Friendship And Love Story

Friendship And Love Story
BERTEMU MAMA ANGGARA


__ADS_3

Jangan lupa like, komen dan vote ya guys, jangan silent readers please 🙏🙏


tolong tinggalin jejaknya ya 😍🥰


...** selamat membaca **...


Keesokkan harinya


Rara menuruni tangga menuju ruang makan untuk sarapan bersama keluarganya


" yaampun nak kenapa mata kamu? " tanya mami kaget setelah melihat mata rara sedikit bengkak


" gak tau mi bangun² mata rara udah begini " ucap rara berbohong agar maminya tak curiga kalo dia habis menangis kemarin


" kamu gak usah ke kantor dulu hari ini nak kita ke dokter aja " ucap mami khawatir


" rara gak papa mi, nanti rara tutupin pakai makeup biar gak terlalu kelihatan, lagian hari ini ada meeting sama klien masa baru mulai kerja udah libur aja " tolak rara sambil memakan makanan yang di siapin mami untuknya


" di tunda aja sayang, lihat tuh mata kamu bengkak gak malu apa di lihatin klien begitu " ucap mami khawatir


" nanti mami bilangin sama tiara buat ngehandle kerjaan kamu hari ini, kamu istirahat aja gak usah ke kantor " sambung mami


" tapi mi.. " ucap rara terpotong


" gak ada tapi²an rara ini semua demi kebaikan kamu nak mami gak mau mata kamu tambah sakit kalo kamu tetap maksain buat pergi " ucap mami tanpa boleh membantah


" udah dong mi jangan paksa rara begitu, anak² kita udah besar mi mereka tau mana yang baik buat mereka, kita sebagai orangtua hanya mengawasi jangan ikut campur urusan mereka lagi, kalo udah kelewatan baru kita tegur, rara udah dewasa dia tau apa yang harus dia lakukan jika dia mau bertanggung jawab sama pekerjaannya, ya biarin aja lagian menurut papi itu cuman bengkak biasa kok nanti kempes sendiri yaudah lah biarin aja dia ke kantor " ucap papi membela rara


" papi ini selalu aja membela mereka, mami itu khawatir pi, mami gak mau anak² kita kenapa² " ucap mami


" mami ini gimana sih dulu aja mami yang maksa papi biar gak manjain dan gak terlalu berlebihan sama mereka tapi sekarang malah kamu yang begitu " ucap papi

__ADS_1


" papi ini sama aja deh seperti rara keras kepala banget, terserah kalian deh " ucap mami kesal


" rara gak kenapa² kok mi gak usah khawatir, benar kata papi ini cuma bengkak biasa, rara tau mami sayang banget sama rara tapi rara gak boleh jadi orang yang lemah masa cuma bengkak begini rara gak ke kantor, rara atasan mereka di kantor mi, rara harus beri contoh yang baik buat mereka, kalo sakit sedikit rara udah malas²an dan gak ke kantor gimana bawahan rara nanti mereka malah nyontoh yang gak benar dong " ucap rara sambil menggenggam tangan mami yang berada di sebelahnya


" mami gak nyangka kamu udah bisa bersikap dewasa sekarang, maafin mami ya udah terlalu keras sama kamu, mami gak bisa lihat kamu dan reno sakit sedikitpun mami yang tersiksa karna bagi mami kalian adalah harta yang paling berharga buat mami dan harus mami jaga " ucap mami sambil meneteskan air matanya


" mami jangan nangis dong, rara jadi ikutan sedih.. rara sayang banget sama mami, rara beruntung punya ibu yang perhatian seperti mami, mami yang mengerti kemauan rara, mami yang selalu ingatin rara jika rara udah mulai ke jalan yang salah, mami paling gak bisa lihat rara sakit, love you mi " ucap rara sambil memeluk dan mencium maminya


" reno juga sayang sama mami, makasih ya mi udah mau melahirkan kami kedunia ini dan merawat kami dari kecil sampai sekarang dan mami rela berhenti bekerja demi kami, pengorbanan mami sangat besar untuk reno dan rara, love you mami " ucap reno sambil ikut memeluk maminya


" love you too sayang, mami bangga punya anak seperti kalian berdua " ucap mami sambil mencium kedua anaknya


" cuma sayang sama mami doang nih kalian papinya gak? " ucap papi pura² ngambek


" ciee papi cemburu nihh.. kita juga sayang sama papi kalo gak ada papi kita gak akan lahir di dunia ini, makasih ya pi udah mau menjaga kita dan memberi pendidikan yang layak buat rara dan kak reno, kita beruntung punya papi yang pengertian dan menuruti semua keinginan kita, love you papi " ucap rara sambil beralih memeluk dan mencium papinya


setelah sedih²an mereka melanjutkan makannya hingga habis dan mereka langsung pergi ke kantor kecuali mami dan reno, mami sudah pasti tinggal di rumah dan reno sudah beberapa hari ini tidak di perbolehkan sering keluar rumah karna sebentar lagi ia akan menikah


...***...


