
Di pagi hari terlihat seorang pemuda, yang baru saja berangkat dari sebuah villa yang terletak di kota Sukabumi, dia adalah Therson Rayensyah Divers. Seorang pengusaha atau CEO yang sukses memiliki perusahaan didalam maupun luar negeri.Saat ini Raiden atau Rai sedang mengunjungi proyek yang sedang ia jalankan di kota Sukabumi tersebut.
Memiliki rupa yang tampan tak heran banyak wanita yang tergila-gila akan pesonanya namun sifat cuek dan dingin nya terkadang membuat para wanita kesal.Walaupun sifat nya cuek dan dingin ,mereka justru berlomba-lomba untuk mendapatkan Therson Rayensyah Divers atau yang memiliki nama panggilan Rayen. Begitu banyak wanita yang berusaha mendekati nya, namun sampai sekarang tak ada satu wanita pun yang mampu memikat hati seorang Therson Rayensyah Divers.
Wajahnya yang bersih tak ada jerawat, bahkan diwajah nya tidak ada berewokan atau kumis seperti laki-laki pada umumnya.Tetapi bukan berarti dia itu tidak normal, tentu nya dia itu orang yang suka akan kebersihan jadi tidak heran jika dia tak memiliki kumis dan sesuatu yang mungkin terdapat pada laki-laki umunya. Ruangannya pun begitu bersih dan rapi. Begitu juga dengan tubuhnya yang atletis, badan yang besar dan tinggi, semakin membuat para wanita klepek-klepek dan ingin mendapat kan nya.
Namun sepertinya hanya gadis imut dan manis yang akan mampu menaklukkan hati seorang Therson Rayensyah Divers.
Hm ,siapa iya wanita yang akan mampu menaklukan hati pria CEO dingin dan tampan itu.
* * * *
Saat ini Rayen bersama asisten pribadinya sekaligus supir pribadinya juga, tengah di perjalanan pulang setelah mengecek salah satu proyek yang terletak di kota Sukabumi Jawa barat.
Namun saat di tengah perjalanan pulang pandangan Raiyen tertuju pada seorang gadis yang sedang menangis di pinggir jalan.
"Stop!" suara yang mengeluarkan aura dingin dan berat itu, membuat Shiv yaitu asisten pribadinya mengerem mendadak.
"Ada apa, Tuan. apa ada yang tertinggal?" tanya Shiv melihat Tuannya yang menatap dingin ke arah samping.
Tanpa menjawab Shiv, Rayen langsung turun dari mobilnya.dan membuat Shiv jadi panik! tidak biasanya Rayen keluar dari dalam mobil tanpa dibukakan pintu olehnya.
"Tuan, anda mau kemana?!" teriak Shiv. karena Raiden terus berjalan tanpa menghiraukannya.
Kemudian Shiv pun ikut menyusul langkah besar Rayen, dengan sedikit berlari.
"Hiks ... Hiks!" isak tangis sang gadis yang berada dipinggir jalan.
"Hai, gadis manis. kenapa kau menangis?" tanya Rayen dengan wajah dingin dan datarnya.
Charisna mendongak menatap wajah tampan Rayen, yang berpakaian rapi dengan jas hitamnya dan kaca mata yang bertengger di hidung mancungnya.
"saya, diusir," ucap Charisna dengan derai air mata, hidungnya yang memerah dan mata yang sembab.
" Dia sangat imut, ujar Rayen tersenyum dalam hatinya.
"Diusir, oleh siapa?" tanya Rayen kini suaranya melembut sepertinya dia tahu tipe wanita seperti Charisna ini tidak bisa dikasari dengan kata-kata maupun perilaku.
"Bibi sama paman," jawab charisna dengan wajah menggemaskan-nya.
"Kenapa mereka, mengusirmu?" tanya Shiv yang sejak tadi memperhatikan Tuan dan gadis tersebut.
