Friendship And Love Story

Friendship And Love Story
NGEMALL BARENG


__ADS_3

Jangan lupa like, komen dan vote ya guys, jangan silent readers please 🙏🙏


tolong tinggalin jejaknya ya 😍🥰


...** selamat membaca **...


Keesokan harinya


Bangun tidur rara langsung buru² mandi ia baru ingat ada meeting penting pagi ini, setelah selesai bersiap² rara langsung turun menuju ruang makan untuk menemui keluarganya


" pagi semuanya " sapa rara dengan senyuman khasnya


" pagi sayang, ayo sarapan dulu " ucap mami mengajak putri kesayangannya untuk sarapan bersama


" maaf mi.. rara buru² ada meeting pagi ini nanti rara sarapan di kantor aja " tolak rara


" janji ya kamu harus sarapan setibanya dikantor nanti, mami gak mau kamu sakit " ucap mami khawatir


" siap boss " ucap rara sambil memberi hormat kepada maminya


" oo iya mi.. kak reno mana? kok gak kelihatan apa masih betah di kamar? " tanya rara sambil bercanda


" reno udah pindah ke rumah barunya sayang, katanya gak mau di ganggu mau berduaan aja sama istrinya maklumlah pengantin baru " ucap mami bercanda


" kok gak pamit dulu sih sama rara mi " ucap rara cemberut


" udah dong sayang jangan cemberut gitu deh nanti cantiknya hilang lohh, semalam bunda lihat reno ke kamar kamu masa kamu gak tau sih " ucap bunda menceritakan yang ia lihat semalam sebelum reno pindah


" rara gak tau bun, kayaknya rara ketiduran deh, capek banget kemarin.. seharian gak sempat istirahat " ucap rara sambil menyengir


" maafin kakak ya ra gara² kakak nitipin anak kakak sama kamu, kamunya jadi kecape'an.. kalo gak sama kamu kakak gak tau lagi nitipin kemana, kakak gak bisa ngurus keduanya barengan biasanya ada suami kakak ini malah belum datang dia " ucap diandra merasa bersalah


" gak papa kok kak, rara malah senang ada claurent jadinya rara sedikit terhibur dengan celotehnya, oo iya mana suami kakak kok belum sampai²? " ucap rara tersenyum agar kakaknya tak merasa bersalah lagi


" pesawatnya delay ra gak tau kenapa.. nunggu pesawat berikutnya baru bisa terbang ke sini kata dia " ucap diandra


" oh.. mama kemana kak kok gak ikut sarapan? " tanya rara


" mama udah pulang pagi tadi, ikut penerbangan pagi ini, mama buru² katanya papa butuh bantuan mama " ucap diandra


" oh.. kak alva, kak kean dan kak devan kemana kok gak kelihatan? " tanya rara lagi


" mereka masih tidur nak, kecape'an mungkin abis bantuin reno pindahan semalam " ucap bunda


" pantasan belum kelihatan.. yaampun.. rara telat keasikan ngobrol nih, rara pamit dulu ya mi, pi, bun, yah, kak diandra " pamit rara setelah melihat jam tangannya


" hati² ya nak jangan ngebut² bawa mobilnya, kalo udah sampai kabari mami ya " ucap mami


" oke mi, bye semuanya " ucap rara buru² keluar rumah menuju mobil kesayangannya


tak butuh waktu lama rara tiba di kantornya, ia langsung menuju ruangannya dengan terburu²


" pagi nona " sapa dion setelah melihat kedatangan rara


" pagi dion, tiara udah sampai gak? " tanya rara


" belum sampai nona, ada yang bisa saya bantu? " ucap dion dengan sopan


" berkas untuk meeting udah siapkan? saya gak mau buat klien saya yang ini kecewa karna ini sangat di tunggu² oleh kakak saya dan ini akan menguntungkan buat perusahaan kita, saya gak mau ada kesalahan sekecil apapun yang membuat dia enggan bekerja sama dengan kita! " ucap rara dengan tegas


" baik nona, saya sudah mempersiapkan segalanya, berkasnya udah saya taruh di meja nona, jika ada yang kurang saya akan


memperbaikinya, meeting akan di adakan sebentar lagi, klien kita sedang menuju ke sini " ucap dion


" 30 menit lagi mereka belum sampai kamu hubungi mereka dan kalo udah sampai kamu panggil saya di ruangan " ucap rara segera masuk kedalam ruangannya


" baik nona " ucap dion


...***...


