
Jangan lupa like, coment dan vote ya guys😘😘😍
** selamat membaca **
Tak terasa waktu sudah sore saatnya rara dan sahabat²nya pulang ke rumah masing²
" Kita pulang dulu ya kak " pamit rara ke anggara
" yaahh padahal aku masih mau deket kamu " ucap anggara
" mangkanya cepet sembuh biar bisa deket aku terus " ucap rara
" maafin aku ya masalah kemarin aku janji nggak akan gitu lagi sama kamu, aku cuman cinta sama kamu raa bukan dengan vita " ucap anggara sambil memegang tangan rara
" aku percaya kok sama kamu tapi kamu janji ya akan setia sama aku walaupun banyak perempuan yang deketin kamu apalagi mantan kamu ngajak balikan lagi " ucap rara
" aku janji sampai kapanpun akan selalu bersama kamu sayang " ucap anggara sambil mencium tangan rara
" ugh so sweet banget sih kak anggara " ucap nesya dan yang lain hanya tersenyum
" jadi kita balikan lagi nih? " ucap anggara
" menurut kamu? " ucap rara
" aku mau denger dari kamu langsung " ucap anggara
" iya.. kita balikan lagi sayang, aku sayang banget sama kamu, cepet sembuh yaa " ucap rara sambil tersenyum
" makasih ya sayang " ucap anggara
* hp rara berbunyi *
rarapun menjawab panggilan dari maminya dan menjauh dari sana
" bentar ya " ucap rara dan yang lain hanya mengangguk, rara langsung keluar dari ruang rawat anggara
" halo mi.. " ucap rara
" halo nak.. kamu masih di rumah sakit? " tanya mami
" iya mi, kenapa? " jawab rara
" cepet pulang ya nak di rumah ada tamu di rumah kita, mereka nanyain kamu mulu nih kangen banget katanya " ucap mami membuat rara penasaran
" siapa mi? " tanya rara
" nanti kamu tau sendiri kok mangkanya cepet pulang " ucap mami semakin membuat rara penasaran
" siapa sih mii? mami buat rara kepo deh " tanya rara
" mangkanya kamu cepet pulang " ucap mami
" iya² ini rara mau pulang " ucap rara
" hati² ya nak jangan ngebut² ngendarai mobilnya " ucap mami
" iya mii.. bye mami " ucap rara sambil mematikan panggilannya
rara masuk lagi kedalam ruang rawat anggara
" kenapa yng? " tanya anggara
" mami nyuruh aku pulang katanya ada tamu yang mau ketemu sama aku tapi nggak tau siapa " jawab rara
" kamu nggak nanya sama mami kamu? " tanya anggara
" mami nggak mau bilang.. biar aku tau sendiri katanya " ucap rara
" siapa sih ra kepo gue jadinya " ucap tiara
" mana gue tau " ucap rara
__ADS_1
" jangan².. " ucap tiara membuat yang lain penasaran
" jangan² apa? " tanya nesya
" hmm " ucap tiara memberi kode jangan sampai pacarnya tau
" apa sih nggak paham gue " ucap refina
" lo sama aja kayak mami suka rahasia²an " ucap rara kesal
" nanti gue kasih tau " ucap tiara
" ada apa sih kok kalian rahasia² gitu sama kita? " tanya rangga
" kita aja nggak tau maksud tiara apa gimana mau ngasih tau kamu " ucap refina
" yaudah lah gausah di pikirin,, kalian pulang bareng gue nggak? " tanya rara
" kita bareng lo raa, sekalian main di rumah lo yaa " ucap tiara
" tumben banget lo main di rumah gue, mau apa lagi lo 😏 " ucap rara
" lo tu yaa negatif thinking mulu sama gue " ucap tiara
" yee gue emang bener kali, udah ahh nanti tamu gue malah pergi kelamaan nungguin gue " ucap rara
" aku pulang dulu ya sayang, cepet sembuh ya " ucap rara sambil memegang pipi anggara
" iya kamu hati² ya, jangan ngebut² ngendarai mobilnya " ucap anggara
" iya sayang " ucap rara langsung pergi dan di susul dengan yang lain
setelah sampai di rumah rara langsung masuk sendirian karena sahabat²nya udah pulang ke rumah masing² untuk membersihkan dirinya dan beristirahat
" ini mobil siapa sih kok banyak banget " ucap rara sambil berjalan masuk ke dalam rumahnya
" assalamualaikum.. mamii..." panggil rara masuk ke dalam rumah
" bundaa... ayah... " ucap rara memeluk bunda dan ayahnya yang sudah lama tidak bertemu
" anak bunda " ucap bunda membalas pelukan rara dan bergantian dengan ayah
" bunda sama ayah kapan ke sini kenapa nggak bilang rara sih " ucap rara
" ini surprise sayang " ucap bunda tersenyum masih memeluk rara dari samping
