
Jangan lupa like, komen dan vote ya guys, jangan silent readers please 🙏🙏
tolong tinggalin jejaknya ya 😍🥰
...** selamat membaca **...
Setelah mendengar perkataan anggara dari boneka itu rara meneteskan air matanya, ia begitu sedih dan menyesali segala kebodohannya ia tak menyangka semua itu terjadi pada anggara dan perkataan wahyu itu benar adanya
" lagi² gue yang melakukan kesalahan.. kenapa gue selalu sia²in orang yang benar² sayang sama gue! cemburu membutakan hati dan pikiran gue selama ini! 😭 kenapa disaat hubungan gue baik² aja banyak banget penghalang hubungan gue dan anggara? bahkan di saat dia koma gue gak di sisinya malah gue yang buat dia tambah sakit, apa yang harus gue lakuin?! 😭 " ucap rara sambil menangis terisak² ia menyesali semua yang telah terjadi kepadanya
tok.. tok.. tok.. (suara ketukan pintu)
mendengar suara ketukan pintu rara langsung menghapus air matanya dan mencoba menenangkan hatinya, ia tak mau ada orang yang melihatnya menangis dan melihat kerapuhannya, ia tak mau dianggap perempuan yang cengeng dan lemah, rara mencoba membukakan pintu perlahan²
sambil menarik napasnya lalu di buang agar ia terlihat rileks
" kenapa bik? " tanya rara setelah melihat siapa yang mengetuk pintu
" nyonya sama tuan sudah menunggu di meja makan non, makan malam udah siap " ucap bik inah
" nanti rara nyusul bik bilang aja sama mami dan papi rara lagi mandi " ucap rara
" iya non nanti bibik bilangin ke tuan dan nyonya, bibik permisi dulu ya non " ucap bik inah
" iya bik makasih ya " ucap rara sambil masuk kembali ke dalam kamarnya dan langsung mandi
***
rara buru² memakai pakaian santainya dan bersiap² untuk turun kebawah menemui orangtuanya di meja makan
" kok lama banget nak ngapain aja? " tanya mami melihat kedatangan rara
" abis mandi mi 😁 " ucap rara
" mandi kok lama banget kamu nak dari tadi kita tungguin " ucap mami
" maaf mi tadi rara kelamaan lihat email yang masuk dari kantor " ucap rara berbohong agar orangtuanya tak curiga
" oh iya gimana rasanya kerja di kantor nak? " tanya papi
" ternyata gak enak ya kerja pi banyak banget yang harus di kerjakan apalagi harus meriksa file² yang banyak itu, meja rara aja sampai penuh di buatnya, maafin rara ya pi dulu rara sering banget menghambur²kan uang dari papi, rara gak tau betapa susahnya mencari uang " ucap rara sambil melihat papinya
" baguslah kamu udah mulai paham.. ternyata anak papi ini udah mulai dewasa ya, papi yakin kamu pasti bisa apalagi kamu sangat pintar dalam berbagai hal, nilai² kamu juga bagus papi bangga sama kamu nak, kamu pasti bisa mengelola perusahaan itu dengan baik dan kamu pasti bisa mengelola perusahaan kamu sendiri nantinya, kamu harus terus belajar jangan mengeluh apalagi menyerah jika ingin sukses, kesuksesan tidak datang secepat yang kita mau nak itu butuh proses dan proses itu tidak lah sebentar belum lagi ada krikil² yang mengganggu, kamu pasti bisa menyingkirkan itu semua, papi yakin itu " ucap papi menasehati putrinya
" siap papi rara akan selalu ingat nasehat papi, papi doain rara terus ya semoga rara bisa mengelola perusahaan dengan baik dan rara bisa sukses seperti papi " ucap rara sambil berdiri menghampiri papinya dan memeluknya dari samping
__ADS_1
" papi selalu doain kamu sayang, papi mau yang terbaik untuk anak papi ini jangan pernah lelah untuk belajar dan berusaha karna usaha tidak pernah mengkhianati hasil ingat itu sayang " ucap papi sambil mengelus kepala rara
" udah kali pelukannya nanti gak selesai makannya " ledek reno
" suka² rara dong kan yang di peluk papi rara sendiri 😝 " ledek rara sambil kembali ke tempat duduknya
" nanti temanin kakak ya dek " ucap reno mengalihkan pembicaraan
" kemana kak? " tanya rara sambil melanjutkan makannya
" ke mall bentar " jawab reno
" ngapain? " tanya rara
