
Jangan lupa like, komen dan vote ya guys, jangan silent readers please 🙏🙏
tolong tinggalin jejaknya ya 😍🥰
...** selamat membaca **...
setelah beberapa jam akhirnya rara sadar, semua yang berada di sana tersenyum lega
" akhirnya kamu sadar juga nak " ucap mami menghampiri rara sambil mengelus kepalanya
" rara dimana mi? " tanya rara lirih
" kamu di rumah sakit nak " jawab mami
" rara kenapa mi? " tanya rara lagi
" lo tuh buat gue panik aja ra mendadak pingsan di mall " jawab nesya tiba² menghampiri rara
" iya ra, kenapa lo gak bilang sama kita kalo lo gak sarapan? makan malam juga gak jadi drop kn badan lo, coba aja kita tau pasti kita paksa lo buat makan! " ucap tiara mengomeli rara
" lo tau dari mana gue belum makan? " tanya rara lirih
" mami yang bilang sama kita " jawab tiara
" kata dokter lo kecape'an juga jadi lo harus banyak² istirahat! " ucap refina menghampiri mereka
" bawel banget sih kalian, mami aja gak bawel seperti kalian deh " canda rara sambil berusaha duduk
" eh.. tiduran aja jangan banyak gerak.. lo harus istirahat " cegah faranisa segera menghampiri rara
" gue bosen tiduran mulu " ucap rara masih kekeh untuk duduk
" bandel deh di bilangin gausah banyak gerak masih aja " ucap tiara sambil membantu rara duduk
" gue capek tiduran mulu " ucap rara sambil menyengir
" papi mana mi? kak anggara juga gak jengukin rara? apa dia masih marah sama rara? " tanya rara mengalihkan pembicaraan, wajahnya mendadak berubah menjadi sedih
" anggara.. " ucap mami terputus dan tak tega melanjutkan perkataannya
" anggara lagi di obati " jawab tiara lirih
" dia kenapa? " tanya rara kaget
" dia habis di pukuli kak reno " ucap nesya lirih
" apa?! kok bisa? " tanya rara syok
" tadi waktu anggara lagi jelasin ke kita reno lepas kendali dan dia memukuli anggara hingga babak belur sekarang papi yang ngurusin anggara di IGD " ucap mami lirih
" ini semua salah rara mi.. anggara gak salah apa² wajar dia bersikap begitu sama rara karna rara udah nemuin mantan rara di belakang dia mi " ucap rara sambil meneteskan air matanya
" mami udah tau semuanya nak, kamu jangan nangis lagi ya, nanti mami yang jelasin ke reno sekarang kamu istirahat aja " ucap mami sambil menenangkan rara
__ADS_1
" gak mi.. rara mau lihat kak anggara " rengek rara
" tapi kamu belum pulih nak, kamu harus istirahat biar kamu cepat sembuh " ucap mami membujuk rara
" gak mi rara maunya sekarang! " ucap rara sambil mencoba melepaskan infus di tangannya
" rara jangan lakuin itu! oke.. mami akan antarin kamu ke sana! " teriak mami sambil menarik tangan rara hingga tak jadi melepaskan infusnya
" tiara tolong ambilkan kursi roda buat rara ya kita antarin rara ke sana " ucap mami kepada tiara
" oke mi, tunggu ya tiara ambilin " ucap tiara langsung pergi
tak lama menunggu akhirnya tiara datang membawa kursi roda dan membantu rara duduk di sana
" kita di sini aja ya " ucap faranisa bersama refina
" yaudah deh kalian jagain ruangannya rara ya kali aja dia kabur " ucap nesya membuat semuanya tertawa
" ada² aja lo yaudah yuk " ucap tiara sambil mendorong kursi roda menuju IGD
sesampainya di sana rara langsung menghampiri anggara yang sedang memegang lukanya
" sayang.. kamu gak papa kan? " tanya rara khawatir
" aku gak papa, kamu ngapain di sini? kamu itu harus istirahat biar cepat sembuh! " ucap anggara kaget melihat keberadaan rara disana
" gimana aku mau istirahat kalo kamu begini! " ucap rara sambil meneteskan air matanya
" aku gak papa, kamu jangan nangis dong aku baik² aja " ucap anggara sambil turun dari bankar langsung menghampiri rara di kursi rodanya
" udah jangan di bahas lagi, aku udah maafin kamu kok.. maafin aku juga ya seharusnya aku gak berlebihan cemburunya, aku gak mau kamu diambil orang lain mangkanya aku pergi untuk nenangin hati aku, maaf ya aku udah ninggalin kamu " ucap anggara sambil memeluk rara
" iya, terimakasih kamu udah mau maafin aku, aku sayang banget sama kamu, aku gak akan ninggalin kamu kok " ucap rara sambil membalas pelukan anggara
" seharusnya aku yang berterimakasih, kamu masih mau maafin aku dan gak ninggalin aku, aku juga sayang banget sama kamu " ucap anggara masih memeluk rara
" ehem.. " tegur papi yang sedari tadi menyaksikan mereka
" papi.. " ucap rara sambil menghapus air matanya
" kalo mau meluk anak papi segera halalin dong jangan meluk² doang, papi gak akan rela kalo anak perempuan papi sedih lagi gara² laki² gak bertanggung jawab! " ucap papi meledek anggara sambil menghampirinya