" tiara mana ya kok belum sampai juga? " tanya rara mulai gelisah


" mana file penting untuk meeting nanti sebagian sama dia lagi " ucap rara semakin gelisah sambil melihat jam tangannya


" gue coba tanya dion deh siapa tau tiara udah ngirim filenya ke dion " ucap rara sambil berdiri dari tempat duduknya


" yaampun gue lupa lagi ngasih tau mami kalo gue udah sampai kantor " ucap rara sambil menepuk jidatnya


" gue chat aja deh " ucap rara lagi


tok.. tok.. tok.. (ketukan pintu)


" masuk " ucap rara masih fokus ke hpnya tanpa melihat siapa yang mengetuk pintu


" maaf nona saya mengganggu, klien kita sudah tiba, mereka sedang menuju ke ruang meeting " ucap dion

__ADS_1


" apa?! gawat! " ucap rara nyaris berteriak


" ada apa nona? " tanya dion


" tiara ada ngirim file gak ke kamu untuk meeting hari ini? " tanya rara


" gak ada nona, ada apa ya nona? " tanya dion terlihat bingung


" file penting yang akan saya tunjukan kepada klien kita sama tiara dan dia belum sampai juga " ucap rara panik


" filenya yang nona? apa berkas ini masih kurang nona? " tanya dion bingung maksud rara sambil menunjuk berkas yang ia siapkan tadi


" pagi semua " sapa tiara tersenyum membuat rara bernafas lega


" dari mana aja sih lo?! kenapa lama banget sampainya? " ucap rara terlihat kesal


" sabar dong jangan marah² ini masih pagi! muka lo kenapa kok panik gitu? " ucap tiara santai


" mana file yang gue suruh siapkan kemarin? jangan bilang lo lupa bawa?! " ucap rara sambil melipat kedua tangannya di dada


" yaampun gue kira ada apa.. udah gue taruh di flashdisk ini, ayo ke ruang meeting nanti klien kita ngambek loh kelamaan nunggu " ucap tiara santai sambil menarik tangan rara


" pelan² dong tiara, bawa semua berkas yang di butuhin ke ruang meeting ya dion " ucap rara kemudian pergi


setelah meeting selesai rara dan tiara kembali keruangan mereka


" kalo gak demi kak reno gue ogah berurusan sama cowok ganjen itu deh " gerutu rara sambil duduk di kursinya


" kenapa sih lo? " tanya tiara heran


" lo gak lihat tadi di ruang meeting dia tuh ngedipin gue dan pas jabat tangan tadi tangan gue di tahan untung aja gue buru² lepasin " omel rara


" gue gak lihat sih tadi, kelihatannya sih ganjen banget tuh cowok mana udah tua lagi, yang sabar ya lo ini demi kak reno loh " canda tiara


" ini juga karna terpaksa kalo gak mana mau gue berurusan sama tu orang " ucap rara masih terlihat kesal


" halo semuanya? selamat pagi bu bos dan asistennya " sapa nesya saat memasuki ruangan rara


" ngapain lo kesini? kok bisa masuk?! " ucap rara jutek


" ya bisa dong nesya gitu loh " canda nesya sambil cengengesan


" gue serius! " ucap rara masih kesal


" lo kenapa sih kok jutek gitu mukanya? " tanya nesya


" kenapa? " tanya nesya kepo


" klien gue udah tua tapi ganjennya minta ampun deh tangan gue aja di tahan dia, dia pikir gue ini apa coba.. kalo gak demi kak reno gue males banget berurusan sama dia " curhat rara


" udah gue jawabkan.. sekarang jawab pertanyaan gue?! " ucap rara lagi


" yang mana? " ucap nesya pura² tak tau


" udah deh gausah berlagak gak tau apa² " ucap rara kesal


" yaelah gitu aja sensi lo " canda nesya


" tadi gue kerumah lo ra terus kata mami lo udah ke kantor berhubung gue bosan di rumah yaudah deh gue susulin kalian ke sini " ucap nesya menyengir


" masuk ke ruangan gue gak boleh sembarangan, kenapa lo bisa masuk? " tanya rara menatap tajam nesya


" jangan gitu dong lihatnya! gue minta bantuan papi mangkanya bisa ke sini " ucap nesya sambil menaikkan kedua alisnya bersamaan


" lo sendirian aja? " tanya tiara


" gak lah " ucap nesya santai


" terus sama siapa? " tanya tiara bingung


" eh mana tuh dua curut? kok ngilang? " ucap nesya melihat kebelakang sambil mencari keberadaan kedua sahabatnya


" nyangkut dimana sih mereka " ucap tiara


" pagi ra, pagi tia " sapa refina dan faranisa bersamaan saat memasuki ruangan rara


" kemana sih kalian? jangan bilang kalian godain cowok yang di depan? " tebak nesya


