Friendship And Love Story

Friendship And Love Story
JANGAN TINGGALIN KITA


__ADS_3

Jangan lupa like, komen dan vote ya guys, jangan silent readers please 🙏🙏


** selamat membaca **


Setibanya di rumah sakit rara dan anggara segera mencari keberadaan sahabat² anggara karna mereka yang sedang menjaga pacar²nya


" gimana keadaan nesya sama fara kak? " tanya rara setelah melihat revano sedang menangis


" nesya di dalam ruang ICU kata dokter keadaannya semakin kritis sedangkan faranisa masih di IGD " ucap revano sambil menangis


" yaampun 😭😭, kenapa ini bisa terjadi kak? " tanya rara sambil menangis dan menahan badannya agar tak terjatuh


" rem mobil nesya blong raa, ada yang sengaja mutusin remnya.. gua udah berusaha mengejar mereka tapi mobilnya melaju dengan cepat hingga tak sengaja menabrak mobil dari arah berlawanan " ucap revano menjelaskan


" kata dokter keadaan nesya kritis karna benturan di kepalanya yang cukup keras " ucap revano membuat rara syok dan terjatuh ke lantai


" nesya 😭😭😭 " teriak rara


" nesya pasti bisa ngelewati ini semua, kamu jangan seperti ini seharusnya kamu beri semangat untuk nesya agar dia cepat sadar " ucap anggara menenangkan rara dan membantunya berdiri


" nesya baik² aja dia pasti sadar, dia gak mungkin ninggalin sahabat²nya " ucap rara berusaha bangkit


" aku harus lihat keadaan fara " ucap rara langsung pergi meninggalkan anggara dan revano


" lo susul rara aja gar gua gak papa kok, dia kelihatan sedih banget, dia lagi butuh lo " ucap revano


" yaudah deh lo tunggu di sini yaa bentar lagi wahyu datang " ucap anggara sambil menepuk pelan bahu revano untuk menguatkan dia dan langsung pergi


" thanks gar " ucap revano terpaksa tersenyum


***


" ref " panggil rara setelah melihat keberadaan refina sedang menemani faranisa


" rara " panggil refina sambil menghampiri rara dan memeluknya


" fara sama nesya raa 😭 " ucap refina terisak²


" gue udah tau semuanya lo yang tenang ya, ada gue di sini " ucap rara berusaha menguatkan refina


" gue takut mereka ninggalin kita ra " ucap refina masih memeluk rara


" udah yaa.. lo jangan mikirin itu dulu gue yakin mereka akan sadar " ucap rara berusaha kuat


" gue nyesal raa kenapa gue gak pulang sama mereka aja, seharusnya gue gak pergi sama kak rangga dan gue ngerasain apa yang mereka rasain sekarang " ucap refina menyesal


" lo ngomong apa sih.. seharusnya lo bersyukur lo masih selamat, jangan menyalahkan diri lo sendiri begini " ucap rara memarahi refina


" tapi gue merasa bersalah raa " ucap refina


" lo gak boleh ngomong begitu.. lo gak salah apa² jangan menyalahkan diri lo lagi! " ucap rara

__ADS_1


" gue mau lihat keadaan fara dulu lo tenangin diri lo ada pacar lo tuh di luar " ucap rara dan refina hanya diam saja


" gue gak mau kemana², gue mau bareng kalian aja " ucap refina


***


" fara bangun dong jangan tidur mulu " ucap rara membangunkan faranisa namun tak ada respon darinya


" fara lo dengar omongan gue kan? " bisik rara


" ini gue rara sahabat lo.. bangun dong far gue kangen main badminton dan bercanda bareng lo " ucap rara sambil menahan tangisnya


" fara jangan tinggalin gue yaa, ingat janji kita selalu bersama sampai kapanpun " bisik rara mendapatkan respon dari faranisa


" tangannya bergerak raa " ucap refina kaget


" panggil dokter ref " ucap rara dan refina segera memanggil dokter


" keadaan faranisa udah mulai membaik dan sebentar lagi dia akan siuman kita tidak perlu memindahkannya ke ICU " ucap dokter yang memeriksa faranisa


" alhamdulillah.. kapan dia akan siuman dok? " ucap rara


" dia udah melewati masa kritisnya, sebentar lagi dia akan siuman.. kita udah bisa memindahkannya ke ruang rawat inap, saya perlu berbicara kepada keluarganya.. apakah kalian keluarganya? " tanya dokter