"Katanya Charisna sudah nyusahin mereka, mereka dan gak mau lagi ngurus Charisna," jawab Charisna lirih sambil kembali meneteskan air mata.
"Gimana ini, Tuan? apa kita bawa saja dia, kasian juga dia jika harus disini." bisik Shiv yang membuat Rayen berfikir.
"Siapa namamu?" tanya Rayen menatap Charisna yang juga menatapnya.
"Maya Charisna Kinanti," jawab Charisna sedangkan Rayen hanya menatapnya sambil tersenyum, di dalam hatinya ntah mengapa ia sangat tertarik dengan Charisna.
"Baiklah, apakah kamu mau ikut denganku?" tanya Rayen berjongkok dan membuat Shiv melongo tak percaya, sejak kapan Tuanya mau berurusan dengan hal seperti ini.
"Ikut kemana?" ucap Charisna dengan suara menggemaskan miliknya ditambah ekspresi wajahnya yang begitu imut.
"Ke Jakarta," jawab Rayen yang masih saja menatap Charisna.
"Jakarta," gumam Charisna sedangkan Rayen hanya mengangguk sambil tersenyum.
"Charisna mau! Charisna mau kerja disana, biar bibi gak marah-marah lagi," ucap Charisna senang, sedangkan Rayen hanya menatap Charisna tak percaya? dia mengajak Charisna ke Jakarta bukan untuk bekerja.
"Saya mengajak kamu, ke Jakarta bukan untuk kerja!" tegas Rayen.
"Terus mau ngapain dong?,tanya charisna sambil menatap Rayen serius.
"Untuk tinggal dengan saya," ucap Rayen yang membuat Charisna melongo.
"Enggak-enggak!" tolak Charisna menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Kenapa?" Rayen bingung kenapa gadis itu tiba tiba menolak untuk ikut dengan nya.
"Kata Ibu dulu, Charisna. Gak boleh tinggal satu rumah, sama yang bukan mahramnya," jawab Charisna polos yang semakin membuat Rayen tertarik.
"Kalo saya jadikan, kamu mahram saya gimana?" tanya Rayen dengan ekspresi datar namun dalam hatinya dia sangat senang.
"Maksudnya?" Charisna bingung ia memiringkan kepalanya.
"Saya, akan nikahin kamu," jawab Rayen singkat.
"Apa! bukannya Charisna yang terkejut tapi malah Shiv yang seperti tak percaya dengan Tuannya.
Dibenak shiv terpikir olehnya, Charisna hanyalah gadis desa pakaiannya saja biasa saja ,sedangkan di kota Banyak wanita yang berpenampilan lebih modis dan keren yang mengejar-ngejar Tuan Rayen,cara berpakaian mereka saja yang branded sama sekali tidak dilirik, sedangkan ini seorang gadis desa yang penampilannya saja?... oh astaga.
"Tuan, Tuan ini apa-apaan? dia ini tidak cocok dengan Tuan," bisik Shiv dan membuat Rayen menatap tajam ke shiv.
"Bagaimana, kamu mau?" tanya Rayen lagi tanpa menghiraukan Shiv.
"Tapi?" Charisna bingung harus menjawab apa, rasanya dia tidak pantas bersama laki-laki seperti Rayen ditambah harus menikah Charisna saja tidak kenal dengan Rayen.
"Kenapa kau tidak suka, denganku?" tanya Rayen berdiri dan memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya.
"Charisna gak pantes! buat Tuan.
" Charisna aja sekolah hanya sampai SD," ujar Charisna dan membuat Rayen menatap iba apa semenyedihkan itu kehidupan Charisna.
"Saya gak, perduli itu!" tegas Rayen.
"Terus kenapa Tuan, mau sama Charisna?" tanya Charisna sesekali menyeka air matanya.
"Saya bisa membedakan, mana gadis yang baik dan tidak," jawab Rayen sambil melirik ke arah Shiv yang memalingkan wajahnya.