" kak alva, kak kean sama kak devan mana bun? " tanya rara
" ada tuh di kamar reno " jawab bunda
" bukannya kak reno ikut papi mi? " tanya rara kepada maminya
" udah pulang nak " jawab mami
" papi juga mi? " tanya rara
" papi masih di sana sayang " jawab mami
" kenapa nggak pulang bareng kak reno aja mi? " tanya rara lagi
" masih ada urusan katanya " jawab mami
" rara lihat mereka ya bun, yah, mi kalian lanjutin aja ngbrolnya sekalian rara mau mandi dulu " ucap rara mencium pipi mereka
" nanti ke sini lagi ya nak, bunda masih kangen sama kamu " ucap bunda
" iya bunda " ucap rara sambil menuju kamar reno
pintu kamar reno tidak tertutup rara langsung masuk tanpa mengetuk pintu dahulu
" haii kakak²ku.. kenapa nggak bilang sih mau ke sini " ucap rara sambil duduk di tengah² mereka
__ADS_1
mereka yang lagi asik main game hanya melirik rara tanpa sadar mereka mengabaikan rara
" ihhh nyebelin banget sih kalian rara ngomong malah di cuekin " ucap rara sambil mengambil hp² mereka
" kapan kamu di sini dek? " ucap reno
" iya ya kok kamu udah di sini aja " ucap alva
" jadi dari tadi kalian nggak sadar aku udah di sini? " ucap rara kesal sambil melipat tangannya di dada dan mereka hanya menggeleng
" nyebelin banget sih kalian.. gini nih kalo udah sibuk dengan handphonenya pasti lupa deh dan nggak sadar kalo rara udah di deket kalian " ucap rara ngambek mau pergi tapi di tahan sama reno dan alva
" mau kemana dek? " tanya reno
" ke kamar lah ngapain lama² di sini malah di cuekin mending ke kamar aja " ucap rara
" gitu aja ngambek " ucap alva mencolek dagu rara
" apaan sih colek² emangnya aku sabun apa " ucap rara kesal
" lepasin nggak! " ucap rara berusaha melepaskan tangannya dari pegangan alva dan reno
" nggak akan " ucap reno dan alva berbarengan
" lepasin!! aku bilangin bunda sama mami ya! " ucap rara masih berusaha melepaskan pegangan mereka
" bilangin aja kita nggak takut tuh 😝 " ucap alva bercanda
" betul tuh kita nggak takut seperti dulu sekarangkan kita udah besar ya nggak va " ucap reno
" betul banget tu ren " ucap alva
" kak kean bantuin rara dong " ucap rara manja
" gimana mau bantuin kamu dek badan mereka aja lebih besar dari kita bisa² kita yang terpental " ucap keano
" nyebelin deh kalian.. kalo minta tolong sama kak devan pasti gitu juga jawabannya, punya kakak 4 orang tapi nggak ada yang ngenakin " ucap rara kesal
" itu mah derita kamu " ucap mereka berbarengan sambil tertawa
" terpaksa deh " ucap rara mengeluarkan jurus beladirinya memutar tangan alva dan reno ke belakang sehingga mereka kesakitan
" ampun² sakit... sakit.. lepasin dek " ucap reno
" iya dek lepasin tangan kakak " ucap alva
" mangkanya jangan main² sama rara 😋 " ucap rara
" itu kamu bisa kenapa minta bantuan kita sih " ucap keano
" sengaja.. mau main² dulu sama kalian " ucap rara tertawa sambil melepaskan tangannya dari kakak²nya
" sejak kapan kamu bisa beladiri dek? " tanya reno
" sejak kakak pindah keluar negeri dan kalian bertiga sibuk dengan dunianya masing² untuk jaga² aja kalo kalian nggak ada rara bisa jagain diri sendiri " ucap rara
" maaf ya dekk.. " ucap reno sedih
" kenapa minta maaf kak? " ucap rara
" kakak selama ini sibuk dengan urusan kakak aja nggak bisa ngelindungi kamu " ucap reno
" nggak papa kok kak rara ngerti kok, ini semua juga untuk masa depan kakak " ucap rara
" kakak juga minta maaf ya dek kakak juga nggak ngejagain kamu selama reno nggak ada " ucap alvaro sedih
" nggak papa kak aku ngerti kok kalian udah mulai sibuk dengan dunianya masing², kita bukan anak kecil lagi yang setiap saat selalu bersama 😊 " ucap rara sedih ia berusaha menahan air matanya agar kakak²nya tak merasa bersalah
" aku mau mandi dulu ya kak bye semua " ucap rara
rara menuju kamarnya yang tak jauh dari kamar reno, setelah sampai ia langsung menutup pintu dan melepaskan semua kesedihannya di balik pintu
__ADS_1
sampai sini dulu ya guys, trimakasih udah mampir baca novel ini dan likenya 🙏