya 🙏🏻😘🥰


__ADS_2