Friendship And Love Story

Friendship And Love Story
RUMAH SAKIT (2)


__ADS_3

Jangan lupa like, coment dan vote ya guys😘😘😍


** selamat membaca **


Tak terasa waktu sudah sore saatnya rara dan sahabat²nya pulang ke rumah masing²


" Kita pulang dulu ya kak " pamit rara ke anggara


" yaahh padahal aku masih mau deket kamu " ucap anggara


" mangkanya cepet sembuh biar bisa deket aku terus " ucap rara


" maafin aku ya masalah kemarin aku janji nggak akan gitu lagi sama kamu, aku cuman cinta sama kamu raa bukan dengan vita " ucap anggara sambil memegang tangan rara


" aku percaya kok sama kamu tapi kamu janji ya akan setia sama aku walaupun banyak perempuan yang deketin kamu apalagi mantan kamu ngajak balikan lagi " ucap rara


" aku janji sampai kapanpun akan selalu bersama kamu sayang " ucap anggara sambil mencium tangan rara


" ugh so sweet banget sih kak anggara " ucap nesya dan yang lain hanya tersenyum


" jadi kita balikan lagi nih? " ucap anggara


" menurut kamu? " ucap rara


" aku mau denger dari kamu langsung " ucap anggara


" iya.. kita balikan lagi sayang, aku sayang banget sama kamu, cepet sembuh yaa " ucap rara sambil tersenyum


" makasih ya sayang " ucap anggara


* hp rara berbunyi *


rarapun menjawab panggilan dari maminya dan menjauh dari sana


" bentar ya " ucap rara dan yang lain hanya mengangguk, rara langsung keluar dari ruang rawat anggara


" halo mi.. " ucap rara


" halo nak.. kamu masih di rumah sakit? " tanya mami


" iya mi, kenapa? " jawab rara


" cepet pulang ya nak di rumah ada tamu di rumah kita, mereka nanyain kamu mulu nih kangen banget katanya " ucap mami membuat rara penasaran


" siapa mi? " tanya rara


" nanti kamu tau sendiri kok mangkanya cepet pulang " ucap mami semakin membuat rara penasaran


" siapa sih mii? mami buat rara kepo deh " tanya rara


" mangkanya kamu cepet pulang " ucap mami


" iya² ini rara mau pulang " ucap rara


" hati² ya nak jangan ngebut² ngendarai mobilnya " ucap mami


" iya mii.. bye mami " ucap rara sambil mematikan panggilannya


rara masuk lagi kedalam ruang rawat anggara


" kenapa yng? " tanya anggara


" mami nyuruh aku pulang katanya ada tamu yang mau ketemu sama aku tapi nggak tau siapa " jawab rara


" kamu nggak nanya sama mami kamu? " tanya anggara


" mami nggak mau bilang.. biar aku tau sendiri katanya " ucap rara


" siapa sih ra kepo gue jadinya " ucap tiara


" mana gue tau " ucap rara

__ADS_1


" jangan².. " ucap tiara membuat yang lain penasaran


" jangan² apa? " tanya nesya


" hmm " ucap tiara memberi kode jangan sampai pacarnya tau


" apa sih nggak paham gue " ucap refina


" lo sama aja kayak mami suka rahasia²an " ucap rara kesal


" nanti gue kasih tau " ucap tiara


" ada apa sih kok kalian rahasia² gitu sama kita? " tanya rangga


" kita aja nggak tau maksud tiara apa gimana mau ngasih tau kamu " ucap refina


" yaudah lah gausah di pikirin,, kalian pulang bareng gue nggak? " tanya rara


" kita bareng lo raa, sekalian main di rumah lo yaa " ucap tiara


" tumben banget lo main di rumah gue, mau apa lagi lo 😏 " ucap rara


" lo tu yaa negatif thinking mulu sama gue " ucap tiara


" yee gue emang bener kali, udah ahh nanti tamu gue malah pergi kelamaan nungguin gue " ucap rara


" aku pulang dulu ya sayang, cepet sembuh ya " ucap rara sambil memegang pipi anggara


" iya kamu hati² ya, jangan ngebut² ngendarai mobilnya " ucap anggara


" iya sayang " ucap rara langsung pergi dan di susul dengan yang lain


setelah sampai di rumah rara langsung masuk sendirian karena sahabat²nya udah pulang ke rumah masing² untuk membersihkan dirinya dan beristirahat


" ini mobil siapa sih kok banyak banget " ucap rara sambil berjalan masuk ke dalam rumahnya


" assalamualaikum.. mamii..." panggil rara masuk ke dalam rumah


" bundaa... ayah... " ucap rara memeluk bunda dan ayahnya yang sudah lama tidak bertemu