" kita sahabatnya dok, orangtuanya di luar negeri " ucap rara


" sudah anda hubungi saya perlu bicara sama orangtuanya? " ucap dokter


" baiklah kalian bisa mengurus ruang perawatannya dahulu, saya permisi mau mengecek keadaan pasien yang lain " ucap dokter


" makasih ya dok " ucap rara dan refina


" gue lega faranisa gak terlalu parah dan sebentar lagi dia akan siuman " ucap rara sambil tersenyum


Tiba² ada yang menangis dan berteriak² dari ruang ICU membuat rara dan refina kaget


" ada apa itu kok ada yang teriak sambil nangis " ucap rara penasaran


" kita lihat yuk " ajak refina


" siapa yang jagain fara kalo kita pergi? " tanya rara


" kak aditya ada tuh biar dia yang jagain sementara " ucap refina


" yaudah deh kita samperin mereka yuk " ucap rara


***


" gimana keadaan faranisa ra? " tanya aditya


" dia udah mulai membaik kok kak, tadi ada yang teriak² sambil nangis² gitu siapa ya kak? " tanya rara

__ADS_1


" gak tau yng mungkin ada yang meninggal atau apa suaranya dari ICU " ucap anggara membuat rara dan refina saling pandang


" nesya " ucap rara dan refina berbarengan sambil berlari menuju ruangannya


Tampak orangtua nesya sedang menangis sedangkan revano tak kuasa menahan tangisnya sambil menjambak rambutnya


" ada apa ini kak? " tanya rara kepada wahyu yang sedang menenangkan revano


" keadaan nesya semakin kritis ra, sekarang dokter sedang menanganinya " ucap wahyu


" nesya " teriak refina sambil menangis memeluk rara


Rara tak mampu berkata² lagi ia hanya bisa diam dan menagis sambil memeluk refina, rara sangat terpukul atas kejadian ini tapi ia berusaha kuat di depan sahabatnya


" rara " panggil tiara baru datang


" tiara " ucap rara melihat siapa yang datang sambil menahan tangisnya


" ada apa ini raa? " tanya tiara bingung


" nesya semakin kritis tiara " ucap refina melepas pelukannya dari rara


" apa?! keadaan fara gimana? " tanya tiara sedih


" fara udah mulai membaik, kata dokter bentar lagi sadar " ucap rara


" kita harus gimana sekarang, nesya semakin parah " ucap refina frustasi


" gue belum siap jika harus kehilangan nesya " ucap refina sambil menangis


" gue juga gak siap ref tapi kita gak tau harus berbuat apa lagi sekarang " ucap rara


" ini semua pasti ulah ular berbisa itu! gue harus balas dia.. dia harus ngerasain apa yang nesya dan fara rasain " ucap rara geram dan hendak pergi dengan cepat tiara menahannya


" lo jangan pergi sekarang raa mereka butuh kita.. gue gak mau lo kenapa² kalo pergi sendirian, tunggu mereka siuman yaa baru kita balas ular berbisa itu " ucap tiara


" gue gak tega lihat mereka sakit begini.. stevani harus ngerasain apa yang nesya rasain tiara! cewek berbisa itu harus dikasarin biar sadar! " ucap rara kesal


" gue tau raa tapi gak sekarang balasnya biarin dia happy dulu setelah nesya dan fara siuman kita akan buat mereka lebih parah dari apa yang mereka perbuat ke sahabat² kita " ucap tiara


***


" kok dokternya belum keluar² ya dari tadi " ucap miminya nesya khawatir


" sabar ya mi kita juga khawatir sama keadaan nesya, kita berdoa aja biar nesya cepat sadar dari komanya " ucap rara menenangkan mimi nesya


" iya nak mimi selalu berdoa untuk kesembuhan nesya, mimi harap dia cepat sadar dan berkumpul lagi sama kita " ucap mimi nesya


" mimi yang kuat yaa ada kita disini bersama mimi, nesya pasti bisa lewatin semua ini " ucap tiara


" mimi bangga punya anak seperti kalian walaupun bukan mimi yang melahirkan kalian, makasih ya nak mimi sedikit terhibur dengan kehadiran kalian " ucap mimi nesya sambil menghapus air matanya

__ADS_1


" mimi jangan sedih dong kita ikutan mewek nanti " ucap refina


__ADS_2