Gadis Cantik Itu Akan Memilih Siapa

Gadis Cantik Itu Akan Memilih Siapa
bab24'Diego'


__ADS_3

ditempat lain Diego sangatlah sibuk, entah mengapa kesibukannya bertepatan dengan kejadian yang membuatnya marah atas apa yang terjadi pada Kiara,


Diego sama sekali tidak berniat memarahi Kiara ,hanya saja Diego akan sangat marah jika melihat Kiara merasa kesakitan, karena Diego merasa dirinya yang merasa sakit ketika melihat gadis itu kesakitan,


beberapa hari ini bukannya Diego menghindari Kiara akan tetapi pekerjaannya sungguh sangat menyita waktunya, sehingga Diego tidak bisa pulang ke Mension nya


sebenarnya Diego mempunyai keinginan untuk menemui Kiara dan melihat keadaannya akan tetapi disaat yang sama sewaktu ingin pulang ke Mension nya, Diego mendapat kabar kalau grandpa sedang tidak sehat dan kebetulan perusahaan yang ada di negara xx, sedang ada masalah,


tanpa memberi tau Kiara, Diego pun berangkat menggunakan jet pribadinya Kevin pun ikut serta dalam perjalanan tersebut,


tetapi sebelum Diego berangkat dia menghubungi Hans dan menanyakan keadaan Kiara saat ini,


ada perasaan bersalah mendengar penuturan


Hans, karena sudah beberapa hari ini Diego tidak mengunjungi Kiara,


tuan muda, sejak kejadian itu nona Kiara sering terlihat melamun dan tidak banyak bicara, dan porsi makannya hari semakin hari makin sedikit, tapi nona Kiara sudah bisa berjalan walau tidak terlalu jauh, begitulah Hans selalu melaporkan setiap inci yang terjadi pada Kiara,


baiklah, Hans jangan biarkan Kiara terlalu memaksakan keinginannya untuk bisa berjalan, aku akan secepatnya pulang karena aku terlalu sibuk saat ini,


Diego pun harus menempuh perjalanan yang cukup jauh untuk k negara xxx, Diego disana tidak hanya akan menemui keluarganya tetapi juga urusan bisnisnya,


sesampainya di negara itu, Diego dengan cepat menuju kediaman sang kakek karena Diego begitu dekat dengan kakeknya itu, tapi setelah sampai di Mension sang kakek, Diego mendengar seseorang berbicara dan membuatnya kembali mengingat perkataan James di rumah sakit, tetapi


Diego tidak ingin gegabah mengambil sebuah keputusan, sebelum mendapatkan informasi akurat itu sendiri, cukup lama Diego mendengarkan pembicaraan keluarganya itu,


perasaan marah, sakit hati, semua menjadi satu, seketika Diego menjadi murka,


mendengar pembicaraan keluarganya itu,


tetapi Diego masih berusaha untuk menyimpan rasa marahnya sebelum mendapatkan bukti yang cukup kuat untuk mengungkapkan fakta yang sebenarnya,


tok tok tok,Diego pun mengetuk pintu sebelum dia masuk ke kamar kakeknya,


grandpa, ucap Diego sambil berjalan dan memeluk lelaki tua itu, ternyata kakek sudah sehat,

__ADS_1


maaf kek aku datang terlambat ucap Diego kepada lelaki tua itu,


tidak apa-apa anak muda, ucap kakeknya itu,


ternyata di sini ada Daddy,mommy, dan om Dennis saudara laki-laki Daddy,


setelah dirasa cukup Diego pun pamit pada sang kakek karena Diego masih ada keperluan lain disini,


Diego pun meninggalkan kediaman kakeknya,


mom, Dad, uncle, aku pergi dulu, aku masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan dulu,


sayang kau akan pulang mengunjungi mommy kan, ucap mommy Dania, wanita paruh baya ini masih terlihat sangat cantik diusianya,


iya mom, jawab Diego memeluknya sebelum pergi


sesampainya di perusahaan yang sedang bermasalah ternyata Kevin sudah menghandle semua dan keadaan perusahaan sudah kembali stabil, karena hanya sebuah tikus kecil yang sedang ingin bermain-main dengan seorang Diego Alvaro,


tuan, semuanya sudah beres ucap kevin setelah melihat Diego sudah berada diruangan nya,


pulang dan istirahatlah,kata Diego kemudian,


entah mengapa Diego merasa sangat tidak fokus saat ini,


malam sudah sangat larut dan Diego pulang ke Mension orang tuanya, sesampainya disana keadaan rumah itu sangat sepi mungkin orang tuanya sudah tidur,


hari ini Diego sungguh bangun disiang hari, mungkin karena pengaruh alkohol semalam entah apa yang mengganggu pikirannya sehingga Diego lebih memilih mabuk untuk menghilangkan rasa yang yang selama ini mengganggu pikirannya,


nyonya besar, tuan muda Alvaro ada di kamarnya, mendengar ucapan pelayan


nyonya Dania segera menuju kamar putranya itu, dan membangunkannya,


Diego pun bergabung dengan orang tuanya diruang makan,


duduk dan makanlah ucap mommy Dania pada Diego,

__ADS_1


keluarga ini sangat unik karena memakai inisial yang sama di depan namanya yaitu 'D'


contohnya Daddy Daniel Alvaro, mommy Dania Alvaro, Diego Alvaro,dan adik lelakinya Devano Alvaro,


mereka akhirnya berbincang-bincang di ruang keluarga, setelah makan siang selesai,


banyak yang mereka bicarakan karena mereka sangat jarang untuk bertemu,


tetapi tiba-tiba handphone Diego bergetar,


dengan cepat Diego memeriksa handphonenya ternyata sudah banyak pesan dan panggilan yang masuk, tetapi Diego tidak menyadarinya,


ternyata pesan dari Hans memberi tau kalau Kiara sudah meninggalkan rumah,


Diego pun mengecek cctv di salah satu tab yang berhubungan langsung dengan keadaan Mension nya, ada perasaan bersalah karena beberapa hari ini mengabaikan Kiara, dan Diego tampak marah melihat Kiara berjalan cukup jauh sebelum mendapatkan sebuah taksi,oh siiiiit,


Diego pun menyuruh seseorang dan mencari tau keberadaan Kiara,


dan Diego kembali murka melihat sebuah fhoto yang melihat kaki Kiara terluka karena tertusuk sesuatu,


mommy dan Daddy-nya yang melihat Diego tampak marah setelah melihat apa isi handphone nya itu mulai bertanya-tanya, mereka mendengar putranya menyebutkan nama seorang wanita, membuat mommy dan Daddy-nya tersenyum, sepertinya putramu sedang dekat dengan seorang wanita,


melihat kejadian yang menimpa Kiara, akhirnya Diego memutuskan untuk kembali ke London,


mommy merasa sedikit kecewa karena Diego baru saja datang dan dia ingin pulang lagi,


mom maafkan aku, tapi aku harus pulang dulu,


dalam perjalanan Diego selalu berpikir tentang keadaan Kiara, entah apa yang terjadi pada gadis itu, Diego sungguh sangat frustasi


ini fhoto


Diego saat berfikir


__ADS_1


jangan lupa like dan sarannya 🥰🥰🙏🙏🙏


__ADS_2