" anak bunda " ucap bunda membalas pelukan rara dan bergantian dengan ayah


" bunda sama ayah kapan ke sini kenapa nggak bilang rara sih " ucap rara


" ini surprise sayang " ucap bunda tersenyum masih memeluk rara dari samping


" kak alva, kak kean sama kak devan mana bun? " tanya rara


" ada tuh di kamar reno " jawab bunda


" bukannya kak reno ikut papi mi? " tanya rara kepada maminya


" udah pulang nak " jawab mami


" papi juga mi? " tanya rara


" papi masih di sana sayang " jawab mami


" kenapa nggak pulang bareng kak reno aja mi? " tanya rara lagi


" masih ada urusan katanya " jawab mami


" rara lihat mereka ya bun, yah, mi kalian lanjutin aja ngbrolnya sekalian rara mau mandi dulu " ucap rara mencium pipi mereka


" nanti ke sini lagi ya nak, bunda masih kangen sama kamu " ucap bunda


" iya bunda " ucap rara sambil menuju kamar reno


pintu kamar reno tidak tertutup rara langsung masuk tanpa mengetuk pintu dahulu


" haii kakak²ku.. kenapa nggak bilang sih mau ke sini " ucap rara sambil duduk di tengah² mereka

__ADS_1


mereka yang lagi asik main game hanya melirik rara tanpa sadar mereka mengabaikan rara


" ihhh nyebelin banget sih kalian rara ngomong malah di cuekin " ucap rara sambil mengambil hp² mereka


" kapan kamu di sini dek? " ucap reno


" iya ya kok kamu udah di sini aja " ucap alva


" jadi dari tadi kalian nggak sadar aku udah di sini? " ucap rara kesal sambil melipat tangannya di dada dan mereka hanya menggeleng


" nyebelin banget sih kalian.. gini nih kalo udah sibuk dengan handphonenya pasti lupa deh dan nggak sadar kalo rara udah di deket kalian " ucap rara ngambek mau pergi tapi di tahan sama reno dan alva


" mau kemana dek? " tanya reno


" ke kamar lah ngapain lama² di sini malah di cuekin mending ke kamar aja " ucap rara


" gitu aja ngambek " ucap alva mencolek dagu rara


" apaan sih colek² emangnya aku sabun apa " ucap rara kesal


" lepasin nggak! " ucap rara berusaha melepaskan tangannya dari pegangan alva dan reno


" nggak akan " ucap reno dan alva berbarengan


" lepasin!! aku bilangin bunda sama mami ya! " ucap rara masih berusaha melepaskan pegangan mereka


" bilangin aja kita nggak takut tuh 😝 " ucap alva bercanda


" betul tuh kita nggak takut seperti dulu sekarangkan kita udah besar ya nggak va " ucap reno


" betul banget tu ren " ucap alva


" kak kean bantuin rara dong " ucap rara manja


" gimana mau bantuin kamu dek badan mereka aja lebih besar dari kita bisa² kita yang terpental " ucap keano


" nyebelin deh kalian.. kalo minta tolong sama kak devan pasti gitu juga jawabannya, punya kakak 4 orang tapi nggak ada yang ngenakin " ucap rara kesal


" itu mah derita kamu " ucap mereka berbarengan sambil tertawa


" terpaksa deh " ucap rara mengeluarkan jurus beladirinya memutar tangan alva dan reno ke belakang sehingga mereka kesakitan


" ampun² sakit... sakit.. lepasin dek " ucap reno


" iya dek lepasin tangan kakak " ucap alva


" mangkanya jangan main² sama rara 😋 " ucap rara


" itu kamu bisa kenapa minta bantuan kita sih " ucap keano


" sengaja.. mau main² dulu sama kalian " ucap rara tertawa sambil melepaskan tangannya dari kakak²nya


" sejak kapan kamu bisa beladiri dek? " tanya reno


" sejak kakak pindah keluar negeri dan kalian bertiga sibuk dengan dunianya masing² untuk jaga² aja kalo kalian nggak ada rara bisa jagain diri sendiri " ucap rara


" maaf ya dekk.. " ucap reno sedih


" kenapa minta maaf kak? " ucap rara


" kakak selama ini sibuk dengan urusan kakak aja nggak bisa ngelindungi kamu " ucap reno


" nggak papa kok kak rara ngerti kok, ini semua juga untuk masa depan kakak " ucap rara


" kakak juga minta maaf ya dek kakak juga nggak ngejagain kamu selama reno nggak ada " ucap alvaro sedih


" nggak papa kak aku ngerti kok kalian udah mulai sibuk dengan dunianya masing², kita bukan anak kecil lagi yang setiap saat selalu bersama 😊 " ucap rara sedih ia berusaha menahan air matanya agar kakak²nya tak merasa bersalah


" aku mau mandi dulu ya kak bye semua " ucap rara


rara menuju kamarnya yang tak jauh dari kamar reno, setelah sampai ia langsung menutup pintu dan melepaskan semua kesedihannya di balik pintu

__ADS_1


sampai sini dulu ya guys, trimakasih udah mampir baca novel ini dan likenya 🙏


__ADS_2