" maafin anggara pi.. anggara janji gak akan gitu lagi.. setelah rara sembuh anggara akan segera bawa orangtua anggara menghadap papi dan mami " ucap anggara serius
" laki² sejati itu harus bisa pegang ucapannya kamu harus buktikan ucapan kamu jangan sia²kan kepercayaan papi, kamu harus tunjukkan ke papi kalo kamu benar² serius mau menikahi anak kesayangan papi ini " ucap papi sambil mengelus kepala rara
" dan lo harus ingat sekali lagi lo nyakitin adek kesayangan gua lo harus terima konsekuensinya, lo akan ngerasa lebih sakit dari ini.. " ucap reno tiba² menghampiri mereka
" kakak.. " ucap rara kaget
" maafin kakak ra.. kakak sebenarnya gak mau nyakitin orang yang kamu sayang tapi kakak gak bisa lihat kamu sedih apalagi gak sadarkan diri seperti kemarin, walaupun kakak tau bukan kesalahan dia sepenuhnya, kakak gak mau kamu di sakiti orang lain, kakak sayang banget sama kamu dek, kamu lebih berharga dari apapun " ucap reno sambil menghampiri rara
" rara tau kakak sayang banget sama rara tapi seharusnya kakak gak begini! mana kakak yang rara kenal? gak mau nyakitin orang lain apalagi mukul orang dengan tangannya sendiri, kakak gak pernah menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan masalah.. rara kecewa sama kakak! " bentak rara
__ADS_1
" sayang.. kamu gak boleh begitu sama kakak kamu sendiri! wajar dia marah sama aku! itu kesalahan aku udah buat kamu sedih, dia membela kamu.. seharusnya kamu happy punya kakak yang sayang sama kamu dia rela nyakitin orang lain dan melukai tangannya sendiri demi melindungi kamu! " ucap anggara sambil melirik tangan reno yang di perban
" rara minta maaf kak, seharusnya rara gak ngebentak kakak, kakak gak papa kan? " ucap rara sambil menangis
" udah jangan nangis lagi ya kakak udah maafin kamu dan kakak gak papa, kita lupain ya masalah yang kemarin, anggara maafin kakak ya udah mukulin kamu " ucap reno merasa bersalah
" gak papa kak, aku juga minta maaf, aku ngerti kok kenapa sikap kakak begitu, kalo aku di posisi kakak pasti akan bersikap begitu " ucap anggara tersenyum
" nah gitu dong baikan dan kamu reno jangan pernah menyelesaikan masalah dengan kekerasan mami gak suka itu! " ucap mami memarahi reno
" maaf mi reno hilaf, reno janji gak begitu lagi " ucap reno sambil menunduk
" mami udah maafin kamu, masalah udah selesai sebaiknya sekarang kamu istirahat rara biar kamu cepat pulih, mami antarin kamu ke kamar sekarang! " ucap mami sambil menghampiri rara
" tapi mi " bantah rara
" rara dengarin omongan mami kali ini jangan pernah membantah kamu itu belum pulih " ucap mami mengambil alih mendorong kursi roda rara
" iya ra dengarin omongan mami, kalo kamu cepat sembuhkan kita bisa cepat nikah dan berduaan mulu tanpa ada yang marah " goda anggara
" apaan sih kamu... btw sejak kapan kamu manggil orangtua aku dengan sebutan mami dan papi? " ucap rara sambil menaikkan sebelah alisnya
" kan sebentar lagi dia jadi suami kamu itung² belajar lah dari sekarang biar gak canggung " ledek mami
" ehem... lampu hijau semakin di depan nih " ledek nesya sambil tertawa
" apaan sih sya " ucap rara tersipu malu
" ada yang merah seperti tomat nih pipinya " ledek tiara
" sama aja lo seperti nesya suka banget ngeledekin gue " ucap rara sambil menahan senyumnya
" udah jangan di ledekin mulu calon istri gua kan jadi malu dianya " bela anggara
" ehem enak nih udah ada yang belain sekarang " ledek tiara
" rese ya, awas aja kalian berdua " ucap rara geram
" sya kayaknya kita harus ke butik deh cari baju buat kita kan bentar lagi ada yang hmm " goda tiara sambil menahan tawa
" tunggu ya pembalasan gue " ucap rara
" udah ahh yang jangan berantem, biar aku antar kamu ke ruang inap kamu aja ya " ucap anggara
" anggara aja mi yang dorong kursi rodanya biar dia bisa istirahat " ucap anggara mengambil alih pegangan kursi roda rara
" kamu kan masih sakit nak biar mami aja deh " ucap mami khawatir
" anggara gak papa mi, mami gak usah khawatir anggara baik² aja, luka ini gak ada apa²nya, kesehatan rara jauh lebih penting " ucap anggara
" yaudah deh kamu boleh nganterin rara, sudah itu kamu juga harus istirahat " ucap mami
" siap bos " ucap anggara sambil memberi hormat dan mami hanya menggeleng²
__ADS_1
" ayo nyonya anggara kita kembali ke ruangan sekarang " ucap anggara sambil mendorong kursi roda rara
terimakasih udah setia menunggu kelanjutan novel ini, like dan komennya 🥰❤️