"Jadi bagaimana, kamu mau? apa kamu mau disini terus ,ntah sampai kapan?" tanya Rayen lagi .
Charisna sedikit berfikir apakah dia harus menerimanya.
Charisna pun berdiri dan mendongak iya tentunya tinggi Charisna hanya sampai dada bidangnya Rayen.
"Charisna mau!" jawab Charisna dan membuat Rayen tersenyum tipis bahkan sangat tipis.
"Baiklah, Kalo begitu ayo! ikut saya," ajak Rayen.
Charisna, hanya mengangguk lalu mengikuti langkah Rayen menuju mobilnya.
Sepanjang jalan hanya ada keheningan charisna yang terus termenung, apakah keputusan ini benar dengan mengikuti laki-laki asing. Tapi Charisna tak punya pilihan lain.
"Charisna!" panggil Rayen dengan suara berat dan membuat Charisna terperanjat kaget.
"I-iya, Tuan?" ucap Charisna berbalik menatap Rayen.
"Jangan panggil saya Tuan! perkenalkan nama saya, Therson Rayensyah. kamu bisa panggil saya Rayen," ujar Rayen yang pandangannya lurus kedepan.
"Tapi tidak enak, jika memanggil nama," ucap Charisna kembali melihat ke arah depan.
"Memangnya, umurmu berapa?" tanya Rayen kini dia melihat ke arah Charisna.
"18, tahun," jawab Charisna ,sedangkan Rayen melongo tak percaya.
Bagaimana mungkin penampilan Charisna tak memperlihatkan bahwa dia berusia 18 tahun, rambut yang ter-kepang dua dan memakai ikat rambut berbentuk bunga, pipinya yang tembem, mata bulat, bibir tipis berbentuk love itu seperti anak usia 14 tahun.
Sepertinya keputusan Rayen untuk menikahi Charisna tidak salah, ternyata umurnya sudah dewasa.
Malam tiba kini mobil Rayen baru sampai di depan rumahnya.
",Charisna bangun!" Rayen menepuk-nepuk pipi Charisna, karena perjanan yang begitu lama membuat Charisna tertidur.
Charisna membuka matanya dan melihat sebuah mansion mewah, Charisna turun dari mobil dan terpukau melihat mansion tersebut. Selama ini Charisna hanya melihatnya didalam TV sekarang dia bisa melihat secara langsung bahkan akan tinggal di Mansion mewah dan besar itu.
__ADS_1
"Ini, rumah Kakak?" tanya Charisna menatap Rayen yang berdiri di sampingnya.
"Iya, dan akan menjadi rumahmu juga," ujarnya lalu memegang tangan Charisna dan membawanya masuk.
Sampai dalam Charisna benar-benar melongo. Seisi rumah tersebut begitu mewah dan mahal, banyak barang-barang dan hiasan lampu kristal yang besar sangat-sangat wah! .Rumah yang perpaduan antara gold dan coklat itu, semakin memperindah rumah tersebut. Tangga yang menjulang tinggi dan besar rasanya dia tidak akan sanggup untuk melangkah menelusuri setiap anak tangga tersebut.
Rayen yang melihat Charisna melongo, hanya terkekeh kecil.
"Charisna, sekarang rumah ini akan menjadi rumahmu ... dan jangan macam-macam! setiap sudut ruangan di dalam rumah ini terdapat cctv-nya!" perinta Raiyen,Charisna hanya mengangguk polos.
Plak! Plak!
Rayen menepuk kedua tangannya dan keluarlah sekitar 15 menit dengan memakai Seragam yang bagus dan rapi.
"Iya, Tuan?" ujar mereka serempak dan sedikit membungkukkan badan.
"Sebentar lagi, kalian akan mendapatkan Nyonya baru," ucap Rayen dan membuat para pembantu nya saling pandang.