" tuh lo tau, ganteng banget sih dia " ucap faranisa


" jadi lo godain dion? " tebak rara


" oh jadi namanya dion " ucap faranisa sambil mengangguk²


" dion yang lo ceritain waktu itu ya tiara? " tebak refina

__ADS_1


" ya iyah lah siapa lagi " ucap tiara


" kenalin dong sama kita " ucap faranisa sambil mengedip² matanya


" idihh.. sejak kapan lo ganjen gini sih far " ledek rara


" iyah nih biasa loh paling cuek kalo masalah cowok " ucap tiara heran


" cuek salah gak cuek salah juga, mau kalian apa sih " ucap faranisa sambil melipat kedua tangannya di dada


" kak adit mau lo kemanain? " ledek tiara


" malas gue sama cowok playboy kayak gitu mah sama aja dia seperti kak revan, suka mainin perasaan cewek " curhat faranisa


" jadi lo belum balikan sama dia? " tanya tiara


" gak lah, ngapain juga gue balikan sama dia kalian tau sendiri dia itu sebelas duabelas sama kak revan sama² playboy yang ada gue makan hati mulu " ucap faranisa


" terus ngapain lo dekatan mulu sama kak adit pas acara pernikahan kak reno kemarin gue kira lo sama dia udah balikan " ledek tiara


" gue gak mau kelihatan jones didepan keluarga rara mangkanya gue dekatin dia kan malu gak ada pasangan " ucap faranisa santai


" parah banget lo... anak orang lo jadiin mainan doang kan kasian.. nanti dia baper lagi gimana?! kita gak ikut²an ya " ucap rara sambil angkat tangannya


" ya gue tinggalin susah amat " canda faranisa


" sadis amat lo far.. kena karma baru tau rasa lo " canda nesya


" ya elah serius amat lo pada kan gue cuma bercanda " ucap faranisa cengengesan


" ngemall yuk guys kan udah lama nih kita gak jalan bareng " ajak nesya


" kalian aja deh gue lagi sibuk hari ini, banyak banget kerjaan gue " tolak rara


" gak asik lo, ayo dong raa kita jalan bareng kali ini aja, please.. " ucap nesya memohon sambil mengedipkan kedua matanya


" sok imut lo! yaudah deh gue mau tapi gak bisa lama ya kerjaan gue banyak banget hari ini " ucap rara menyerah


" nah gitu dong itu baru sahabat gue " ucap nesya sambil merangkul pundak rara


" kalo ada maunya baru deh ngerangkul gue, dasar... yaudah yuk pergi " ajak rara sambil berdiri dari kursinya menuju meja dion


" dion.. tolong selesaikan laporan² tadi ya dan handle pekerjaan saya dulu, saya mau keluar sama mereka " ucap rara kepada dion


" baik nona " ucap dion sambil berdiri dari kursinya


" cabut guys " ajak rara kepada sahabat²nya, tanpa menunggu lagi rara langsung pergi ke parkiran


" tunggu kenapa sih raa cepat banget jalan lo kita capek tau ngejar lo dari tadi " ucap nesya ngos²an


" ups.. sorry mangkanya jangan lama, gue gak bisa lama² lagi sekarang pekerjaan gue banyak, kalo gak gue selesaikan makin nambah pekerjaan gue dan gaji gue bisa di potong papi " gerutu rara


" iya² bu boss maaf " canda nesya tanpa merasa bersalah


"yaudah yuk cabut " ajak rara segera masuk kedalam mobilnya diikuti dengan keempat sahabatnya, mereka langsung menuju mall


sesampainya di mall mereka langsung masuk dan berkeliling² tanpa tujuan


" kita sebenarnya mau kemana sih masa keliling² aja capek nih kaki gue " ucap rara mengeluh


" makan aja yuk " usul refina


" boleh juga tuh, kebetulan gue belum sarapan tadi " ucap rara


" gue setuju, ayo kita cari tempat yang makanannya enak " ucap tiara antusias


" disana aja yuk, kayaknya enak tuh " ucap faranisa menunjuk salah satu restoran yang terkenal di mall itu


" yaudah yuk " ajak refina sambil berjalan memasuki restoran tersebut disusul dengan semua sahabatnya


" kita duduk dimana guys rame banget disini? " tanya rara


" ehh guys bentar deh kalian lihat ke arah jam 3 " ucap nesya dengan cepat mereka mengikuti arah yang di tunjuk nesya


" mereka kok ada disini? " tanya rara terkejut


" iya bukannya mereka udah pindah ya? " tanya tiara tak kalah terkejutnya dengan rara


" mana gue tau " ucap nesya


" kalian juga harus lihat ke arah jam 9 " ucap nesya lagi


" ada mereka juga... apa mereka janjian? " ucap faranisa heran


kira² siapa ya yang mereka maksud?? tunggu di part selanjutnya ya..

__ADS_1


terimakasih yang udah like dan komennya 🥰


__ADS_2