" beli sesuatu " jawab reno
" untuk siapa? " tanya rara penasaran
" untuk perempuan yang istimewa di hati kakak dan yang kakak sayang " ucap reno
" malas ahh, rara capek kak " tolak rara karna ia yakin kakaknya mau membelikan kado buat calon istrinya, rara masih belum bisa merelakan kakaknya menikah dengan orang lain tapi ia tak mau membuat kakaknya kecewa dan ia berusaha menutupi semuanya dari reno, ia tak mau merusak kebahagian kakak tersayangnya, rara tau sifat reno jika adiknya tak menyukai sesuatu ia juga tidak menyukainya dan memilih mengikuti kemauan adiknya karna bagi reno rara yang paling berharga dari semuanya
" baru aja tadi papi bilang jangan ngeluh, kamu malah ngeluh dek " ledek reno
" rara gak ngeluh kok kak, yaudah deh rara mau pergi sama kakak " ucap rara terpaksa
" kalo ada maunya baru deh muji adeknya " ledek rara
" kamu ini dek kayak baru tau kakak aja " ucap reno
" udah ahh rara siap² dulu nanti kemalaman lagi pulangnya " ucap rara langsung berdiri
" mami, papi, rara siap² dulu ya " ucap rara pamit kepada kedua orangtuanya
" iya sayang " ucap mami sambil tersenyum
setelah bersiap² rara segera turun menemui keluarganya di ruang tengah
" rara udah siap nih ayo kita pergi kak nanti kemalaman lagi pulangnya" ajak rara
" iya sabar kenapa sih dek pamit dulu sama mami dan papi " ucap reno
" mi.. pi.. rara pergi dulu ya " ucap rara sambil menyalami dan mencium pipi kedua orangtuanya
" hati² ya sayang jangan kemalaman pulangnya " ucap mami kepada anak²nya
__ADS_1
" siap mi " ucap reno sambil memberi hormat
Mereka langsung menuju mobil reno yang terparkir di depan rumah mereka
" silahkan masuk tuan putri " ucap reno sambil membukakan pintu untuk rara
" tumben kakak so sweet gini.. terimakasih ya kak " ucap rara sambil masuk kedalam mobil reno
***
" udah lama ya dek kita gak jalan berdua gini jadi ingat waktu kamu masih kecil suka banget maksain kakak jalan² padahal kakak capek banget waktu itu abis pulang sekolah dan ekskul juga " ucap reno mengingat masa kecil mereka sambil menyetir mobilnya
" iya kak kalo kakak gak mau ngajakin rara jalan pasti rara nangis dan bilang kalo kakak gak sayang lagi sama rara " ucap rara mengingat masa kecilnya
" ternyata kamu masih ingat dek.. itu masa² yang paling kakak kangenin saat bersama kamu, apa lagi kamu selalu bilang kakak gak sayang sama kamu itu salah besar, kakak yang paling tersiksa waktu papi bilang kakak harus kuliah di luar negeri dan berjauhan sama kamu dek, papi memaksa kakak untuk kuliah di sana mau gak mau kakak menerimanya, kakak sedih banget gak bisa lindungin kamu lagi " ucap reno mengingat masa lalunya
" yaampun kak, kenapa kakak gak cerita sama rara sih " ucap rara kaget
" kakak gak mau buat kamu sedih dek, udah gak usah di bahas lagi kita nikmati aja waktu yang singkat ini cuma berdua, kita happy² aja kamu mau apapun pasti kakak beliin " ucap reno mengalihkan pembicaraan
" yang bener kak? " tanya rara memastikan
" iya dek " ucap reno
" apapun itu kak? " tanya rara lagi
" iya bawel " ucap reno sambil mengacak² rambut rara
" ihh kakak jadi kusut kan rambut rara " ucap rara sambil merapikan kembali rambutnya
" mau kamu kusut kek gak kek kakak gak peduli, bagi kakak adik kakak ini tetap cantik mau gimanapun " ucap reno sambil mencolek hidung rara
" udah sampai nih ayo turun " ucap reno
" gak di bukain lagi nih? " canda rara
" buka aja sendiri jangan manja " canda reno
" ih nyebelin tadi aja so sweet banget " ucap rara sambil membuka pintunya
" itu kan tadi " canda reno sambil keluar dari mobilnya
" ayo masuk " ucap reno sambil menggandeng tangan rara
" pelan² dong kak jalannya " protes rara
__ADS_1
" kamu sih lama banget dek, ayo buruan masuk " ucap reno sambil menarik pelan tangan rara
Terimakasih yang udah mau menunggu kelanjutan novel ini, like, komennya 🥰😘