"Siapa, Tuan?" tanya salah satu dari mereka.
"Nyonya, Maya Charisna Kinanti Divers ," jawab Rayen membuat Charisna menatap Rayen kini nama Charisna bergelar Divers.
Para pembantu nya pun melihat seorang gadis imut dan manis mereka langsung mengerti siapa yang Tuan nya dimaksud. Charisna hanya memberikan senyuman manisnya dan dibalas senyuman manis oleh para pembantu tersebut.
"Shiv, panggil semua orang yang bekerja disini!" perintah Rayen. Naga hanya mengangguk lalu melangkah menuju suatu tempat.
Selang beberapa lama muncullah para bodyguard yang berbadan besar dan pakaian rapi berlari tergopoh-gopoh dengan HT yang tergantung disetiap jas mereka, mungkin sekitar 20 orang.Rayen menyuruh mereka untuk menjaga rumah 24 jam walaupun rumah nya lengkap dengan cctv di depan, samping, bahkan belakangan rumah ,dia ingin tetap mereka menjaganya hanya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Terdapat juga tiga supir pribadi yang memakai pakaian rapi tidak termasuk Shiv, dan juga sepuluh tukang kebun yang merawat taman dan halaman depan rumah Rayen.
"Ini Nyonya baru kalian, Maya Charisna Kinanti Divers," jelas Rayen mereka semua hanya mengangguk dan membungkukkan badan.
"Kalian hormati dia, seperti menghormati saya, paham!" imbuh Rayen.
"Paham, Tuan," ucap mereka serempak.
Kemudian Rayen menarik pelan Charisna menuju kamarnya.
Clek!
Pintu kamar terbuka dan memperlihatkan isi kamar yang begitu bersih, rapi dan sangat mewah. Ditambah warna biru laut campur abu-abu dan king size yang besar juga terdapat lukisan-lukisan mahal semakin menambah kesan mewah, ditambah beberapa sofa juga diruangan itu.
"Ini kamar, siapa?" tanya Charisna dan membuat Rayen yang hendak membuka jasnya jadi terhenti.
"Kamar kita," jawab enteng Rayen yang kembali membuka jasnya.
Charisna yang mendengar itu langsung melotot tak percaya apakah dia akan Sekamar dengan Rayen.
"Enggak, Charisna gak mau!" tolak Charisna dengan wajah cemberutnya.
"Besok kita akan menikah jadi, tidak masalah," ujar Rayen.
"Yaudah, berarti besok aja. satu kamarnya!" tegas Charisna dan membuat Rayen ingin tertawa, karena yang tadinya suara Charisna yang begitu lembut berubah menjadi cempreng.
"Baiklah aku akan tidur di kamar sebelah, kau disini! besok baru kita akan satu kamar," ujar Rayen .
Charisna hanya mengangguk polos yang membuat Rayen ingin segera menerkam Charisna.
Kemudian, sebelum keluar kamar Rayen mengganti pakaiannya diruang ganti yang tak kalah mewah terdapat jas-jasnya yang tergantung dengan rapi dan pakaian sehari-harinya juga. Pintunya yang terbuat dari kaca jadi memperlihatkan seisi ruangan tersebut.
Setelah Rayen keluar Charisna hanya celingak-celinguk mencari pakaian, masa dia harus memakai pakaian ini sampai besok? ditambah di kamar tersebut tak ada lemari semua penuh dengan pernak-pernik, meja-meja dan lain-lainnya.
Kemudian Charisnnamembuka pintu ruangan khusus baju Rayen dia berniat untuk mencari baju mungkin saja ada baju yang cocok untuknya.
Charisna melihat satu jajar gantungan Hoodie, dia melihat satu Hoodie berwarna biru muda kemudian dia menggambil-nya dan memakainya. Hoodie yang kebesaran itu semakin membuat Charisna terlihat semakin kecil.
* * * * *
__ADS_1