" tante? " panggil rara dan perempuan itupun menoleh


" rara? " ucap perempuan itu saat melihat rara menghampirinya, dia adalah mamanya anggara, rara tak tega melihatnya berjalan sendirian sambil membawa belanjaan yang lumayan banyak


" tante mau kemana? belanjaan tante banyak banget " ucap rara sambil melirik belanjaan mama anggara


" tante mau pulang nak, nyari taksi belum ketemu juga " ucap mama anggara


" biar rara anterin aja tante " ucap rara sambil menggandeng tangan mama anggara


" ayo masuk ke dalam mobil rara tante, biar rara bantu bawa belanjaannya " ajak rara sambil mengambil belanjaan mama anggara

__ADS_1


" iya sayang, makasih yaa kalo gak ketemu kamu gak tau deh nasib tante gimana, mana kaki udah pegel banget " ucap mama anggara


" sama² tante, rara masukin ini ke belakang dulu yaa " ucap rara sambil membuka bagasinya


mama anggara langsung membuka pintu mobil dan duduk di samping rara, mama anggara tak terlihat canggung terhadap rara ia segera membuka percakapan setelah rara masuk kedalam mobil


" oh ya, kamu apa kabar nak? " tanya mama anggara basa basi


" alhamdulillah rara baik tante, tante sendiri gimana? " tanya rara balik sambil menjalankan mobilnya menuju rumah mama anggara


" alhamdulillah tante baik juga nak, udah lama gak bertemu kamu kemana aja sayang? " tanya mama anggara


" rara kuliah di luar negeri tante, emang kak anggara gak cerita sama tante? " tanya balik rara


" dia mana mau cerita sama tante " ucap mama anggara


" kalo gak temen² anggara yang cerita tante mana tau kalo kamu dan anggara udah putus, setelah tau semuanya.. awalnya tante kecewa sama sikap anak tante telah membohongi kamu dan menyia²kan perempuan baik seperti kamu, tante sedih mendengar keputusan kamu memilih berpisah dari anggara tapi mau gimana lagi itu ulah anggara sendiri, dia tidak berpikir panjang sehingga dia salah dalam mengambil keputusan " ucap mama anggara sambil melamun


" tante udah sayang banget sama kamu rara, walaupun kita baru bertemu beberapa kali, tante yakin kamu perempuan yang tepat buat anggara, semenjak kamu dan anggara berpacaran perubahan anggara semakin terlihat ke arah positif lalu kamu pergi meninggalkan anggara hidupnya semakin tak karuan dia sering pulang larut malam, bahkan tante sering mencium bau alkohol, dia sangat frustasi semenjak ingatannya pulih dan dia tau kamu pergi meninggalkan anggara, dia seperti kehilangan akal sehat tante sangat sedih melihat dia seperti itu " ucap mama anggara sambil meneteskan air matanya


" maafin rara tante, rara gak bermaksud membuat kak anggara seperti itu, awalnya rara gak mau memutuskan dia tapi kak anggara membuat rara harus menentukan pilihan, rara syokk lihat kak anggara dengan perempuan lain sedangkan dia masih menjadi pacar rara, dia gak ngasih kabar berbulan² tiba² dia muncul dengan perempuan lain, rara merasa di bohongin tante, rara gak bisa mempertahankan hubungan itu lagi rara kecewa dengan sikap dia yang seperti itu, dia gak mau terbuka sama rara tante lebih baik rara yang mengalah " ucap rara sambil menahan tangisnya


" tante mengerti perasaan kamu nak, tante minta maaf atas perlakuan anggara, dia sangat menyesal telah melakukan itu kepada kamu " ucap mama anggara


" rara udah memaafkan dia tante tapi rara gak bisa kembali lagi, rara juga minta maaf udah buat tante sedih " ucap rara sambil menyetir mobilnya menuju rumah anggara


" kamu gak salah nak, kalo tante di posisi kamu mungkin tante melakukan hal yang sama, setelah kamu tau semuanya tante harap kamu mau memikirkannya lagi, tante gak mau lihat kamu dan anggara sama² tersiksa seperti ini, sebaiknya kalian bicara baik² dan mencari solusinya bareng² jangan seperti ini nak, tante bisa melihat di mata kamu, kamu masih mencintai dia dan rasa sakit itu yang membuat kamu jadi seperti ini, kamu singkirkan dulu ego kamu bicaralah kepada dia, tante mendukung keputusan kamu dan tante masih berharap kamu menjadi menantu tante nantinya " ucap mama anggara kepada rara


" rara akan memikirkannya lagi tante, terimakasih sarannya " ucap rara sambil memberhentikan mobilnya di depan rumah anggara


" iya sayang, semoga itu pilihan yang tepat buat kamu, tante turun dulu yaa " ucap mama anggara sambil mengelus kepala rara

__ADS_1


" iya tante, biar rara yang ambil belanjaan tante di bagasi " ucap rara


Terimakasih udah mau menunggu kelanjutan novel ini, like, komen dan votenya 😘🥰


__ADS_2